PERCEPATAN INVESTASI : SKK MIGAS DIUSULKAN JADI BUMN
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas diusulkan menjadi badan khusus yang mengelola dana migas yang dipungut melalui skema petroleum fund. Usulan penguatan SKK Migas disampaikan Komisi VII DPR untuk dimasukkan ke dalam revisi Undang-Undang Migas yang ditargetkan rampung pada pertengahan tahun depan. Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa penguatan SKK Migas menjadi badan usaha khusus dilakukan agar bisa mengurusi sepenuhnya tata kelola hulu migas, termasuk membenahi pendanaan, eksplorasi, serta meningkatkan kepercayaan investor pada sektor tersebut. Lewat revisi UU Migas, kata dia, badan usaha khusus itu bakal mengelola dana migas yang dipungut dari industri hulu melalui skema petroleum fund. Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai usulan penguatan kelembagaan SKK Migas sebagai hal yang positif. Hal itu pun dipercaya akan mendorong sentimen positif pada iklim investasi hulu migas Tanah Air. Alasannya, kata Mamit, sebagian besar investor atau KKKS tidak ingin SKK Migas masuk ke dalam PT Pertamina (Persero) yang saat ini menjadi holding BUMN sektor migas. Selain itu, investor juga tidak setuju jika SKK Migas digabung dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena dinilai bisa menghambat proses birokrasi. “Kalau SKK Migas jadi BUMN khusus tentu ada penguatan, posisi SKK Migas ke depannya untuk menjadi pengawas tidak hanya untuk hulu migas, tetapi juga geotermal yang saat ini berada di bawah Direktorat EBTKE ,” kata Mamit.
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
Kementerian Sosial mendapat mandat menyerahkan bantuan senilai Rp 120 triliun ke penerima manfaat. Untuk meminimalkan penyaluran bantuan salah sasaran, tata kelola bantuan sosial mesti dibenahi. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi, menyampaikan hal itu, di Jakarta, Kamis (28/7). Kemensos meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Tahun 2021. (Yoga)
Daya Tahan Fiskal Indonesia Diuji
Peneliti Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Yuventus Effendi menyebut ongkos pengendalian harga energi semakin besar seiring lebarnya disparitas harga jual eceran dengan harga jual keekonomian produk BBM dan elpiji. Dalam diskusi bertajuk ”Krisis Energi dan Dampaknya bagi Perekonomian Nasional”, Kamis (28/7) Yuventus mengatakan, pasokan energi Indonesia sebagian besar didominasi konsumsi energi dari sumber energi fosil, seperti batubara, gas, dan minyak. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan rentan terhadap pasokan minyak dan gas impor serta perubahan harga. Sejalan dengan tren inflasi produk energi dunia, upaya pemerintah menjaga stabilitas harga energi dalam negeri agar tetap rendah, semakin lama akan semakin membebani instrumen APBN.
Kemenkeu pada 2022 menambah alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi sebanyak Rp 349,9 triliun, terdiri dari subsidi BBM, elpiji, dan listrik Rp 74,9 triliun serta tambahan kompensasi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) Rp 275 triliun. Padahal, lanjut Yuventus, 81 % rumah tangga Indonesia yang menerima subsidi listrik, kebanyakan merupakan masyarakat golongan menengah ke atas. Ini jelas menunjukkan distribusi subsidi listrik tidak tepat sasaran. Selain itu, pemberian subsidi melalui BBM jenis pertalite juga lebih banyak dinikmati orang golongan menengah-atas dibandingkan orang golongan miskin. Kondisi ini merefleksikan Indonesia masih punya banyak pekerjaan rumah terkait subsidi energi yang belum tepat sasaran dan belum melindungi rumah tangga yang miskin. (Yoga)
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
Harga sekotak makan siang di Korsel naik 23 % per Juni 2022. Saat ini, harga menu termurahnya 3.200 won atau 2,44 USD. Hal itu membuat sebagian besar pekerja di Korsel memilih membawa bekal makan ketimbang jajan di sekitar perkantoran. Badan Konsumen Korsel menyebutkan harga rata-rata nasional makanan di tingkat konsumen melonjak 6 % secara tahunan sejak Juni 2022. Di Seoul, harga rata-rata jajangmyeon naik 10 %, naengmyeon 5,5 %, dan gimbap 7,8 % dibandingkan Desember 2021 (The Korea Herald, 26/7). Bank Korea memperkirakan setiap kenaikan harga produk pertanian impor 1 % akan membuat harga makanan olahan naik 0,36 % tahun depan.
