Sepertiga Negara di Dunia Alami Tekanan Ekonomi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, sepertiga negara di dunia akan mengalami tekanan ekonomi dalam kurun waktu empat hingga enam bulan ke depan. Hal ini dikatakan Menkeu dalam pertemuan bilateral bersama dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (11/10).
Sri Mulyani menyebut, kondisi itu terjadi karena negara-negara kesulitan di tengah tingginya beban utang, ditambah lemahnya fundamental makroekonomi dan isu stabilitas politik. Menurutnya, tekanan perekonomian tersebut tidak hanya dialami negara berkembang, tapi juga negara maju.
Grup Axiata Kuasai 96% Saham Link
Axiata Group Berhad telah merampungkan penawaran tender wajib alias
mandatory tender offer
atas saham PT Link Net Tbk (LINK).
Penawaran tender ini menyusul rampungnya akuisisi 63,45% saham LINK oleh Axiata Investments (Indonesia) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dari tangan Grup Lippo dan CVC Capital Partners pada 22 Juni lalu senilai Rp 8,72 triliun.
Usai
tender offer, Axiata Investments kini menguasai 76,42% saham LINK. Ditambah dengan kepemilikan XL Axiata, Grup Axiata kini menguasai 95,64% saham LINK sementara publik mengempit 0,46%.
Okupansi Kamar Masih Terjaga, Eastparc Revisi Target Kinerja
Emiten perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk merevisi naik target kinerja tahun 2022. Emiten dengan kode saham EAST ini percaya diri mampu mencetak pendapatan Rp 78 miliar-Rp 88 miliar, naik dari target sebelumnya Rp 75 miliar-Rp 85 miliar.
Optimisme itu bercermin pada kinerja perseroan hingga September 2022. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis EAST pada Senin (10/10), Eastparc sudah meraih pendapatan Rp 60,39 miliar pada periode Januari-September 2022. Nilai ini melesat 98,91% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 30,36 miliar.
Wahyudi Eko Sutoro, Direktur Pemasaran Eastparc Hotel bilang, kenaikan kinerja hingga kuartal ketiga tahun ini sejalan dengan rampungnya pembangunan wahana baru.
Alhasil, okupansi kamar EAST terdongkrak dan memicu kenaikan harga. "Okupansi rata-rata mencapai 88,55% sampai September 2022. Ini naik 34,59% secara tahunan," ujar Wahyudi kepada Kontan, Selasa (11/10).
Digitalisasi Angkat Pengelolaan Kas
Bisnis layanan
cash management
atau pengelolaan kas yang dijalankan perbankan mengalami pertumbuhan pesat, seiring digitalisasi layanan di segmen nasabah non ritel. Peningkatan ini mendorong pendapatan berbasis komisi bagi bank sekaligus mendorong pertumbuhan dana murah.
Salah satu bank yang menorehkan pertumbuhan di bisnis pengelolaan kas adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Bank ini mencatatkan volume transaksi
cash management system
sebesar Rp 3.755 triliun hingga September 2022 atau tumbuh 27% secara
year on year
(yoy). Adapun frekuensi transaksinya mencapai 33,6 juta.
UJI KONSISTENSI JANGKAR INFLASI
Kendati risiko ketidakpastian global meninggi, inflasi Indonesia diproyeksi masih terkendali. Hal itu tercermin dalam laporan terbaru International Monetary Fund (IMF) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Namun, sejumlah kalangan meminta pemerintah dan otoritas moneter tak terlena dengan hal tersebut lantaran pengendalian inflasi ke depan amat menantang, khususnya terkait dengan volatilitas harga pangan. Dalam laporan World Economic Outlook Oktober 2022, IMF memperkirakan indeks harga konsumen (IHK) Indonesia pada tahun ini sebesar 4,6%, relatif berada dalam target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 Perubahan, dan jauh di bawah outlook Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di kisaran 6%. Sejumlah kalangan memang menilai strategi pengendalian inflasi Indonesia sejauh ini berjalan baik. Selain kucuran instrumen fiskal yang terus dipacu untuk meredam impak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), ragam kebijakan yang ditempuh otoritas moneter juga dinilai dapat meredam risiko lonjakan inflasi. “Langkah BI yang saat ini cukup agresif menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,25% pada September sudah tepat,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, Selasa (11/10). Menurutnya, BI melakukan langkah antisipatif untuk menjangkar ekspektasi IHK, terutama inflasi inti yang saat ini masih dalam rentang target. Setali tiga uang, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan strategi mengucurkan bansos dan penaikan suku bunga acuan cukup efektif menjaga kendali inflasi.
