Warga Super Kaya Amankan Kekayaan
Ancaman krisis ekonomi global membuat para warga super kaya Asia bergegas mengamankan kekayaan. Kelompok ini sangat khawatir akan efek pertarungan geopolitik yang bisa mengacaukan perekonomian. Untuk itu, mereka menghindari jenis-jenis investasi berisiko dan memilih aset-aset yang relatif kebal terhadap gejolak. Warga super kaya Asia Pasifik (APAC) kategori high net worth individuals (HNWI), pemilik kekayaan bersih di atas satu juta USD, memfavoritkan aset yang lebih aman ketimbang saham dan kripto. Hal itu terungkap dari studi Lombard Odier, bank privat Swiss, terhadap 450 investor HNWI APAC (Bloomberg, 7 September 2022). Lombard Odier, pengelola kekayaan 363 miliar dollar AS, menyurvei HNWI Singapura, Hong Kong, Jepang, Thailand, Filipina, Indonesia, Taiwan, dan Australia periode Mei- Juni 2022. HNWI APAC sedang menghindari aset digital, seperti mata uang kripto, yang terbukti volatil dan beralih ke aset-aset lebih aman, seperti uang tunai dan emas.
”Investor APAC kini lebih konservatif dalam merancang investasi portofolio serta melakukan diversifikasi investasi hingga di luar pasar lokal,” kata Vincent Magnenat, Kepala Divisi Asia Lombard Odier. ”Di atas itu semua pemikiran tentang risiko dan pengelolaan kekayaan menjadi prioritas.” Kemerosotan saham teknologi dan inflasi yang melonjak diikuti kenaikan suku bunga telah menurunkan 1,4 triliun USD kekayaan 500 orang terkaya di dunia pada semester pertama 2022, menurut Bloomberg Billionaires Index. Hal ini menjadi perhatian para HNWI APAC. Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar dunia, Bridgewater Associates, berargumentasi, penyimpanan kekayaan dalam bentuk uang tunai adalah ”trash” sehubungan dengan naiknya inflasi. Hal itu memerosotkan nilai uang. (Yoga)
Bantuan Subsidi Upah untuk Siapa?
Untuk kali ketiga, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi upah atau BSU. Kebijakan yang dikenalkan pada masa pandemi Covid-19 itu kini jadi salah satu instrumen bantuan sosial untuk meredam dampak kenaikan harga BBM dan inflasi terhadap daya beli pekerja. Di saat krisis, tak dimungkiri, bantuan tunai yang diserahkan langsung ke rekening pekerja ini diperlukan. Setidaknya untuk meredam dampak krisis jangka pendek. Persoalannya, bantuan seperti itu baru akan efektif jika jatuh ke tangan yang tepat, yaitu masyarakat yang paling rentan terdampak guncangan ekonomi. Sementara itu, untuk ketiga kalinya, BSU hanya bisa dinikmati secara eksklusif oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), padahal masih banyak pekerja formal yang belum terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek. Sampai akhir 2021, jumlah pekerja yang terlindungi jamsostek hanya 32,67 % dari total 93,8 juta pekerja di Indonesia yang berhak mendapat jaminan sosial.
