Lonjakan Permintaan Batu Bara: APBI Minta Dukungan Alat Angkut
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia meminta dukungan ketersediaan alat tambang dan armada laut guna memacu produksi batu bara, seiring dengan peningkatan permintaan di tengah disrupsi pasokan energi. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menuturkan sejumlah negara sudah terlihat mengajukan permintaan untuk pembelian batu bara dalam negeri menyusul musim dingin sepanjang triwulan ketiga tahun ini. Bahkan, sejumlah transaksi batu bara sudah mulai dilakukan dari Jerman, Polandia, Italia, Spanyol hingga Belanda.“Sudah terjadi pengiriman ke beberapa negara yang membutuhkan, itu kita dengar langsung misalnya dari Spanyol ada juga ke Polandia mereka sudah bilang,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (17/6). Dengan kenaikan permintaan, dia menilai positif rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ingin mengerek target produksi pada rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) pada tahun ini. Namun, Hendra meminta pemerintah untuk mendukung terkait dengan ketersediaan alat tambang dan armada laut seperti tongkang untuk dapat meningkatkan torehan produksi di dalam negeri. Di sisi lain, dia menambahkan peningkatan permintaan batu bara juga datang dari India dan Pakistan terkait dengan isu pasokan bahan baku kelistrikan kedua negara itu. Hendra menuturkan, Kementerian Pertambangan Batu Bara India bakal ke Jakarta akhir bulan ini berkaitan dengan pasokan batu bara tersebut. Selain itu, dia menambahkan APBI telah lebih dahulu menerima kunjungan Konsulat Jenderal dari Karachi ihwal pasokan batu bara ke Pakistan.
Waralaba Restoran : Membuka Peluang Kemitraan Bisnis Steak
Pilihan bisnis kuliner yang ditawarkan saat ini pun kian beragam, termasuk untuk menu makanan yang tergolong fancy seperti steak. Memang beberapa tahun terakhir ini gerai-gerai steak ini kian menjamur. Apalagi tak sedikit pelaku usaha yang menawarkan paket bisnis kemitraan steak, salah satunya adalah Steak Indonesia Raya yang telah berdiri sejak 2017 lalu. Arif Tirtana, Project Director dari Steak Indonesia Raya mengatakan bahwa pihaknya menawarkan paket kemitraan dengan jenis whitelabel. Artinya, para mitra dapat memilih nama brand restorannya sendiri dan bisa bebas mengembangkan usahanya bahkan bisa mewaralabakan kembali usahanya tanpa embel-embel aturan ketat dari pemilik merek (franchisor). Menariknya, meski para mitra membuat merek sendiri, mereka tidak dibebankan biaya lisensi dan biaya royalti. Selain Steak Indonesia Raya, merek lainnya yang juga menawarkan paket kemitraan steak adalah Steaky Steak, Steak House and Blend yang mulai hadir sejak 2021 lalu. Bisnis ini didirikan seiring dengan mulai banyaknya masyarakat yang ingin menikmati menu makanan berbahan dasar daging seperti steak. Namun, masih ada beberapa kalangan yang belum dapat mencicipi produk ini karena harganya yang masih terbilang mahal.
