;

Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan

Yoga 01 Aug 2022 Kompas (H)

Sampai hari ini, kita masih belum jelas menangkap apa persoalan yang menimbulkan insiden di rumah dinas Irjen  Ferdy Sambo, Kadiv Propam Polri yang dinonaktifkan. Dalam kejadian itu ada korban tewas, yaitu Brigadir J, diduga akibat ditembak Bharada E (Richard). Publik mengikuti peristiwa ini dengan campuran perasaan: melihat banyak keanehan, merasa ada yang ditutupi, dan respons terlalu berlebihan dari sebagian pihak kepolisian. Dalam diskusi Forum Ombudsman Kompas, menarik uraian Adrianus Meliala, Guru Besar Kriminologi UI, juga anggota Komisi Kepolisian Nasional periode 2012-2016. Dalam pengamatannya, ”budaya kepolisian” menjadi faktor yang tak lepas dari kasus Brigadir J.

Ashadi Siregar, Ketua Ombudsman Kompas, menyebutkan bahwa ”operasi (cara kerja) jurnalisme perlu dibedakan antara tiga tingkat kebenaran faktual, yaitu empiris, legalistik, dan keadilan. Kebenaran empiris sepenuhnya  bersifat obyektif, tanpa perlu perspektif. Berbeda halnya dengan kebenaran legalistik yang bersifat formalistik  tekstual. Begitu pula kebenaran atas dasar keadilan yang bertolak dari nilai humanisme universal ataupun transendental. Kedua kebenaran ini dalam kerangka perspektif keadilan”. Artinya, media dalam meliput kasus Brigadir J ini perlu mempertimbangkan aspek keadilan yang muncul. Di satu sisi kasus ini menarik perhatian masyarakat luas sehingga tiap proses penyelidikan diamati saksama.

Namun, yang tak dapat dilupakan adalah bagaimana kasus  yang terjadi di tengah masyarakat luas, juga perlu mendapat perhatian (soal kekerasan, kriminalitas, pengaduan kepada polisi yang sering diabaikan). Kita berharap penyelidikan dengan scientific crime investigation tak lagi menimbulkan  kebingungan masyarakat. Fokus media harus pada substansi fakta, bukan sensasi fakta yang ramai, baik di media konvensional maupun media sosial. Liputan media memang menampilkan detail terkait kasus ini karena sejak awal sudah menimbulkan banyak pertanyaan. Namun, yang tak dapat dilupakan di sini adalah gambaran besar bagaimana keadilan dalam kasus ini dapat ditegakkan. Siapa yang sesungguhnya bermasalah, mengapa hal ini terjadi, dan apa sanksi yang akan dijatuhkan kepada dia yang bermasalah. Semua orang sama dan sederajat di mata hukum. (Yoga)


Ekonomi Digital, Pintu Menuju Masa Depan

Yoga 01 Aug 2022 Kompas

”Transaksi pakai dompet daring saja. Cepat dan gampang. Orang jarang pakai tunai”. ”Beli lewat daring saja. Tak perlu ke mana-mana, pesanan sampai rumah”. ”Kalau mau beli sayur atau telur, langsung dari petani, bisa lewat aplikasi”. Sejak tiba di Beijing, ibu kota China, Juni lalu, saran-saran seperti itu sering terdengar. Pesannya, segala urusan zaman sekarang lebih mudah selama ada telepon seluler dengan sinyal internet yang kuat. Di balik hidup serba daring ini, ada industri besar yang bermain teknologi kecerdasan buatan (AI). Jika di AS ada Facebook, Amazon, Apple, dan Google yang menjadi raksasa penguasa teknologi, di China ada Baidu, Alibaba, dan Tencent. Baidu adalah mesin pencari terbesar di China, sementara Alibaba adalah raja e-dagang, dan Tencent adalah bos media sosial dan gim. Mereka menguasai AI.

Berkat teknologi ini, ekonomi digital di kota Beijing naik 4,1 % mencapai 838,13 miliar RMB atau 124 miliar USD pada semester I-2022. Perolehan ini menyumbang 43,3 % PDB kota Beijing. Beijing menggenjot infrastruktur teknologi digital selama bertahun-tahun yang mengarah pada potensi besar konsumsi digital. Akhir Maret 2022, di Beijing terpasang 54.000 menara base transceiver station (BTS). Area perbelanjaan dan tempat wisata sudah tercakup jaringan internet supercepat. Harapannya, pada 2025, Beijing akan menggalang 500 miliar yuan atau 74 miliar USD dari konsumsi informasi. Ini semua berkat ekonomi digital yang merujuk pada transaksi dan layanan internet yang mencakup e-dagang, layanan daring, sistem pembayaran daring, gim, pendapatan iklan, dan signifikansi perusahaan media sosial besar.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) mencatat, ekonomi digital China bernilai lebih dari 6,72 triliun USD pada 2021. Terhitung 39,8 % PDB, ekonomi digital China melesat dan ada di peringkat ke-2 dunia. Pada akhir Mei, China meluncurkan 1,7 juta BTS 5G dengan 50 juta pengguna gigabit dan 420 juta pengguna ponsel 5G. Pada 2021 penjualan ritel daring barang melonjak 12 % mencapai 10 triliun yuan untuk pertama kalinya. Terdapat 151,23 miliar transaksi pembayaran mobile, naik 22,73 % dari tahun sebelumnya. China mempercepat integrasi data besar, komputasi awan, dan AI dengan sektor energi, perawatan medis, transportasi, pendidikan, dan pertanian. Pada 2021 output nilai tambah dari produsen informasi elektronik utama naik 15,7 %. Pendapatan perangkat lunak, layanan teknologi informasi, internet, dan layanan terkait juga tumbuh dua digit. Robin Li, salah satu pendiri dan CEO Baidu, mengatakan, teknologi AI membentuk kembali industri menjadi kekuatan transformatif yang merevolusi pembangunan manusia selama 40 tahun ke depan. (Yoga)


Musim Dingin Bikin Ukraina Makin Cemas

Yoga 01 Aug 2022 Kompas

Gara-gara pasokan gas dari Rusia kian terbatas, Ukraina cemas pada musim dingin yang makin dekat. Kyiv berharap perang berhenti sebelum musim dingin tiba. Jika pun masih berlanjut, evakuasi dari wilayah yang diduduki Rusia diharapkan tuntas pada Agustus ini. Wakil PM Ukraina Iryna Vereshchuk, Sabtu (30/7) mengatakan, percepatan evakuasi dari wilayah Ukraina yang diduduki Rusia terus diupayakan. (Yoga)

Bantuan Minim Memicu Kenaikan Biaya Kuliah

Yoga 01 Aug 2022 Kompas

Kenaikan biaya kuliah disebabkan antara lain tuntutan peningkatan mutu hingga bantuan minim ke perguruan tinggi swasta. Pemerintah diminta menyusun skema bantuan yang komprehensif dan tepat sasaran. Menurut analisis Kompas, dengan data historis biaya pendidikan tinggi 10 tahun terakhir, biaya studi diperkirakan naik 6,03 % per tahun. Untuk perguruan tinggi negeri (PTN), pertumbuhannya 1,3 % per tahun, sedangkan perguruan tinggi swasta (PTS) 6,96 % per tahun.