Kenyataannya, pekerja sulit berkutik jika perusahaan tidak mendaftarkannya di BP Jamsostek sesuai dengan kewajiban. Apalagi, jika perusahaan bersangkutan tidak memiliki serikat pekerja yang memungkinkan pekerja memperjuangkan haknya secara kolektif. Data BP Jamsostek memang cara paling aman dan cepat. Namun, selama belum ada pembenahan cakupan kepesertaan BP Jamsostek, pemerintah perlu membuat acuan basis data (database) ketenagakerjaan yang lebih komprehensif, mutakhir, dan dapat diandalkan. Ada beberapa mekanisme yang bisa ditegakkan untuk kebutuhan itu, misalnya melalui sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP). Namun, implementasi sistem itu jauh dari ideal. Pada akhir Mei 2022, jumlah perusahaan yang lapor baru 1,9 % dari total 26,7 juta perusahaan yang tercatat dalam Sensus Ekonomi 2017. (Yoga)
Presidensi G20,Komitmen Dana Perantara Keuangan untuk Pandemi Diperkuat
Dewan Pengelola Dana Perantara Keuangan (Financial Intermediary Fund/FIF) untuk Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons Pandemi (Pandemic Prevention, Preparedness and Response/PPR) telah menyelenggarakan rapat perdana untuk menutup kesenjangan global dalam penerapan peraturan kesehatan internasional. Keyakinan potensi pengembangan organisasi ini meluas, tercermin dari kontribusi negara di luar G20 serta organisasi filantropi. Dalam rapat FIF untuk PPR yang berlangsung secara virtual pada tanggal 8-9 September 2022 tersebut, turut hadir, Menkeu Sri Mulyani, Presiden Grup Bank Dunia David Malpass, dan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Dalam keterangan tertulisnya, Sri Mulyani menuturkan, selain negara anggota G20, negara non-anggota serta para lembaga donor telah berkomitmen untuk memperkuat kehadiran FIF. Dewan ini dibentuk bertujuan untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dalam memperkuat upaya membangun pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap pandemi yang juga akan melengkapi upaya berbagai lembaga pembiayaan yang ada, dengan fleksibilitas untuk bekerja melalui berbagai lembaga pelaksana.
Sri Mulyani menambahkan, kontribusi resmi dari FIF atas pengumpulan dana untuk PPR yang sudah tercatat sejauh ini berjumlah sekitar 1,4 miliar USD. Indonesia akan berposisi tidak hanya sebagai donor, tetapi juga dapat berposisi sebagai penerima dana. Presiden Grup Bank Dunia David Malpass menegaskan adanya komitmen kuat dari para negara dan lembaga donor berdaulat dan dalam memperkuat pendanaan. FIF fokus untuk melengkapi upaya dalam menyediakan pembiayaan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan merespons situasi pandemi. Menteri Keuangan 2013-2014, Muhammad Chatib Basri, terpilih sebagai Co-chairs atau Ketua Dewan Pengelola FIF untuk PPR bersama Menkes Rwanda Daniel Ngajime. (Yoga)
Mendadak ”Quiet Quitting”
Istilah quiet quitting atau ”berhenti diam-diam” belakangan viral setelah seorang Tiktoker asal Amerika Serikat, @zkchilin, kini @zaidleppelin, mengunggah video yang mengatakan ”Quiet quitting, quitting the idea of going above and beyond at work. Work is not your life. Your worth is not defined by your productive output.” Banyak pengguna Tiktok membagikan pengalaman mereka sebagai tanggapan atas video yang diunggah pertengahan Juli 2022 itu. Tagar #quietquitting memperoleh lebih dari 8 juta penonton di platform Tiktok. Time dalam artikel ”Employees Say ‘Quiet Quitting’ Is Just Setting Boundaries. Companies Fear Long-Term Effects (23/8)” menyebut, ”berhenti diam-diam” merupakan konsep untuk tidak lagi bekerja melampaui batas dan hanya melakukan apa yang diminta sesuai deskripsi pekerjaan. Berbagai dugaan penyebab viralnya istilah itu muncul. Presiden dan CEO Society for Human Resource Management, komunitas praktisi manajemen SDM, Johnny C Taylor Jr, misalnya, menduga penyebabnya adalah pekerjaan jarak jauh telah menyebabkan kelelahan parah dan kelelahan Zoom.