Kartu Prakerja Dilanjutkan Hingga 2024
Kehadiran Program Kartu Prakerja dalam dua tahun terakhir telah mampu menjangkau hingga lebih dari 12,8 juta penerima manfaat yang tersebar di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Pada saat bersamaan, program ini juga menghidupkan pasar pelatihan kerja digital dengan nilai sekitar Rp 6 triliun. "Terus. (Program Kartu Kerja) ini akan dilanjutkan, akan diteruskan, termasuk tahun depan (2023). Itu anggaran sudah ada. Betul ya Bu Menteri? Sudah ada. Tahun depannya (2024) lagi, ada lagi. Anggaran nanti tanyakan ke Bu Menteri Keuangan," kata Presiden Joko WIdodo (Jokowi) selepas acara Temu Raya Alumi Program Kartu Prakerja. Setelah melihat besar manfaat dari kehadiran Kartu Prakejra bisa terus dilanjutkan. Sementara itu, Ketua Komite Cipta Kerja sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ainglangga Hartarto menyatakan, pasar pelatihan digital yang selama ini tidak tergarap. "Sebelum Kartu Prakerja, pasar ini kosong. Tidak ada yang menangani digital education. Keberhasilan ini adalah menggabungkan supply dan demand. Seluruhnya dibentuk dalam ekosistem yang terus bergerak secara dinamis menggunakan, database dan artificial intelligence," ujar Arilangga dalam sambutannya pada acara yang sama. (Yetede)
Erick Lolos Di PKPU, Garuda Bakal Terbang Lebih Tinggi
Setelah lolos dari ancaman pailit, Jumat (17/6) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal terbang tinggi. Pertemuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kemarin penting bagi masa depan Garuda, karena 95,07% kreditur konkuren yang hadir setuju utang direstrukturisasi. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thahir mengatakan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyelesaikan tahapan pemungutan suara atau voting dalam proses PKPU. Berdasarkan hasil rekapitulasi voting, lanjut Erick, Insya Allah Garuda dapat mencapai threshold suara yang menjadi syarat homologasi. "Proyeksi positif yang kami terima hari ini tidak dari hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen, karyawan, serta tim konsultan pendamping yang lebih dari tujuh bulan menjalin komunikasi intensif dengan para kreditur. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para kreditur yang telah mendukung Garuda hingga ke titik ini," ucap Erick. (Yetede)
Indonesia Surplus Beras 20 Juta Ton pada 2024
Pemerintah berharap kehadiran sejumlah bendungan yang masih dalam proyek pembangunan dapat meningkatkan indeks pertanaman padi sehingga produksi beras nasional dapat mencapai 40 juta ton pada 2045 dengan surplus 10 juta ton. Saat ini, rata-rata nasional indeks pertanaman padi mencapai 147% dan pada 2045 ditargetkan naik menjadi 200% seiring bertambahnya bendungan baru di Tanah Air. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadmuljono mengatakan, kehadiran bendungan di seluruh Tanah Air telah meningkatkan indeks pertanaman padi dengan rata-rata nasional, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), berada di angka 147%. Nilai indeks itu diharapkan dapat terus naik apabila jumlah proyek pembangunan bendungan telah selesai. "(Kehadiran bendungan) meningkatkan indeks pertanaman yang sekarang ini rata-rata nasional menurut BPS, Pak Jokowi, 147%,dengan 231 bendungan. Jadi dengan tambahan 61 bendungan bisa kita (indeks) menjadi 200%," ujar Basuki. (Yetede)
Penanganan ODOL Diusulkan Diperluas
Penanganan truk kelebihan ukuran dan muatan atau over dimension over loading (ODOL) diusulkan diperluas hingga kepemilik barang sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah ODOL. Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan masalah ODOL harus dilihat dalam perspektif yang sama. Bahwa, ODOL melibatkan tiga pelaku, yakni pengusaha, pemilik barang, dan pengemudi.Tetapi, dalam penanganan ODOL selama ini pemilik barang tidak pernah diikutsertakan dalam pertanggungjawaban atas overload atau kelebihan muatan. "Padahal kami selalu dipaksa overload oleh pemilik barang.Ini yang menyebabkan penanganan ODOL, tidak efektif, termasuk dalam pengawasannya." ujar Gemilang, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi V DPR Ri di Jakarta pekan ini. (Yetede)
Kuartal I, Premi Asuransi Tumbuh 7,9%
