”Livestream Shopping" Semakin Populer
Pergeseran sistem perdagangan sebagai dampak pandemi membuat system livestream shopping atau penjualan langsung naik daun. Potensi besar pasar Indonesia menjadi modal bagi strategi marketing ini tumbuh pesat. Seiring banyaknya waktu orang di rumah sepanjang pandemi, terjadi peningkatan transaksi berbasis digital atau e-commerce. Berdasarkan laporan BI, di tengah pandemi, bisnis dagang berbasis digital ini diproyeksi tumbuh 33,2 % dari tahun 2020 yang mencapai Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun pada 2021. Bisnis e-dagang di Indonesia semakin menjanjikan. Tumbuhnya bisnis e-dagang tersebut, juga disokong maraknya strategi penjualan streaming langsung atau dikenal dengan livestream shopping atau live commerce. Penjualan streaming langsung adalah teknik pemasaran ketika pelaku bisnis mengadakan acara belanja virtual secara real time (waktu nyata) untuk memamerkan dan menjual produk mereka kepada pelanggan.Penjualan streaming sedang naik daun untuk pelaku bisnis. Tak hanya toko-toko besar yang sudah memiliki merek terkenal, tetapi pengecer dan pelaku UMKM yang tak memiliki lapak juga bisa menjalankan strategi pemasaran ini.
Dengan memanfaatkan media sosial untuk menawarkan produk secara langsung, baik penjual maupun pembeli sama-sama mendapat keuntungan. Pembeli lebih puas dan cepat mengambil keputusan untuk membeli karena bisa melihat produk secara langsung. Produk fashion (pakaian, tas, sepatu, dan lainnya) masih menjadi favorit sistem belanja streaming langsung, diminati 7 dari 10 responden. Kepuasan konsumen yang bisa langsung melihat produk fashion yang ditawarkan (model, bahan, warna, ukuran) menjadi nilai tambah yang dapat memengaruhi keputusan konsumenuntuk membeli.Produk makanan, kecantikan, dan rumah tangga juga cukup diminati melalui livestream shop\ping. Di pasar Indonesia, prospek penjualan streaming langsung cukup menjanjikan. Riset Ipsos menemukan, 78 % konsumen pernah mendengar dan mengetahui alternative belanja melalui live streaming, bahkan 71 % telah mengaksesnya, dan 56 % mengaku pernah membeli produk melalui live streaming selama pandemi. Indonesia menjadi pasar potensial bagi perkembangan e-commerce, termasuk livestream shopping. McKinsey melaporkan, orang Indonesia termasuk pengguna teknologi digital paling antusias di dunia. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan empat jam sehari untuk mengakses internet di perangkat seluler (dua kali rata-rata orang AS). Perdagangan daring juga berkembang pesat. Tercatat 30 juta orang Indonesia bertransaksi daring, menciptakan pasar 8 miliar USD. Diprediksi pasar tumbuh lebih dari 40 miliar USD dalam lima tahun ke depan, 60 % penjualan disumbang oleh perdagangan daring melalui lokapasar, antara lain Tokopedia,Shopee, dan Lazada. Sisanya dilakukan melalui media social Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, Tik Tok, dan lainnya. (Yoga)
Efek Negatif Ekspor CPO Lebih Besar
Kebijakan larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku mulai 28 April nanti, menurut saya, lebih sebagai bentuk hukuman ke para pengusaha sawit yang selama ini sulit diajak kerja sama oleh pemerintah. Kebijakan larangan ekspor ini sebenarnya punya manfaat seperti membuat pasokan produk sawit melimpah di dalam negeri dan harganya menjadi murah. Akan tetapi, manfaat ini tidak seimbang dibandingkan dampak negatifnya.
Ada 1.118 IUP dan 15 Izin Kebun Dicabut
Pemerintah mencabut sebanyak 1.118 izin usaha pertambangan (IUP) dari awal tahun hingga 24 April 2022. Pencabutan ini dilakukan karena pemilik izin tersebut tidak menggunakannya hingga batas waktu yang diberikan
Ketua Satgas sekaligus Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia Senin (25/4) menyebut dari seluruh IUP yang dicabut ini, total areal luasnya mencapai 2.707.443 hektare (ha).
Utang Indonesia Melonjak Jadi Rp 7.052,5 T
Utang pemerintah Indonesia bertambah tambun. Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per 31 Maret 2022 sebesar Rp 7.052,50 triliun, dengan rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 40,39%.
Secara nominal, posisi utang pemerintah terjadi peningkatan seiring dengan penerbitan surat berharga negara (SBN) dan penarikan pinjaman pada bulan Maret 2022 untuk menutup pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun, jika dibandingkan dengan posisi utang pada akhir Februari 2022, posisi utang pemerintah Maret naik 0,54% atau Rp 37,92 triliun dari posisi Rp 7.014,58 triliun menjadi Rp 7.052,50 triliun di akhir Maret 2022.
