Laju Kencang Kredit Sindikasi
Menjelang penghujung kuartal III/2022, pembiayaan sindikasi yang disalurkan oleh bank dan lembaga keuangan di Indonesia rupanya masih terus melaju. Kick off sejumlah proyek-proyek berskala besar dan tren kenaikan harga energi serta komoditas, diramalkan menjadi pendongkrak permintaan kredit bernilai jumbo itu. Data termutakhir menunjukkan, hingga pekan kedua September 2022, nilai pembiayaan secara sindikasi mencapai US$16,61 miliar. Jumlah itu mendekati capaian pada periode yang sama 2021 yang tercatat US$17,13 miliar. Adapun sektor usaha yang dominan dalam penyaluran kredit secara sindikasi di antaranya perkebunan, energi, telekomunikasi, infrastruktur jalan tol, dan multifinance. Perihal laju kencang penyaluran pembiayaan sindikasi, Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa permintaan sindikasi terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi dan tren kenaikan harga energi dan komoditas, termasuk operasional proyek-proyek besar. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rudi As Aturridha menyatakan peningkatan pembiayaan sindikasi di Indonesia menunjukan respons pasar yang positif dan kepercayaan dari para investor terhadap ekonomi yang stabil dan bertumbuh.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023