Perbankan Siapkan Jurus Atasi Kredit Macet
Sejumlah bank masih menghadapi tantangan dalam menangani kredit macet masa lalu, terutama di sektor konstruksi. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menjadi contoh bank yang aktif melakukan pembersihan aset bermasalah.
Direktur Assets Management BTN, Elisabeth Novie Riswanti, mengungkapkan bahwa BTN masih memiliki NPL sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun, meskipun terjadi penurunan rasio NPL sektor konstruksi dari 23,8% di 2023 menjadi 16% pada Desember 2024. BTN telah melakukan bulk sales senilai lebih dari Rp 1,3 triliun pada kuartal IV-2024, meningkat 50% dari 2023. Selain itu, metode lelang juga digunakan untuk mengurangi kredit macet.
Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Raya, Rustati Suri Pertiwi, menjelaskan bahwa rasio NPL gross Bank Raya telah menurun dari 4,75% di 2023 menjadi 3,64% pada September 2024. Bank Raya berhasil mencatatkan pendapatan recovery sebesar Rp 349 miliar, naik 91% secara tahunan. Strategi yang diterapkan mencakup negosiasi dengan nasabah, lelang melalui KPKNL, dan kerja sama dengan pihak ketiga.
Baik BTN maupun Bank Raya berkomitmen untuk terus melakukan pembersihan aset bermasalah, meskipun diakui bahwa proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023