;

Global dan Domestik

Yoga 02 Aug 2022 Kompas

Kondisi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja. Stagflasi, yakni inflasi tinggi, tetapi pertumbuhan ekonomi  rendah, mengancam. Inflasi AS yang terus menanjak membuat bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin atau 0,75 % ke 2,25-2,5 %. Sejak awal 2022, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan 0,25 % pada Maret, 0,5 % pada Mei, dan 0,75 % pada Juni.  Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell memberikan sinyal  akan melakukan langkah serupa tahun ini, karena inflasi tahunan yang per Juni 2022 sebesar 9,1 %, tertinggi sejak November 1981. Inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum di tingkat konsumen di AS itu dipicu kenaikan harga energi dan pangan. Menurut data Trading Economics, harga energi di AS melonjak 41,6 %, tertinggi sejak Maret 1980. Adapun harga pangan melonjak 10,4  %, tertinggi sejak Februari 1981.

Situasi ini menimbulkan risiko bagi Indonesia dan negara-negara berkembang berupa pembalikan dana di pasar keuangan. Investor asing dikhawatirkan menarik dana mereka dari negara-negara berkembang, kemudian menempatkan dana mereka di instrumen safe haven yang dinilai lebih aman, berupa USD. Per Senin (1/8), IHSG Indonesia masih tumbuh 5,88 %. Indeks harga saham Singapura masih tumbuh, tetapi Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam merosot sejak awal tahun. Jika produsen sudah tak mampu lagi menanggung perubahan harga, akan ditransmisikan ke harga barang sehingga harga barang naik. Konsumen akan mengeluarkan lebih banyak uang untuk barang yang sama. Jika kondisi ini terjadi, upah riil akan turun, kesejahteraan masyarakat juga akan melorot. (Yoga)


PURCHASING MANAGERS’ INDEX : Permintaan Domestik Topang Manufaktur

Hairul Rizal 02 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa peningkatan PMI manufaktur Indonesia didukung oleh naiknya permintaan domestik yang memengaruhi tumbuhnya tenaga kerja dengan laju paling tajam dalam periode pengumpulan data PMI selama lebih dari sebelas tahun. Kondisi tersebut juga didukung oleh tekanan inflasi yang dilaporkan berkurang pada awal triwulan ketiga, serta kenaikan biaya input dan biaya output yang lebih rendah selama lebih dari setahun. “Peningkatan PMI manufaktur pada Juli 2022 dibandingkan dengan bulan sebelumnya menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin stabil, serta meningkatnya realisasi komitmen penggunaan produk dalam negeri,” katanya, Senin (1/8). Menteri Agus juga menjelaskan, peningkatan PMI manufaktur Indonesia dibandingkan dengan negara lain didukung oleh peningkatan permintaan dalam negeri, antara lain konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta belanja antarsektor.


Inflasi Makin Bebani Petani

Yoga 02 Aug 2022 Kompas

Kenaikan harga pangan, energi, dan pupuk terus memicu kenaikan inflasi. Inflasi tersebut makin merambah ke berbagai sektor ekonomi, seperti rumah tangga, pertanian, industri, transportasi, dan konstruksi. Modal petani bahkan makin tertekan akibat kenaikan harga pupuk. Potret tekanan inflasi terhadap berbagai sektor itu terindikasi dari tingkat inflasi umum, inflasi harga perdagangan besar (HPB), dan nilai tukar usaha petani. BPS, Senin (!/8) merilis tingkat inflasi Juli 2022 yang mencapai 0,64 % secara bulanan dan 3,85 % secara tahun kalender. Sementara secara tahunan, inflasi pada Juli 2022 mencapai 4,94 %, jauh di atas target inflasi BI tahun ini sebesar 2-4 %.

Komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi adalah cabai merah dan rawit, tarif angkutan udara, dan  bahan bakar rumah tangga. Untuk minyak goreng, harganya terus turun dalam tiga bulan terakhir. Secara bulanan, minyak goreng memberi andil terhadap deflasi 0,07 %. Namun, secara tahunan, komoditas itu masih berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,29 %. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, selain kenaikan harga pangan, energi, dan pupuk global, inflasi juga disebabkan oleh anomali cuaca serta kenaikan harga bahan bakar minyak, gas, dan tarif listrik nonsubsidi. (Yoga)


Membaca Data-Fakta CPO dan TBS

Yoga 02 Aug 2022 Kompas

Larangan ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya telah dicabut pemerintah. Ekspor minyak goreng dan bahan bakunya juga telah dipercepat, bahkan diberi insentif. Ekspor CPO melejit, tetapi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani masih terjepit. Larangan ekspor CPO dan tiga produk turunannya yang berlangsung 28 April hingga 23 Mei 2022, menyebabkan tangki-tangki penyimpanan CPO penuh, sementara harga TBS sawit di petani anjlok. Setelah larangan ekspor dicabut, serapan dan harga TBS petani masih perlu didongkrak, sementara tangki-tangki CPO perlu segera dikosongkan.

