;

Bank Berburu Pembiayaan Ramah Lingkungan

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Kontan (H)

Beberapa tahun terakhir, pembiayaan hijau perbankan semakin deras. Perbankan semakin berani menyalurkan pembiayaan pada sektor ekonomi berkelanjutan. Agresifnya perbankan seiring dorongan dari regulator yang semakin kuat. Awal tahun ini Presiden Joko Widodo meluncurkan program Taksonomi Hijau Indonesia. Program ini akan menjadi pedoman bagi penyusunan kebijakan dalam memberikan insentif maupun disinsentif dari berbagai kementerian dan lembaga ke depan. Perumusan pedoman ini dikoordinir oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Grup Djarum Agresif Cari Dana dari Penjualan Saham via IPO

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Kontan

Grup Djarum tengah gencar mencari dana segar. Kali ini, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dikabarkan akan menjual sekitar 15%-20% saham anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo. Mengutip Bloomberg, Kamis (16/6), emiten milik Grup Djarum ini tengah bekerjasama dengan penasihat keuangan dalam penjualan saham dengan target dana sekitar US$ 1 miliar. Sumber Bloomberg mengatakan, penjualan ini menyasar pembeli dari dana pensiun dan infrastruktur. Negosiasi ini masih berlangsung dan TOWR juga masih memiliki opsi untuk tidak melanjutkan kesepakatan. Selain Protelindo, perusahaan Grup Djarum lainnya yang juga membidik dana segar dari ekuitas adalah PT Global Digital Niaga, pengelola situs e-commerce Blibli.com, Namun, Blibli akan menjaring dana melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kabarnya, Blibli membidik US$ 500 juta dari IPO. 

Dibayangi Risiko Pelemahan Rupiah

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Kontan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) harus bersiap menghadapi kenaikan harga bahan baku. Maklum, emiten farmasi ini banyak mengandalkan bahan baku impor. Alhasil, KLBF akan dihadapkan pada posisi sulit ketika kurs rupiah cenderung melemah seperti saat ini. Pelemahan rupiah membuat KLBF harus membayar lebih mahal untuk bahan baku impor. Menurut analis Kanaka Hita Solvera Andika Cipta Labora, ini memicu kenaikan harga pokok penjualan (HPP) yang berpotensi menurunkan margin laba. "Kinerja KLBF pada sisa tahun ini bakal stagnan karena kenaikan harga bahan baku," kata dia, Kamis (16/6).

Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian dalam risetnya menulis, tahun ini KLBF bisa membukukan pendapatan hingga Rp 29,43 triliun, naik 12,07% dari realisasi 2021. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp 3,55 triliun, naik 11,64% dari tahun lalu. Dalam jangka pendek, Andika menilai, rencana buyback yang dilakukan KLBF bisa menjadi katalis positif dan menaikkan harga saham. Sementara secara jangka panjang, KLBF diuntungkan kerjasama anak usahanya, Kalbe International Pte. Ltd., dengan perusahaan Filipina Ecossential Food Corp. Keduanya sepakat membentuk perusahaan JV Kalbe Ecossential International Inc yang nantinya fokus pada pemasaran produk Kalbe non-obat resep untuk pasar Filipina. "Ini dapat meningkatkan pendapatan KLBF jangka panjang," imbuh Andika.

IFG Meminta PMN Rp 6 Triliun untuk Askrindo dan Jamkrindo

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Kontan

Kementerian BUMN telah mengusulkan agar PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) alias Indonesia Financial Group (IFG) bisa mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 6 triliun di tahun depan. Rencananya, IFG bakal menggunakan dana tersebut untuk disalurkan pada anak usahanya, yakni PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan PT Jamkrindo. Dana tersebut bakal digunakan untuk meningkatkan permodalan kedua perusahaan tersebut.

Pasar Redam Efek The FED

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Di pasar komoditas, emas dan aset kripto yang selama ini berlawanan dengan pergerakan dolar AS justru menguat setelah pengumuman bank sentral paling berpengaruh di dunia itu. Emas, minyak mentah, hingga aset kripto sebelumnya terjerembap di zona bearish. Pergerakan pasar saham, obligasi, dan komoditas berkebalikan dengan rupiah yang melemah tipis 0,15%, Rp14.767 per dolar AS pada penutupan kemarin meskipun sempat terapresiasi pada pembukaan perdagangan. Mata uang di Asia bergerak variatif terhadap dolar AS yang indeks spotnya menguat ke 105 setelah keputusan The Fed. Secara umum, pasar tampaknya sudah memperhitungkan kenaikan Fed fund rate (FFR) 75 bps yang ditandai dengan rontoknya harga saham, obligasi, dan banyak kelas aset lainnya, termasuk komoditas, menjelang pengumuman.


Laporan Dari Jenewa: WTO Sepakat Atasi Krisis Pangan

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Setelah berlangsung alot dan terpaksa harus diundur dari jadwal semula, Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 World Trade Organization (WTO) di Jenewa, Swiss, akhirnya ditutup. Pertemuan para menteri anggota WTO yang berlangsung sejak Minggu (13/6) tersebut akhirnya menghasilkan pernyataan bersama yang tertuang dalam deklarasi KTM ke-12 WTO. Dalam deklarasi tersebut, anggota WTO menyepakati beberapa isu yang telah dibahas. Salah satunya mengenai penanganan krisis pangan yang kini mengkhawatirkan sejalan dengan gangguan iklim, dan eskalasi perang Rusia-Ukraina. Koordinator Fungsi Ekonomi 2 Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa Ditya Agung Nurdianto mengatakan, poin yang telah disepakati adalah Ministerial Declaration on Trade and Food Security dan World Food Programme (WFP) untuk tujuan non-commercial.

