Kompas Travel Fair, Pemerintah Dorong Desa Wisata Lestari
Pemerintah melalui Kemendes PDTT mendorong agar pengembangan desa wisata dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan kelestarian lingkungan. Strategi ini diyakini akan membuat desa wisata bertahan dalam jangka panjang sehingga kesejahteraan masyarakatnya dapat terus meningkat. ”Terbangunnya desa wisata bukanlah tujuan, tetapi bagaimana itu bisa berdampak ke masyarakat dan lingkungan desa,” kata Menteri Desa, PDTT Abdul Halim Iskandar saat membuka Kompas Travel Fair 2022, Jumat (9/9) di JCC, Senayan, Jakarta. Kompas Travel Fair 2022 berlangsung pada 9-11 September 2022. Pameran produk dan kebutuhan perjalanan ini diikuti 76 ekshibitor. Mereka berasal dari agen perjalanan konvensional, agen perjalanan untuk wisata halal, dan maskapai penerbangan. Terdapat 10 desa wisata di bawah binaan Kementerian Desa, PDTT yang ikut dalam pameran ini.
Abdul Halim menuturkan, semakin lestari lingkungan, semakin bagus dan nyaman desa wisata itu untuk dinikmati wisatawan. ”Jangan sekali-kali (desa wisata) dibangun secara pabrikan, bukan alam. Itu tidak akan bertahan lama. Maka, kami harap persaingannya lebih pada aksi melestarikan lingkungan,” katanya. Ia juga mendorong agar narasi dan promosi desa wisata dibuat lebih baik sehingga wisatawan lebih tertarik untuk berkunjung. Ia menyampaikan, pihaknya membantu promosi desa wisata melalui aplikasi Desa Wisata Nusantara. Dengan aplikasi itu, wisatawan yang tertarik dating atau membeli produk desa wisata bisa langsung berhubungan dengan pengelola desa wisata. (Yoga)
Kerajaan Inggris, Tak Sekadar Bunga untuk Sang Ratu
Wafatnya Ratu Elizabeth II menorehkan duka mendalam bagi warga Kerajaan Inggris. Mereka mengenang Sang Ratu dengan penuh cinta, diiringi harapan akan masa depan kerajaan di era raja yang baru. Buket bunga berwarna-warni tergeletak mengelilingi tiang putih penopang bendera Inggris Raya yang berkibar di Puri Balmoral, Aberdeen, Skotlandia, Jumat (9/9). Tak hanya meletakkan bunga, seorang pria bahkan berhenti dan berdiri memandangi kibaran bendera itu selama lebih dari lima menit. ”Pagi ini saya menyempatkan membeli bunga putih, menaruhnya di bawah tiang bendera, dan berdiri selama 10 menit di sana. Saya sungguh sedih,” kata Michael Painter (68) saat ditemui di Marischal College, Aberdeen. Setelah memberikan penghormatan di tiang bendera, dia berencana pulang ke rumahnya yang berjarak 77 km dari Puri Balmoral dan menyalakan tv demi memperoleh kabar terbaru tentang wafatnya Ratu Elizabeth II. Keesokan harinya, dia berniat mengikuti ibadah di gereja untuk mendoakan Ratu.
Di tempat lain, mahasiswa S-2 program studi hubungan internasional di University of Glasgow, Andrew, menaruh hormat kepada Sang Ratu karena telah menunjukkan upaya dalam gerakan derma. ”Meskipun demikian, eksistensi kerajaan yang tidak berdampak signifikan pada perbaikan kehidupan masyarakat tetap perlu menjadi sorotan monarki,” ujarnya. Kerajaan Inggris mengumumkan secara resmi wafatnya Ratu Elizabeth II yang bertakhta selama tujuh dekade pada Kamis (8/9) pukul 18.30. Keluarga kerajaan mendatangi Puri Balmoral di Aberdeenshire melalui Bandara Internasional Aberdeen. Melalui situs resmi pemerintahan, Lord Provost of Aberdeen sekaligus Queen’s Lord-Lieutenant David Cameron menyatakan, Aberdeen cukup beruntung memiliki ikatan kuat dengan Ratu melalui sejumlah kunjungan. Dia menambahkan, takhta Ratu Elizabeth menjadi sumber stabilitas di tengah perubahan yang begitu cepat.
