Laba Bersih Bank Mandiri Rp 20,2 Triliun
Total kredit Bank Mandiri hingga akhir triwulan II-2022 mencapai Rp 1.138 triliun, tumbuh 12,2 % dibandingkan periode sama tahun lalu. Kinerja kredit tersebut mendorong laba bersih tumbuh 61,7 % menjadi Rp 20,2 triliun. Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan kinerja Bank Mandiri triwulan II-2022 di Jakarta Kamis (28/7). (Yoga)
Krakatau Steel-Posco Teken Kerja Sama
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman kerja sama investasi dengan Posco di Seoul, Korsel, Kamis (28/7). ”PT Krakatau Posco (perusahaan patungan antara Krakatau Steel dan Posco) akan menjadi perusahaan baja terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Dirut Krakatau Steel Silmy Karim. (Yoga)
250 Merek Dagang Dipamerkan di IFRA
Sebanyak 250 merek dagang bakal dipamerkan dalam ajang The 20th International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2022 di Jakarta. Menurut Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia Susanty Widjaya, Kamis (28/7), di Jakarta, ajang tersebut juga akan diramaikan sekitar 150 pengusaha lisensi dan waralaba. (Yoga)
PERANG UKRAINA-RUSIA MENGAKSELERASI TRANSISI ENERGI DI EROPA
Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), konsumsi energi Eropa sebagian besar mengandalkan energi fosil. Pada kurun 2009-2019, konsumsi energi fosil menguasai 70 % kebutuhan energi di Eropa, dimana 60 % berupa produk minyak bumi, 8 % batubara, dan 31 % adalah gas alam. Angka ini belum termasuk penggunaan energi listrik yang hampir 50 % bersumber dari pembangkit energi fosil. Artinya, ketergantungan Eropa terhadap energi fosil sangatlah besar, hampir mencapai 80 %. Besarnya konsumsi energi fosil itu menunjukkan bahwa konsumsi energi yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) di Eropa juga terbilang masih minim, yakni 20 %. EBT di kawasan Eropa ini di antaranya berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), angin (PLTB), panas bumi (PLTP), air (PLTA), energi gelombang laut, nuklir (PLTN), sumber limbah, dan biofuel.
Di masa mendatang, pembangkit fosil itu akan terus direduksi kapasitas produksinya dan perlahan-lahan digantikan dengan sumber pembangkit dari EBT. Hal ini sejalan dengan rencana global yang ingin mencapai target emisi nol bersih (NZE) pada 2050. Tingginya ketergantungan impor gas alam dari Rusia disebabkan adanya ketimpangan antara sisi produksi dan konsumsi. Produksi gas alam di Eropa rata-rata per tahun hanya sebesar 226 miliar kubik meter (bcm), tetapi permintaannya mencapai 564 miliar kubik meter (bcm), setiap tahun terjadi defisit permintaan hingga sekitar 338 miliar kubik meter (bcm). Ketergantungan besar itu akhirnya harus dibayar mahal ketika Eropa dan negara-negara NATO melakukan sanksi ekonomi dan embargo impor energi kepada Rusia.
Efek berganda yang ditimbulkan dari kelangkaan suplai energi itu telah diperhitungkan oleh lembaga-lembaga penting di kawasan Eropa seperti OECD dan IEA. Oleh sebab itu, ada sejumlah langkah yang telah dipersiapkan Eropa untuk mereduksi ketergantungan gas alam dari Rusia. Salah satunya dengan substitusi sumber EBT untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Sejumlah alternatif pilihan energi telah direncanakan untuk ditingkatkan produksi energinya secara masif, di antaranya dengan mempercepat penyebaran pembangunan PLTB dan PLTS di sejumlah negara Eropa. Selain itu, juga memaksimalkan pembangkit energi yang rendah emisi CO2, seperti reaktor nuklir, pembangkit bioenergi, serta diversifikasi sumber energi yang bersifat dekarbonisasi. (Yoga)
Tidak Ada Resesi di Amerika
Meski dalam dua kuartal terakhir didera kontraksi ekonomi, penyerapan tenaga kerja di AS justru meningkat. Dalam terminologi Amerika, Negeri Paman Sam itu tidak jatuh ke jurang resesi. Bauran kebijakan bank sentral AS (The Fed) dan pemerintahan Presiden Joe Biden mampu mencegah negeri itu dari resesi. Dalam pada itu, dolar AS kian perkasa terhadap mata uang dunia. Merespons kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, harga saham di berbagai bursa dunia menguat. “PDB AS hanya turun 0,9% pada kuartal II-2022 secara tahunan. Kontraksi ekonomi yang lebih kecil ini terutama merefleksikan tren naik ekspor AS dan penurunan yang lebih kecil pengeluaran pemerintah federal,” papar Bureau of Economic Analysis AS, Kamis (28/7/2022) waktu setempat. Sementara itu, data lapangan kerja di AS juga masih kuat. Sebagaimana di lansir CNBC, jumlah pekerjaan baru non pertanian (nonfarm payrolls) yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS sebanyak 372.000 pada Juni 2022. Meski sedikit turun dari 390.000 pada Mei 2022, namun angka penganggurannya tetap 3,6% atau sama dengan bulan sebelumnya. (Yetede)
Ekonomi Nasional Konsudif, Bank Mandiri Cetak Kinerja Kinclong
