;

PERANG UKRAINA-RUSIA MENGAKSELERASI TRANSISI ENERGI DI EROPA

29 Jul 2022 Kompas
PERANG UKRAINA-RUSIA
MENGAKSELERASI TRANSISI
ENERGI DI EROPA

Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), konsumsi energi Eropa sebagian besar mengandalkan energi fosil. Pada kurun 2009-2019, konsumsi energi fosil menguasai 70 % kebutuhan energi di Eropa, dimana 60 % berupa produk minyak bumi, 8 % batubara, dan 31 % adalah gas alam. Angka ini belum termasuk penggunaan energi listrik yang hampir 50 % bersumber dari pembangkit energi fosil. Artinya, ketergantungan Eropa terhadap energi fosil sangatlah besar, hampir mencapai 80 %. Besarnya konsumsi energi fosil itu menunjukkan bahwa konsumsi energi yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) di Eropa juga terbilang masih minim, yakni 20 %. EBT di kawasan Eropa ini di antaranya berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), angin (PLTB), panas bumi (PLTP), air (PLTA), energi gelombang laut, nuklir (PLTN), sumber limbah, dan biofuel.

Di masa mendatang, pembangkit fosil itu akan terus direduksi kapasitas produksinya dan perlahan-lahan digantikan dengan sumber pembangkit dari EBT. Hal ini sejalan dengan rencana global yang ingin mencapai target emisi nol bersih (NZE) pada 2050. Tingginya ketergantungan impor gas alam dari Rusia disebabkan adanya ketimpangan antara sisi produksi dan konsumsi. Produksi gas alam di Eropa rata-rata per tahun hanya sebesar 226 miliar kubik meter (bcm), tetapi permintaannya mencapai 564 miliar kubik meter (bcm), setiap tahun terjadi defisit permintaan hingga sekitar 338 miliar kubik meter (bcm). Ketergantungan besar itu akhirnya harus dibayar mahal ketika Eropa dan negara-negara NATO melakukan sanksi ekonomi dan embargo impor energi kepada Rusia.

Efek berganda yang ditimbulkan dari kelangkaan suplai energi itu telah diperhitungkan oleh lembaga-lembaga penting di kawasan Eropa seperti OECD dan IEA. Oleh sebab itu, ada sejumlah langkah yang telah dipersiapkan Eropa untuk mereduksi ketergantungan gas alam dari Rusia. Salah satunya dengan substitusi sumber EBT untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Sejumlah alternatif pilihan energi telah direncanakan untuk ditingkatkan produksi energinya secara masif, di antaranya dengan mempercepat penyebaran pembangunan PLTB dan PLTS di sejumlah negara Eropa. Selain itu, juga memaksimalkan pembangkit energi yang rendah emisi CO2, seperti reaktor nuklir, pembangkit bioenergi, serta diversifikasi sumber energi yang bersifat dekarbonisasi. (Yoga)


Tags :
#
Download Aplikasi Labirin :