Direncanakan, jenazah Ratu Elizabeth II akan dibawa ke Edinburgh, Skotlandia. Untuk menjaga ketertiban, pemerintah setempat mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di ibu kota Skotlandia tersebut. Pada Jumat pukul 13.00 waktu London, Inggris, petugas melepaskan tembakan penghormatan sebanyak 96 kali, menandakan rentang usia Ratu Elizabeth II sebelum wafat. Setiap tembakan dilepaskan dari arah Hyde Park yang berjarak 500 meter dari Istana Buckingham. Warga mendengarkan suara tembakan ini dalam suasana hening. Dengan wafatnya Ratu Elizabeth II, perannya diteruskan oleh anak pertama, Charles, yang sekarang menjadi Raja Charles III. Warga Inggris menantikan sepak terjang penerus Ratu Elizabeth. Mereka juga mengatakan harus membiasakan diri dengan Raja Charles III. ”Kami harus membiasakan diri dengan penerusnya, Raja Charles III. Setelah dipimpin selama 70 tahun oleh Ratu Elizabeth, pasti tidak mudah untuk menggantikan perannya,” kata Sandra, warga Inggris yang tinggal di Luton. Ia menuturkan, raja atau ratu Inggris adalah simbol Kerajaan Inggris. Siapa pun yang menempati posisi itu tidak akan terlalu berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Namun, ia berharap Raja Charles III bisa menjalankan tugas dengan lebih baik. (Yoga)
Pengawasan BBM Mendesak
Setelah kenaikan harga BBM jenis pertalite dan biosolar yang disubsidi, pengaturan penerimanya juga mesti dibenahi mengingat selama ini tidak tepat sasaran. Terbitnya regulasi yang mengatur kelayakan penerima BBM bersubsidi dinanti. Selain itu, pengawasan distribusi BBM bersubsidi mesti ditingkatkan. Ekonom yang juga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Nazaruddin Malik, dalam webinar terkait sistem pengawasan BBM bersubsidi yang digelar Partai Perindo, Jumat (9/9) mengatakan, penyesuaian harga BBM bersubsidi memang pilihan sulit dan memunculkan pro dan kontra.
”Yang paling penting, perlu ada koordinasi dan sinergi lintas instansi, termasuk pelibatan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pengawasan distribusi dan konsumsi BBM. (Itu) akan mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi lebih baik. Juga merevisi Perpres No 191 Tahun 2014 yang belum mengatur konsumsi pertalite secara khusus,” ujar Malik. Mengenai pengendalian, imbuh Malik, ada beberapa skema, seperti yang telah mengemuka akhir-akhir ini. Misalnya, pembatasan jenis kendaraan berdasarkan kapasitas mesin (cc). Opsi lainnya, BBM bersubsidi hanya bisa dikonsumsi kendaraan roda dua, transportasi publik, serta roda empat tertentu untuk kegiatan ekonomi produktif.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman, di acara yang sama, menuturkan, dengan regulasi yang berlaku saat ini, untuk biosolar sebenarnya sudah diatur meski belum dari sisi kelayakan konsumen. Misalnya, mobil pribadi mewah pun masih bisa diisi solar, tetapi dibatasi maksimal 60 liter per hari, sedangkan kendaraan roda enam maksimal sebanyak 200 liter per hari. ”Ini yang sedang kita koreksi dalam revisi Perpres No 191/2014. Ke depan, truk-truk tronton atau kendaraan dengan roda 6 hingga 10 tidak mudah lagi dapatkan solar subsidi, kecuali mungkin yang mengangkut sembako,” ucap Saleh. Begitu juga pada pertalite. Untuk saat ini, pengaturan berdasarkan besaran cc mobil yang dianggap yang paling tepat untuk penyaluran BBM bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran. (Yoga)
Inovasi Bisnis, Konflik Generasi
Mereka yang lahir belakangan, disebut milenial dan generasi Z, merasa pemikiran dan keputusan generasi sebelumnya terlalu jadul (zaman dulu). Krisis dan konflik kerap muncul di perusahaan karena perbedaan ini. Padahal, perbedaan umur bisa menjadi sumber pengetahuan hingga muncul inovasi. Konflik generasi atau usia ini kian menambah panjang fenomena keterbelahan di berbagai sisi kehidupan di banyak negara. Artikel dari tiga penulis di Harvard Business Review tahun lalu, ”Harnessing the Power of Age Diversity” menyebutkan, konflik antargenerasi adalah fenomena kuno. Namun, di pengujung 2019, ketika sebuah balasan dalam perbincangan yang terkesan kasar, yaitu “OK, Boomer”, jadi viral, konflik antargenerasi pun mengeras. Balasan ”OK, Boomer” itu menangkap kesenjangan yang menganga antara generasi atas setiap masalah yang tampak, seperti aktivisme politik, perubahan iklim, media sosial, teknologi, privasi, dan identitas jender.
