;

Pertama Kali Target Penerimaan Perpajakan Tembus Rp 2.000 Triliun

Yuniati Turjandini 17 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Penerimaan perpajakan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2023 ditargetkan mencapai Rp 2.016,9 triliun, tumbuh 4,8% dari outlook tahun ini yang sebesar Rp 1.924,9 triliun. Target penerimaanmperpajakan yang tembus lebih dari Rp 2.000 triliun ini merupakan pertama kali dalam sejarah Indonesia Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui, pertumbuhan target penerimaan perpajakantahun depan yang sebesar 4,8% memang tercatat relatif lebih rendah dibandingkan pertumbuhan di tahuntahun sebelumnya. Seperti tahun ini, penerimaan perpajakan diprediksi tumbuh 24,4% dari Rp 1.547,8 triliun pada 2021 menjadi Rp1.924,9 triliun. Bahkan, penerimaan perpajakan pada 2021 yang sebesar Rp 1.547,8 triliun juga tumbuh mencapai 20,4% dibandingkan pada 2019 yang sebesar Rp 1.285,1 triliun. “Tahun 2023 hanya tumbuh 4,8%. Kenapa kami berikan estimasi pertumbuhan yang modest? Karena penerimaan pajak di 2021-2022 ada windfall dari komoditas,” ujar Sri
Muyani dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2023 di Jakarta, Selasa (16/8/2022). (Yetede)

Mahfud MD: Indonesia Ada Karena Pahlawan Ikut Berjuang

Yuniati Turjandini 17 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan Indonesia ada karena para pahlawan ikut berjuang meraih kemerdekaan. "Kita ini ada karena pahlawan ikut berjuang dan mengorbankan jiwa,” kata
Menko Polhukam Mahfud MD usai mengikuti Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangkaian HUT Ke-77 RIdi Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata Jakarta, Rabu (17/8/2022) dini hari. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengatakan sebagai anak bangsa, maka sudah selayaknya masyarakat turut mendoakan dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur. “Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka mengenang para pahlawan,” kata Mahfud.Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan bagian dari rangkaian HUT RI Ke-77. Kegiatan rersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Inspektur Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Tahun 2022 di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (17/8/2022). (Yetede)

2023, Anggaran Dana Desa Naik Jadi Rp 700 T

Yuniati Turjandini 17 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Anggaran Dana Desa dalam RAPBN 2023 mencapai Rp 70 triliun, naik dari outlook 2022 sebesar Rp 67,9 triliun. Hal ini diharapkan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi desa dan nasional di tengah ketidakpastian global. Dana Desa masuk dalam anggaran transfer ke daerah (TKD) yang dalam RAPBN 2023 dipatok Rp 811,7 triliun. Kebijakan transfer ke daerah diarahkan untuk meningkatkan sinergi kebijakan fiskal pusat dan daerah, serta harmonisasi belanja pusat dan daerah. Sejauh ini, belum disebutkan berapa jumlah desa yang akan menerima Dana Desa tahun depan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah desa di Indonesia mencapai 83 ribu tahun 2021. Jika menggunakan data itu, masing-masing desa akan mendapatkanrata-rata Dana Desa Rp 843 juta tahun depan. Pada 2022, jumlah desa penerima dana desa mencapai 74 ribu. Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta penguatan kualitas pengelolaan TKD sejalan dengan implementasi UU Nomor 1 Tahun2022 tentang Hubungan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Anggaran TKD dalam RAPBN 2023 lebih tinggi 1,6% dibandingkan outlook tahun 2022. (Yetede)

Kemenperin Siapkan Strategi Dukung Ekonomi Tambah 5,3% pada 2023

Yuniati Turjandini 17 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pemerintah telah menetapkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,3% pada 2023. Untuk mendukung pencapaian target tersebut dibutuhkan daya ungkit yang optimal dari sektor manufaktur. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyiapkan strategi dalam satu tahun ke depan. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, langkahlangkah prioritas Kemenperin dalam satu tahun ke depan antara lain penambahan komoditas untuk neraca komoditas yang didorong di tahun 2023. “Ini penting untuk menjamin pasokan bahan baku atau bahan penolong dan mendukung nilai tambah dan hilirisasi di dalam negeri,” jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/8). Kedua, perluasan penerima Harga Gas
Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri. Kebijakan HGBT telah terbukti mampu memperkuat resiliensi dan daya saing industri pengguna gas. Ini karena terjadi efisiensi terutama pada biaya operasional dan bahan baku industri pengguna gas. Ketiga, mengintensifkan upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Dalam pidato tadi pagi, Presiden kembali menyampaikan, upaya memprioritaskan penggunaan produk-produk Industri Indonesia dalam belanja APBN, APBD,  dan BUMN akan terus didisiplinkan. (Yetede)

