;

Saham Gocap Makin Banyak, Lebih Cermat Agar Tak Terjebak

Ekonomi Hairul Rizal 20 Jun 2022 Kontan
Saham Gocap Makin Banyak, Lebih Cermat Agar Tak Terjebak

Emiten berstatus saham gocap alias yang harga sahamnya tersangkut di level Rp 50 masih cukup banyak. Saham gocap tersebar di berbagai sektor, baik yang tanpa maupun dengan notasi khusus (special notation) dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagai gambaran, saham gocap di jajaran emiten properti dan real estate di antaranya ada PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), hingga anak usaha BUMN, PT PP Properti Tbk (PPRO).Emiten yang baru menggelar initial public offering (IPO) tahun ini juga ada yang sudah terperosok menjadi saham gocap, seperti yang terjadi pada PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT). Sejak 6 Juni 2022, saham BAUT terpaku di harga Rp 50. Selain itu, ada saham gocap yang masih menunjukkan pergerakan, seperti pada PT Sentul City Tbk (BKSL). Kemudian saham yang hampir menyentuh gocap, seperti PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) yang harganya ada di Rp 51 dan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) dengan harga Rp 52.

Head of Research Analyst FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo membeberkan sejumlah faktor yang membuat saham terperosok dan bertahan di level gocap. Penyebabnya antara lain fundamental perusahaan yang berkinerja buruk, prospek bisnis yang sedang suram, terkena kasus hukum, serta adanya regulasi yang membuat bisnis perusahaan sulit bertumbuh. Sehingga tak mengherankan jika emiten dengan saham gocap tersebar di banyak sektor, sekalipun sektornya saat ini sedang terpapar katalis positif. "Soal prospek bisnis (sektoral) ini bisa berguna, kadang juga tidak. Ada yang prospek bagus, tapi karena fundamental jelek, akhirnya susah gerak, tetap di Rp 50. Begitu juga sebaliknya," kata Wisnu kepada Kontan.co.id, Minggu (19/6).


Tags :
#Bursa
Download Aplikasi Labirin :