Indonesia Surplus Beras 20 Juta Ton pada 2024
Pemerintah berharap kehadiran sejumlah bendungan yang masih dalam proyek pembangunan dapat meningkatkan indeks pertanaman padi sehingga produksi beras nasional dapat mencapai 40 juta ton pada 2045 dengan surplus 10 juta ton. Saat ini, rata-rata nasional indeks pertanaman padi mencapai 147% dan pada 2045 ditargetkan naik menjadi 200% seiring bertambahnya bendungan baru di Tanah Air. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadmuljono mengatakan, kehadiran bendungan di seluruh Tanah Air telah meningkatkan indeks pertanaman padi dengan rata-rata nasional, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), berada di angka 147%. Nilai indeks itu diharapkan dapat terus naik apabila jumlah proyek pembangunan bendungan telah selesai. "(Kehadiran bendungan) meningkatkan indeks pertanaman yang sekarang ini rata-rata nasional menurut BPS, Pak Jokowi, 147%,dengan 231 bendungan. Jadi dengan tambahan 61 bendungan bisa kita (indeks) menjadi 200%," ujar Basuki. (Yetede)
Penanganan ODOL Diusulkan Diperluas
Penanganan truk kelebihan ukuran dan muatan atau over dimension over loading (ODOL) diusulkan diperluas hingga kepemilik barang sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah ODOL. Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan masalah ODOL harus dilihat dalam perspektif yang sama. Bahwa, ODOL melibatkan tiga pelaku, yakni pengusaha, pemilik barang, dan pengemudi.Tetapi, dalam penanganan ODOL selama ini pemilik barang tidak pernah diikutsertakan dalam pertanggungjawaban atas overload atau kelebihan muatan. "Padahal kami selalu dipaksa overload oleh pemilik barang.Ini yang menyebabkan penanganan ODOL, tidak efektif, termasuk dalam pengawasannya." ujar Gemilang, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi V DPR Ri di Jakarta pekan ini. (Yetede)
Kuartal I, Premi Asuransi Tumbuh 7,9%
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan, kini produksi premi dari 71 perusahaan asuransi umum nasional pada kuartal I-2022 tumbuh 7,9% secara year to year (Yoy) menjadi Rp 22,41 triliun. Pertumbuhan tersebut di topang oleh lini asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, dan asuransi kesehatan. "Digabungkan seluruh lini usaha, premi dicatat untuk industri asuransi umum selama tiga bulan (Janurai-Maret 2022) anak 7,9%," ungkap Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset dan Analisa AAUI Trinita Situmeang pada konferensi pers AUUI: Data Industri Asuransi Umum dan Reasuransi Kuartal I-2022, Jum'at (17/6). Jika dibedah lebih lanjut, premi lini bisnis asuransi properti turun 4,4% menjadi Rp7,52 triliun pada kuartal I-2022. Namun lini tersebut masih menjadi kontributor terbesar di asuransi umum dengan pangsa pasar mencapai 25,5%. Namun demikian, Trinita, menyakini lini asuransi seperti akan bangkit dalam beberapa waktu mendatang. (Yetede)
IPO, Saraswanti dan Cerestar Incar Dana Rp383 Miliar
Dua calon emiten yakni PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) dan PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp383 miliar. PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID), perusahaan properti ini berencana penawarkan 340 juta saham baru atau 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan degan nilai nominal Rp20 per saham. Saham baru tersebut akan ditawarkan dengan harga Rp 180-200 per saham, sehingga total dana yang akan terhimpun mencapai Rp61,2-68 miliar. "Seluruh dana yang diperoleh dari IPO dan waran seri I akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Adapun modal kerja yang dimaksud adalah terkait dengan pembayaran untuk biaya pemeliharaan Mataram City International Convention Center (MICC) dan hotel, pembelian bahan baku untuk makan dan minuman, pembelian persediaan hotel, pembayaran tenaga kerja dan utilitas, modal kerja untuk pembayaran kepada pemasok dan kontraktor dalam rangka pembangunan proyek Banyu Bening," tulis manajemen SWID dalam prospektus yang dipublikasikan, Jumat (17/6). (Yetede)
