;

Anggaran Pendataan Rp 4 Triliun

Yoga 13 Oct 2022 Kompas

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4 triliun yang melibatkan 400.000 peneliti untuk program Registrasi Sosial Ekonomi lewat BPS mulai 15 Oktober 2022. Data yang dikumpulkan mencakup profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan. ”Total anggaran sampai tahun depan Rp 4 triliun. Tahun ini Rp 3,3 triliun,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (12/10). (Yoga)

BUMN Harus Adaptif di Tengah Perubahan

Yoga 13 Oct 2022 Kompas

Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (12/10) di Jakarta, mengatakan, bisnis apa pun, termasuk milik BUMN, akan sulit berjalan dan berkelanjutan tanpa ada loyalitas pelanggan. BUMN harus adaptif di tengah perubahan dan tantangan global. ”Jadikan pelanggan sebagai inspirasi dan pengalaman berinovasi sehingga bisnis yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada kepuasan pelanggan,” kata Erick. (Yoga)

Investasi Sultra Baru 30 Persen dari Target

Yoga 13 Oct 2022 Kompas

Realisasi investasi di Sultra hingga triwulan II-2022 baru mencapai Rp 10,5 triliun. Nilai yang sebagian besar disumbang industri pertambangan nikel ini baru 30 % dari target tahun 2022 yang mencapai Rp 34 triliun. Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Sultra Rasiun, Rabu (12/10) menyatakan sektor industri pengolahan masih jadi penopang utama investasi di Sultra. (Yoga)

Si Jampang, Layanan Terbaru Kota Tangerang

Yoga 13 Oct 2022 Kompas

Perumda Pasar Kota Tangerang, Banten, melayani warga lewat Si Jampang atau belanja gampang, yakni mobil penjual kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi ke kelurahan-kelurahan setiap hari. Dengan lima unit Si Jampang, layanan dimulai Selasa  (11/10) pukul 06.00-08.00. ”Kalau barangnya habis, kami belanja lagi, lalu kembali berjualan keliling,” ujar Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati, Rabu (12/10). (Yoga)

Semua Salim Pada Waktunya

Hairul Rizal 13 Oct 2022 Kontan (H)

Jejaring dan portofolio bisnis Grup Salim semakin membesar. Tahun ini saja, kelompok usaha yang dipimpin taipan Anthoni Salim yang memiliki kekayaan US$ 8,5 miliar ini merangsek sejumlah sektor usaha, mulai dari properti, finansial, air bersih, infrastruktur hingga komoditas. Dalam satu-dua tahun terakhir, Grup Salim setidaknya membeli dan mengakumulasi saham di tujuh hingga sembilan perusahaan dari berbagai sektor. Nilai total valuasi kepemilikan Salim di portofolio perusahaan tersebut mencapai Rp 45,22 triliun.  Bisnis batubara adalah daftar belanjaan teranyar Grup Salim. Mereka ikut ambil bagian dalam private placement PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 24 triliun, melalui perusahaan cangkang asal Hong Kong. Kelak, transaksi tersebut akan menghadirkan Grup Salim sebagai ultimate shareholder BUMI, bersama Grup Bakrie. Sebelumnya, Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat menilai, masuknya Grup Salim menjadi pemegang saham BUMI didorong ambisi mereka menggarap bisnis batubara, menyusul grup konglomerasi besar lainnya yang telah memiliki tambang batubara.

Dana US$ 30 Miliar Buat Krisis Pangan

Hairul Rizal 13 Oct 2022 Kontan

Bank Dunia menyiapkan dana sebesar US$ 30 miliar untuk menahan dampak krisis pangan yang disebabkan invasi Rusia di Ukraina. Dana ini disiapkan untuk beberapa tahun ke depan. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan konferensi pers G-20 di forum Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting (JFAMM), Selasa (11/10). Presiden Bank Dunia David Malpass menyebut, dana bantuan senilai US$ 30 miliar tersebut akan dialokasikan untuk mendanai proyek-proyek yang berkaitan dengan pangan dan gizi. Rinciannya, pendanaan proyek baru senilai US$ 12 miliar, dan untuk proyek lama yang telah disetujui tetapi belum dicairkan senilai lebih dari US$ 18 miliar.

