;

Larangan Ekspor Bakal Menekan Saham Emiten CPO

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Kontan

Larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng jadi dapat menjadi sentimen negatif bagi emiten sektor perkebunan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO). Dampak terutama akan dirasakan emiten pengekspor CPO. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, larangan ekspor ini akan mendorong harga CPO naik lebih tinggi. "Mungkin nanti akan ada acuan harga CPO untuk dalam negeri yang komponen penghitungannya akan disesuaikan," ujar Yusuf kepada KONTAN, Minggu (24/4).

Inflasi April 2022 Melonjak Bisa Menembus 0,74%

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan terjadi lonjakan inflasi pada bulan April 2022. Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu ketiga April 2022, BI memperkirkan inflasi bulanan atau month on month (mom) sebesar 0,74%. Angka ini lebih tinggi dari inflasi Maret 2022 yang sebesar 0,66% mom. "Dengan perkembangan ini, perkiraan inflasi April 2022 secara tahun kalender sebesar 1,95% year to date (ytd) dan secara tahunan 3,26% year on year (yoy)," kata Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangannya, Jumat (22/4).

Insentif Penundaan Pembayaran Cukai Rokok

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Kontan

Kementerian Keuangan (Kemkeu) kembali memberikan insentif penundaan pembayaran cukai paling lama 90 hari kepada pengusaha rokok. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha dan cashflow khususnya industri hasil tembakau (iht). Penundaan pembayaran cukai ini paling sedikit dua bulan terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai untuk pengusaha pabrik. Lalu, satu bulan terhitung sejak tanggal pemesanan pita cukai untuk importir. Dan 90 hari pengusaha di Kawasan Industri Tembakau (KIHT).

Bunga Naik, Asing Hengkang dari SBN

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Kontan

Tren keluarnya aliran dana asing dari pasar surat berharga negara (SBN) kembali berlanjut. Padahal pada pekan pertama April investor asing masih gencar belanja SBN hingga Rp 8,9 triliun. Total kepemilikan investor asing di SBN Rp 857,23 triliun hingga 7 April. Namun, selepas itu, investor asing kembali melepas kepemilikannya. Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), per 21 April, jumlah kepemilikan asing di SBN tinggal senilai Rp 843,82 triliun. Artinya, sejak 7 April, tercatat outflow sebesar Rp 13,41 triliun. Bahkan, jika dihitung sejak akhir tahun 2021, aliran dana investor asing yang keluar dari pasar SBN sudah mencapai Rp 47,52 triliun. Efeknya porsi kepemilikan investor asing di SBN pun ikutan menciut dari 19,05% pada akhir tahun 2021 menjadi hanya 17,37% per 21 April 2022.

Portfolio Manager Sucorinvest Asset Management Gama Yuki berpendapat, outflow yang terjadi merupakan antisipasi investor asing menghadapi suku bunga serta inflasi di 2022. "Kenaikan suku bunga dan inflasi tidak disukai investor obligasi, sehingga investor keluar dari safe instrument yaitu obligasi dan pindah ke instrumen berisiko seperti saham," pendapat Gama, Jumat (22/4). Ramdhan berpendapat, keluarnya investor asing juga akibat US Treasury menjanjikan imbal hasil lebih menarik. Akibatnya, investor asing memilih US Treasury yang yield-nya terus naik dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, saat ini jumlah investor asing yang beralih ke pasar saham sebenarnya tidak terlalu banyak. Pasalnya, secara karakteristik, kedua instrumen tadi sangat berbeda. Jadi, investor obligasi lebih memilih beralih ke US Treasury ketika terjadi ketidakpastian di pasar global. Sementara investor asing yang memiliki karakteristik agresif mayoritas masuk ke pasar saham.

SSIA Membidik Pertumbuhan Pendapatan 45% di Tahun 2022

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Kontan

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mencatatkan rebound dari kinerja keuangan 2021. Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sampai 45% dari tahun lalu. Investor Relation SSIA Erlin Budiman mengatakan pekan lalu, pendapatan ini terutama berasal dari lini properti. Secara akunting SSIA akan mencatatkan penjualan lahan sebesar 21,3 hektare (ha) di Karawang. SSIA juga memprediksi pendapatan konstruksi naik kurang lebih 14%. Lalu pendapatan lini perhotelan naik lebih dari 150%, didukung situasi kesehatan normal. Sekadar informasi, pendapatan di tiga lini SSIA merosot tahun lalu. Pendapatan properti dan konstruksi masing-masing turun sebesar 20,1% dan 20% dari perolehan di 2021. Sementara pendapatan segmen bisnis perhotelan SSIA turun sekitar 13%. Ini membuat SSIA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 2,35 triliun sepanjang tahun 2021. Perolehan ini lebih rendah sekitar 20,06% dari Rp 2,94 triliun yang dibukukan pada periode 2020 silam. Tertekan dari sisi pendapatan, SSIA menderita rugi bersih konsolidasi Rp 200,21 miliar. Rugi ini meningkat 128,71% dibandingkan dengan rugi bersih tahun 2020 sebesar Rp 87,5 miliar.

