Inovasi Hijau atau Tong Sampah Karbon?
BI Inginkan Pertanian Gunakan Teknologi untuk Menjaga Tingkat Inflasi
China Fokus ke Ekonomi dan Perang Dagang
Upaya Pemerintah Gerakkan Ekonomi Daerah Melalui Diskon Tarif Tol
Defisit Transaksi Berjalan RI Tahun 2024 Melebar Jadi Empat Kali Lipat
Neraca transaksi berjalan Indonesia pada 2024 kembali mencatat defisit yang melebar hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pelebaran defisit ini berdampak pada ketahanan eksternal dan tecermin dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2024, defisit transaksi berjalan tercatat 8,85 miliar USD atau 0,6 % dari PDB. Angka ini meningkat empat kali lipat ketimbang periode 2023, yang mencatatkan defisit 2,04 miliar USD atau 0,1 % dari PDB. Melebarnya defisit transaksi berjalan tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan barang yang menyusut.
Pada 2024, surplus neraca perdagangan barang Indonesia tercatat 39,92 miliar USD, turun 13,7 % dibanding tahun sebelumnya. Penyusutan surplus neraca perdagangan barang tersebut disebabkan oleh kenaikan ekspor yang tidak setinggi impor. Kinerja ekspor meningkat sejalan dengan kenaikan harga komoditas global di tengah penurunan permintaan negara mitra dagang utama, sedang peningkatan impor dipengaruhi kebutuhan ekspor dan permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan turut didorong meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer.
Defisit neraca jasa-jasa pada 2024 meningkat 5,6 % secara tahunan menjadi 18,66 miliar USD, sedangkan defisit pendapatan primer meningkat 0,21 % secara tahunan menjadi 36,09 miliar USD. Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual mengatakan, defisit transaksi berjalan memang memiliki korelasi yang erat dengan fluktuasi nilai tukar rupiah. Artinya, tekanan terhadap transaksi berjalan akan tecermin juga dalam pergerakan rupiah. ”Sejauh ini, defisit transaksi berjalan bisa dikatakan masih terjaga. Biasanya investor mematok defisit transaksi berjalan hingga 3 % dari PDB. Meski sekarang defisit transaksi berjalannya naik, belum sampai ke arah situ,” katanya, Kamis (20/2). (Yoga)
Efisiensi Anggaran Turut Berimbas Pada Media Massa
Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah akan berdampak pada kelangsungan hidup media massa. Hal ini memberatkan media massa karena saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi digital hingga perekonomian media yang kian berat. Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu mengungkapkan, iklim usaha industri pers sedang tidak dalam kondisi menguntungkan. Sepanjang tahun 2023-2024, tidak kurang dari 1.200 karyawan perusahaan pers, termasuk jurnalis, mengalami PHK. Beberapa media cetak skala besar pun berhenti melayani pembaca. Selain itu, media massa tidak lagi menjadi sumber utama warga mencari berita, iklan nasional perusahaan pers 75 % diambil alih platform digital global dan media sosial, hingga akal imitasi (AI) jadi disrupsi ketiga setelah teknologi digital dan media sosial. Ini menjadi tantangan terberat perusahaan pers di masa mendatang.
”Kebijakan penghematan ketat oleh pemerintah ini secara tidak langsung berpengaruh pada sektor media massa. Untuk itu, para insan pers mau tidak mau harus memutar otak agar industri media bisa bertahan di tengah badai yang seakan tak berhenti,” kata Ninik dalam Konvensi Nasional Media Massa 2025 di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (20/2). Dengan kondisi ini, Dewan Pers terus berupaya mendesak pemerintah menerbitkan aturan mengenai tanggung jawab platform digital. Upaya tersebut membawa hasil dengan diterbitkannya Perpres No 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas pada 20 Februari 2024. Di tengah ”tsunami informasi”, media massa justru seharusnya bisa mencerahkan dan menunjukkan kebenaran agar masyarakat tidak tersesat. Perpres tersebut ditindaklanjuti Dewan Pers dengan membentuk Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas melalui seleksi terbuka. (Yoga)
Demi Program 3 Juta Rumah SBN Akan Diborong BI
Peran BI dalam mendukung program Tiga Juta Rumah bertambah. Untuk mendukung kebutuhan pembiayaan bagi program Astacita Presiden Prabowo tersebut, BI juga akan membeli Surat Berharga Negara atau SBN dari pasar sekunder untuk memberi tambahan likuiditas. Sebelumnya, BI berkomitmen mendukung program Tiga Juta Rumah melalui pemberian insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) senilai total Rp 80 triliun, untuk meningkatkan likuiditas bank-bank penyalur kredit sektor perumahan dalam mendukung program Tiga Juta Rumah.