BISNIS BATU BARA : Babak Baru Kongsi Salim dan Bakrie
Restu pemegang saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) atas aksi korporasi private placement membuka gerbang kongsi Grup Salim dan Grup Bakrie di sektor pertambangan batu bara. Lampu hijau untuk menggelar Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) diperoleh BUMI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan pada Selasa (11/10). Berdasarkan hasil pemungutan suara pemegang saham BUMI, sebanyak 96,22% pemegang saham setuju atas rencana private placement dan hanya 3,07% pemegang saham yang menyatakan tidak setuju. Berbekal persetujuan pemegang saham, BUMI bakal mendapat aliran dana segar senilai Rp24 triliun atau setara dengan US$1,6 miliar. Nilai fantastis yang akan diterima oleh entitas pertambangan batu bara di bawah kendali Grup Bakrie itu bakal diterima dari dua entitas yang terafiliasi dengan Anthoni Salim. Adapun, dua entitas afiliasi Grup Salim yang akan menyerap emisi 200 miliar saham Seri C BUMI yang diterbitkan dengan skema private placement yaitu Mach Energy (Hong Kong) Limited dan Treasure Global Investment Limited. Apabila ditelisik, pemegang saham Mach Energy terdiri atas PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham 42,5% di bawah kendali grup Bakrie, Colver Wide Limited dengan kepemilikan saham 15% dan dikendalikan oleh Agoes Projosasmito, dan terakhir 42,5% saham dimiliki oleh Mach Energy Pte.Ltd. yang berbasis di Singapura dan berada di bawah kendali Anthoni Salim alias Grup Salim.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bumi Resources Sri Dharmayanti mengatakan dana superjumbo yang dihimpun akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan yang akan jatuh tempo. Dengan kata lain, BUMI kembali lolos dari jurang default alias gagal bayar berkat kucuran dana dari Grup Salim. “Dengan PMTHMETD ini posisi keuangan perseroan akan mengalami perbaikan dengan meningkatnya rasio likuiditas dan solvabilitas perseroan, beban keuangan yang menurun akan meningkatkan profitabilitas,” paparnya.
Segera Berkelit dari Risiko Resesi
Risiko terjadinya resesi global pada tahun depan makin kuat seiring dengan peringatan lembaga internasional yang menggarisbawahi tekanan inflasi di seluruh negara mulai memperlihatkan gradasi kenaikan secara pasti. Peringatan untuk siap menghadapi tantangan resesi kali ini datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan adanya risiko kenaikan harga secara umum sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara. IMF sebelumnya memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6% dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5% Pernyataan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva atas risiko terjadinya lonjakan inflasi yang lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya ini menggenapi sinyal lampu kuning resesi dari Bank Dunia. Laporan hasil studi Bank Dunia belum lama ini juga telah mewanti-wanti kenaikan suku bunga global yang dilakukan oleh bank sentral secara serentak dapat menimbulkan risiko terjadinya resesi dunia pada tahun 2023. Adapun IMF menduga inflasi tinggi tersebut bakal memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga
PENGHILIRAN SUMBER DAYA ALAM : Investor Lirik Aspal Buton
Tingginya potensi aspal alam di Buton, Sulawesi Tenggara membuat sejumlah investor mancanegara mulai menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya pada industri pengolahan komoditas tersebut. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini telah ada beberapa investor dari dalam negeri dan Eropa yang menyatakan minatnya untuk mengoptimalkan potensi komoditas yang dikenal sebagai aspal buton tersebut. “Insyaallah sudah ada [investor yang minat] dari beberapa negara, termasuk [perusahaan] nasional kita. Jadi dari Eropa dan Indonesia,” katanya, Selasa (11/10). Saat ini, produksi aspal buton telah mencapai 100.000 ton per tahun. Jumlah tersebut pun masih jauh di bawah kebutuhan aspal nasional yang diperkirakan mencapai 5 juta ton per tahun. Untuk bisa memenuhi kebutuhan aspal nasional, kata Bahlil, dibutuhkan investasi setidaknya sekitar Rp15 triliun hingga Rp20 triliun. Pasalnya, modal yang diperlukan untuk memproduksi aspal buton sebanyak 500.000 ton saat ini mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menawarkan potensi aspal buton di Indonesia yang mencapai 662 ton kepada investor. Menurutnya, dengan kebutuhan aspal dalam negeri yang mencapai 5 juta ton per tahun, maka potensi tersebut bisa dimanfaatkan hingga 120 tahun mendatang.
