Gerak Gesit Pelindo Pascamerger
Lama sandar kapal di dermaga pelabuhan alias port stay yang makin singkat juga berimbas pada penghematan bahan bakar. Dampak merger empat Pelindo yang dimulai sejak 1 Oktober 2021 terhadap efisiensi logistik dan rantai pasok mulai terlihat. Kecepatan bongkar muat peti kemas terakselerasi. Lama sandar kapal di dermaga pelabuhan alias port stay yang makin singkat juga berimbas pada penghematan bahan bakar. Keadaan ini membuat gerak seluruh pelabuhan utama Pelindo menjadi lebih gesit dan efisien. Jika efisiensi kinerja pelabuhan peti kemas dapat dipertahankan, arus barang dan komoditas akan semakin lancar sehingga biaya logistik yang selama ini menjadi masalah berulang-ulang bisa ditekan. Dari biaya logistik sebesar 23,5% terhadap produk domestik bruto—lebih tinggi dari Malaysia dan Thailand—pelabuhan dan pelayaran selama ini menyumbang 2,8%. Performa Pelindo yang makin membaik pascamerger misalnya terlihat dari produktivitas bongkar muat peti kemas di IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, yang tahun ini meningkat menjadi rata-rata 55 boxes per ship per hour (BSH) di terminal internasional dan 40 BSH di terminal domestik. Di Terminal Nilam, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, produktivitas bongkar muat peti kemas rerata 35—40 BSH, melampaui target 30 BSH. Sebelum merger, produktivitas di Terminal Nilam hanya 20—25 BSH.
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023