Menanti Konsolidasi Kerja Kabinet
Dihadapkan pada berbagai ancaman dan tantangan persoalan yang semakin pelik, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin beserta kabinet pemerintahannya menurun, tercermin pada hasil Survei Kepemimpinan Nasional Kompas periode Juni 2022. Tercatat 67,1 % responden puas terhadap kinerja pemerintahan, meski terbilang masih dominan, proporsi kepuasan publik itu menurun dibanding sebelumnya, pada Januari 2022. Saat itu, kabinet pemerintahan Jokowi-Amin diapresiasi hampir tiga perempat masyarakat dan menjadi puncak capaian kepuasan publik selama ini. Tampaknya, kepemimpinan dan kerja kabinet mengatasi tekanan pandemi selama dua tahun terakhir menjadi sandaran penilaian kepuasan dan keyakinan masyarakat kepada pemerintah.
Penurunan kepuasan publik terjadi di setiap kinerja bidang persoalan, mulai dari perekonomian, kesejahteraan sosial, politik dan keamanan, hingga penegakan hukum. Persoalan perekonomian paling menonjol, hanya 50,5 % yang menyatakan puas. Padahal, pada penilaian sebelumnya, 64,8 % mengungkapkan rasa puas. Upaya pemerintah mengendalikan harga barang kebutuhan dan jasa paling banyak dikeluhkan. Kenaikan beragam harga barang kebutuhan dalam enam bulan terakhir menjadi sasaran terbesar ketidakpuasan masyarakat.
Pada survei kali ini, tinggi rendahnya apresiasi publik diekspresikan secara berbeda oleh setiap latar belakang kelompok masyarakat. Semakin tinggi status sosial ekonomi responden, kian rendah penilaian kepuasan yang mereka utarakan. Sebaliknya, semakin rendah sosial ekonomi responden, semakin tinggi kepuasan yang diutarakan terhadap kinerja pemerintah. Hal ini tidak terlepas dari beragam kebijakan pemerintah dalam memberikan subsidi kepada kelompok masyarakat ekonomi bawah. Namun, pemerintah cenderung tak campur tangan terhadap risiko yang ditanggung masyarakat menengah dan atas. (Yoga)
Beda Hitungan Pembengkakan Biaya Sepur Kilat
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengajukan penyertaan modal negara (PMN) untuk menutupi sebagian kebutuhan cost overrun atau pembengkakan biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pengajuan ini merupakan yang kedua kalinya PT KAI meminta PMN untuk kebutuhan proyek sepur kilat. Dalam rapat bersama komisi VI DPR, Kamis, 16 Juni 2022, Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan perseroan membutuhkan tambahan modal dari negara karena struktur permodalan PT KAI selaku pemimpin konsorsium proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terbatas. "Perusahaan sedang dalam proses pemulihan akibat terimbas pandemi. Pada saat yang bersamaan kami juga mendapat penugasan proyek strategis nasional, yakni LRT Jabodetabek dan kereta cepat," Dalam wawancara bersama Tempo pada beberapa kesempatan, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China, Dwiyana Selamet Riyadi, mengatakan cost overrun pada proyek ini tidak dapat dihindari. (Yetede)
INOVASI BISNIS, Keinginan Pelanggan
Penulis bernama Nikole Wintermeier di salah satu tulisannya di laman Crobox mengatakan, pembelian barang atau layanan mewah membantu individu membangun narasi diri tentang status, kekayaan, atau keunikan. Semua itu adalah simbol yang membawa individu lebih dekat dengan diri ideal mereka. Namun, terkadang, jika produk tidak membawa individu lebih dekat ke diri ideal ini, mereka kehilangan kepenuhannya saat membeli produk atau mendapatkan layanan. Kita bisa belajar dari beberapa produk dan layanan kelas atas yang gagal membaca keinginan konsumen. Salah satunya adalah soal kebutuhan riset mendalam tentang persoalan atau kebutuhan konsumen. Mereka tak cukup didekati dengan asumsi. Riset mendalam dibutuhkan agar muncul inovasi yang pas kebutuhan dan keinginan konsumen.