Seusai rapat bersama 3 jam yang digelar di kantor Kemenkeu, Kamis (20/2) malam, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa selain insentif KLM, BI juga akan memberikan dukungan kepada program Tiga Juta Rumah melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, yang akan digunakan untuk dua hal. Pertama, untuk melakukan debt switching (penukaran utang) atas utang SBN saat pandemi Covid-19 alias burden sharing yang sudah jatuh tempo. Kedua, untuk mendukung pendanaan program di sektor perumahan, termasuk program Tiga Juta Rumah serta program lain di Astacita Presiden Prabowo, seperti hilirisasi dan ketahanan pangan. ”Kami sudah bicara dengan Menkeu, danan (dari pembelian SBN) dapat digunakan tidak hanya untuk debt switching SBN yang jatuh tempo ex-Covid, tetapi juga untuk pendanaan program perumahan dan program lain di Astacita,” kata Perry dalam konferensi pers seusai rapat bersama. (Yoga)
Menggeliatkan Ekonomi Kota Dengan Mengintegrasikan Transportasi Publik
Blok M (19/2) kini menjadi tempat favorit Rania Ellita (28) dan temannya, Zinta Firda Sari (27), Tidak saja karena nyaman untuk menongkrong dan bertemu dengan teman-teman, juga karena kawasan itu mudah terjangkau akses transportasi. Setahun terakhir, terutama sejak Blok M semakin ramai dan tertata, Rania selalu menggunakan moda transportasi MRT. ”Aku beberapa kali ke sini, janjian gitu sama teman, pasti naik MRT. Sebab, aksesnya mudah dan langsung turun di depan Blok M. Enggak kena macet pula. Ada pilihan enak, ngapain pakai mobil atau motor,” katanya. Transformasi Blok M dan dekatnya akses transportasi publik menarik para pengunjung.
Semakin ramai pengunjung di Blok M menjadi berkah bagi pedagang kecil. Sebagaimana diungkapkan Dani (34), pedagang makanan aneka sayur dan lauk-pauk, makin banyak anak muda dan keluarga berkunjung ke Blok M. Salah satu daya tariknya ialah makanan dengan harga terjangkau. Dani mengatakan, baru kali ini pendapatannya relatif stabil, berkisar Rp 350.000 hingga Rp 500.000 per hari. Jika pengunjung ramai, pendapatannya bisa mencapai Rp 700.000-Rp 800.000 per hari.Selain di Blok M, ada pusat perbelanjaan Plaza Senayan dan Senayan City, Jakarta Pusat, yang dekat moda transportasi publik seperti MRT dan Transjakarta.
Pengajar di Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan, ramainya pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa investasi di sektor transportasi publik mempunyai efek ganda yang tinggi. ”Artinya, efek ganda transportasi publik mampu memengaruhi geliat ekonomi pusat perbelanjaan, yang di dalamnya ada pekerja, pengusaha, hingga pengunjung,” ujarnya. Keberadaan transportasi publik, menurut Wijayanto, membantu dan membuat biaya perjalanan lebih efisien. Hal tersebut sekaligus memberikan pengalaman positif bagi pengunjung pusat perbelanjaan. Dengan demikian, masyarakat akan menjadikan pusat perbelanjaan sebagai tempat belanja sekaligus tujuan rekreasi keluarga. Karena itu, kota-kota di Indonesia, dan Jabodetabek khususnya, sudah sepantasnya menjadikan transportasi publik terintegrasi dengan pusat hiburan dan perbelan- jaan untuk menarik pengunjung. (Yoga)
Tiket KA Mulai H-5 Lebaran Paling Diminati
Penjualan tiket kereta api terus meningkat seiring mendekatnya Lebaran 2025. Tiket keberangkatan H-5 hingga H-2 Lebaran atau pada 26-29 Maret 2025 paling banyak dicari. Rute favorit masih dengan jurusan dari arah barat ke timur Jawa, seperti Jakarta-Surabaya dan Yogyakarta-Banyuwangi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan, penjualan tiket KA terus bertambah pada momen Lebaran 2025. Penjualan tiket KA untuk keberangkatan dua hari atau H-2 sebelum Lebaran pada 29 Maret 2025 telah mencapai 75.189 tiket atau 57 % dari total kapasitas pada hari tersebut hingga Selasa (18/2) pukul 07.00.
