Kompas Travel Fair, Pemerintah Dorong Desa Wisata Lestari
Pemerintah melalui Kemendes PDTT mendorong agar pengembangan desa wisata dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan kelestarian lingkungan. Strategi ini diyakini akan membuat desa wisata bertahan dalam jangka panjang sehingga kesejahteraan masyarakatnya dapat terus meningkat. ”Terbangunnya desa wisata bukanlah tujuan, tetapi bagaimana itu bisa berdampak ke masyarakat dan lingkungan desa,” kata Menteri Desa, PDTT Abdul Halim Iskandar saat membuka Kompas Travel Fair 2022, Jumat (9/9) di JCC, Senayan, Jakarta. Kompas Travel Fair 2022 berlangsung pada 9-11 September 2022. Pameran produk dan kebutuhan perjalanan ini diikuti 76 ekshibitor. Mereka berasal dari agen perjalanan konvensional, agen perjalanan untuk wisata halal, dan maskapai penerbangan. Terdapat 10 desa wisata di bawah binaan Kementerian Desa, PDTT yang ikut dalam pameran ini.
Abdul Halim menuturkan, semakin lestari lingkungan, semakin bagus dan nyaman desa wisata itu untuk dinikmati wisatawan. ”Jangan sekali-kali (desa wisata) dibangun secara pabrikan, bukan alam. Itu tidak akan bertahan lama. Maka, kami harap persaingannya lebih pada aksi melestarikan lingkungan,” katanya. Ia juga mendorong agar narasi dan promosi desa wisata dibuat lebih baik sehingga wisatawan lebih tertarik untuk berkunjung. Ia menyampaikan, pihaknya membantu promosi desa wisata melalui aplikasi Desa Wisata Nusantara. Dengan aplikasi itu, wisatawan yang tertarik dating atau membeli produk desa wisata bisa langsung berhubungan dengan pengelola desa wisata. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023