Chief Executive Officer at DynaLux Consulting Omar Chaoui dalam salah satu tulisannya di akun LinkedIn-nya. menulis, apabila merek Anda berhenti berinovasi dan terus mengulangi hal yang sama berulang kali, Anda pasti akan menghadapi tantangan luar biasa pada masa depan. Merek lain sangat mungkin mencuri perhatian publik. Pada titik waktu tertentu, hal itu ditandai dengan kecepatan merek memperoleh pelanggan baru melambat. Ketika itu terjadi, mungkin semua sudah terlambat. Omar mengatakan, jelas merupakan sebuah kesalahan ketika pebisnis mengabaikan tren pasar, riset, dan inovasi Semua itu adalah beberapa elemen kunci untuk kelangsungan hidup bisnis Anda pada masa depan. (Yoga)
Mayoritas PRT Tidak Dapat Perlindungan
Organisasi Buruh Internasional atau ILO mencatat, mayoritas pekerja rumah tangga atau PRT belum mendapat perlindungan sosial yang komprehensif. Terlepas dari kontribusi vital mereka terhadap kehidupan masyarakat, pekerja domestic yang mayoritas dipekerjakan secara informal itu bekerja di lingkungan kerja yang rentan. Hal itu tercantum dalam laporan yang dirilis ILO Jumat pekan lalu, bertepatan dengan Hari Pekerja Rumah Tangga (PRT) Internasional yang diperingati setiap 16 Juni. Laporan bertajuk ”Making the Right to Social Security a Reality for Domestic Workers” itu mencatat, hanya 6 % PRT di seluruh dunia yang memiliki akses ke program perlindungan sosial yang komprehensif, 94 % sisanya kekurangan akses ke berbagai program perlindungan, seperti tunjangan sakit, pengangguran, usia tua, kecelakaan kerja, keluarga, bersalin, cacat, dan ahli waris.
Berhubung 76,2 persen PRT atau 57,7 juta orang adalah perempuan, minimnya jaminan perlindungan sosial itu menambah kerentanan yang dihadapi perempuan buruh serta mempertajam problem ketimpangan jender (gender gap) di lingkungan kerja. PRT yang sebagian besar dipekerjakan tanpa hubungan kerja resmi atau informal juga membuat mereka semakin tidak tersentuh program perlindungan sosial. Di Indonesia, mayoritas pekerja domestic dikecualikan dari UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena statusnya sebagai pekerja informal. Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (Jala PRT) mencatat, mayoritas pekerja domestik dipekerjakan tanpa kontrak tertulis, yang membuat majikan atau pemberi kerjanya ”terbebas” dari kewajiban mendaftarkan pekerjanya di program Jamsostek. (Yoga)
Kinerja BNI ”Mobile Banking” Tumbuh Signifikan
Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Adi Sulistyowati memaparkan, jumlah pengguna BNI mobile banking per Mei 2022 mencapai 11,8 juta, naik 32 % ketimbang periode yang sama tahun lalu. Adapun jumlah transaksi BNI mobile banking tumbuh 33 % ”Tentunya raihan ini merupakan cerminan dari upaya kami yang senantiasa melakukan penyempurnaan dan meningkatkan nilai tambah atas layanan yang diberikan melalui BNI mobile banking,” ujarnya akhir pekan lalu di Jakarta. (Yoga)
Pengiriman Ponsel Pintar Turun 17,3 Persen pada Triwulan I-2022
Pengiriman telepon seluler (ponsel) pintar dari produsen ke pasar pada triwulan I-2022, menurut riset analis pasar International Data Corporation/IDC, mencapai 8,9 juta unit, turun 17,3 % ketimbang triwulan I-2021. Menurut Head of Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Minggu (19/6), China sebagai produsen manufaktur ponsel besar dunia masih kekurangan pasokan cip. Hal itu berimbas ke pasar Indonesia yang lebih dari 50 % pasarnya diisi oleh ponsel produksi China. (Yoga)
Anggaran 10 T Disiapkan untuk Kartu Prakerja 2023
Pemerintah bakal menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 untuk membiayai kelanjutan program Kartu Prakerja pada 2023. Karena manfaat yang diterima oleh para peserta, program bantuan sosial ini menjadi salah satu yang tetap dipertahankan meskipun program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang dihapus tahun depan, guna mendukung pengembalian defisit APBN ke level tidak lebih dari 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). "Kartu Prakerja masih tahun depan, tapi akan kita dorong yang model offline, kombinasi mode online dan offline. Anggarannya mungkin kita potong juga, sekarang masih Rp20 triliun, tahun depan kita turun menjadi Rp 10 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Tahun depan pemerintah masih menyiapkan anggaran untuk bantalan subsidi bagi masyarakat kurang mampu yang nilainya diperkirakan tidak kurang dari Rp300 triliun, sedangkan stimulus PC-PEN yang tahun mencapai Rp455,62 triliun. (Yetede)
"Raksasa Laut" Tersandera Solar
Kapal Motor Anugerah berukuran 97 gros ton yang ditambatkan di pesisir Karangsong, Indramayu, Kamis (9/6) telah tiga bulan tak melaut. Penyebabnya, harga solar industri dari Rp 9.500 per liter sempat menyentuh Rp 16.500 per liter. ”Belum berangkat. Takut enggak nutup,” ucap Caswinto (50), nakhoda KM Anugerah, Jumat (17/6). Dengan area penangkapan hingga Papua, kapal itu ”membakar” 100.000 liter solar selama operasi 5-6 bulan. Jika solar Rp 16.500 per liter, dibutuhkan Rp 1,65 miliar, sedangkan dengan harga Rp 9.500 per liter, dibutuhkan ongkos Rp 950 juta. Jumlah itu belum termasuk ongkos perbekalan Rp 400 juta hingga tarif sandar kapal. ”Sementara kami harus bagi hasil dengan pemilik kapal dan ABK (anak buah kapal). Belum lagi kalau kapal asing yang alatnya canggih masuk wilayah kita,” kata Elang, sapaan Caswito.