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan, kini produksi premi dari 71 perusahaan asuransi umum nasional pada kuartal I-2022 tumbuh 7,9% secara year to year (Yoy) menjadi Rp 22,41 triliun. Pertumbuhan tersebut di topang oleh lini asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, dan asuransi kesehatan. "Digabungkan seluruh lini usaha, premi dicatat untuk industri asuransi umum selama tiga bulan (Janurai-Maret 2022) anak 7,9%," ungkap Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset dan Analisa AAUI Trinita Situmeang pada konferensi pers AUUI: Data Industri Asuransi Umum dan Reasuransi Kuartal I-2022, Jum'at (17/6). Jika dibedah lebih lanjut, premi lini bisnis asuransi properti turun 4,4% menjadi Rp7,52 triliun pada kuartal I-2022. Namun lini tersebut masih menjadi kontributor terbesar di asuransi umum dengan pangsa pasar mencapai 25,5%. Namun demikian, Trinita, menyakini lini asuransi seperti akan bangkit dalam beberapa waktu mendatang. (Yetede)
IPO, Saraswanti dan Cerestar Incar Dana Rp383 Miliar
Dua calon emiten yakni PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) dan PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp383 miliar. PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID), perusahaan properti ini berencana penawarkan 340 juta saham baru atau 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan degan nilai nominal Rp20 per saham. Saham baru tersebut akan ditawarkan dengan harga Rp 180-200 per saham, sehingga total dana yang akan terhimpun mencapai Rp61,2-68 miliar. "Seluruh dana yang diperoleh dari IPO dan waran seri I akan digunakan untuk modal kerja perseroan. Adapun modal kerja yang dimaksud adalah terkait dengan pembayaran untuk biaya pemeliharaan Mataram City International Convention Center (MICC) dan hotel, pembelian bahan baku untuk makan dan minuman, pembelian persediaan hotel, pembayaran tenaga kerja dan utilitas, modal kerja untuk pembayaran kepada pemasok dan kontraktor dalam rangka pembangunan proyek Banyu Bening," tulis manajemen SWID dalam prospektus yang dipublikasikan, Jumat (17/6). (Yetede)
Setelah Rencana Damai Garuda Disetujui
Disetujuinya rencana perdamaian penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh mayoritas kreditor memberikan setumpuk pekerjaan rumah bagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Selain harus memenuhi berbagai janji yang termaktub dalam rencana perdamaian, perseroan mesti segera menggeber berbagai rencana bisnis yang sudah disampaikan kepada para kreditur. "Kami ingin fokus kedepan dan mudah-mudahan Garuda semakin membaik," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Ifran Setiapurta, kemarin. Seperti diketahui, perseroan mengajukan sejumlah usul penyelesaian kewajiban usaha yang tertuang dalam kerangka rencana perdamian kepada para kreditor. Berdasarkan rencana tersebut, penyelesaian kewajiban usaha, antara lain, dilakukan melalui arus kas operasional, konversi nilai utang menjadi ekuitas, modifikasi ketentuan pembayaran jangka panjang dengan periode tenor tertentu, serta penawaran intrusmen restrukturisasi, baik dalam bentuk utang baru maupun ekuitas. (Yetede)
Sehari yang Menentukan Nasib Garuda
Riuh tepuk tangan membahana di ruang sidang Pengadilan Niaga Jakarta Pusat selepas pembacaan hasil rapat pemungutan suara atas rencana perdamaian PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, kemarin sore. Raut lega tampak dari wajah jajaran dereksi maskapai pelat merah tersebut selat Tim Pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) menyebutkan bahwa mayoritas kreditor menyetujui proposal perdamaian yang diajukan perseroan. "Melihat prosedur yang kita tempuh tadi, saya mengatakan bahwa inilah yang kita inginkan, yang sesuai dengan aturan dan hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Demikian saya sampaikan secara pribadi," ujar Ketua Pengurus PKPU Garuda, Jandri Siadari, kemarin. Hasil voting tersebut juga diterima dan disetujui semua pengurus PKPU lainnya, yaitu Martin Patrick Nagel, Albert Hasoloan Limbong, Asri, Mulyadi,dan William Aduard Daniel. Setelah ditunda sekitar sebulan, pengungutan suara kreditor atas rencana perdamaian yang disorongkan Garuda akhirnya dilaksanakan seharian kemarin. (Yetede)