Januari -September Indonesia Surplus Beras 3,73 Juta Ton

Yuniati Turjandini 17 Aug 2022 Investor Daily ( H)

JAKARTA, ID – Pemerintah optimistis Indonesia masih akan surplus beras hingga sebesar 3,73 juta ton pada Januari-September 2022. Pada periode tersebut, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 26,45 juta ton dan konsumsi 22,72 juta ton. Luas panen padi yang bertambah menjadi 8,91 juta hektare (ha) pada Januari-September 2022 menjadi salah satu pendorong terjadinya surplus beras pada periode tersebut. Dari neraca yang sama, produksi beras pada Januari-September 2022 yang sebesar 26,45 juta ton itu jauh lebih baik dari periode yang sama tahun 2021 (26,24 juta ton) dan tahun 2020 (26,25 juta ton). Pada Januari- September 2022, luas panen padi 8,91 juta ha dengan produksi gabah kering giling (GKG) 45,9 juta ton. Lalu pada Januari-September 2021, luas panen padi 8,77 juta ha dan produksi GKG 45,51 juta ton. Sedangkan pada Januari- September 2020, luas panen padi 9,01juta ha dan produksi GKG 45,53 juta ton. “Dalam pembangunan pertanian Indonesia, neraca beras nasional terus mencatatkan surplus,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2023, Selasa (16/8). (Yetede)

Berbagi Inspirasi untuk Memajukan Negeri

Yoga 16 Aug 2022 Kompas (H)

Saat menyambut ulang tahun ke-70 Taman Siswa, medio Juli 1991, pemimpin Keraton Yogyakarta Sultan HB X mengingatkan pentingnya tradisi dan ajaran dari masa lalu. Tidak hanya sebagai cermin, masa lalu juga bisa menjadi inspirasi bagi memajukan negeri pada masa kini, sebagaimana dituangkan dalam buku 70 Tahun Taman Siswa (1992). Jasmerah. ”Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Begitulah pesan Proklamator Ir Soekarno, yang sejalan dengan pesan dari Sultan HB X, yang disampaikan Bung Karno dalam pidatonya pada peringatan HUT RI Ke-21, pada 17 Agustus 1966.

Sejarah, tradisi, atau kearifan lokal bisa menjadi inspirasi sebuah bangsa untuk membangun dirinya. Mewujudkan cita-cita bangsa itu, termasuk Indonesia, terutama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Masa lalu menjadi cermin, agar sambil berjalan ke depan, negeri ini bisa sesekali melihat ke masa lalu dan tidak mengulangi kesalahan nan sama di masa kini. Ajaran masa lalu, yang saat ini masih relevan, seperti gotong royong, Bhinneka Tunggal Ika, sikap guyub dan saling menolong, serta toleran. Berbagi inspirasi untuk memajukan negeri ini juga bias diperoleh dari kesediaan saling belajar  antar warga, bukan hanya dari generasi ke generasi, melainkan juga dari daerah ke daerah.

Selalu ada  “mutiara” di suatu daerah, yang bisa direplikasi di daerah lain untuk mewujudkan kekuatan Indonesia sebagai sebuah bangsa, dan meneguhkan persatuan dan kesatuan untuk memajukan negeri ini. Meskipun tidak mudah, memasuki usia yang ke-77, bangsa ini semakin menunjukkan kematangannya,  bertumbuh dan rakyatnya kian sejahtera, serta daerah terlihat kian mulia, permai, dan bahagia, seperti dituliskan Ki Hadjar Dewantoro dalam karyanya berjudul Keluarga (1937).