Sebelum harga solar melambung, KM Anugerah bisa menangkap 160-200 ton ikan. Harga jualnya Rp 3 miliar-Rp 4 miliar. Setelah dipotong modal melaut dan bagi hasil, 16 ABK masing-masing dapat Rp 30 juta. Sepintas, uang itu besar. ”Namun, coba Rp 30 juta itu dibagi enam bulan. Setiap nelayan dapat Rp 5 juta. Kadang juga zonk (kosong) karena banyak yang bon,” ujar Elang. Sebelum berangkat, nelayan kerap meminjam uang hingga Rp 25 juta untuk kebutuhan keluarganya selama melaut. ”Ada sekitar 50 kapal arah Papua dan 60-an kapal arah Jawa yang belum melaut,” ujar Robani, tokoh nelayan di Karangsong.
Banyaknya kapal sandar di Karangsong berdampak pada tangkapan ikan. Berdasarkan data Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra, tangkapan ikan pada Mei sebanyak 1.765.245 ton. Tangkapan periode serupa empat tahun sebelumnya selalu lebih dari 2 juta ton, bahkan 3 juta ton. Itu sebabnya, ratusan nelayan Indramayu dalam Front Nelayan Bersatu (FNB) berunjuk rasa di Kantor DPRD Indramayu, Kamis (9/6). Pemerintah didesak menurunkan harga solar industry menjadi sekitar Rp 9.000 per liter untuk kapal di atas 30 GT. FNB juga mendorong pemerintah merevisi kontrak penangkapan ikan yang diuji coba tahun ini di wilayah pengelolaan perikanan (WPP). Jangan biarkan ”raksasa laut” Indramayu menganggur lagi. (Yoga)
Jaga Kenyamanan Data, BRI Gunakan Teknologi Terkini dan Standar Internasional
Di-era Digital saat ini, ancaman siber selalu berkembang dan berusaha untuk mengeksploitasi sekecil apapun celah yang ada. Perbankan menyadari perlunya untuk selalu melakukan evaluasi dan memahami apa vulnerability yang dimiliki, pola dan tren apa yang dilakukan oleh para fraudster untuk melakukan kejahatan perbankan. Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha yang mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan AI (Artificial Intelegence) guna memahami pola-pola froud & threat yang terjadi, sehingga BRI dapat memberikan tindakan preventif serta respon yang cepat dan tepat untuk menghadapi resiko-resiko kejahatan siber seperti upaya pencarian data. "Dalam pemilihan teknologi yang digunakan BRI dipilih melalui metode yang tepat dengan mempertimbangkan hasil kajian dan analisa resiko. Sehingga teknologi yang digunakan untuk melindungi data nasabah merupakan teknologi yang dapat meminimalisir resiko kebocoran data," ungkapnya. (Yetede)
Asing Sell Net Saham dan SBN Rp 6,75 Triliun
Bank Indonesia (BI) mencatat akan modal asing keluar (capital outflow) mencapai Rp7,34 triliun selama 13-16 Juni 2022. Pencariannya, asing mencetak penjualan bersih (Net sell) Rp 6,75 triliun di pasar surat berharga negara (SBN) dan net sell Rp590 miliar di pasar saham. Sejalan dengan itu, premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 137,03 basis poin (bps) per 16 Juni 2022 dari 117,31 bps 10 Juni 2022. Berdasarkan data setelmen hingga Juni 2022 (year on date/ytd), nonresiden alias pemodal asing membukukan net sell Rp96,49 triliun di pasar SBN dan beli bersih (net buy) Rp 70 triliun di pasar saham. Kepala Departemen,63, sedangkan yeild Komunikasi RI Erwin Haryono menyatakan, rupiah ditutup melemah di level (bid) Rp14.765 per dollar AS pada Kamis (16/6). Selanjutnya, yield SBN 10 tahun naik ke level 103, sedangkan yield US Treasury 10 tahun naik ke level 3,195%. Selanjutnya, Jumat (17/6) rupiah dibuka melemah di level (bid) Rp14.820 per dollar AS. Alhasil, yield SBN 10 tahun naik di level 7,39%. (Yetede)