Ketua Forum Rektor Indonesia Panut Mulyono (27/9), mengutarakan, kenaikan biaya kuliah dipicu inflasi. Selain itu perguruan tinggi dituntut meningkatkan mutu lulusan sehingga harus melengkapi fasilitas kampus. ”Peningkatan mutu (perkuliahan) butuh biaya. UKT (uang kuliah tunggal) belum ideal sehingga biaya kuliah naik,” kata Panut. UKT mencakup semua komponen perkuliahan dan dibayarkan mahasiswa tiap semester sesuai kemampuan ekonominya. Sebagai contoh, UKT di UGM Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Sementara biaya kuliah tunggal (BKT) Rp 9 juta hingga Rp 10 juta. ”Masyarakat umumnya belum mampu membayar kuliah sebesar BKT,” ujar Panut. (Yoga)


TAMAN NASIONAL KOMODO, Polemik Pembatasan Bisa Coreng Citra

Yoga 01 Aug 2022 Kompas

Berlarutnya polemik pembatasan jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar, NTT, dinilai bisa memengaruhi citra pariwisata nasional. Selain mewujudkan visi konservasi di taman nasional itu, pemerintah diharapkan mempertimbangkan dampak pembatasan terhadap perekonomian pelaku usaha lokal. Pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo dan Pulau Padar akan dimulai Senin (1/8). Namun, penolakan masih terjadi. Sejumlah pelaku usaha wisata berencana mogok sepanjang Agustus 2022.

Ketum Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Manggarai Barat AhyarAbadi, Minggu (31/7) menyatakan, Askawi Manggarai Barat menginstruksikan pengelola kapal wisata untuk tidak mengangkut wisatawan mulai Senin. Hingga Minggu, ada 30 kapal wisata yang membatalkan perjalanan menuju Taman Nasional Komodo (TNK) Pulau Komodo atau Padar. ”Aksi ini sebagai bentuk protes biaya konservasi beserta tiket masuk ke TNK, Rp 3,75 juta per orang,” katanya.

Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, PHRI berharap  pemerintah memahami kondisi pelaku usaha pariwisata di sekitar TNK yang terdampak pandemi Covid-19 selama 2020–2021. Kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan, salah satunya dengan penerapan biaya konservasi ditambah tiket masuk Rp 3,75 juta per orang, akan memengaruhi proses pemulihan industri pariwisata. PHRI berpendapat polemik kebijakan yang berlarut-larut akan memengaruhi citra industri pariwisata nasional. Apalagi, Indonesia sedang mempersiapkan puncak rangkaian pertemuan G-20. (Yoga)


Tarif Berlaku, Pegiat Wisata Lakukan Boikot

Yoga 01 Aug 2022 Kompas

Tarif baru masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) mulai berlaku Senin (1/8) ini. Merespons hal itu, sejumlah  asosiasi pariwisata di Labuan Bajo, NTT, berencana melakukan boikot di destinasi pariwisata superprioritas itu. Viktor (43), pemandu wisata, mengatakan, mulai Senin, kapal wisata yang biasa mengangkut turis dari Labuan Bajo ke sejumlah lokasi wisata di dalam TNK tidak akan beroperasi. Pemandu wisata dan operator menghentikan pelayanan. ”Semua kompak untuk boikot,” ujarnya. Menurut Viktor, langkah itu terpaksa diambil mengingat aspirasi masyarakat lokal dan asosiasi pariwisata dinilai  tidak didengarkan oleh pemerintah.

Pemerintah tetap menaikkan tarif masuk ke TNK. Sebelumnya, tarif masuk Rp 200.000 per kunjungan, tetapi kini Rp 3,75 juta berlaku setahun. Hal itu dikhawatirkan menurunkan kunjungan wisatawan ke TNK. Sebagaimana diberitakan, pemerintah membatasi kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar sebanyak 200.000 orang per tahun. Kebijakan ini dibuat menyusul peningkatan kunjungan wisatawan ke TNK Komodo sekaligus upaya mempertahankan nilai jasa ekosistem demi konservasi berkelanjutan. (Yoga)


Berkah Digitalisasi bagi Pelaku UMKM

Yoga 01 Aug 2022 Kompas

Digitalisasi membawa berkah melimpah bagi para pelaku UMKM. Lewat ranah digital, pemasaran produk mereka semakin luas. Tidak lagi dibatasi jarak dan wilayah. Ketekunan mencari celah dalam ruang maya mengantarkan UMKM menuju kesuksesan di tengah segala keterbatasannya. Sunarni (53) pemilik usaha batik bernama Batik Nurul Hidayah di Desa Pilang, Kabupaten Sragen, Jateng, Rabu (13/7), memilah kain batik tulis dan batik cetak atau printing yang dikumpulkan sesuai menurut jenisnya di ruang tamunya, yang lalu dikirim berdasarkan pesanan.

