Investor Muda dan Fenomena Kasino
Faktor yang mendorong tingginya minat investor muda berinvestasi di pasar modal adalah; Pertama, menciutnya tingkat bunga simpanan (tabungan dan deposito) perbankan sehingga tingkat bunga riil (bunga nominal dikurangi pajak dan inflasi) yang diterima semakin kecil. Kedua, pesatnya perkembangan media sosial yang kerap dihiasi para pesohor dan influencer sembari memamerkan kekayaan dan gaya hidup mewah serta membungkusnya dengan narasi bahwa semua itu diperoleh dari transaksi (trading) di pasar saham. Bahkan, tidak sedikit dari para pesohor dan pemengaruh ini yang memberikan rekomendasi saham yang diklaim bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Banyak investor muda ini yang menelan begitu saja bualan pesohor dan pemengaruh tanpa melakukan penelaahan. Ibarat kawanan yang bergerombol (herding) mendengar suara sang gembala.Padahal, saham yang direkomendasikan belum jelas kondisi fundamentalnya (kinerja usaha dan keuangan serta tata kelolanya). Terjadinya perilaku herding menunjukkan banyak investor muda ini belum dibekali pengetahuan dan literasi yang baik. Jika terus terjadi, hal itu tak sehat bagi perkembangan pasar modal di masa depan. Pasar modal tak ubahnya kasino. Hanya untuk menjaring keuntungan jangka pendek saja. Padahal, seharusnya pasar modal jadi wadah untuk membangun kesejahteraan dan kebebasan keuangan yang berkesinambungan. (Yoga)
Pertanggungjawaban ”Influencer” Investasi
Pemblokiran ratusan situs investasi berjangka, termasuk binary option yang melibatkan banyak influencer investasi oleh Bappebti, menjadi efek kejut dalam perkembangan investasi indonesia. Saling lapor antara investor dan afiliator membuat perkara tersebut semakin menarik. Terlebih kemudian para selebritas menciptakan token kripto dengan berbagai brand menarik. Pengaruh selebritas dan pemengaruh pada investasi perdagangan berjangka komoditas dapat berbahaya bagi masyarakat. Selain kasus-kasus canggih tersebut, investasi bodong semakin menjamur dan merugikan ribuan korban.
Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK mencatat, 10 tahun terakhir, kerugian korban investasi bodong lebih dari Rp 100 triliun. Investasi di bidang perdagangan berjangka komoditas telah menimbulkan masalah ekonomi besar di masyarakat, seperti mekanisme binary option opsi biner yang menggunakan pemengaruh dan para selebritas yang mengeluarkan token-token. Binary option bisa dikatakan judi berkedok trading online karena trader akan merugi jika ia salah menebak, dan sebaliknya mendapatkan keuntungan jika tebakannya benar. (Yoga)
Implementasi Ekonomi Hijau Butuh Komitmen Pusat dan Daerah
Menurut Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjutak (16/3), transisi energi fosil ke energi terbarukan adalah intisari menuju ekonomi hijau. Greenpeace memandang pemerintah pusat belum bersungguh-sungguh menerapkan transisi energi, terlihat dari UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang relatif berpihak kepada industri ekstraktif. Berdasarkan studi Bappenas, Indonesia berpotensi mengalami kerugian Rp 544 triliun pada periode 2020-2024 akibat perubahan iklim, antara lain, datang dari kenaikan muka air laut, penurunan ketersediaan air, produksi padi, dan peningkatan aneka potensi penyakit.