Di Australia, harga rata-rata secangkir kopi susu di kafe naik 30 sen. Harga kopi susu takaran cangkir reguler dan besar sekarang masing-masing 4,30 USD dan 5,30 USD. The New Daily menyebut kenaikan itu disebabkan kenaikan harga susu 60 sen per liter. Di wilayah perkotaan Amerika Serikat, harga makanan di luar rumah meningkat 7,7 %. Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis, per Juni 2022, Indeks Harga Konsumen di wilayah perkotaan meningkat 9,1 % secara tahunan, tertinggi sejak November 1981.Potret kenaikan harga makanan itu terpatri dalam frasa buatan yang tengah populer di sejumlah negara, yakni lunchflation (lunch dan inflation), yang menggambarkan inflasi atau kenaikan harga seporsi makan siang yang menggerus daya beli masyarakat tengah melanda sejumlah negara.
Indonesia juga mengalami imbas serupa. Di tengah belum pulihnya daya beli, masyarakat harus membayar mahal minyak goreng, membeli tempe yang ukurannya mengecil, dan menikmati mi instan yang porsinya berkurang dan harganya naik. Harga nasi goreng dan menu makanan lain juga naik tipis di sejumlah warung makan sekitar perkantoran, bahkan pedagang kaki lima. Naiknya harga pangan dan energi membawa efek lanjut, yaitu krisis biaya hidup. Lembaga Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) menyebutkan, setiap kenaikan 10 % harga pangan akan menurunkan 5 % pendapatan keluarga. (Yoga)
Laba Bersih Bank Mandiri Rp 20,2 Triliun
Total kredit Bank Mandiri hingga akhir triwulan II-2022 mencapai Rp 1.138 triliun, tumbuh 12,2 % dibandingkan periode sama tahun lalu. Kinerja kredit tersebut mendorong laba bersih tumbuh 61,7 % menjadi Rp 20,2 triliun. Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam paparan kinerja Bank Mandiri triwulan II-2022 di Jakarta Kamis (28/7). (Yoga)
Krakatau Steel-Posco Teken Kerja Sama
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman kerja sama investasi dengan Posco di Seoul, Korsel, Kamis (28/7). ”PT Krakatau Posco (perusahaan patungan antara Krakatau Steel dan Posco) akan menjadi perusahaan baja terintegrasi yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Dirut Krakatau Steel Silmy Karim. (Yoga)
250 Merek Dagang Dipamerkan di IFRA
Sebanyak 250 merek dagang bakal dipamerkan dalam ajang The 20th International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) yang berlangsung pada 5-7 Agustus 2022 di Jakarta. Menurut Ketua Asosiasi Lisensi Indonesia Susanty Widjaya, Kamis (28/7), di Jakarta, ajang tersebut juga akan diramaikan sekitar 150 pengusaha lisensi dan waralaba. (Yoga)
PERANG UKRAINA-RUSIA MENGAKSELERASI TRANSISI ENERGI DI EROPA
Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), konsumsi energi Eropa sebagian besar mengandalkan energi fosil. Pada kurun 2009-2019, konsumsi energi fosil menguasai 70 % kebutuhan energi di Eropa, dimana 60 % berupa produk minyak bumi, 8 % batubara, dan 31 % adalah gas alam. Angka ini belum termasuk penggunaan energi listrik yang hampir 50 % bersumber dari pembangkit energi fosil. Artinya, ketergantungan Eropa terhadap energi fosil sangatlah besar, hampir mencapai 80 %. Besarnya konsumsi energi fosil itu menunjukkan bahwa konsumsi energi yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) di Eropa juga terbilang masih minim, yakni 20 %. EBT di kawasan Eropa ini di antaranya berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), angin (PLTB), panas bumi (PLTP), air (PLTA), energi gelombang laut, nuklir (PLTN), sumber limbah, dan biofuel.
Di masa mendatang, pembangkit fosil itu akan terus direduksi kapasitas produksinya dan perlahan-lahan digantikan dengan sumber pembangkit dari EBT. Hal ini sejalan dengan rencana global yang ingin mencapai target emisi nol bersih (NZE) pada 2050. Tingginya ketergantungan impor gas alam dari Rusia disebabkan adanya ketimpangan antara sisi produksi dan konsumsi. Produksi gas alam di Eropa rata-rata per tahun hanya sebesar 226 miliar kubik meter (bcm), tetapi permintaannya mencapai 564 miliar kubik meter (bcm), setiap tahun terjadi defisit permintaan hingga sekitar 338 miliar kubik meter (bcm). Ketergantungan besar itu akhirnya harus dibayar mahal ketika Eropa dan negara-negara NATO melakukan sanksi ekonomi dan embargo impor energi kepada Rusia.
Efek berganda yang ditimbulkan dari kelangkaan suplai energi itu telah diperhitungkan oleh lembaga-lembaga penting di kawasan Eropa seperti OECD dan IEA. Oleh sebab itu, ada sejumlah langkah yang telah dipersiapkan Eropa untuk mereduksi ketergantungan gas alam dari Rusia. Salah satunya dengan substitusi sumber EBT untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Sejumlah alternatif pilihan energi telah direncanakan untuk ditingkatkan produksi energinya secara masif, di antaranya dengan mempercepat penyebaran pembangunan PLTB dan PLTS di sejumlah negara Eropa. Selain itu, juga memaksimalkan pembangkit energi yang rendah emisi CO2, seperti reaktor nuklir, pembangkit bioenergi, serta diversifikasi sumber energi yang bersifat dekarbonisasi. (Yoga)
Tidak Ada Resesi di Amerika
Meski dalam dua kuartal terakhir didera kontraksi ekonomi, penyerapan tenaga kerja di AS justru meningkat. Dalam terminologi Amerika, Negeri Paman Sam itu tidak jatuh ke jurang resesi. Bauran kebijakan bank sentral AS (The Fed) dan pemerintahan Presiden Joe Biden mampu mencegah negeri itu dari resesi. Dalam pada itu, dolar AS kian perkasa terhadap mata uang dunia. Merespons kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin, lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, harga saham di berbagai bursa dunia menguat. “PDB AS hanya turun 0,9% pada kuartal II-2022 secara tahunan. Kontraksi ekonomi yang lebih kecil ini terutama merefleksikan tren naik ekspor AS dan penurunan yang lebih kecil pengeluaran pemerintah federal,” papar Bureau of Economic Analysis AS, Kamis (28/7/2022) waktu setempat. Sementara itu, data lapangan kerja di AS juga masih kuat. Sebagaimana di lansir CNBC, jumlah pekerjaan baru non pertanian (nonfarm payrolls) yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS sebanyak 372.000 pada Juni 2022. Meski sedikit turun dari 390.000 pada Mei 2022, namun angka penganggurannya tetap 3,6% atau sama dengan bulan sebelumnya. (Yetede)
Ekonomi Nasional Konsudif, Bank Mandiri Cetak Kinerja Kinclong
Dalam enam bulan pertama 2022, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan, Bank Mandiri dapat mencatatkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan industri yang sebesar 10,7% secara year on year (yoy) per Juni 2022. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, realisasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri secara konsolidasi per kuartal II-2022 menembus Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22%. Lewat pencapaian tersebut Bank Mandiri juga menjadi bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. “Perbaikan kinerja Bank Mandiri selaras dengan kondisi perekonomian nasional yang masih bertumbuh. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia masih relatif stabil meski diterpa oleh ketidakpastian global,” ujar Darmawan dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank Mandiri Kuartal II-2022 di Jakarta, Kamis (28/7/2022). (Yetede)