Sebelumnya, Nani bekerja pada juragan batik di kampungnya. Pada 2014, barulah Nani memulai bisnis batiknya. Pelanggan awal diperolehnya dengan mengikuti pameran UMKM yang diadakan Pemkab Sragen, Jateng. Kerap kali pameran diadakan di luar kota. ”Orang yang beli tidak saya lepas begitu saja. Kalau ada produk baru selalu saya kirim WA (Whatsapp), kebetulan banyak yang cocok dan berlangganan sampai sekarang,” kata Nani. Nani sadar betul. Kemudahan teknologi mesti dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, pemasaran daring digencarkannya. Lebih-lebih setelah ada fitur Story pada aplikasi Whatsapp. Banyak transaksi yang dihasilkan lewat metode itu.

Mustofa (44), warga Kota Surakarta, dulunya juga pekerja perusahaan batik besar di kotanya. Sejak 2010, ia iseng-menjual kemeja batik lewat media sosial Facebook dan Blackberry Messenger. Ternyata, keisengan itu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pada 2014, ia keluar dari pekerjaannya untuk fokus mengurus bisnis daringnya yang bernama Batik Kalimataya. produk yang dijualnya berupa bermacam pakaian bermotif batik. Mulai kemeja, blus, hingga gaun. Kemeja menjadi produk yang paling laris dibeli di lapaknya. Jenis batiknya, terentang dari batik cap sampai batik cetak.

Saat ini, ungkap Mustofa, media sosial yang dioptimalkan untuk memasarkan produknya ialah Instagram. Akunnya adalah @batikkalimataya. Ia juga berjualan lewat aplikasi lokapasar seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee. Ketekunannya menggeluti bisnis daring berbuah manis. Kini, omzet kotornya mencapai Rp 50 juta hingga Rp 70 juta per bulan. Pelanggannya banyak yang berasal dari luar kota, yaitu Bandung, Jakarta, hingga Palembang. Bahkan, sempat ada pelanggan dari Malaysia. (Yoga)


BIAYA PENDIDIKAN TINGGI, Agar Si Miskin Tetap Bisa Kuliah

Yoga 29 Jul 2022 Kompas (H)

Keberhasilan Elsa Khania Rimansyah (22) lulus kuliah Universitas Terbuka jurusan administrasi publik di Bogor, Jabar pada Maret 2022 menjadi kebanggaan keluarga. ”Di kampung ini mungkin cuma saya,” kata Elsa di rumahnya di Kampung Wates Kaum, Bogor, Kamis (7/7). Seluruh biaya operasional pendidikannya ditanggung melalui program Bidik-misi, yang kini telah berubah namanya menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Biaya menjadi salah satu ganjalan utama bagi masyarakat miskin untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Data BPS (2021) menunjukkan, hanya 15,06 % total kelompok paling miskin di Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan tinggi. Sementara pada kelompok masyarakat terkaya, yang sedang menempuh pendidikan tinggi, mencapai 55,67 %.

Kendati demikian, dua dekade terakhir, angka partisipasi sekolah usia 19-23 di masyarakat miskin meningkat signifikan. Pada tahun 2000 hanya 4 %, kini tumbuh empat kali lipat menjadi 16 %. Ketika lulus dari SMAN 1 Ranca Bungur, Elsa sempat berpikir langsung bekerja 1-2 tahun agar bisa menabung untuk biaya kuliah. Mengandalkan sokongan orang tua bukan pilihan. Ayahnya kuli bangunan serabutan, sedangkan sang ibu bekerja di lapak pakaian Pasar Anyar, Bogor. ”Ketika saya dengar ada kabar beasiswa Bidikmisi ke Universitas Terbuka, saya berharap sekali bisa mendapatkannya,” ucap Elsa. Informasi beasiswa Bidikmisi diterima Elsa dari Stephanie Aprilia (22), kawan sekelasnya sejak SD, yang dimungkinkan kuliah melalui program Bidikmisi. Ayahnya sopir truk material yang paling banyak membawa uang Rp 100.000 setiap hari.

