;

Ubah Nasib lewat Pendidikan

Ubah Nasib lewat Pendidikan

Tak ada batasan bagi Muhammad Zidni Subarkah, yang dihubungi secara daring, Jumat (9/9). Mahasiswa angkatan 2019 ini juga aktif berorganisasi, menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah, seperti basis data, algoritma dan pemrograman, rancangan percobaan, serta jaringan syaraf tiruan. Sepanjang kuliah, Zidni telah banyak mengikuti lomba analisis data, infografis, dan karya tulis ilmiah yang menghasilkan piala dan prestasi, seperti Juara 1 LKTI NAESS UNS 2021, Juara 2 Lomba Infografis Statistics Festival UGM 2021, dan Juara 3 Mahasiswa Berprestasi FMIPA UNS 2021. Ia merasa perlu mengasah kemampuan soft skill sehingga pilihan berorganisasi dijalaninya. Ada dua organisasi yang diikuti, yaitu Himpunan Mahasiswa Statistika dan Unit Ilmu Quran Ormawa Kerohanian Islam UNS. Apa pun yang dilakukannya merupakan kado bagi orangtua Zidni yang bekerja sebagai buruh di Bantul, DI Yogyakarta. ”Saya berusaha kuliah dengan lancar karena menyayangi kedua orangtua. Mereka banting tulang demi memenuhi pendidikan saya. Saya ingin meringankan beban mereka, salah satunya dengan memperoleh beasiswa,” ujar Zidni yang merupakan penerima beasiswa Bidikmisi yang kini menjadi Kartu Indonesia Pintar.

Rayan Afif, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ini lulus tahun 2022 dengan predikat cum laude dalam 3 tahun 10 bulan. Lulusan terbaik ini mengaku semua berkat perjuangan orang tuanya yang mengelola pertanian tebu. ”Sebagai petani, orangtua selalu berupaya terus mencapai mimpi menyekolahkan ketiga anaknya setinggi-tingginya. Harga jual tebu yang fluktuatif tiap tahun tentu menjadi tantangan bagaimana mereka harus mengatur keuangan untuk ketiga anak agar tetap bisa sekolah tinggi,” kata Rayan. Ketertarikan pada dunia komunikasi membawanya jauh bertualang  lewat pengalaman magang, freelance (bekerja lepas), dan organisasi yang ditekuninya sepanjang sekolah dan kuliah. Freelance yang ia jalani beragam, dari desain grafis untuk klien nasional maupun internasional, menjadi fotografer wisuda, hingga membesut usaha rintisan bersama rekannya yang fokus pada tugas pembuatan situs, aplikasi, dan animasi. Ia juga mengikuti Magang dan Studi Independen Bersertifikat dari Kemendikbudristek di Halodoc sebagai junior graphic designer. Ia membuat desain visual, seperti iklan untuk aplikasi, daring, dan cetak. Ia juga kerap didapuk memberikan pelatihan desain grafis dan menjadi pembicara berbagai acara.

Psikolog Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Febdi Hermawan menekankan pentingnya motivasi yang perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini untuk meraih pendidikan setinggi mungkin meski dukungan keluarga tak memadai. Jika kemauan diri rendah, seberapa pun besarnya dorongan orangtua akan percuma. ”Mereka yang menuntaskan pendidikan tinggi meski keluarganya kekurangan berarti mampu meretas belenggu strata sosial,” ucap Febdi. Motivasi mahasiswa harus dinyalakan dengan kesadaran untuk meningkatkan taraf hidup yang tak bisa mengandalkan orang lain. “Bukan orang lain yang bisa mengubah nasib, melainkan diri sendiri. Jangan menyerah,” katanya. Ia pun sempat mencicipi kegetiran serupa lantaran orangtuanya yang kekurangan secara ekonomi. Ayah Febdi hanya montir truk dan ibunya mengurus rumah tangga. Febdi semula membayangkan kuliah seperti mimpi. Lulusan S-1 dan S-2 psikologi Universitas Gunadarma itu sempat punya usaha sambil mencari beasiswa. Banyak jalan mengubah nasib. Salah satunya lewat pendidikan. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :