Emiten Siap Jalankan Aturan Stock Split
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan beleid khusus yang mengatur pemecahan saham (stock split) dan penggabungan saham (reverse stock split) oleh perusahaan terbuka. Sejumlah emiten yang telah dan akan menggelar aksi korporasi itu menyambut aturan tersebut.
Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani Maulana Mulia berharap, penerbitan POJK ini bisa mendukung efisiensi proses stock split atau reverse stock POJK ini juga memberi penekanan tanggung jawab BEI dalam mengelola kegiatan emiten. "OJK dan BEI sebagai regulator punya kepentingan yang sama untuk menunjang pertumbuhan pasar modal Indonesia, sekaligus tetap memberikan perlindungan baik bagi emiten dan juga investor," ujar Bani, Jumat (9/9).
JSMR Berharap Meraih Sokongan Dana INA
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berharap bisa mendapatkan kucuran dana dari Indonesia Investment Authority (INA) untuk proyek jalan tol. Sebelumnya INA sudah membenamkan dana kepada PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di proyek jalan tol. Kesepakatan penyelesaian transaksi untuk Grup WSKT ditujukan untuk dua ruas Jalan Tol Trans Jawa, yakni Jalan Tol Kanci-Pejagan dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Adapun total dana investasi yang digelontorkan INA untuk dua proyek jalan tol tersebut adalah sebesar Rp 5,8 triliun.
Gerak Gesit Pelindo Pascamerger
Lama sandar kapal di dermaga pelabuhan alias port stay yang makin singkat juga berimbas pada penghematan bahan bakar. Dampak merger empat Pelindo yang dimulai sejak 1 Oktober 2021 terhadap efisiensi logistik dan rantai pasok mulai terlihat. Kecepatan bongkar muat peti kemas terakselerasi. Lama sandar kapal di dermaga pelabuhan alias port stay yang makin singkat juga berimbas pada penghematan bahan bakar. Keadaan ini membuat gerak seluruh pelabuhan utama Pelindo menjadi lebih gesit dan efisien. Jika efisiensi kinerja pelabuhan peti kemas dapat dipertahankan, arus barang dan komoditas akan semakin lancar sehingga biaya logistik yang selama ini menjadi masalah berulang-ulang bisa ditekan. Dari biaya logistik sebesar 23,5% terhadap produk domestik bruto—lebih tinggi dari Malaysia dan Thailand—pelabuhan dan pelayaran selama ini menyumbang 2,8%. Performa Pelindo yang makin membaik pascamerger misalnya terlihat dari produktivitas bongkar muat peti kemas di IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang tahun ini meningkat menjadi rata-rata 55 boxes per ship per hour (BSH) di terminal internasional dan 40 BSH di terminal domestik. Di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, produktivitas bongkar muat peti kemas rerata 35—40 BSH, melampaui target 30 BSH. Sebelum merger, produktivitas di Terminal Nilam hanya 20—25 BSH.
Menggenggam Pasar Global Dengan Industri Halal
Laporan The State of Global Islamic Economic Report pada 2020 – 2021 menyebutkan bahwa umat muslim dunia membelanjakan lebih dari US$2,02 triliun atau setara Rp29.000 triliun untuk kebutuhan produk makanan, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan sektor syariah lainnya. Pasar yang demikian besar mendorong pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat industri halal dunia. Mengutip pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah saat ini, menyebut, salah satu faktor yang mendukung Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah dunia adalah fakta bahwa Indonesia merupakan net exporter produk makanan halal dan fesyen dengan total nilai ekspor masing-masing mencapai US$22,5 miliar US$10,5 miliar. Wapres juga mengatakan, konsep ekonomi syariah bersifat universal dan inklusif, bahkan telah menjadi pilihan kebutuhan hidup masyarakat. Kondisi tersebut merupakan cerminan bahwa terdapat ruang dan peluang bagi Indonesia untuk mampu memenuhi kebutuhan domestik yang begitu besar sekaligus menggaet pangsa perdagangan produk halal di tingkat global. Saat ini merupakan momentum yang tepat menjadikan industri halal sebagai sumber mesin pertumbuhan ekonomi baru, dengan mendorong para pelaku industri dalam negeri menjadikan standar halal sebagai bagian dari strategi untuk meraih pangsa pasar produk halal di dalam dan luar negeri.
Efisiensi Logistik: Proyek Patimban Terus Melaju
Pembangunan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, akan berlanjut ke tahap berikutnya, termasuk perluasan terminal kendaraan, dengan nilai investasi Rp9,5 triliun. Selain perluasan terminal kendaraan, proyek yang masuk dalam tahap I-2 itu juga mencakup perluasan terminal peti kemas. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban Yan Prastomo Ardi mengatakan tahap I-1 (paket 1-4) sudah rampung. Tahap itu terdiri atas terminal peti kemas seluas 35 hektare (ha) dengan kapasitas 250.000 TEUs dan terminal kendaraan 25 ha dengan kapasitas 218.000 CBU. Adapun, fase I-2 akan dibangun selama 2022-2024. “Tahap ini akan terbagi menjadi dua paket, yaitu paket 5 dan 6. Pada paket 5 akan membangun terminal kendaraan dan paket 6 akan membangun terminal kontainer,” jelas Yan kepada Tim Jelajah Pelabuhan 2022 Bisnis Indonesia, Kamis (8/9). Lebih lanjut saat ini, Yan mengaku fokus operasional pelabuhan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir 2020 itu adalah pengiriman kendaraan, baik ekspor maupun impor. Dia meyakini daya tarik Patimban akan meningkat seiring dengan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Tol Cipali dengan jalan akses Patimban yang akan dimulai akhir 2022. Optimalisasi Pelabuhan Patimban pada akhirnya dapat mengefisienkan biaya ekspor produk Indonesia. “Diharapkan kapal-kapal besar bisa masuk sejalan dengan terbangunnya jalan tol,” katanya.
Potensi Bisnis : Dari Pasar Lokal ke Perhelatan Global
Dua UMKM lokal, yaitu Kopi Titik Temu dan Batik Asmara Butik terpilih mengikuti perhelatan Digital Innovation Network (DIN) sebagai rangkaian dari Presidensi G20. Dalam perhelatan tersebut, Titik Temu menyajikan kopi serta camilan khas Indonesia bagi para delegasi internasional dari 20 negara Titik Temu merupakan usaha kopi yang didirikan oleh Joseph Erwin bersama 14 rekannya yang lain pada 2014. Pertemuan Joseph Erwin atau akrab disapa Joseph, melahirkan ide untuk memulai bisnis kopi di Pulau Bali, pusat destinasi wisata mancanegara yang ada di Indonesia. Produk unggulan yang ditawarkan adalah minuman berbasis kopi arabika berkualitas. Didukung dengan ambience dan lokasi yang strategis, tawaran makanan serta hiburan yang terus berevolusi tiap tahunnya, Titik Temu hadirkan pengalaman kedai kopi yang berbeda. Walaupun pertumbuhan bisnis kopi berkembang pesat, dalam perjalanannya Titik Temu juga menemukan tantangan tersendiri. Pandemi menghantam bisnis Titik Temu dengan cukup hebat. Ketika semua bisnis berbondong-bondong untuk banting setir ke sejumlah kanal penjualan online, opsi ini dirasa kurang pas oleh Joseph.
Selain Titik Temu, UMKM lainnya yang dibawa ke perhelatan internasional tersebut adalah Batik Asmara Butik yang menghadirkan souvenir berupa scarf batik kepada para delegasi internasional dari dua puluh negara. Keunggulan dari Batik Asmara Butik adalah mereka menggunakan fabric printing yang memiliki water recycling system, sehingga mengurangi waste footprint berupa limbah air kotor ke sungai. Selama pandemi, Asmara Butik dihadapkan pada tantangan produksi ketika fluktuasi jumlah permintaan terjadi. UMKM itu juga menggunakan aplikasi Moka untuk membantu memantau dan menghitung kebutuhan stok, distribusi, dan transaksi penjualan secara real time, sekaligus mempermudah operasional usaha yang sebelumnya masih manual.Kompas Travel Fair, Pemerintah Dorong Desa Wisata Lestari
Pemerintah melalui Kemendes PDTT mendorong agar pengembangan desa wisata dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan kelestarian lingkungan. Strategi ini diyakini akan membuat desa wisata bertahan dalam jangka panjang sehingga kesejahteraan masyarakatnya dapat terus meningkat. ”Terbangunnya desa wisata bukanlah tujuan, tetapi bagaimana itu bisa berdampak ke masyarakat dan lingkungan desa,” kata Menteri Desa, PDTT Abdul Halim Iskandar saat membuka Kompas Travel Fair 2022, Jumat (9/9) di JCC, Senayan, Jakarta. Kompas Travel Fair 2022 berlangsung pada 9-11 September 2022. Pameran produk dan kebutuhan perjalanan ini diikuti 76 ekshibitor. Mereka berasal dari agen perjalanan konvensional, agen perjalanan untuk wisata halal, dan maskapai penerbangan. Terdapat 10 desa wisata di bawah binaan Kementerian Desa, PDTT yang ikut dalam pameran ini.
Abdul Halim menuturkan, semakin lestari lingkungan, semakin bagus dan nyaman desa wisata itu untuk dinikmati wisatawan. ”Jangan sekali-kali (desa wisata) dibangun secara pabrikan, bukan alam. Itu tidak akan bertahan lama. Maka, kami harap persaingannya lebih pada aksi melestarikan lingkungan,” katanya. Ia juga mendorong agar narasi dan promosi desa wisata dibuat lebih baik sehingga wisatawan lebih tertarik untuk berkunjung. Ia menyampaikan, pihaknya membantu promosi desa wisata melalui aplikasi Desa Wisata Nusantara. Dengan aplikasi itu, wisatawan yang tertarik dating atau membeli produk desa wisata bisa langsung berhubungan dengan pengelola desa wisata. (Yoga)
Kerajaan Inggris, Tak Sekadar Bunga untuk Sang Ratu
Wafatnya Ratu Elizabeth II menorehkan duka mendalam bagi warga Kerajaan Inggris. Mereka mengenang Sang Ratu dengan penuh cinta, diiringi harapan akan masa depan kerajaan di era raja yang baru. Buket bunga berwarna-warni tergeletak mengelilingi tiang putih penopang bendera Inggris Raya yang berkibar di Puri Balmoral, Aberdeen, Skotlandia, Jumat (9/9). Tak hanya meletakkan bunga, seorang pria bahkan berhenti dan berdiri memandangi kibaran bendera itu selama lebih dari lima menit. ”Pagi ini saya menyempatkan membeli bunga putih, menaruhnya di bawah tiang bendera, dan berdiri selama 10 menit di sana. Saya sungguh sedih,” kata Michael Painter (68) saat ditemui di Marischal College, Aberdeen. Setelah memberikan penghormatan di tiang bendera, dia berencana pulang ke rumahnya yang berjarak 77 km dari Puri Balmoral dan menyalakan tv demi memperoleh kabar terbaru tentang wafatnya Ratu Elizabeth II. Keesokan harinya, dia berniat mengikuti ibadah di gereja untuk mendoakan Ratu.
Di tempat lain, mahasiswa S-2 program studi hubungan internasional di University of Glasgow, Andrew, menaruh hormat kepada Sang Ratu karena telah menunjukkan upaya dalam gerakan derma. ”Meskipun demikian, eksistensi kerajaan yang tidak berdampak signifikan pada perbaikan kehidupan masyarakat tetap perlu menjadi sorotan monarki,” ujarnya. Kerajaan Inggris mengumumkan secara resmi wafatnya Ratu Elizabeth II yang bertakhta selama tujuh dekade pada Kamis (8/9) pukul 18.30. Keluarga kerajaan mendatangi Puri Balmoral di Aberdeenshire melalui Bandara Internasional Aberdeen. Melalui situs resmi pemerintahan, Lord Provost of Aberdeen sekaligus Queen’s Lord-Lieutenant David Cameron menyatakan, Aberdeen cukup beruntung memiliki ikatan kuat dengan Ratu melalui sejumlah kunjungan. Dia menambahkan, takhta Ratu Elizabeth menjadi sumber stabilitas di tengah perubahan yang begitu cepat.
Direncanakan, jenazah Ratu Elizabeth II akan dibawa ke Edinburgh, Skotlandia. Untuk menjaga ketertiban, pemerintah setempat mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di ibu kota Skotlandia tersebut. Pada Jumat pukul 13.00 waktu London, Inggris, petugas melepaskan tembakan penghormatan sebanyak 96 kali, menandakan rentang usia Ratu Elizabeth II sebelum wafat. Setiap tembakan dilepaskan dari arah Hyde Park yang berjarak 500 meter dari Istana Buckingham. Warga mendengarkan suara tembakan ini dalam suasana hening. Dengan wafatnya Ratu Elizabeth II, perannya diteruskan oleh anak pertama, Charles, yang sekarang menjadi Raja Charles III. Warga Inggris menantikan sepak terjang penerus Ratu Elizabeth. Mereka juga mengatakan harus membiasakan diri dengan Raja Charles III. ”Kami harus membiasakan diri dengan penerusnya, Raja Charles III. Setelah dipimpin selama 70 tahun oleh Ratu Elizabeth, pasti tidak mudah untuk menggantikan perannya,” kata Sandra, warga Inggris yang tinggal di Luton. Ia menuturkan, raja atau ratu Inggris adalah simbol Kerajaan Inggris. Siapa pun yang menempati posisi itu tidak akan terlalu berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Namun, ia berharap Raja Charles III bisa menjalankan tugas dengan lebih baik. (Yoga)
Pengawasan BBM Mendesak
Setelah kenaikan harga BBM jenis pertalite dan biosolar yang disubsidi, pengaturan penerimanya juga mesti dibenahi mengingat selama ini tidak tepat sasaran. Terbitnya regulasi yang mengatur kelayakan penerima BBM bersubsidi dinanti. Selain itu, pengawasan distribusi BBM bersubsidi mesti ditingkatkan. Ekonom yang juga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Nazaruddin Malik, dalam webinar terkait sistem pengawasan BBM bersubsidi yang digelar Partai Perindo, Jumat (9/9) mengatakan, penyesuaian harga BBM bersubsidi memang pilihan sulit dan memunculkan pro dan kontra.