Riset SHRM Foundation menyebutkan, saat perusahaan melakukan transformasi karena kehadiran teknologi baru, fenomena tenaga kerja juga berubah karena kehadiran lima generasi yang bekerja di tempat yang sama. Tenaga kerja saat ini benar-benar multigenerasi. Keadaan ini menciptakan tantangan karena gaya komunikasi berbeda, praktik kerja berbeda, dan harapan dari pemberi kerja juga berbeda, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan peluang signifikan. Tiap generasi yang berbeda itu membawa pengalaman dan keterampilan berbeda pula. Hasil riset di Harvard Business Review, tim beragam usia sangat berharga karena menyatukan orang-orang dengan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang saling melengkapi. Jika dikelola secara efektif, mereka dapat menawarkan pengambilan keputusan lebih baik, kolaborasi lebih produktif, dan peningkatan kinerja secara keseluruhan. Temuan mesin pencetak 3D yang murah, misalnya, berasal dari tim lintas generasi. Semua ini terjadi hanya jika anggota bersedia untuk berbagi dan belajar dari perbedaan mereka. (Yoga)
Pelan-pelan Berdikari Susu, Ayam, dan Sapi
ID Food pelan-pelan terus memperkuat ketahanan pangan nasional. Tak hanya bergerak di komoditas beras, ikan, gula, dan minyak goreng, tetapi juga susu, daging ayam, dan daging sapi. Rencana bisnis apik digulirkan. Namun, lagi-lagi, permodalan menjadi kendala. Holding BUMN Pangan, ID Food, melalui PT Berdikari (Persero), salah perusahaan yang menjadi anggota holding, berencana membangun bisnis peternakan ayam terintegrasi, penggemukan dan pembibitan sapi, serta susu sapi. Rencana bisnis itu akan digulirkan pada 2022-2025. ”Total investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana bisnis dalam kurun periode tersebut sebesar Rp 5,761 triliun,” kata Dirut PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR yang digelar secara hibrida, Senin (5/9).
Bisnis peternakan ayam terintegrasi ini mulai dari penyediaan bibit ayam, peternakan ayam pedaging, hingga penyediaan pakan ayam. Peran utama Berdikari menjadi perusahaan buffer stock atau penyangga peternak ayam untuk menyediakan bibit dan pakan dengan harga terjangkau untuk menjamin keberlangsungan bisnis peternak ayam rakyat yang berjumlah 10 % total peternak ayam di Indonesia.
Berdikari juga mulai merintis bisnis sapi sejak 2021 untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan impor sapi. Kebutuhan daging sapi dalam negeri pada 2022 sebesar 706.388 ton, meningkat dari 669.731 ton, berdasarkan perhitungan kebutuhan konsumsi daging sapi per kapita per orang yang meningkat dari 2,46 per kg per tahun menjadi 2,57 per kg per tahun. Berdikari juga berencana mengembangkan bisnis susu untuk memperkuat ekosistem susu nasional karena potensi pasarnya cukup besar. Total kebutuhan susu sapi nasional 4,4 juta ton dan 1 juta ton atau 23 % dipenuhi dalam negeri. (Yoga)
Ekonomi Digital, Kesiapan Industri Lindungi Data Pribadi Tak Seragam
RUU Perlindungan Data Pribadi memberi waktu dua tahun bagi perusahaan penyelenggara system elektronik untuk memenuhi segala kewajiban yang diamanatkan UU, khususnya berkaitan dengan pengendali data. Ini bukan hal yang mudah dipenuhi oleh perusahaan dari berbagai skala usaha dan sektor industri. Selain sistem kantor perlindungan data pribadi, pengusaha juga harus berinvestasi SDM yang andal. ”Kalau ditanya apakah perusahaan penyelenggara sistem elektronik (PSE) saat ini siap berinvestasi sistem kantor perlindungan data pribadi atau data protection officer (DPO), temuan survei kami menunjukkan belum semua siap. Kami menyurvei 65 perusahaan PSE, baik perusahaan teknologi skala besar maupun rintisan, dan hanya 20 % menyatakan sekarang siap DPO. Hanya saja, kami tidak bisa memastikan apakah waktu dua tahun itu cukup,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Services Dialogue Council Devi Ariyani pada diskusi publik, Jumat (9/9), di Jakarta.
