Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat
Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan meningkat. Siaran pers Bank Indonesia, Kamis (8/9), menyebutkan, hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Agustus 2022 sebesar 124,7, lebih tinggi dibandingkan 123,2 pada Juli 2022, serta secara konsisten berada di zona optimistis. (Yoga)
Tarif Mikrolet Reguler Dinaikkan
Merespons kenaikan harga BBM per 3 September lalu, Dishub DKI Jakarta menaikkan tarif angkutan umum, yang berlaku untuk angkutan umum yang belum bergabung dengan program Jaklingko atau mikrolet reguler. Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kamis (8/9), menyebut sudah menerima rekomendasi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta untuk menaikkan tarif angkutan umum atau angkot Rp 1.000. Dengan demikian, tarif naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000. Usulan kenaikan tarif angkutan umum ini dibahas dalam rapat, 7 September. Adapun angkutan umum yang sudah tergabung dalam program Jaklingko, seperti Transjakarta, tarifnya tetap. ”Tarifnya tetap Rp 3.500,” kata Syafrin. (Yoga)
OJK Atur Ulang Pemecahan dan Penggabungan Saham
Emiten kini tidak bisa sembarangan lagi menggelar aksi korporasi pemecahan nilai saham (stock split) atau penggabungan saham (reverse stock). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan yang memperketat tatacara pelaksanaan aksi korporasi tersebut lewat Peraturan OJK (POJK) No 15/POJK.04/2022. Berlaku 22 Agustus lalu, ini kali pertama dua aksi korporasi tersebut diatur khusus. Salah satu poin penting dalam aturan OJK terbaru ini adalah, emiten yang hendak menggelar stock split atau reverse stock harus mendapat persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
OJK Memaksa Konsolidasi Industri Perbankan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kukuh dengan kebijakan mendorong bank-bank kecil berkonsolidasi demi memenuhi modal inti sebesar Rp 3 triliun sampai dengan akhir tahun 2022.
Ini sesuai Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Dalam aturan tersebut, salah satu opsi yang memiliki modal inti di bawah Rp 3 triliun dapat membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB).
"OJK meminta komitmen pemegang saham bank menambah modal serta mendorong aksi korporasi yang dibutuhkan dalam konsolidasi perbankan," tegas Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Selasa (6/9).
Ekonomi Pulih, Setoran Dividen BUMN Digenjot
Pemerintah dan DPR sepakat menyedot dividen laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lebih besar tahun depan untuk menopang penerimaan negara.
Kesepakatan ini tercapai pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan pemerintah, Rabu (7/9), di Jakarta.
Target setoran dividen untuk APBN tahun depan sebesar Rp 49,1 triliun naik Rp 5 triliun atau 11,3% dari rencana awal Rp 44,1 triliun. Target 2023 ini naik 22% jika dibanding dengan outlook dividen BUMN tahun ini yang sebesar Rp 40,4 triliun.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu menjelaskan, penambahan target setoran dividen karena pemerintah dan DPR melihat kondisi perekonomian Indonesia tahun ini mulai pulih.
Presiden : Pemda Harus Ikut Tanggung Distribusi Pangan
Pemerintah terus berupaya meredam inflasi supaya tidak bergerak liar.
Apalagi belum lama ini, pemerintah sudah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang menurut perhitungan pemerintah bisa menambah inflasi sebesar 1,8% sehingga menembus 6%.
Sebagai upaya meredam inflasi, Presiden Joko Widodo memerintahkan agar pemerintah daerah untuk menanggung biaya distribusi bahan pangan dari masing-masing daerah.
Ia nilai biaya untuk menanggung biaya logistik bahan pangan masih terjangkau pemerintah daerah.
Coal Bidik Penjualan Naik Tiga Kali Lipat
PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (7/9). Emiten tambang batubara ini sukses mengantongi dana IPO Rp 125 miliar.
Usai mendapatkan dana IPO, COAL bersiap memacu bisnisnya. COAL menargetkan volume produksi dan penjualan bisa mencapai 800.000 ton sampai dengan 900.000 ton batubara tahun ini.
Donny Janson Manua, Direktur Utama COAL, mengatakan, target ini lebih tinggi sekitar tiga kali lipat dari realisasi produksi batubara tahun lalu, sekitar 260.000 ton. Pertumbuhan produksi tahun ini akan didorong oleh kesiapan sejumlah unit alat tambang.
Dari sisi kinerja, COAL menargetkan laba bersih tumbuh tiga kali lipat tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu COAL mengantongi laba bersih Rp 27 miliar.
Prospek Masih Cerah, Emiten Serius Garap Bisnis EBT
Semakin menipisnya cadangan sumber energi bumi, menarik minat banyak korporasi masuk ke bisnis energi baru terbarukan (EBT). Terbaru, PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) siap membangun proyek EBT di Filipina senilai US$ 100 juta.
Presiden Direktur KEEN Henry Maknawi mengatakan, melalui bisnis EBT, perseroan terus mencari peluang untuk memperluas ekspansi. "Kerjasama ini membuka pintu bagi KEEN untuk ekspansi ke Asia Tenggara," kata Henry.
Bukan cuma KEEN, emiten non EBT pun kepincut melakukan diversifikasi ke bisnis ini. Contohnya PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Demi menggarap bisnis EBT, PTBA menggandeng PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di jalan tol Jasa Marga Group.
PT United Tractors Tbk pun sama. Melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN), emiten bersandi UNTR ini menambah kepemilikan saham di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), operator Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM).
BRI Meraup Penjualan SR017 Rp 1,01 Triliun
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu mitra penjualan Sukuk Ritel SR017. Sampai dengan 1 September 2022, bank ini berhasil mencatatkan nilai pemesanan SR017 sebanyak Rp 1,01 triliun. BRI optimistis, nilai pemesanan akan terus bertumbuh hingga akhir periode penawaran. Saat ini, penawaran Sukuk Ritel SR017 telah dibuka sejak 19 Agustus 2022 hingga 14 September 2022. Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani mengatakan, penjualan SR017 menjadi bukti pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi semakin meningkat.
Memacu Akselerasi Penghiliran
Sektor komoditas, khususnya pertambangan, belakangan menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu tak lepas dari berkah kenaikan harga dan permintaan komoditas yang masih terjadi. Sejumlah kalangan pun menilai momentum tersebut semestinya dapat dioptimalkan untuk memacu penghiliran guna menciptakan nilai tambah, sehingga memperkuat struktur produk domestik bruto (PDB) yang selama ini didominasi konsumsi dan investasi. Penghiliran juga digadang-gadang mendongkrak investasi, sehingga struktur PDB lebih kokoh. Sebab, jika ditelusuri, kendati realisasi investasi terus tumbuh, rupanya kontribusi terhadap struktur PDB berada dalam tren penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi investasi yang tecermin pada pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada PDB kuartal II/2022 hanya 27,13%, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2022 yang mencapai 30,44%, maupun dibandingkan dengan kuartal II/2022 yang mencapai 29,85%. Namun, penghiliran bukannya tanpa kendala. Beragam tantangan harus dihadapi oleh pelaku usaha. Fadhil Hasan, Ekonom Senior Indef, mengatakan bahwa penghiliran masih harus menghadapi persoalan teknologi yang belum sepenuhnya dikuasai oleh pelaku usaha nasional. Selain itu, skala ekonomi dari produk hasil penghiliran juga masih belum tercapai.