”Yang paling penting, perlu ada koordinasi dan sinergi lintas instansi, termasuk pelibatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pengawasan distribusi dan konsumsi BBM. (Itu) akan mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi lebih baik. Juga merevisi Perpres No 191 Tahun 2014 yang belum mengatur konsumsi pertalite secara khusus,” ujar Malik. Mengenai pengendalian, imbuh Malik, ada beberapa skema, seperti yang telah mengemuka akhir-akhir ini. Misalnya, pembatasan jenis kendaraan berdasarkan kapasitas mesin (cc). Opsi lainnya, BBM bersubsidi hanya bisa dikonsumsi kendaraan roda dua, transportasi publik, serta roda empat tertentu untuk kegiatan ekonomi produktif.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman, di acara yang sama, menuturkan, dengan regulasi yang berlaku saat ini, untuk biosolar sebenarnya sudah diatur meski belum dari sisi kelayakan konsumen. Misalnya, mobil pribadi mewah pun masih bisa diisi solar, tetapi dibatasi maksimal 60 liter per hari, sedangkan kendaraan roda enam maksimal sebanyak 200 liter per hari. ”Ini yang sedang kita koreksi dalam revisi Perpres No 191/2014. Ke depan, truk-truk tronton atau kendaraan dengan roda 6 hingga 10 tidak mudah lagi dapatkan solar subsidi, kecuali mungkin yang mengangkut sembako,” ucap Saleh. Begitu juga pada pertalite. Untuk saat ini, pengaturan berdasarkan besaran cc mobil yang dianggap yang paling tepat untuk penyaluran BBM bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran. (Yoga)
Inovasi Bisnis, Konflik Generasi
Mereka yang lahir belakangan, disebut milenial dan generasi Z, merasa pemikiran dan keputusan generasi sebelumnya terlalu jadul (zaman dulu). Krisis dan konflik kerap muncul di perusahaan karena perbedaan ini. Padahal, perbedaan umur bisa menjadi sumber pengetahuan hingga muncul inovasi. Konflik generasi atau usia ini kian menambah panjang fenomena keterbelahan di berbagai sisi kehidupan di banyak negara. Artikel dari tiga penulis di Harvard Business Review tahun lalu, ”Harnessing the Power of Age Diversity” menyebutkan, konflik antargenerasi adalah fenomena kuno. Namun, di pengujung 2019, ketika sebuah balasan dalam perbincangan yang terkesan kasar, yaitu “OK, Boomer”, jadi viral, konflik antargenerasi pun mengeras. Balasan ”OK, Boomer” itu menangkap kesenjangan yang menganga antara generasi atas setiap masalah yang tampak, seperti aktivisme politik, perubahan iklim, media sosial, teknologi, privasi, dan identitas jender.
Riset SHRM Foundation menyebutkan, saat perusahaan melakukan transformasi karena kehadiran teknologi baru, fenomena tenaga kerja juga berubah karena kehadiran lima generasi yang bekerja di tempat yang sama. Tenaga kerja saat ini benar-benar multigenerasi. Keadaan ini menciptakan tantangan karena gaya komunikasi berbeda, praktik kerja berbeda, dan harapan dari pemberi kerja juga berbeda, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang signifikan. Tiap generasi yang berbeda itu membawa pengalaman dan keterampilan berbeda pula. Hasil riset di Harvard Business Review, tim beragam usia sangat berharga karena menyatukan orang-orang dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang saling melengkapi. Jika dikelola secara efektif, mereka dapat menawarkan pengambilan keputusan lebih baik, kolaborasi lebih produktif, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Temuan mesin pencetak 3D yang murah, misalnya, berasal dari tim lintas generasi. Semua ini terjadi hanya jika anggota bersedia untuk berbagi dan belajar dari perbedaan mereka. (Yoga)