Laporan Deloitte dalam Global Gen Z and Millenial Survey 2022 menunjukkan, ada perbedaan cara pandang antara pekerja generasi baby boomers, generasi X, dan generasi lebih muda. Generasi lebih muda cenderung memprioritaskan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik dibandingkan dengan generasi terdahulu. Sementara itu, Harvard Business Review (HBR) dengan tegas mengatakan ”berhenti diam-diam” bukanlah istilah baru di dunia kerja. Dalam artikel ”Quiet Quitting Is About Bad Bosses, Not Bad Employees” (31/8/2022) disebut ”berhenti diam-diam” adalah nama baru untuk perilaku lama. Dalam artikel itu disebut, banyak orang, pada titik tertentu dalam kariernya, telah bekerja untuk seorang manajer yang mendorong mereka ”berhenti secara diam-diam”. Ini berasal dari perasaan diremehkan dan tidak dihargai, yang mungkin para manajer itu ber sikap bias atau mereka terlibat dalam perilaku yang tak pantas.
Dalam konteks Indonesia, Managing Director PT Headhunter Indonesia Haryo Utomo Suryomarto, saat dihubungi Minggu (11/9) di Jakarta, berpendapat, sudah sejak lama istilah ”berhenti diam-diam” muncul. Istilah terdahulu ialah karyawan terlepas (disengaged employees). Jika merujuk survei konsultan tempat kerja ”Gallup” tahun 2013, disengaged employees di Indonesia mencapai 77 %. Berdasarkan survei Headhunter Indonesia lima tahun terakhir, angka disengaged employees mencapai setengah total karyawan. (Yoga)
Permudah Akses IKM ke Bahan Baku
Di tengah gangguan rantai pasok dunia, industri kecil dan menengah atau IKM menghadapi tantangan lebih berat untuk mendapat bahan baku dibandingkan dengan industri berskala besar dan sedang. Peran Pusat Penyedia Bahan Baku perlu dioptimalkan untuk mempermudah akses bahan baku dan penolong bagi IKM. Kemenperin mencatat, biaya bahan baku dan penolong memainkan peran terbesar, baik untuk IKM maupun industri besar dan sedang (IBS). Di IKM, biaya bahan baku/penolong mencapai 57,31 % total biaya produksi, sementara di IBS mencapai 75 % biaya produksi. ”Pelaku IKM sering kesulitan mendapat bahan baku, yang beberapa tidak tersedia di dalam negeri. Di sisi lain, mereka juga belum mampu impor sendiri,” kata Dirjen IKM dan Aneka Kemenperin Reni Yanita, Sabtu (10/9). (Yoga)
Pariwisata, Kala Musik dan Olahraga Berpadu di Atas Awan...
Suara merdu penyanyi Trie Utami (Iik) mengentak kawasan puncak Bromo, Jawa Timur, Sabtu (10/9) malam, menghangatkan suasana malam Konser Musik Xtravaganza persembahan Plataran Bromo. Malam itu, hujan rintik-rintik berselimutkan halimun. Ada pula Syaharani dan sederet penyanyi lokal, seperti Roselyn, Stefani, dan Iksan Skuter, yang turut memeriahkan konser ”di atas awan” itu. Digelar di Amphitheater Plataran Bromo, sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl), suara para penyanyi menghanyutkan hingga membuat penonton ikut bersenandung.
Pendiri dan CEO Plataran Indonesia Yozua Makes mengatakan, dalam konser musik kali ini, tema yang diusung adalah perubahan iklim dunia. Tema ini dirajut dan digabungkan dengan musik dan olahraga. lataran Bromo Xtravaganza merupakan perhelatan akbar yang secara rutin digelar Plataran Indonesia sejak 2019. Kali ini, Plataran Bromo Xtravaganza digelar bersamaan dengan Bromo Marathon yang memasuki tahun ke-8 dan vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Perhelatan pada 10-11 September 2022 ini menggabungkan pentas budaya dan musik berskala nasional, baik luring maupun virtual, yang dipadukan dengan maraton yang menantang sampai ke easy walk yang menyenangkan. Acara dilangsungkan di Plataran Bromo Resort and Venue.
