;

Urgensi Optimalisasi Komponen Cadangan di Indonesia

Yuniati Turjandini 28 Apr 2022 Tempo

Komponen cadangan merupakan salah satu unsur dari Sumber Daya Pertahanan Militer selain Komponen Utama. Komponen pendukung serta Sarana dan Prasarana Nasional. Tujuan dibentuknya komponen Cadangan dengan Komponen Pendukung yang dibentuk dengan kesadaran bela negara adalah untuk memperbesar dan memperkuat kekuatan utama pertahanan Negara dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara. Pengelolaan Pendukung akan menjadi aspek strategis bagi ketahanan bangsa. TNI merupakan komponen utama yang diperkuat dengan komponen Cadangan yang dapat dimobilisasi dengan sesuai ketentuan perundang-undangan. Berbeda dengan wajib militer, Komponen Cadangan dapat diikuti oleh warga negara yang cukup umur dengan mendaftar secara sukarela dan tanpa paksaan yang mana berstatus sebagai warga sipil. (Yetede)

Gita Wirjawan: Supercycle Komoditas Bisa Lanjut Sampai Tahun Depan

Yuniati Turjandini 28 Apr 2022 Investor Daily (H)

Pandemi Covid-19 membuat terjadinya Commodity superCycle atau Supercycle Komoditas, membuat harga komoditas melambung tinggi. Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut sampai tahun depan.  Pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan  dampak positif nya dengan melakukan redistribusi kesejahteraan.  Mantan Menteri Perdagangan Gita Wrijaman mengatakan, berapa lama durasi terjadinya supercycle komoditas sangat berkolerasi dengan secepat apa terjadinya  herd immunity yang signifikan di mancanegara. "Di negara-negara maju itu sudah mencapai  herd immunity tetapi negara-negara berkembang belum tentu  bisa mencapainya di Kuartal III atau Kuartal IV tahun ini. Mungkin bisa menunggu tahun depan," ucap Gita kepada Investor Daily, Selasa (26/4).  Gita menilai supercycle komoditas memberikan dampak positif pada perdagangan, ruang fiskal dan juga ruang moneter Indonesia. Tinggal bagaimana pemerintah dapat  meredistribusikan surplus tersebut untuk kepentingan, kesejahteraan masyarakat luas. (Yetede)

Jokowi: Kebutuhan Rakyat Prioritas

Yuniati Turjandini 28 Apr 2022 Investor Daily

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemenuhan kebutuhan  pokok masyarakat menjadi  pertimbangan paling tinggi saat pemerintah memutuskan pelarangan  ekspor bahan baku minyak goreng (migor) dan meski ada keperluan lain yang juga tetap harus diperhatikan. Apalagi telah terjadi ironi yaitu sebagai negara produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia  justru kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng. "Ini yang menjadi patokan saya untuk mengevaluasi kebijakan (ekspor sawit) itu. Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi tentu saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya  tahu, negara perlu pajak, negara perlu devisa, negara perlu surplus neraca perdagangan, tapi memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas yang lebih tinggi," ujar Presiden Jokowi. Pemerintah, kata Prsiden, telah memutuskan larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk dari kawasan berikat. (Yetede)

Melesat 69,5% Laba Bersih Bank Mandiri Capai 10 Triliun

Yuniati Turjandini 28 Apr 2022 Investor Daily (H)

PT Bank Mandiri (persero) Tbk sepanjang kuartal I-2022 membukukan laba bersih konsolidasi  sebesar Rp10,03 triliun melesat 65,9% secara tahunan (year on year/yoy). Pencapaian tersebut didukung pendapatan  bunga bersih. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, kinerja bisnis yang baik tersebut  terutama didukung oleh pertumbuhan  kredit yang secara  konsolidasi besar 8,93% yoy  mencapai Rp 1072,9 triliun tribun pada kuartal pertama dibandingkan  pertumbuhan industri sebesar 6.65% (yoy) Pencapaian tersebut merupakan  eksekusi strategi secara  disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam dua tahun terakhir. "Berbagai inisiatif digital yang tengah dilakukan turut berhasil memberikan dampak positif kepada core business perseroan termasuk memperluas akses Bank Mandiri ke pasar serta ekosistem digital." Darmawan menjelaskan, pertumbuhan kredit bank mandiri telah merata diberbagai konsumen. (Yetede)