Guna mengurai masalah itu, pemerintah menggulirkan sejumlah kebijakan. Perusahaan yang tak ikut program Sistem Minyak Goreng Curah (Simirah) I atau Minyak Goreng Curah Bersubsidi diperbolehkan ekspor dengan  membayar biaya tambahan 200 USD per ton di luar pungutan dan bea keluar. Program flush out ini bertujuan mempercepat pengosongan tangki-tangki CPO. Adapun perusahaan yang ikut program Simirah I mendapatkan insentif. Mereka bisa mengekspor lima kali lipat dari pemenuhan kewajiban DMO atau 1 : 5. Per 28 Juli 2022, harga tertinggi TBS di 15 kabupaten di 12 provinsi mencapai Rp 1.570 per kg dan  terendah Rp 700 per kg, sedikit membaik dibandingkan dua pekan sebelumnya saat harga tertinggi dan terendahnya Rp 944 per kg dan Rp 600 per kg. (Yoga)


RESTRIKSI EKSPOR PANGAN : Pemerintah Pacu Produksi Jagung

Hairul Rizal 02 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah berupaya memacu produksi jagung nasional yang kini 5 ton per hektare menjadi 10 ton—13 ton per hektare (ha). Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa upaya itu seiring dengan harga pangan global yang terus meroket, dengan harga jagung mencapai US$335 per ton atau Rp5.000 per kg. “Pemerintah akan meningkatkan produksi nasional di daerah yang baru di Papua, Papua Barat, NTT, Maluku, Maluku Utara dan Kalimantan Utara dengan total luas lahan 141.000 ha dan 86.000 ha merupakan lahan baru,” ujarnya dalam keterangan pers bersama Mentan Syahrul Yasin Limpo, Senin (1/8). Airlangga menekankan langkah itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas mengenai penguatan ekosistem pangan nasional. Dia menuturkan upaya peningkatan produksi jagung adalah dengan ekstensifikasi dan mendorong Genetically Modified Organism (GMO) dan hibrida. Dari segi hibrida pemerintah sudah mendorong bibit unggul jagung yang bisa memproduksi antara 10,6 ton—13,7 ton per ha. “Ada 14 varietas antara lain pertiwi 3N1, Witi, NK Perkasa, Singa, Bima, Dahsyat dan P36 dan yang lainnya. Hibrida ini berbasis hibrida nasional,” ujar Airlangga. Dia memperkirakan produksi jagung nasional untuk kadar air 27% sampai akhir tahun bisa 25 juta ton atau dengan kadar air 14% bisa setara dengan 18,6 juta ton. “Tentu kita memiliki cadangan jagung 3 juta ton,” ucapnya.


Risiko Eksternal Dihadang

Yoga 02 Aug 2022 Kompas

Komite Stabilitas Sistem Keuangan membentengi perekonomian domestik dari ancaman stagflasi dengan mengontrol pergerakan inflasi sembari tetap menjaga geliat konsumsi di dalam negeri. Risiko ekonomi eksternal diantisipasi dengan menjaga stabilitas sektor riil melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menkeu Sri Mulyani  saat menyampaikan hasil rapat berkala III Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (1/8) mengatakan, tekanan inflasi global telah berdampak terhadap tren peningkatan harga berbagai barang dalam negeri. ”Tren inflasi tak lepas dari kenaikan harga komoditas dunia serta gangguan pasokan pangan. Beruntung inflasi inti nasional pada Juli masih tetap terjaga rendah di tingkat 2,86 % secara tahunan sejalan dengan upaya BI menjaga ekspektasi inflasi,” katanya.

Salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas di sektor riil adalah dengan memperpanjang periode sejumlah insentif fiskal yang semula berakhir pada 30 Juni 2022 menjadi tetap berlaku hingga 31 Desember 2022. Perpanjangan insentif fiskal menjadi respons otoritas atas ketidakpastian ekonomi global akibat tren inflasi global dan suku bunga tinggi. Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, sepanjang inflasi inti terjaga rendah, otoritas moneter masih akan tetap mempertahankan besaran suku bunga acuan BI. BI saat ini mulai mengurangi likuiditas jangka pendek melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk menjaga stabilitas nilai tukar tanpa mengganggu kemampuan perbankan membiayai kredit. (Yoga)


Pembiayaan Rumah Belum Optimal

Yoga 02 Aug 2022 Kompas

Penyaluran bantuan pembiayaan perumahan bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah masih perlu didorong. Skema pembiayaan yang diselenggarakan pemerintah belum terserap optimal. Bantuan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terdiri atas tiga jenis, yakni fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan subsidi bantuan uang muka, bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dari data Badan Pengelola Tapera, per 29 Juli 2022, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP sejumlah 116.155 unit atau 51,4 % target, sedangkan penyaluran Tapera tercatat baru 2.000 unit. Adapun penyaluran BP2BT, seperti dirilis Kementerian PUPR, berjumlah 3.024 unit atau 13,4 % target.