Setelah Rencana Damai Garuda Disetujui
Disetujuinya rencana perdamaian penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh mayoritas kreditor memberikan setumpuk pekerjaan rumah bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Selain harus memenuhi berbagai janji yang termaktub dalam rencana perdamaian, perseroan mesti segera menggeber berbagai rencana bisnis yang sudah disampaikan kepada para kreditur. "Kami ingin fokus kedepan dan mudah-mudahan Garuda semakin membaik," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Ifran Setiapurta, kemarin. Seperti diketahui, perseroan mengajukan sejumlah usul penyelesaian kewajiban usaha yang tertuang dalam kerangka rencana perdamian kepada para kreditor. Berdasarkan rencana tersebut, penyelesaian kewajiban usaha, antara lain, dilakukan melalui arus kas operasional, konversi nilai utang menjadi ekuitas, modifikasi ketentuan pembayaran jangka panjang dengan periode tenor tertentu, serta penawaran intrusmen restrukturisasi, baik dalam bentuk utang baru maupun ekuitas. (Yetede)
Sehari yang Menentukan Nasib Garuda
Riuh tepuk tangan membahana di ruang sidang Pengadilan Niaga Jakarta Pusat selepas pembacaan hasil rapat pemungutan suara atas rencana perdamaian PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, kemarin sore. Raut lega tampak dari wajah jajaran dereksi maskapai pelat merah tersebut selat Tim Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) menyebutkan bahwa mayoritas kreditor menyetujui proposal perdamaian yang diajukan perseroan. "Melihat prosedur yang kita tempuh tadi, saya mengatakan bahwa inilah yang kita inginkan, yang sesuai dengan aturan dan hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Demikian saya sampaikan secara pribadi," ujar Ketua Pengurus PKPU Garuda, Jandri Siadari, kemarin. Hasil voting tersebut juga diterima dan disetujui semua pengurus PKPU lainnya, yaitu Martin Patrick Nagel, Albert Hasoloan Limbong, Asri, Mulyadi,dan William Aduard Daniel. Setelah ditunda sekitar sebulan, pengungutan suara kreditor atas rencana perdamaian yang disorongkan Garuda akhirnya dilaksanakan seharian kemarin. (Yetede)
Berkelit dari Ancaman Pailit
Rampung sudah tahapan yang paling krusial bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk berkelit dari ancaman pailit. Kemarin mayoritas kreditor Garuda menyetujui rencana perdamaian yang ditawakan maskapai tersebut sebagai bagian dari proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Jika persetujuan ini di sahkan Hakim Pengadilan Niaga Jakarta pada Senin mendatang, Garuda bisa beroperasi dengan tenang sembari bekerja keras memenuhi kewajibannya kepada para kreditor. Masuknya Garuda ke dalam proses PKPU bermula dari permohonan yang diajukan PT Mitra Buana Korporindo melalui Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 22 Oktober 2021. Perusahaan teknologi informasi itu mengadukan Garuda karena menunggak pembayaran sebesar Rp4,16 miliar untuk pengadaan layanan sewa dan managed service end user computing domestik. Setelah melewati proses persidangan, pada Desember 2021, Pengadilan Niaga mengabulkan permohonan PKPU Mitra Buana. Garuda lantas diwajibkan menyusun rencana atau proposal perdamaian kepada para kreditornya. (Yetede)
40 Saksi untuk Kasus HAM di Paniai
Kejaksaan Agung bakal menghadirkan lebih dari 40 saksi dalam sidang pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua. Saksi-saksi itu terdiri atas warga sipil, anggota TNI/Polri, dan empat ahli. Adapun penuntut yang dilibatkan untuk menangani perkara ini berjumlah 34 orang. "Tapi tidak semuanya turun ke persidangan karena ada yang men-support untuk menghadirkan alat bukti dan menghadirkan saksi," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, kemarin, 17 Juni 2022. Jaksa Agung telah mengeluarkan surat perintah ke Pengadilan HAM di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Makassar pada 15 Juni 2021. Terdakwa dalam kasus ini adalah IS, perwira yang sebelumnya bertugas di Komando Distrik (Kodim) Paniai. "Terdakwa saat ini memang baru satu," kata Ketu. "Seandainya pada perkebangannya ada tersangka lain, kami akan rilis,". Dugaan pelanggaran HAM berat di Panian terjadi 8 Desember 2014. Saat itu masyarakat mendatangi Markas Kepolisian Sektor Paniai dan komando rayon militer untuk meminta penjelasan tentang pengeroyokan terhadap pemuda setempat yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. (Yetede)
