;

Dari Transformasi Digital Hingga Pandemi, Tantangan Baru Industri Buku

Ekonomi Yoga 27 Apr 2022 Kompas
Dari Transformasi Digital Hingga Pandemi, Tantangan Baru Industri Buku

Tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku dan Hari Hak Cipta Sedunia. Hari itu menjadi ajang meningkatkan literasi dan kegemaran membaca buku di masyarakat. Selain minat baca yang masih harus digenjot, dunia perbukuan juga menghadapi tantangan lain, seperti disrupsi akibat transformasi digital, pembajakan, dan pandemic Covid-19. Di Indonesia, pandemi berdampak ke turunnya penjualan buku. Ini tampak dari survei Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi)terhadap 127 perusahaan penerbit buku di Indonesia pada 2020. Sebanyak 58,2 % penerbit melaporkan penjualan buku turun lebih dari 50 %. Ketum Ikapi Arys Hilan Nugraha mengatakan, pandemi berdampak berbeda di negara lain, khususnya negara dengan tingkat literasi tinggi. Penjualan buku di Finlandia, negara dengan tingkat literasi tertinggi di dunia, justru  meningkat. ”Ada yang disebut coronavirus escapism, yaitu orang-orang membeli buku ketika harus diam di rumah. Pertumbuhan (penjualan) audiobook di Finlandia mencapai 200 %. Sementara itu, pertumbuhan buku cetak 2 % dan buku PDF 12 ,”  kata Arys pada Selasa (26/4/2022).

Penurunan penjualan buku juga berdampak ke penumpukan stok di gudang. Itu sebabnya penerbit mulai membatasi jumlah buku yang akan dicetak. Satu judul buku umumnya dicetak 3.000 eksemplar. Namun, kini satu judul buku dicetak 1.500-2.000 eksemplar. ”Karena jumlah cetaknya sedikit, biaya cetak per eksemplar buku pun naik. Ini menjadi persoalan lain lagi karena harga buku ikut naik,” tutur Arys.

Penerbit buku Indonesia mesti bersaing dengan penjual buku bajakan di lokapasar (marketplace). Pembajak buku mampu memanen keuntungan karena menjual buku lebih murah daripada toko buku atau distributor buku resmi. Penjual buku bajakan umumnya menjual buku dengan harga seperlima, seperempat, hingga sepertiga lebih murah dibandingkan dengan buku asli, karena pembajak buku hanya perlu membayar biaya cetak buku. Sementara itu, buku asli lebih mahal karena mesti membayar biaya cetak, biaya distribusi, honor editor, ilustrator, hingga royalti penulis. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :