MENANGKIS IMPAK RESESI AS
Dunia usaha menghadapi ujian berat. Resesi Amerika Serikat (AS) akibat lesatan inflasi yang berbarengan dengan prospek suram ekonomi China, membuat pelaku bisnis harus memutar otak lebih keras guna mempertahankan kinerja positif sepanjang tahun berjalan 2022.Dinamika ekonomi yang melanda dua negara utama di dunia itu berisiko menggerus cuan, terutama yang berkaitan erat dengan aktivitas ekspor. Termutakhir, pada pekan lalu, AS mengonfirmasi koreksi pertumbuhan ekonominya selama dua kuartal berturut-turut. Alhasil, negara adi daya itu kini masuk ke dalam jurang resesi. Perihal kondisi tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan resesi AS dan perlambatan ekonomi China akan menghentak aktivitas perdagangan.
Menurut Menkeu, ada tiga kawasan yang memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi nasional. Selain AS dan China, Eropa juga menjadi salah satu tujuan ekspor utama, sehingga teropong gelap ekonomi Benua Biru juga akan menyengat eksistensi bisnis di Tanah Air.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri, Shinta Widjaja Kamdani mengatakan ekspor Indonesia ke AS akan terkontraksi lantaran pelemahan daya beli masyarakat hingga penutupan bisnis. Hal ini pun menurutnya berdampak pada neraca perdagangan Indonesia, serta penurunan pendapatan eksportir, sehingga pajak yang disetorkan ke negara juga terpangkas.
Tags :
#InflasiPostingan Terkait
Perdagangan AS-China
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023