Keberhasilan Fani pun tidak hanya memotivasi kedua adiknya bahwa kuliah bukan sesuatu yang mustahil, melainkan juga para tetangganya. ”Tetangga banyak yang bilang, ’Lihat, tuh, Fani kuliah enggak bayar’. Saat itu ternyata saya jadi contoh,” ujar Fani. Kini, Elsa dan Fani masih dalam proses mencari pekerjaan dengan bekal gelar mereka yang masih kinclong. Elsa baru saja meninggalkan pekerjaannya sebagai guru pendidikan anak usia dini. Fani pun telah mengundurkan diri dari tenaga administrasi sebuah tempat kursus bahasa Inggris sebelum memulai tahun terakhir kuliah. Keduanya berharap mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sesuai dengan kemampuan mereka. (Yoga)


Raksasa Otomotif Dunia Siap Masuk Mobil Listrik

Hairul Rizal 29 Jul 2022 Kontan (H)

Pengembangan industri kendaraan listrik nasional memasuki babak baru. Dua pabrikan otomotif global, Toyota dan Mitsubishi, siap menanamkan investasi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Sebelumnya, pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai, sudah lebih dulu membangun basis produksi mobil listrik di Tanah Air. Dalam pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, pada Selaa (26/7) di Jepang, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation, Shigeru Hayakawa menyatakan, Toyota Motor Company merencanakan investasi tambahan sebesar Rp 27,1 triliun di Indonesia.

RI-Korsel Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Yoga 29 Jul 2022 Kompas (H)

Setelah mengunjungi China dan Jepang, Presiden Jokowi mengakhiri lawatan ke Asia Timur dengan bertandang ke Korsel. Dalam lawatan di Korsel, Presiden Jokowi kembali memperkuat kedekatan hubungan Indonesia dengan negara itu. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara semakin erat dalam sektor ekonomi, pertahanan, dan budaya. Presiden dan rombongan tiba di ibu kota Korsel, Seoul, pada Rabu (27/7) malam. Pada Kamis (28/7), Presiden Jokowi bertemu Presiden Korsel Yoon Suk Yeol di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul. Dalam pertemuan, mereka sepakat memperkuat kerja sama di beragam bidang. ”Presiden Jokowi dan saya sepakat, membangun serikat strategis di industri maju, seperti mobil listrik dan baterai dengan memperkuat kerja sama keamanan ekonomi kedua negara, termasuk melalui stabilisasi rantai pasokan mineral utama,” kata Yoon. Dia juga mengatakan, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama dalam kepentingan bersama dalam Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyebut Korsel sebagai salah satu mitra penting Indonesia di Asia Timur. ”Saya yakin di bawah kepemimpinan Presiden Yoon, kemitraan kita akan semakin kokoh ke depan, terutama kemitraan di bidang ekonomi,” ujarnya. Sejak 2016, berdasarkan data BPS, Korsel telah berinvestasi 19,6 miliar USD untuk sejumlah proyek di Indonesia. Menyambut baik tren perdagangan bilateral yang terus meningkat, kedua pemimpin negara sepakat untuk membuka akses pasar, mengatasi hambatan-hambatan perdagangan, dan mempromosikan produk-produk unggulan kedua negara. Presiden Jokowi secara khusus mendorong kerja sama investasi dari Korea, terutama percepatan pembangunan ekosistem mobil listrik di Indonesia, termasuk proyek industri baterai yang terintegrasi pertambangan dan industri baja otomotif untuk kendaraan listrik. (Yoga)


Pilihan Editor