Inovasi Bisnis, Isu-isu Sensitif

Yoga 27 Apr 2022 Kompas

Inovasi bisnis sering mengikut sertakan survei. Hasilnya digunakan untuk membuat produk. Hasil survei pula digunakan untuk materi pemasaran. Untuk mengajak konsumen membeli produk itu, dikeluarkanlah hasil survei yang lebih mudah ditangkap publik dan sedikit ”bumbu-bumbu” teks, video, atau foto yang makin mendekatkan produk itu dengan keseharian konsumen. Meski begitu, tidak sedikit pula, ketika menjadi materi pemasaran, semua rencana itu ambyar karena reaksi publik. Pada 2017, Pepsi melakukan kesalahan besar. Sebuah iklan yang dibintangi Kendall Jenner membuat model tersebut bergabung dengan kerumunan multietnis yang bergaya. Mereka turun ke jalan dan berkumpul untuk tujuan yang tidak terlalu jelas. Akan tetapi, publik melihat aksi tersebut mengeksploitasi, sekaligus mereduksi protes Black Lives Matter yang diduga menjadi ide dasar adegan tersebut. Jenner berjalan ke polisi dan menawarinya sekaleng soda. Polisi meminumnya kemudian kerumunan bersorak, ”Masalahnya, apa pun itu, terpecahkan selamanya!” Iklan ”sederhana” ini membuat keributan. Menurut laman Quartz, semua orang membencinya. Dalam waktu 48 jam, kemarahan publik memaksa Pepsi menarik iklan yang tak jelas nadanya itu dan meminta maaf. Merek tersebut membutuhkan 9 bulan untuk memulihkan reputasinya di kalangan milenial.

Secara keseluruhan, kasus ini merupakan pelajaran tentang bahaya yang mengintai pada upaya ”wakewashing”, upaya dangkal dari sutu merek untuk terlibat pada aktivisme yang sedang berkembang. Merek berupaya masuk di dalamnya, tetapi konsumen mengidentifikasi hal itu sebagai cara munafik atau sama sekali tidak bermakna yang memicu kemarahan orang di media sosial. Merek berusaha masuk ke dalam isu sensitif, tetapi sesungguhnya konsumen paham dan menilai cara itu tidak baik. Asosiasi bernama  Interactive Advertising Bureau (IAB) Eropa pernah mengadakan survei terhadap 90 eksekutif senior Eropa yang bekerja di sektor periklanan digital. Mereka terdiri dari agensi, perusahaan teknologi iklan, dan penerbit. Mereka menemukan bahwa lebih dari tiga perempat (77 %) menganggap keamanan merek sebagai prioritas utama. Survei mengungkapkan 57 % responden setuju bahwa keamanan merek makin menjadi tantangan dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya,terutama karena pengiklan sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masalah isu-isu aktual.  Peserta survei juga mengungkapkan langkah-langkah untuk mengamankan merek di kanal digital. Beberapa teknis pemasaran digital bisa mengurangi masalah di dalam pemasaran digital. Untuk itu, IAB menerbitkan panduan praktik terbaik di seluruh Eropa bersama dengan temuan surveinya. (Yoga)


Baru 17 Persen Aset BLBI yang Disita

Yoga 27 Apr 2022 Kompas

Pemerintah masih kesulitan melacak dan mendeteksi aset obligor dan debitor penerima dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI senilai Rp 91,29 triliun. Karena itu, sinergi antara Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI dan otoritas terkait terus diperkuat. Sejak pembentukan Satgas BLBI sejak, April 2021 hingga akhir Maret 2022, Kemenkeu mencatat jumlah aset dari obligor dan debitor BLBI yang telah disita pemerintah baru Rp 19,16 triliun atau 17 % target. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2021, total nilai aset BLBI mencapai Rp 110,45 triliun, terdiri atas aset kredit eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan piutang bank dalam likuidasi (BDL) sebesar Rp 101,8 triliun, aset property senilai Rp 8,06 triliun, dan aset surat berharga senilai Rp 489,4 miliar. Selain itu, terdapat juga aset saham senilai Rp 77,9 miliar, aset inventaris senilai Rp 8,47 miliar, dan aset nostro senilai Rp 5,2 miliar.

Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu Purnama Sianturi mengatakan, masih terbatasnya cakupan sitaan aset disebabkan sulitnya pemerintah mengakses para obligor dan debitor yang tidak kooperatif dan berupaya lari dari tanggung jawab. Saat ini, lanjut Purnama, Satgas BLBI akan memprioritaskan perampasan aset terhadap 46 obligor dan debitor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 di antaranya berada di dalam negeri, sedangkan 11 lainnya diketahui berada di luar negeri. Dari ke-46 obligor dan debitor tersebut, baru 25 obligor dan debitor yang telah melalui proses pemanggilan, pemblokiran, atau penyitaan aset. Presiden Jokowi mengeluarkan Keppres No 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI pada 6 April 2021. Pemerintah memberikan waktu penugasan Satgas BLBI sampai 31 Desember 2023. (Yoga)


AFPI Gandeng TékenAja!