Ekonomi Melambat, Kinerja PPN Terdampak

Hairul Rizal 13 Oct 2022 Kontan

Laju ekonomi Indonesia pada kuartal keempat diperkirakan melambat sejalan dengan lonjakan inflasi. Kondisi ini akan mempengaruhi penerimaan pajak. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar mengatakan, risiko perlambatan ekonomi berpotensi mengganggu penerimaan pajak. Terutama pajak pertambahan nilai (PPN) yang responsif terhadap perubahan ekonomi. "Kalau terjadi perlambatan ekonomi, pasti kinerja penerimaan PPN yang terlebih dahulu terdampak," ujar Fajry kepada KONTAN, Rabu (12/10).

Waktunya Akumulasi Saat IHSG Terkoreksi

Hairul Rizal 13 Oct 2022 Kontan

Selama empat hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di bawah tekanan. IHSG bergerak mundur dari level 7.000 hingga bertengger di 6.909,20 pada akhir perdagangan Rabu (12/10). Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed yang semakin agresif menjadi salah satu pemberat langkah IHSG. Apalagi, ancaman resesi global makin membayang. Sementara, Direktur Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, dalam jangka pendek, IHSG masih akan mengalami tekanan dari kenaikan suku bunga, pelemahan rupiah dan hengkangnya dana asing dari pasar saham Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sejak awal tahun hingga Rabu (12/10), sejumlah sektor masih mengalami tekanan yang cukup dalam. Misalnya, indeks sektor teknologi yang turun 25,84% dan sektor properti dengan penurunan 12,06%. Sektor konsumer siklikal juga melandai 6,16% dan indeks sektor keuangan turun 4,74% sejak awal tahun. "Koreksi yang terjadi saat ini dapat digunakan investor untuk mulai melakukan akumulasi saham-saham penggerak indeks," jelas Daniel.

Yield US Treasury Rekor, Pasar Obligasi Negara Tertekan

Hairul Rizal 13 Oct 2022 Kontan

Sempat melandai di awal Oktober, yield US Treasury kembali melesat memasuki pertengahan bulan ini. Per pukul 20.52 WIB, Rabu (12/10), yield US Treasury acuan tenor 10 tahun berada di level 3,939%. Perlu dicatat juga, yield US Treasury kemarin di level 3,947% tersebut merupakan rekor tertinggi yield US Treasury sepanjang sejarah. Kondisi ini tentu menekan pasar obligasi negara lain, termasuk pasar obligasi Indonesia. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan mengatakan, yield US Treasury masih berpotensi naik. Analis menilai strategi ini cukup efektif menjaga harga SUN. Apalagi, porsi investor asing di SUN tidak lagi besar. "Tekanan jual terhadap obligasi secara umum sebenarnya sudah terus menurun seiring kuatnya fundamental serta kecilnya porsi kepemilikan asing," jelas Dimas Yusuf,

Bank-Bank Kecil Terus Berjuang

Hairul Rizal 13 Oct 2022 Kontan

Tenggat waktu pemenuhan ketentuan modal inti minimun perbankan sudah semakin mepet. Sebagian besar bank kecil yang harus menambah modal akan menempuh aksi rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Adapun sebagian lainnya memilih private placement atau melalui injeksi modal secara langsung yang dilakukan pemilik saham maupun investor baru. Bank Ina Perdana Tbk (BINA), misalnya, memilih jalur rights issue. BINA akan menerbitkan saham baru sebanyak 296,85 juta saham atau 4,76% dari total saham yang ditempatkan. Per Juni 2022, modal inti Bank Ina tercatat Rp 2,27 triliun. Jika seluruh saham rights issue terserap modal inti BINA akan melebihi Rp 3 triliun. Daniel Budirahaju, Direktur Utama Bank Ina mengatakan, perseroan akan mengembangkan superapp. "Setelah mendapat izin digital banking dari OJK, kami akan mengembangkan unit digital bank," kata Daniel, Rabu (12/10). Sementara Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) akan menggelar private placement dengan menerbitkan saham baru sekitar 19,9 miliar unit saham. Saham baru ini bakal diserap oleh Capital Global Investama, pengendali saham eksisting. Bank Ganesha Tbk (BGTG ) juga akan rights issue dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 120 per saham. Sehingga berpeluang meraup dana Rp 900 miliar. Modal inti Bank Ganesha per Juni 2022 sebesar Rp 2,1 triliun.

Pilihan Editor