Dalam kaitan krisis pangan, ada tiga pilar yang menjadi bahasan anggota, yaitu Ministerial Declaration on Trade and Food Security, Ministerial Decision on Agriculture, dan Draft Ministerial on World Food Program Food Purchase Exemption from Export Prohibitions or Restrictions. Selain pangan, isu yang juga disepakati oleh WTO adalah Moratorium on Customs Duties on Electronic Transmissions. Secara konkret, WTO sepakat untuk melakukan moratorium e-commerce yang diperpanjang sampai akhir tahun ini.


Industri Semikonduktor : Jerman Tambah Investasi

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa produsen semikonduktor asal Jerman, yakni Infineon Technologies berencana untuk menambah investasinya di Tanah Air. Agus menjelaskan bahwa perusahaan yang sebagian besar pendapatannya berasal dari bisnis di segmen otomotif tersebut bakal meningkatkan investasinya empat hingga lima kali lipat dari total kapasitas produksinya di Tanah Air saat ini. “Per hari ini sudah memproduksi sekitar 1,4 miliar per tahun. Nanti rencananya akan menambah investasi di Indonesia menjadi empat hingga lima kali lipat dari kapasitas produksi,” kata Agus, Kamis (16/6). Meski begitu, Menteri Agus belum bisa memberikan informasi rinci terkait dengan nilai investasi dari perusahaan yang memiliki pabrik di Batam tersebut. Menurutnya, rencana peningkatan investasi Infineon Technologies merupakan kelanjutan dari upaya Indonesia untuk menjalin kerja sama jangka panjang dengan Jerman. Agus menyebut, peluang investasi semikonduktor di Indonesia tercipta karena Tanah Air merupakan pasar yang cukup besar untuk barang elektronika dan produk jadi elektronika.

Energi Terbarukan: Setrum Cangkang Sawit Diuji

Hairul Rizal 17 Jun 2022 Bisnis Indonesia

PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berhasil melakukan uji coba penggunaan 100% biomassa cangkang kelapa sawit untuk bahan baku pengganti batu bara (firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x7 megawatt (MW) Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Direktur Operasi 1 PJB, Yossy Noval mengatakan pengujian 100% biomassa firing di PLTU Tembilahan ini telah dilaksanakan secara bertahap sesuai prosedur yang direncanakan. “Tahap awal dimulai dari 25% penggunaan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara pada 12 Juni dan akhirnya selesai 100% firing biomassa pada 15 Juni 2022,” ujarnya, di Surabaya, Kamis (16/6). “Sebaliknya, data menunjukkan potensi perbaikan fuel flow dan indikator kehandalan dan efisiensi atau Net Plant Heat Rate (NPHR) cukup signifikan persentasenya karena cangkang sawit memiliki nilai kalori yang tinggi,” ujarnya. Dari aspek lingkungan, lanjutnya, cangkang kelapa sawit memiliki kadar sulfur yang lebih rendah dari batu bara sehingga emisi yang dihasilkan juga menunjukkan penurunan.

Penerbitan Obligasi Korporasi Meningkat

Hairul Rizal 16 Jun 2022 Kontan

Jumlah penerbitan obligasi korporasi hingga Juni 2022 mencapai Rp 62,3 triliun. Penerbit obligasi terbesar datang dari sektor keuangan, material, industri dan konsumer. Anindita Cintasya DCM Specialist - Investement Banking PT Aldiracita Sekuritas Indonesia mengatakan, penyerapan obligasi korporasi di tahun ini cukup tinggi. Selain itu, kebutuhan refinancing obligasi korporasi jatuh tempo pada 2022 ini mencapai Rp 157 triliun. Hanya saja, Anindita menilai, kenaikan suku bunga The Fed dan peningkatan yield SUN acuan 10 tahun selama tahun ini sebesar 66 bps bisa membuat biaya penerbitan obligasi meningkat.

Berkelit Dari Restriksi Dagang

Hairul Rizal 16 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah perlu menyiapkan strategi khusus guna menjaga neraca perdagangan domestik tetap positif, di tengah ancaman krisis pangan dan energi, yang memicu lonjakan inflasi global. Strategi menjaga neraca dagang perlu disiapkan sejak dini setelah ada perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama Indonesia seperti India, China, Amerika Serikat, Thailand dan Korea Selatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelima mitra dagang utama itu mengalami tekanan atau penurunan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2022 sebagai dampak krisis pangan dan energi. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan beratnya kondisi ekonomi mitra dagang itu masih ditambah kebijakan pembatasan ekspor di berbagai negara yang berlaku sepanjang Mei 2022. Setidaknya, ada lima negara yang melakukan kebijakan restriksi ekspor yang berdampak terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia.

Beruntungnya, neraca dagang Indonesia pada Mei 2022 masih surplus US$2,9 miliar kendati jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar US$7,56 miliar.  Sebaliknya, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2022 yang mencapai US$21,51 miliar tetap naik 27% dibandingkan dengan ekspor bulan yang sama 2021. Presiden Joko Widodo sebelumnya, (10/6), meminta kemandirian pangan harus menjadi prioritas di tengah krisis dan pembatasan ekspor pangan sejumlah negara. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menilai perlu ada konsistensi terhadap kemandirian pangan untuk menjaga neraca perdagangan Indonesia tetap positif di tengah situasi saat ini.

Pilihan Editor