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak menyebutkan, acara seperti Bromo Xtravaganza dan Bromo Marathon bisa menjadi modal memutar kembali roda perekonomian. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, Bromo Xtravaganza melengkapi Bromo Marathon. Tidak hanya memanjakan pelari dengan pemandangan Bromo, tetapi juga menonjolkan budaya local dan hiburan yang memanggungkan artis local. (Yoga)
Ekonomi Indonesia Tetap Ekspansi
JAKARTA, ID – Meski digempur inflasi tinggi, lonjakan suku bunga, dan kontraksi ekonomi global, Indonesia tetap dalam jalur ekspansi. Investasi langsung meningkat tajam dalam tiga kuartal terakhir dan dana investasi portofolio asing terus mengalir. Pembelian bersih asing di bursa saham di Indonesia melesat di atas Rp 70 triliun. Selain itu, fungsi intermediasi mulai pulih dengan pertumbuhan kredit perbankan kembali ke zona double digit. Meskipun demikian, sejumlah upaya ekstra (extra efforts) harus dilakukan agar momentum ekspansi itu tidak cepat berlalu. Upaya itu adalah pendalaman pasar keuangan, menjamin kepastian berusaha melalui kebijakan sektoral dan struktural, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan berbagai kondisi ekonomi, termasuk inflasi. Bahkan, bila perlu, stimulus ekonomi yang bersifat produktif tetap diberikan. Ini semua perlu dilakukan mengingat gempuran hiperinflasi masih ada dan ekonomi dunia masih dalam tren melemah. (Yetede)
Vale Indonesia Garap Proyek Jumbo Rp 127 Triliun
JAKARTA, ID – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menggarap tiga proyek besar senilai total US$ 8,6 miliar atau setara Rp 127,54 triliun. Ketiga proyek tersebut adalah smelter nikel Bahodopi di Sulawesi Tengah senilai US$ 2,3 miliar, smelter nikel Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan senilai US$ 1,8 miliar, dan smelter Pomalaa di Sulawesi Tenggara sebesar US$ 4,5 miliar. Manajemen Vale Indonesia dalam materi paparan publik yang dikutip Minggu (11/9/2022) mengungkapkan, smelter nikel Bahodopi akan menghasilkan 73 ribu ton nikel dalam FeNi. Proyek yang diperkirakan menghabiskan investasi US$ 2,3 miliar tersebut untuk fasilitas pengolahan nikel Reduction Kiln-Electric Furnace (RKEF) dan tambang. Pengerjaan proyek berlangsung pada 2022- 2025. Di proyek Bahodopi, perseroan akan bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok Taiyuan Iron & Steel (Group) Co Ltd (Tisco) dan Shandong Xinhai Technology Co Ltd (Xinhai). “Tahun ini menjadi tahun yang bersejarah, dan menjadi fase yang penting antara perseroan, Xinhai, dan Tisco, dengan disepakatinya penandatanganan perjanjian investasi Blok Bahodopi. Pekerjaan di lapangan bisa dipercepat dan diharapkan segera rampung pada tahun 2025 sesuai dengan kontrak karya,” kata Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy dalam acara penandatanganan kerja sama dan investasi untuk proyek Blok Bahodopi di Jakarta, pekan lalu. (Yetede)
Agustus, Kredit Konsumer BNI Melesat 12,6%
JAKARTA, ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang membaik di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global. Hal ini tercermin dari kinerja kredit konsumer BNI per Agustus 2022 yang meningkat 12,6% secara year on year (yoy). Per Agustus 2022 kredit konsumer BNI tumbuh sekitar 12,6% (yoy). Kinerja KPR (kredit pemilikan rumah) BNI tumbuh di kisaran 6,9% (yoy),” kata Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Corina mengungkapkan bahwa tren permintaan KPR akan terus ada, mengingat backlog yang masih tinggi. Saat ini suku bunga global semakin tinggi yang mulai diikuti oleh Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%. Selain itu, inflasi yang merangkak naik juga akan memengaruhi bisnis KPR. “Industri KPR diproyeksikan tetap tumbuh namun cenderung stagnan, dengan kenaikan inflasi yang berdampak terhadap menurunnya kemampuan beli masyarakat, termasuk di sektor properti,” tutur Corina. (Yetede)