Yoga 27 Apr 2022 Kompas

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Selasa (26/4) resmi menggandeng TékenAja! dalam penyediaan tanda tangan elektronik dan e-meterai bagi perusahaan tekfin dalam asosiasi ini. TékenAja! adalah perusahaan rintisan di bawah GDP Venture yang menyediakan layanan tanda tangan elektronik pertama berstatus ”berinduk” ke Kementerian Komunikasi dan Informasi. (Yoga)

Oase Belanja Lebaran di JakCloth

Yoga 27 Apr 2022 Kompas

Jelang Lebaran kali ini terasa lebih semarak ketimbang dua tahun terakhir. Pandemi Covid-19 yang melandai menjadi kesempatan warga membelanjakan uangnya, salah satunya membeli baju baru di ajang Jakarta Clothing Expo atau JakCloth. Pameran tahunan ini kembali diramaikan pengunjung yang mayoritas anak muda. Ribuan pengunjung antusias berbelanja dengan tetap menerapkan prokes. ”Kata teman, banyak brand yang jualan di sini dan promosi juga. Saya ngincer baju style anak muda sekarang,” kata Muhammad Fadil (19), salah satu pengunjung, Minggu (24/4). Ia membelanjakan jatah THR untuk belanja di JakCloth sebesar Rp 500.000. Ahmad Roy (19), teman Fadil, juga berhasrat membeli pakaian model trendi yang cocok untuk perawakannya yang ramping. ”Selain buat Lebaran, buat sehari-hari juga,” katanya.

Ada juga pengunjung setia JakCloth, seperti Muhammad Sumardi (23), warga Tangerang. Sejak pertama kali ke JakCloth tahun 2018, ia rutin datang setiap tahun, utamanya jelang Idul Fitri. Hari itu, ia pergi bersama sepupunya yang berusia 17 tahun. Ia ”meracuni” kerabatnya untuk mencari kaus merek lokal yang banjir diskon sejak pukul 13.00. Tidak terasa, mereka pun menjelajah toko itu lebih dari empat jam hingga sekitar pukul 16.30. Dengan membawa uang sisa THR lebih dari setengah juta rupiah, Sumardi memborong lima kaus. Padahal, jika tanpa diskon, ia hanya bisa membeli tiga di antaranya. Beruntung, ia menemukan promo potongan harga untuk kaus yang ingin dibelinya. Di hari ketiga itu, ia agak kecewa karena menemukan banyak outlet kehabisan stok. Walakin, kekecewaannya terobati karena dengan harga tiket Rp 25.000 per orang, diskon yang didapat bisa lebih dari itu.

JakCloth di Jakarta kali ini melibatkan 340 gerai merek dari sejumlah daerah. Produk yang ditawarkan meliputi pakaian, tas, dan sepatu. Pameran JakCloth di Jakarta ini dilangsungkan serentak bersama beberapa daerah lainnya, seperti Lampung, Malang, dan Bekasi. Ajang ini pun memanfaatkan momentum jelang Lebaran, saat sebagian warga mendapat penghasilan lebih dari THR. ”Pengunjung kami, kan, bukan kalangan menengah atas, jadi THR sangat berguna. Di samping itu, barang bisa dijual dengan harga murah karena outlet yang memproduksi bisa langsung bertemu pembeli,” kata Novianti Bustomi selaku tim penyelenggara JakCloth. Ia pun optimistis jumlah pengunjung tahun ini bisa dua sampai tiga kali lipat acara pada Desember 2021. (Yoga)


Petani Kelapa Sawit Terjepit

Yoga 27 Apr 2022 Kompas

Pemerintah memastikan larangan ekspor per 28 April 2022 terbatas untuk tiga kode klasifikasi barang perdagangan. Namun, sejak kebijakan itu diumumkan pada Jumat pekan lalu, harga tandan buah segar di tingkat petani di sejumlah sentra penghasil kelapa sawit di Indonesia anjlok. Serikat Petani Kelapa Sawit mendata, harga tandan buah segar (TBS) di sejumlah provinsi anjlok dari Rp 3.500 per kg pada 23 April 2022 jadi Rp 1.760 per kg pada 26 April 2022. Menurut Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Jambi Kasriwandi (26/4), sebanyak 79 pabrik pengolahan sawit di Jambi serentak menurunkan harga belinya kepada pengepul dan kelompok petani. Dari semua pabrik di provinsi itu, harga beli tertinggi Rp 1.900 per kg. ”Bahkan ada pabrik yang hanya mau membeli buah sawit di harga Rp 1.400 per kg,” katanya. Di tingkat petani, harga sawit menyentuh Rp 1.100 per kg. Harga beli pabrik bahkan jauh lebih rendah dibandingkan harga acuan TBS yang ditetapkan bersama pemangku kepentingan sektor sawit di Jambi, yakni Rp 3.600 per kg.