Mulai tahun 2022, Kementerian PUPR membagi segmentasi layanan FLPP untuk MBR berpenghasilan tetap, BP2BT untuk MBR berpenghasilan tidak tetap, dan Tapera untuk melayani peserta Tapera. Saat ini, peserta Tapera baru sebatas pegawai negeri sipil. Kriteria MBR antara lain berpenghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan. Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Badan Pengelola Tapera Ariev Baginda mengakui, penyaluran pembiayaan Tapera masih sedikit. Penyebabnya, keterbatasan kemampuan mencicil karena terikat banyak pinjaman lain sehingga pengajuan KPR melalui skema Tapera ditolak bank. (Yoga)


Hati-hati Rekor Inflasi

Yuniati Turjandini 02 Aug 2022 Tempo (H)

Laju inflasi pada 2022 menembus rekor tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, yaitu berada di level 4,94% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan harga pangan, khususnya cabai merah, dan bawang merah, menjadi komponen utama penyebab inflasi, yang diikuti dengan kenaikan harga bahan bakar rumah tangga serta tarif angkutan udara. Directur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, berujar, meski saat ini fundamental ekonomi tampak kuat, hal itu seketika dapat berubah menjadi semu jika resesi di Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin nyata. "Pemerintah dan Bank Indonesia jangan overconfident dan tidak bisa juga tutup mata. Inflasi harga produsen kan sudah sudah naik 11,7%. Ini jelas bukan musiman dan sekarang masih ditahan sama produsen. Kalau mereka passing through  itu ke konsumen, inflasi sebenarnya bisa lebih tinggi," kata Bhima, Senin, 1 Agustus 2022. (Yetede)

Investor Perlahan Hengkang

Yuniati Turjandini 02 Aug 2022 Tempo (H)

Arus modal keluar (capital outflow) mulai deras terjadi sepanjang Juli 2022. Keluar modal asing tak terhindarkan lantaran suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) melejit  tinggi, sedangkan suku bunga acuan Bank Indonesia rendah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan capital outflow tetap tinggi meski indikator perekonomian domestik menunjukkan sinyal positif. "Memasuki triwulan III 2022, yaitu hingga 28 Juli, investasi portfolio mencapai nett outflow sebesar US$ 2,05 miliar," ujarnya, Senin, 1 Agustus 2022. Hal itu sejalan dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global hingga penguatan dollar AS yang memicu investor keluar dari Indonesia menuju negara-negara dengan tren kenaikan suku bunga acuan global. Sri Mulyani merinci investor asing yang menarik dana di pasar surat berharga negara (SBN) pada  Juli 2022 sebesar Rp 29,15 triliun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana asing yang keluar dari pasar obligasi sebesar Rp32,12 triliun pada Mei 2022. (Yetede)

Tinjau Kembali Tiket Masuk Komodo

Yuniati Turjandini 02 Aug 2022 Investor Daily (H)

Jauh lebih banyak dampak buruk dibanding manfaatnya, kebijakan mengenai tiket masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar di Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu segera ditinjau kembali. Tiket masuk sebesar Rp 3,75 juta per orang—yang mulai diberlakukan 1 Agustus 2022– dinilai mematikan bisnis pariwisata Labuan Bajo. Kebijakan baru itu tidak didahului oleh sosialisasi yang baik. Hal itu diungkapkan kalangan pelaku industri pariwisata, anggota DPR, dan pengamat pariwisata
yang dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Senin (1/8), sehubungan dengan aksi mogok para pekerja industri pariwisata di kawasan TNK sejak Senin (1/8) kemarin. Mereka antara lain memprotes penaikan tarif masuk wisatawan di Pulau Komodo dan Pulau Padar dari Rp 75 ribu-Rp 150 ribu menjadi Rp 3,75 juta, mulai 1 Agustus 2022. Sementara itu, menjawab Investor Daily, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menegaskan, pemerintah membuka kesempatan untuk berdiskusi dengan pihak-pihak terkait guna mencari solusi terbaik di TNK. “Kami pastikan semua masukan dan aspirasi masyarakat akan ditampung,” ujar Sandiaga Uno di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Senin (1/8). (Yetede)

Pilihan Editor