”Kami melihat tingginya minat masyarakat untuk menggunakan KA sebagai moda transportasi mudik Lebaran. Data penjualan tiket menunjukkan bahwa KA masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk perjalanan jarak jauh,” ujar Vice President of Public Relations KAI Anne Purba dalam keterangan resminya di Jakarta. Hingga 18 Februari 2025, PT KAI telah menjual 697.668 tiket atau 35 % dari total 1,98 juta tiket yang tersedia untuk periode H-10 sampai H+3 Lebaran. Lonjakan penjualan signifikan terjadi untuk keberangkatan H-5 hingga H-2.
Sejumlah rute favorit masyarakat yaitu Jakarta-Surabaya, Jakarta-Solo, Bandung-Blitar, Yogyakarta-Banyuwangi, Jakarta-Purwokerto, serta Jakarta-Purworejo. Beberapa KA menjadi pilihan utama pemudik seperti Argo Semeru, Bima, Argo Dwipangga, Brawijaya, Gajayana, Majapahit, Turangga, Malabar, Cakrabuana, Tegal Bahari, dan Gunungjati. ”Beberapa okupansi perjalanan KA telah mencapai 100 % untuk perjalanan dari barat ke timur pada jam dan hari-hari tertentu menjelang Idul Fitri,” katanya. (Yoga)
Selama Ramadhan, 2 Juta Pengecer Gas ”Melon” Tak Terdaftar Boleh Berdagang
PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan gas hingga BBM yang permintaannya berpotensi meningkat pada periode Ramadhan dan Idul Fitri aman. Khusus kebutuhan gas rumah tangga, Pertamina perlu menjamin ketersediaan elpiji bersubsidi 3 kg agar tidak lagi terjadi masalah distribusi seperti beberapa waktu lalu. Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan menyampaikan hal tersebut dalam salah satu agenda rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2). Ia menjelaskan, menyambut masa Ramadhan dan Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada awal hingga akhir Maret 2025, Pertamina memfokuskan layanan energi di enam sektor, yaitu rumah tangga, transportasi air, transportasi udara, transportasi darat, industri, dan sarana fasilitas untuk mendukung pengoperasian layanan.
”Di sektor rumah tangga, kami akan menyiapkan 6.517 agen (elpiji), 5.400 di antaranya beroperasi 24 jam,” ujar Riva. Pihaknya memprediksi permintaan elpiji untuk rumah tangga akan naik 6,7 % menjadi 30.926 metrik ton per hari pada periode Ramadhan-Idul Fitri. Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan 273.242 pangkalan elpiji bersubsidi (PSO) dan 97.993 outlet elpiji non-PSO. Selain itu, ada 212 agen minyak tanah yang mencakup 197 PSO dan 15 non-PSO. Terkini, ada sekitar 370.000 sub pangkalan yang mengecer elpiji bersubsidi yang sudah masuk ke sistem Merchant Applications Pertamina (MAP). Meski demikian, untuk pengecer yang sudah beroperasi, tetapi belum terdaftar, akan tetap didukung Pertamina untuk menyuplai elpiji 3 kilogram (kg), yang biasa disebut gas ”melon” tersebut. Saat ini, Riva mencatat, ada sekitar 2 juta pengecer yang sedang dalam proses pendaftaran. ”Oleh karena itu, kami memastikan bahwa di masa pelayanan Ramadhan dan Idul Fitri, pelayanan untuk elpiji 3 kg akan berjalan dengan lancar, insya Allah,” katanya. (Yoga)