Berdasarkan draf RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang beredar, terdapat 17 kewajiban perusahaan PSE pengendali data. Misalnya, kewajiban memenuhi hak pemilik atau subyek data mulai dari memastikan akurasi hingga penghapusan data. Kewajiban ini juga disertai durasi waktu. Devi menyampaikan, dari survei yang sama, 84 % dari 65 perusahaan PSE mengaku perlu investasi sistem teknologi baru. Sebanyak 55 % perlu berinvestasi SDM yang piawai. Perusahaan PSE yang beroperasi di Indonesia bisa saja berlatar perusahaan multinasional. Mereka seharusnya patuh regulasi PDP di negara di mana mereka beroperasi. Ketika RUU PDP Indonesia disahkan, mereka harus mengharmonisasikan seluruh sistem keamanan dari regulasi perlindungan data pribadi lama ke RUU PDP. (Yoga)
PPN Layanan Digital Capai Rp 8,2 Triliun
Total Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari perdagangan atau layanan digital sejak Juli 2020 hingga 31 Agustus 2022 mencapai Rp 8,2 triliun. Jumlah tersebut berasal dari setoran 2020 sebesar Rp 731,4 miliar, 2021 Rp 3,9 triliun, dan 2022 sebesar Rp 3,5 triliun. Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor, Jumat (9/9). (Yoga)
Bansos Rp 4,2 Miliar di Surakarta Disiapkan
Pemerintah Kota Surakarta, Jateng, mengalokasikan anggaran bantuan sosial Rp 4,2 miliar sebagai respons atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Bansos akan disalurkan kepada 7.000 warga senilai Rp 600.000 per orang. Menurut Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, anggaran diambilkan dari 2 % dana transfer umum. ”Itu, kan, arahan dari pemerintah pusat,” katanya di Balai Kota Surakarta, Jumat (9/9). (Yoga)
Bantuan Sosial kepada Warga Terdampak Mulai Disalurkan
Executive General Manager Kantor Cabang Utama PT Pos Indonesia Dedi Rahyudi mengatakan, berdasarkan data yang diterima Kantor Pos Bogor, ada sebanyak 323.334 keluarga penerima manfaat BLT dampak kenaikan harga BBM untuk 6 kecamatan di Kota Bogor dan 28 kecamatan di Kabupaten Bogor. ”Setiap keluarga akan mendapatkan Rp 500.000 dari BLT BBM. Data dari Kementerian Sosial, 60.571 orang di Kota Bogor dan Kabupaten 262.763 orang,” ujar Dedi, Jumat (9/9). (Yoga)
Harga BBM Naik, Sopir Pun ”Nombok”
Sopir dan kondektur bus Mayasari 70A jurusan Tanah Abang-Cileungsi duduk-duduk di pinggir jalan Gatot Subroto, kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (6/9) tiga hari setelah pemerintah mengumumkan harga BBM naik, Wahyu (40) dan kawan-kawannya yang mengemudikan bus hanya bisa gigit jari. Harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Kenaikan harga sampai 32 % itu begitu terasa karena dalam sehari, satu bus membutuhkan 105-140 liter solar. ”Satu PP (pulang pergi) bus ini butuh solar 35 liter. Kalau 3-4 kali PP, hitung aja butuh berapa. Beli solar sehari biasanya Rp 600.000, jadi hamper Rp 800.000. Setoran ke kantor tetap sama, tetapi BBM beli sendiri, otomatis uang makan keambil. Kita sudah nombok duluan dari kemarin,” ujarnya.
Selain pengemudi bus, pengemudi angkutan kota (angkot) reguler juga terdampak kenaikan biaya BBM. Jaki, sopir angkot M 09 jurusan Tanah Abang-Kebayoran Lama, kini harus membayar lebih untuk pengeluaran bensin sampai Rp 50.000 sehari. Di sisi lain, tidak ada sinyal setoran ke pemilik angkot sebesar Rp 120.000 per hari akan turun. Sopir lain seperti Ratno juga makin miris dengan kondisinya. Selain karena faktor penumpang yang makin sepi, kenaikan harga BBM dan daya bayar penumpang membuatnya hanya membawa sedikit uang buat keluarga di rumah.
Di Jakarta ada 4.400 mobil dari total 6.600 mobil angkot yang belum terintegrasi dalam manajemen PT Transjakarta melalui ekosistem Jaklingko. Artinya, pengemudi mobil angkot itu masih harus mengejar setoran kepada pemilik armada. Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Kamis (8/9), menjelaskan, untuk tarif angkutan umum reguler, dalam hal ini angkutan umum atau angkot, pihaknya sudah menerima rekomendasi Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). ”Mereka (DTKJ) mengusulkan kenaikan Rp 1.000 menjadi Rp 6.000 per penumpang,” kata Syafrin. Adapun tarif angkutan umum yang tergabung dalam program Jaklingko tidak naik, tetap Rp 3.500 per orang. (Yoga)