Selama 77 tahun merdeka banyak kemajuan yang dinikmati Indonesia. Namun, kesenjangan di bidang ekonomi dan kualitas manusia masih terjadi. Indeks Pembangunan Manusia memperlihatkan kualitas masyarakat di timur Indonesia tertinggal setidaknya satu dekade dari masyarakat di kawasan barat. Geliat usaha rakyat dan pembangunan infrastruktur untuk menyejahterakan rakyat adalah kisah lain untuk mewujudkan mimpi warga di daerah lain. HUT Kemerdekaan Ke-77 Indonesia adalah cerita berbagi inspirasi. (Yoga)


Arti Kemerdekaan dari Sepotong Ubi

Yoga 16 Aug 2022 Kompas

Rabu (13/7/2022) pagi, Dorkas Nauw (42) mantap berdagang di Distrik Ayamaru Utara, satu dari 24 distrik di Maybrat. Dia menumpuk keladi dan petatas. Satu tumpukan terdiri atas 8-10 umbi. Dia menjualnya Rp 50.000 per tumpuk. Semua hasil kebun sendiri. Selain dikonsumsi bersama keluarga, Dorkas mengatakan, umbi miliknya sengaja dijual, 5 kali seminggu. ”Saya bisa dapat Rp 300.000-Rp 600.000 per sekali jualan,” kata Dorkas. Walau bukan jumlah besar, Dorkas sudah cukup bahagia. Selain membeli lauk-pauk, dia dapat menyisihkan sebagian untuk sekolah anaknya. Ibu empat anak ini yakin pendidikan adalah investasi berharga bagi anak-anaknya kelak. Terbukti, anak sulungnya baru saja lulus seleksi menjadi anggota TNI di Sorong. Semua biaya pendidikannya didanai lewat berjualan umbi, bahan makanan pokok khas tanah Papua

Ice Kambuaya (43), penjual lainnya, juga berharap banyak dari keladi. Siang itu, dia berharap sekarung keladinya laku Rp 200.000-Rp 300.000. Dengan itu, ia dapat menyisihkan setengahnya untuk pendidikan empat anaknya. Siang itu, semangat Ice untuk berjualan berlipat. Selin (9), anak bungsunya, ikut menemani berjualan. Ice menawarkan keladi, Selin tekun mengerjakan tugas sekolah. ”Mau jadi polisi. Mama bilang rajin belajar,” katanya. Peneliti di Pusat Studi Melanesia Universitas Muhammadiyah Sorong, Bustamin Wahid, mengatakan, warga Maybrat relatif lebih paham pentingnya pendidikan.Tinggal tidak jauh dari Sorong, sekitar 174 km, ikut membuka wawasan mereka. Pendidikan adalah investasi masa depan. Salah satu andalan mewujudkan itu dilakukan dengan memanfaatkan hasil alam, salah satunya menanam dan menjual umbi. (Yoga)


Senyuman Manis dari Pelayaran Perintis

Yoga 16 Aug 2022 Kompas

Lasarus Mabala (36) turun dari KM Sabuk Nusantara 67 di Pelabuhan Pulau Lirang, Maluku Barat Daya, Maluku, Minggu (7/8) pagi. Belum sepekan pergi menggunakan kapal perintis itu, ia sudah kembali lagi ke pulau terluar itu, hanya beberapa mil laut jaraknya dari Timor Leste. ”Lima tahun lalu paling cepat satu bulan sekali ada kapal yang singgah di Lirang. Semakin ke sini, kapal semakin lancar, satu minggu bisa dua kali,” tutur Lasarus. Selasa (2/8) pagi, ia membawa setengah ton rumput laut kering menggunakan kapal itu dari Lirang ke Kota Kupang. Lasarus memilih mendatangi langsung pembeli agar bisa mendapatkan harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan pengepul di Lirang, Rp 30.000 per kg. Sebelumnya, rumput laut diborong pengepul yang datang dengan kapal sendiri ke Lirang dan pulau-pulau kecil lainnya  dengan harga sangat murah. Selisih dengan harga di Kupang Rp 10.000 per kg. ”Sekarang beda. Tinggal telepon pembeli untuk tanya harga. Tunggu kapal perintis datang langsung angkut,” ujarnya tersenyum bahagia.