Ekonom senior dan tokoh lingkungan hidup Emil Salim mengatakan, sejak revolusi industri hingga sekarang, telah terjadi perubahan orientasi pembangunan. Alam tidak lagi dilihat sebagai subyek, tetapi sebagai obyek. Oleh karena itu, apabila perekonomian Indonesia ingin ke tahap lepas landas, pola pikirnya adalah kembali berpihak pada lingkungan berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster menuturkan, Bali berkomitmen mendukung implementasi ekonomi hijau di daerah, dengan menerbitkan perda tentang pertanian organik, industri kesehatan herbal, dan pemakaian energi terbarukan sebagai sumber energi bersih. (Yoga)
FinAccel Batal Masuk Bursa AS
Perusahaan induk penyedia layanan kredit Kredivo, yaitu FinAccel, batal masuk ke bursa AS. Meski demikian, manajemen FinAccel optimistis investor masih tertarik dengan FinAccel. ”Kredivo akan terus menjajaki berbagai peluang lain untuk menjadi perusahaan terbuka,” kata Co-Founder dan CEO FinAccel Akshay Garg dalam diskusi virtual, Rabu (16/3). (Yoga)
Koperasi Gagal Bayar Terus Dicari Solusinya
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bertemu empat mata dengan Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta, Rabu (16/3). Teten mengatakan, pertemuan itu wujud keseriusan pemerintah menangani persoalan koperasi bermasalah. ”Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pengawalan pada proses homologasi delapan koperasi bermasalah (gagal bayar),” ujarnya. (Yoga)
Potensi Ekonomi ”Metaverse” Sangat Besar
Potensi ekonomi dari penggunaan metaverse di Indonesia sangat besar. Sebab, penggunaan metaverse di Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal. Metaverse diperkirakan dapat menciptakan inovasi model bisnis baru yang belum ada sebelumnya. Demikian disampaikan Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Teknologi Finansial OJK Tris Yulianta dalam diskusi soal metaverse yang dilangsungkan Rabu (16/3). (Yoga)
Polisi Temukan Distribusi Minyak Goreng Ilegal
Kasatreskrim Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Rabu (16/3), mengatakan, ada dugaan penyelewengan penjualan dan pendistribusian di tempat usaha di Jalan Pasir Putih, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jabar. ”Kami temukan 2.300 liter yang dikemas ulang lalu dijual dengan harga tinggi. Mereka repacking merek lain menjadi merek sendiri,” katanya. (Yoga)
Keamanan Produk Kecantikan, Pertimbangan Utama Konsumen
Membanjirnya produk kecantikan di pasaran membuat perempuan sebagai konsumen utama berhati-hati menentukan produk yang akan dipakai, pertimbangannya tidak melulu masalah harga. Laporan Zap Beauty Index 2020 dan 2021 dari hasil survei yang dilakukan ZAP Clinic bersama dengan MarkPlus, Inc, memotret terjadinya pergeseran pertimbangan konsumen memilih produk kecantikan. Keamanan (ada label BPOM) dan komposisi produk menjadi pertimbangan utama dibanding harga atau efektivitasnya. Lebih dari separuh responden mengutamakan keamanan produk (65,4 % dan 68 %). Pertimbangan akan komposisi produk bahkan meningkat 3 kali lipat tahun 2021 dibanding 2020. Mayoritas (70 %) Gen Z dan Gen Y (milenial) mementingkan faktor keamanan, sementara Gen X masih mengutamakan faktor harga. Meskipun demikian, semua generasi (X, Y, Z) sepakat akan pentingnya produk kecantikan yang ramah lingkungan, menggambarkan kesadaran masyarakat akan produk yang aman semakin meningkat. (Yoga)
Warga Antusias Tukar Tiket Balapan MotoGP
Penyelenggara balap MotoGP Mandalika membuka penukaran tiket lebih awal. Warga menyambut antusias hal itu dan rela antre berjam-jam demi mendapatkan tiket, Rabu (16/3), di NTB. Penukaran tiket berlangsung dua hari, yakni 16-17 Maret 2022. Hal itu bertujuan memecah antrean panjang pada hari pelaksanaan rangkaian balapan, 18-20 Maret. Untuk menukarkan tiket, sejumlah calon penonton harus mengantre 3,5 jam. Mereka datang dari berbagai wilayah. (Yoga)
SiCepat Ekspres Masih Agendakan IPO di Bursa Saham
SiCepat Ekspres berharap rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dapat segera dilakukan, sesuai dengan rencana bisnis yang disiapkan perusahaan. Chief Corporate Communication Officer SiCepat Ekspres, Wiwin Dewi Herawati mengemukakan, wacana masuk bursa saham tetap masuk dalam rencana bisnis perusahaan. "Soal IPO SiCepat, kami berdoa jadi, namun tidak bisa memastikan kapan tepatnya akan menggelar IPO," ujar dia, Rabu (16/3). Adapun investor yang mendanai SiCepat Ekspres antara lain Falcon House Partners, Kejora Capital, DEG (the German Development Finance Institution), Asia Based Insurer, MDI Ventures (by Telkom Indonesia), Indies Capital, Pavilion Capital (Temasek Holdings Subsidiary), Tri Hill dan Daiwa Securities. Dengan suntikan pendanaan tersebut, pihaknya akan melakukan investasi lebih lanjut dalam memperluas layanan logistik dan infrastrukturnya