Dalam enam bulan pertama 2022, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7% secara year on year (yoy) per Juni 2022. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II-2022 menembus Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22%. Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. “Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global,” ujar Darmawan dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2022 di Jakarta, Kamis (28/7/2022). (Yetede)
Pemerintah Lunasi Kompensasi 2021 ke Pertamina dan PLN
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan telah merealisasikan belanja kompensasi sebesar Rp 104,8 triliun pada semester I-2022. Realisasi ini termasuk untuk pembayaran seluruh utang kompensasi tahun lalu kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). "Dari Rp 18,5 triliun ditambah Rp 275 triliun, kita sudah bayarkan Rp 104,8 triliun, jauh lebih besar dari anggaran semula," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Juli 2022, Rabu (27/7). Meski demikian, ia tak menampik bahwa penambahan anggaran kompensasi dan subsidi yang hampir mencapai Rp 350 triliun dengan rincian kompensasi sebesar Rp 275 triliun dan subsidi Rp 77 triliun telah berdampak pada beban APBN yang lebih besar. "Secara total hampir Rp 350 triliun sendiri kenaikan untuk menahan harga BBM, gas dan listrik," kata Sri Mulyani. Sementara itu, pemerintah sudah memiliki kewajiban pembayaran kompensasi hingga semester I-2022, namun besaran kompensasi atau kewajiban pemerintah tengah diperiksa oleh BPKP untuk menentukan berapa besaran yang harus dibayarkan. Kendati demikian, berdasarkan laporan Pertamina kepada Kementerian Keuangan, besaran kompensasi yang harus dibayarkan lebih dari Rp 169 triliun. (Yetede)
Gobel: Investasi Jepang Harus Perkuat SDM Indonesia
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Rachmat Gobel menyambut baik hasil kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jepang yang menghasilkan komitmen penambahan investasi ke Tanah Air. Menurut dia, investasi Jepang di Indonesia harus memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Hal itu disampaikan Gobel menanggapi hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang baru-baru ini. Adapun hasil dari kunjungan tersebut, Jepang berkomitmen memperkokoh investasi di Indonesia di bidang otomotif dan pangan serta kerja sama dalam pengembangan wirausaha dan lingkungan hidup. Sejumlah perusahaan Jepang juga tercatat akan memperluas investasinya di Indonesia dengan nilai total US$ 5,2miliar atau Rp 75,4 triliun. “Jadi poinnya bukan mempekerjakan orang tapi memanusiakan manusia,” kata Gobel dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (28/7/2022). “Ini karena Jepang menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor untuk produk-produknya seperti otomotif, elektronika, baterai, dan alat kesehatan. Jadi ini membantu devisa Indonesia,” jelas Gobel. (Yetede)
Teka-teki di Setengah Jam Akhir
Rekaman kamera pengawas atau CCTV di rumah pribadi Inspektur Jendral Ferdy Sambo, di jalan Saguling 3, Duren Tiga, Jakarta Selatan, menjadi petunjuk penting untuk membuka tabir kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Kamera pengawas di rumah Ferdy tersebut merekam dengan jelas kedatangan Ferdy, Putri Candrawathi, istri Ferdy; para ajudan; serta rombongan. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufik Damanik, menceritakan rekaman CCTV di rumah pribadi tersebut. ""Jam 16.20-an, Ibu (Putri) di CCTV masuk kedalam rumah pribadi yang di Saguling. Di susul beberapa pembantu dan ajudan, yakni Bharada E, dan terakhir ada Yosua bawa tas hitam. Terlihat jelas karena CCTV-nya bagus," kata Taufan kepada Tempo. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur jenderal Dedi Prasetyo, mengatakan tim lembaganya masih memeriksa sejumlah rekaman CCTV tersebut. "Saat ini masih diperiksa dan di analisis Laboratorium Forensik," kata Dedi kemarin. (Yetede)
Berjibaku Susur Forensik Digital
Tim Mabes Polri terus menganalisis data-data digital dari sejumlah barang bukti yang diambil di sekitar rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri, Inspektur Jendral Ferdy Sambo. Analisis digital forensik dilakukan diantaranya terhadap terhadap 20 rekaman CCTV, catatan data komunikasi cell tower dumps (CTD) , dan uji balistik terhadap peluru yang diduga menjadi penyebab tewasnya Brigadir Yosua. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Albertus Wahyurudhanto, menyatakan penyidik menyusuri nomor-nomor telepon seluler yang diketahui sempat digunakan berkomunikasi dengan BRigadir Yosua sebelum meninggal. "Karena yang tahu saja, siapa, dan tanpa komunikasinya itu hanya bisa diketahui melalui digital forensik ini," Wahyu menjelaskan, penyidik juga tengah merampungkan analisis terhadap 20 kamera CCTV atau kamera pengawas dan uji balistik terhadap peluru yang diduga ditembakkan ke Yosua. (Yetede)