Sapi-sapi Kami Tak Lagi Kuat Berdiri
Sapi perah berwarna hitam putih berumur lima tahun dengan berat daging sekitar 2,4 kuintal milik Endar Sunandar (31) di Kelurahan Cipari, Kuningan, Jabar, Rabu (15/6) mati setelah terpapar PMK sepekan terakhir. Mulutnya berbusa dan luka. Sapi betina itu enggan makan sehingga lemas. Endar telah berupaya mengobati sapinya, mulai dari menyuntikkan obat-obatan dari koperasi dan pusat kesehatan hewan hingga membuat jamu dari olahan bawang putih, telur, dan gula untuk meningkatkan nafsu makan sapi. Berbagai cara itu tak mampu menghalau PMK. ”Sampai sekarang dua induk sapi dan satu pedet saya mati. Kerugian sudah lebih dari Rp 50 juta,” kata bapak dua anak ini. Dari total 65 sapi di kandang milik keluarganya, 16 ekor terpapar PMK. Beberapa sapi terpaksa dijual Rp 8 juta-Rp 10 juta per ekor atau anjlok dari harga ideal Rp 18 juta per ekor.
”Dua tahun ke depan, nasib sapi perah di Cigugur suram. Produksi susunya berkurang dan pedet yang harusnya menggantikan induknya mati,” ujar John Nais, Korlap Unit Respons Cepat PMK Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Nugraha Jaya, yang beranggotakan 1.000 peternak. Menurut John, lokasi kandang yang berdekatan di Cigugur mempercepat penularan penyakit yang menyebar lewat udara itu. Tempat karantina pun tiada tersedia.
Peternak di Lembang, Bandung Barat, juga ikut limbung akibat PMK. Pada Jumat (10/6) malam, Dadang Sopari (54) resah karena keempat sapinya terjangkit PMK. Produksi susu sapinya anjlok sampai 90 %. Ia terpaksa menjual sapi perahnya untuk dipotong meskipun harganya jauh lebih murah, yakni Rp 70.000 per kg untuk daging sapi. Transaksi dilakukan di RPH Cikartani Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU). Sapi-sapi berbobot 300 kilogram yang kini ada di RPH dan terkena PMK kondisinya sudah sulit berdiri.
Jumat lalu, Yaya Mulyana (39), mantri dari RPH memeriksa hingga 13 sapi perah yang akan dipotong. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Tidak hanya peternak, para pedagang daging sapi pun mengalami dilema. PMK membuat penjualan mereka anjlok hampir dua kali lipat, sementara mereka harus menampung daging dari peternak sapi perah yang terus bertambah. Padahal, kondisi sapi kurus, kulit membalut tulang di beberapa bagian. Penjualan daging sapi pun turun drastis, karena masyarakat khawatir makan daging sapi karena wabah PMK. (Yoga)
Antara Anies dan Ganjar di NasDem
Suara dukungan terhadap Anies Baswedan menggema dalam acara rapat kerja nasional (rakernas) Partai NasDem setiap kali pengurus wilayah partai itu menyebut nama Gubernur DKI Jakarta tersebut. Diantara peserta rakernas ada juga yang meneriakkan nama Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. Nama Anies yang paling banyak diusung oleh dewan pengurus wilayah (DPW) NasDem dalam rakernas NasDem di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, kemarin. Dari 34 DPW, tercatat 32 pengurus wilayah merekomondasikan Anies sebagai calon Presiden 2024. Hanya DPW Papua Barat dan Kalimantan Timur yang tak mengusung mantan Menteri Pendidikan tersebut. Di urutan kedua, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusulkan 29 DPW. Diskusi mereka mengerucut pada Anies, Ganjar Pranowo, Ketua DPR Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Nama-nama tersebut lantas diserahkan kepada DPW NasDem Bengkulu. (Yetede}