IBOS Menggenjot Bisnis Ikan Beku Hingga Restoran
Perusahan yang bergerak di bisnis perdagangan, hotel dan restoran, PT Indo Boga Sukses Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (25/4). Emiten dengan kode saham IBOS ini melepas 1,61 miliar saham baru, atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan harga IPO Rp 100, IBOS meraih dana segar Rp 160,73 miliar. Direktur Utama IBOS Edi Nugroho mengungkapkan, dengan melepas saham di bursa, emiten ini berharap dapat meraih peluang-peluang yang lebih besar ke depan. Terlebih, IBOS bergerak di sektor industri food and beverage yang akan tumbuh sejalan dengan kondisi perekonomian yang kian pulih. "Kinerja IBOS usai IPO akan diiringi dengan era kebangkitan bisnis restoran saat ini," ujar Edi, Senin (25/4). Kinerja IBOS ke depan akan terdorong oleh penjualan ikan beku yang masih memiliki pangsa pasar luas dan diminati banyak pihak. Selain perdagangan ikan beku, IBOS juga mengelola hotel dan restoran. Saat ini perusahaan memiliki dan mengoperasikan secara langsung DMonaco Restaurant di Yogyakarta.
Raih Dana IPO, WINR Akan Menambah LandBank
Saham PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) bergerak di zona hijau pada hari pertama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham WINR menguat 35 poin atau naik 35% ke harga Rp 135 di akhir perdagangan Senin (25/4).
Emiten yang bergerak di sektor properti dan real estate ini melepas 1,5 miliar saham kepada publik dalam initial public offering (IPO). Besaran saham ini setara dengan 28,65% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp 100 per saham. Perusahaan meraih Rp 150 miliar dalam hajatan tersebut.Direktur Utama WINR Yusmen Liu mengatakan, sekitar Rp 100 miliar dana IPO akan digunakan untuk pembelian tanah seluas 10 hektar di wilayah kota Batam.Lalu, sekitar Rp 30 miliar untuk pembelian tanah di wilayah Bogor seluar 7.000 meter. Pembelian tanah tersebut akan meningkatkan jumlah landbank yang telah dimilki WINR saat ini.
Pabrik Emas Kedua BRMS Bakal Beroperasi Parah Kedua 2022
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyebut kemajuan pembangunan pabrik emas kedua masih sesuai target yang ditetapkan. Saat ini, proses pembangunan pabrik tersebut sudah memasuki pada tahap konstruksi. Hampir seluruh perlengkapan utama yang difabrikasi di luar negeri dan di Indonesia telah tiba di Palu. Perlengkapan seperti sag mill, ball mill, crusher, cyclone, thickener, dan tangki carbon in leach saat ini sedang dalam proses pemasangan dan perakitan untuk menjadi pabrik siap produksi di Poboya, Palu. Beberapa perlengkapan (elution system) saat ini sedang diselesaikan pembuatannya di luar negeri. Agus Projosasmito, Direktur Utama sekaligus CEO BRMS, berharap pabrik emas kedua dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari di Sulawesi Tengah tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ini.
"Kenaikan produksi emas dari pabrik baru tersebut akan memberikan dampak positif pada pendapatan dan laba bersih BRMS di tahun ini," harap dia, Senin (25/4). Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan, pada paruh kedua 2022, BRMS akan mendapat tambahan kapasitas pengolahan dari saat ini 500 ton per hari. Hitungan dia, produksi emas BRMS akan naik 292,1% secara year-on-year (yoy) pada 2022 dan 35% yoy pada 2023.
Sentimen Kenaikan Fed Rate
Jelang pertemuan The Federal Reserve awal Mei, rupiah masih akan melemah. Kemarin (25/4), kurs spot rupiah juga melemah 0,64% ke Rp 14.454 per dollar Amerika Serikat (AS). Meski begitu, kurs referensi jisdor Bank Indonesia masih tercatat menguat 0,63% ke Rp 14,452. Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana memperkirakan, kurs rupiah akan sulit menguat karena kini muncul proyeksi suku bunga AS naik 75 basis poin.
Generasi Milenial Jadi Pasar Empuk KPR Bank
Kehadiran milenial makin diincar oleh perbankan dalam menyalurkan berbagai produk keuangan. Generasi milenial bahkan mampu mendorong kinerja kredit pemilikan rumah (KPR) hingga kuartal pertama 2022.
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) misalnya telah menyalurkan 56% dari total portofolio KPR kepada nasabah milenial. Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan segmen millenial memiliki prospek yang cerah.
BRI Top! UMKM Pulih, BRI Tancap Gas 3 Bulan Cetak Laba Rp12,22 Triliun
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. di tengah kondisi ekonomi yang terus bangkit dan beranjak pulih dari pandemi, dalam tiga bulan pertama tahun ini berhasil mencatatkan kinerja cemerlang dengan raihan laba Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,13% (yoy). “Kondisi UMKM yang mulai pulih saat ini mendorong penyaluran kredit BRI tumbuh 7,43% yoy menjadi sebesar Rp1.075,93 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional di kuartal I 2022 sebesar 6,65%,” imbuhnya.
Hingga akhir kuartal I 2022 tercatat restrukturisasi kredit terdampak Covid sebesar Rp144,27 triliun, atau telah turun sebesar Rp103,75 triliun apabila dibandingkan dengan total akumulasi restrukturisasi yang mencapai Rp 248,02 triliun. BRI juga menyediakan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi risiko kedepan dengan NPL Coverage sebesar 276,0%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage pada akhir Maret 2021 sebesar 231,17%.