PR Besar OJK di Industri Asuransi

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Kontan

Persoalan yang membelit industri asuransi dalam negeri masih belum selesai. Beberapa persoalan sudah berjalan bertahun-tahun dan belum ada jalan keluarnya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator di industri ini masih belum mempunyai jurus jitu untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar industri asuransi. Misalnya di PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanartha (Wanaartha Life) terancam terkena sanksi berupa pencabutan izin dari OJK. Pengamat Asuransi, Tri Joko Santoso menduga, OJK memang berhati-hati dalam persoalan asuransi.

Kepatuhan Wajib Pajak Badan: Pelaporan SPT Korporasi Minim

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Tingkat kepatuhan wajib pajak badan atau korporasi dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) pada tahun ini masih sangat minim, kendati otoritas pajak telah memberikan berbagai kemudahan mekanisme pelaporan. Berdasarkan data Ditjen Pajak, hingga 21 April 2022 menunjukkan jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT Badan hanya 471.193 wajib pajak. Adapun total wajib pajak yang diwajibkan melaporkan SPT Badan tahun ini mencapai 1,65 juta. Dengan demikian, tingkat kepatuhan korporasi hingga 21 April 2022 hanya 28,51%. Realisasi itu pun terbilang stagnan, yakni hanya naik sebanyak 273 Wajib Pajak Badan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Dibandingkan dengan tahun lalu periode yang sama, ada penambahan sebesar 0,06%,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Neilmaldrin Noor kepada Bisnis, akhir pekan lalu.  Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan Ajib Hamdani mengatakan ada banyak kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam menyampaikan SPT Badan.


Mitratel Bagikan Dividen

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Mitratel menyetujui pembagian dividen senilai Rp 966,7 miliar atau 70% dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp 1,38 triliun. Selain untuk dividen, laba bersih perseroan sebanyak 5% atau sekitar Rp 69 miliar untuk cadangan, dan 25% atau Rp 345,3 miliar sebagai laba ditahan. Saat ini perseroan telah mulai menjalankan pembangunan jaringan fiber optik kurang lebih sepanjang 2.000 km. Secara rata-rata, pembangunan jaringan fiber optik ini telah selesai 30%.

Gasifikasi Batu Bara: Keekonomian Jadi Tantangan

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Keekonomian proyek gasifikasi batu bara masih menjadi ganjalan bagi para pelaku usaha untuk mau mengikuti program penghiliran komoditas tersebut menjadi dimethyl ether atau DME yang diproyeksikan sebagai pengganti LPG. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah untuk memastikan proyek gasifikasi batu bara berjalan ekonomis di dalam negeri. “Tantangan utamanya adalah harus ekonomis. Seperti sektor lainnya, jika sudah ekonomis pasti banyak pelaku usaha yang masuk ke dalam proyek itu,” katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu. Sementara itu, Direktur INDEF Tauhid Ahmad menyatakan, pengembangan teknologi gasifikasi batu bara masih tidak feasible pada tingkat harga saat ini. “Berdasarkan simulasi kajian INDEF, gasifikasi batu bara menjadi DME baru feasible pada threshold harga batu bara sebesar US$25 per ton dan harga DME sekitar US$0,6 per kg,” terang Tauhid.


Pengaturan Transportasi Umum : Mudik Lebih Awal Jadi Opsi

Hairul Rizal 25 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah terus mengatur lalu lintas penumpang angkutan umum untuk menghindari kepadatan di puncak arus mudik Lebaran tahun ini yang diperkirakan terjadi pada 28–30 April 2022. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengurai kepadatan pengguna angkutan umum adalah mengimbau masyarakat melakukan mudik lebih awal. Harapannya, jumlah penumpang angkutan umum bisa tersebar merata dan tidak menumpuk di masa puncak arus mudik Lebaran. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pergerakan penumpang yang melakukan mudik terpantau mulai meningkat di beberapa simpul transportasi umum. Salah satunya di Bandara Soekarno-Hatta yang naik lebih dari dua kali lipat.


Pilihan Editor