Berada di ujung timur negeri, sebagian besar dari 1.000 warga Pulau Lirang adalah nelayan perikanan tangkap dan pembudidaya rumput laut. Selama satu bulan terakhir, 22,4 ton rumput laut diangkut dengan kapal perintis ke Kupang. Dengan harga jual Rp 30.000 per kg, uang yang berputar dari usaha ini mencapai Rp 672 juta. Rumput laut juga diolah warga Pulau Luang, masih di Maluku Barat Daya. Pulau dengan  penduduk kurang dari 1.000 itu pun mengandalkan hidup dari hasil laut. Pengiriman rumput laut dari Luang bahkan lebih dua kali lipat dibandingkan dengan Lirang. Selain itu, volume ikan asin dari sana jumlahnya berton-ton.

Frans Dahaklory (45), warga Pulau Kisar, memanfaatkan pelayaran perintis untuk usaha peternakan ayam pedaging. Pada Jumat (5/8), ia membawa 300 anak ayam dari Kupang untuk dikembangkan di Kisar. Setelah dua bulan, ayam bisa dijual Rp 70.000-Rp 100.000 per ekor. Ia mengatakan bisa meraup keuntungan bersih hingga Rp 10 juta per bulan dengan berbisnis ayam pedaging. Kebutuhan ayam pedaging di Kisar meningkat seiring semakin tingginya kebutuhan warga. Dia mencontohkan kini bisa memenuhi pasokan acara keagamaan, upacara adat, kematian, kegiatan pemerintahan, dan suplai ke rumah makan. Dua tahun sebelumnya, hal itu nyaris mustahil karena keterbatasan akses transportasi.

Nakhoda KM Sabuk Nusantara 67, Petrus Parapaga, menuturkan, pelayaran perintis menjadi tulang punggung warga di daerah terluar dan terpencil. Kapal mengangkut hasil komoditas warga ke kota. Dari kawasan perkotaan, kapal membawa barang kebutuhan pokok. Dalam satu tahun, ada 24 kali perjalanan pada rute yang sama, pergi-pulang. Warga yang sakit juga mengandalkan kapal perintis untuk dibawa ke rumah sakit di kota. Tak ada pelayaran lain. Jika menggunakan speedboat, ongkos sewa paling murah Rp 10 juta per perjalanan. (Yoga)


KONEKTIVITAS LAUT, Harapan Besar Warga Indonesia Timur Terus Sejahtera dari Tol Laut

Yoga 16 Aug 2022 Kompas

Kehadiran tol laut menjadi harapan warga di timur Indonesia untuk sejahtera. Akhir Juli 2022, kapal tol laut dari Surabaya, Jatim, menyinggahi Pulau Kisar, Maluku Barat Daya, Maluku. Di antara ratusan ton barang yang diturunkan, 20 ton di antaranya pesanan BUMDes Abusur, yang akan dipasarkan kepada warga setempat, berupa kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula pasir, minyak, dan tepung terigu, yang diisi dalam sebuah peti kemas ukuran 20 feet. ”Ongkos satu container yang diangkut kapal tol laut Rp 7,5 juta. Kalau pakai kapal kargo swasta, harus bayar Rp 14 juta. Hampir dua kali lipat,” kata Friets Manaha, pengurus BUMDes Abusur.

Kapal tol laut merupakan angkutan yang disubsidi pemerintah pusat lewat Kemenhub, dengan tujuan menekan disparitas harga di daerah terpencil, pedalaman, pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan. Harga barang di daerah itu biasanya sangat mahal apabila dibandingkan dengan harga di daerah produksi. Tol laut adalah program unggulan Presiden Jokowi yang mulai dijalankan awal 2016. Hingga kini tol laut beroperasi dari sejumlah pelabuhan seperti Tanjung Priok, Jakarta, dan Tanjung Perak, Surabaya.  Setidaknya 186 rumah tangga di Desa Abusur menikmati manfaat tol laut. Mereka mendapat barang dengan harga lebih murah.

Sementara di beberapa pulau lain yang disinggahi tol laut, warganya memanfaatkan bukan hanya untuk pengiriman barang kebutuhan pokok dari Pulau Jawa. Saat kapal kembali, mereka menaikkan komoditas lokal seperti kopra, jambu mete, rumput laut, dan ikan. Tujuannya agar mendapatkan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan menjual kepada pengepul lokal. ”Di Surabaya, harga kopra Rp 12.000 per kg. Kalau jual di Saumlaki (Kepulauan Tanimbar), Rp 6.000 per kg. Ada pengusaha bersedia kerja sama dengan petani untuk mengangkut kopra. Kami bisa dapat harga jual lebih tinggi dan kian semangat untuk kerja kopra,” ucap Mundus Sarbunan (45), petani kopra Pulau Selaru, 2 jam perjalanan kapal laut dari Saumlaki. (Yoga)


Cerita Bahagia Para Penangkap Tuna

Yoga 16 Aug 2022 Kompas

Penimbangan Arrafif milik Muhlis Lastori (31) di Desa Sangowo, Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (27/7) meski sederhana, merupakan sumber penghidupan Muhlis, dua tahun terakhir. Dia adalah penerima tuna tangkapan nelayan setempat unuk disetor ke PT Harta Samudera di kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai, di Desa Daeo Majiko, Morotai Selatan, 10 km dari Sangowo. Ada 10 perahu yang biasa setor tangkapan kepada Muhlis. Saat bukan musimnya seperti sekarang, Muhlis hanya menerima 15 tuna seberat 300 kg. Saat musim tuna, ia bisa menerima 1.000-2.000 kg per hari. Musim tuna berlangsung tujuh bulan dalam setahun, yakni Januari-April dan Oktober-Desember. Nelayan Sangowo dan Morotai kerap melaut seharian (one day fishing) dengan perahu di bawah 3 GT.

Firman salah seorang nelayan, hari itu mendapatkan lima ekor tuna berbobot 11-19 kg. Biasanya, dia bisa mendapat dua atau tiga kali lipat lebih banyak. Dengan harga tuna Rp 17.000 per kg, Firman mengantongi Rp 1,3 juta. Firman hanya satu dari 700 nelayan Sangowo dan dari sekitar 3.000 nelayan di Morotai, yang tersebar di sisi timur hingga utara Pulau Morotai, seperti Daeo Majiko sampai Bere-bere di Kecamatan Morotai Timur. Menurut Nahrul (50), nelayan lainnya, nelayan tuna bisa mendapat Rp 10 juta per bulan. Mereka lebih sejahtera dari nelayan ikan lainnya. Sebagian tuna dijual ke PT Harta Samudera yang ada di Morotai. Namun, ada juga yang menjual ke Ternate dan Bitung di Sulawesi Utara demi harga tertinggi.

Kepala Cabang PT Harta Samudera I Made Malihartadana mengatakan, perusahaan pengolahan ikannya beroperasi sejak 2018. Dia punya 14 titik pemasok di Morotai. Dari sana, tuna diekspor dalam bentuk loin ke Vietnam melalui Surabaya. ”Setiap tahun, rata-rata ada 25-30 kontainer atau antara 300-360 ton loin ke Vietnam,” ujarnya. Malihartadana menilai, potensi itu masih terbuka lebar dan dibutuhkan beragam cara untuk memacunya, seperti peningkatan ukuran kapal, lama pencarian di laut, hingga luas lokasi pencarian. Penanggung Jawab SKPT Morotai Mahli Aweng mengatakan, potensi penangkapan tuna di Morotai belum ideal karena ukuran kapal relatif kecil.

Sandra Tjan dari Indonesia Locally Managed Marine Area mengatakan, produktivitas nelayan mesti ditingkatkan. Koperasi-koperasi mati dihidupkan kembali, termasuk BUMDes yang banyak tersebar di  Morotai. ”BUMDes itu mesti didorong untuk menyedot ikan dari nelayan. Tak hanya tuna untuk dikelola  dan dikembangkan, tapi juga ikan lain sehingga pada akhirnya kesejahteraan nelayan akan meningkat,” ujarnya. Saat akses pasar ekspor terbuka, kesejahteraan nelayan semakin terang. Namun, keterbatasan sarana membuat potensi belum optimal. Literasi keuangan juga dibutuhkan sehingga nelayan makin sejahtera. (Yoga)


Pilihan Editor