Risman Siahaan (56), petani kelapa sawit di Desa Batahan I Transmini, Mandaling Natal, Sumut, mengatakan, harga TBS kelapa sawit di desanya anjlok dari Rp 3.300 per kg menjadi Rp 700 per kg lima hari terakhir. Situasi serupa dialami petani sawit di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim. ”Malam hari setelah pengumuman Presiden, (hargaTBS turun) dari Rp 3.100 per kg TBS jadi Rp 3.000 per kg. Setelah itu terus turun. Pagi ini, turun lagi jadi 1.950 per kg. Bahkan, sore ini turun lagi jadi Rp 1.600 per kg,” ujar Erwan (39), petani sawit di Sepaku. Menurut Wakil Ketua Apkasindo Sumsel M Yunus, penurunan harga hanya dialami petani sawit swadaya, sedangkan petani plasma tetap mendapatkan harga yang sudah ditetapkan dinas perkebunan, yakni sekitar Rp 3.500 per kg.

Kementan melalui Dirjen Perkebunan menerbitkan surat No 165 Tahun 2022 tentang Harga TBS Pasca-pengumuman Presiden Terkait Pelarangan Ekspor RBD Palm Olein pada 25 April 2022. Dalam surat itu disebut, tiap gubernur wajib mengirimkan surat edaran kepada bupati/wali kota di sentra-sentra sawit agar perusahaan sawit di wilayah itu tidak menentukan harga TBS secara sepihak atau di luar harga yang ditetapkan tim penetapan harga TBS provinsi. Plt Dirjen Perkebunan Kemenan Ali Jamil menyatakan, penerbitan surat itu dimaksudkan untuk melindungi pekebun sawit. Sekretaris Ditjen Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan, sejauh ini belum ada informasi TBS yang tidak diserap. (Yoga)


Dari Transformasi Digital Hingga Pandemi, Tantangan Baru Industri Buku

Yoga 27 Apr 2022 Kompas

Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku dan Hari Hak Cipta Sedunia. Hari itu menjadi ajang meningkatkan literasi dan kegemaran membaca buku di masyarakat. Selain minat baca yang masih harus digenjot, dunia perbukuan juga menghadapi tantangan lain, seperti disrupsi akibat transformasi digital, pembajakan, dan pandemic Covid-19. Di Indonesia, pandemi berdampak ke turunnya penjualan buku. Ini tampak dari survei Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi)terhadap 127 perusahaan penerbit buku di Indonesia pada 2020. Sebanyak 58,2 % penerbit melaporkan penjualan buku turun lebih dari 50 %. Ketum Ikapi Arys Hilan Nugraha mengatakan, pandemi berdampak berbeda di negara lain, khususnya negara dengan tingkat literasi tinggi. Penjualan buku di Finlandia, negara dengan tingkat literasi tertinggi di dunia, justru  meningkat. ”Ada yang disebut coronavirus escapism, yaitu orang-orang membeli buku ketika harus diam di rumah. Pertumbuhan (penjualan) audiobook di Finlandia mencapai 200 %. Sementara itu, pertumbuhan buku cetak 2 % dan buku PDF 12 ,”  kata Arys pada Selasa (26/4/2022).

Penurunan penjualan buku juga berdampak ke penumpukan stok di gudang. Itu sebabnya penerbit mulai membatasi jumlah buku yang akan dicetak. Satu judul buku umumnya dicetak 3.000 eksemplar. Namun, kini satu judul buku dicetak 1.500-2.000 eksemplar. ”Karena jumlah cetaknya sedikit, biaya cetak per eksemplar buku pun naik. Ini menjadi persoalan lain lagi karena harga buku ikut naik,” tutur Arys.

Penerbit buku Indonesia mesti bersaing dengan penjual buku bajakan di lokapasar (marketplace). Pembajak buku mampu memanen keuntungan karena menjual buku lebih murah daripada toko buku atau distributor buku resmi. Penjual buku bajakan umumnya menjual buku dengan harga seperlima, seperempat, hingga sepertiga lebih murah dibandingkan dengan buku asli, karena pembajak buku hanya perlu membayar biaya cetak buku. Sementara itu, buku asli lebih mahal karena mesti membayar biaya cetak, biaya distribusi, honor editor, ilustrator, hingga royalti penulis. (Yoga)


Pilihan Editor