ANGKUTAN PENYEBERANGAN : ASDP Siap Pacu Pendapatan di Lintasan Komersial
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap memacu pendapatan dari lintasan penyeberangan komersial setelah akuisisi PT Jembatan Nusantara pada awal tahun ini senilai Rp1,27 triliun. Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan aksi korporasi itu akan menaikkan kinerja pada kuartal I/2023 atau 1 tahun setelah proses akuisisi. “Pasti kan pendapatan dari komersial akan meningkat tapi saya yakin dari proporsi tidak drastis langsung berubah,” katanya dalam diskusi bertema Kapal Perintis: Membangun Konektivitas, Memantik Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan, Selasa (11/10). Menurutnya, tujuan ASDP melakukan aksi akuisisi adalah mempercepat layanan dan memperbanyak jangkauan rute penyeberangan jarak jauh. Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP Indonesia Ferry M. Yusuf Hadi memaparkan rencana ASDP berkolaborasi dengan program Tol Laut guna menggarap logistik curah sehingga muatan bisa diberangkatkan dengan baik dan bisa menjadi feeder Tol Laut. Terkait dengan tata kelola barang curah, imbuhnya, perseroan akan mendesain sistem yang memungkinkan pengukuran dan pendataan dengan baik. Per Agustus 2022, ASDP membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp2,75 triliun atau mencapai 90,42% dari target RKAP 2022 sebesar Rp3,04 triliun.
Indonesia Optimistis Hadapi Perfect Storm
Tanpa mengurangi kewaspadaan menghadapi perfect storm yang bakal menimpa ekonomi dunia, Indonesia dinilai cukup kuat untuk terhindar dari petaka yang menimbulkan resesi global 2023. Faktor yang membangkitkan optimisme itu, antara lain, adalah daya beli masyarakat yang masih kuat, investasi terus meningkat, inflasi yang terkendali, dan ketahanan pangan yang cukup baik. Ekonomi global tahun 2023 diprediksi terkena perfect storm, yakni kondisi di mana tiga petaka terjadi sekaligus di saat yang sama, yakni inflasi tinggi atau hiperinflasi, kontraksi ekonomi, dan masalah geopolitik. Hiperinflasi memaksa otoritas moneter menaikkan suku bunga. Lonjakan suku bunga yang terlalu agresif menyebabkan ekonomi terjungkal ke jurang resesi. Kondisi ini diperparah oleh masalah geopolitik, sebuah faktor yang pada masa lalu acap luput dari perhatian ekonom. Perang Rusia vs Ukraina yang sudah berlangsung delapan bulan dan tak seorang pun mampu memperkirakan kapan berakhirnya. Masalah geopolitik kian pelik pada masa akan datang.
Kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berbanding terbalik dengan 28 negara yang saat ini antre minta bantuan IMF. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ketiga 2022 diperkirakan mencapai 5,2% dan kuartal keempat 4,8%. Kondisi ini dinilai cukup kuat untuk menghadapi ancaman resesi 2023. “Kita harus tetap optimistis. Tetapi tetap berhati-hati dan waspada,” kata Presiden Jokowi saat membuka BNI Investor Daily Summit 2022 yang digelar di JCC, Jakarta, Selasa (11/10). Ekonom senior Chatib Basri menyatakan, “Kalau ditanya apakah Indonesia akan resesi atau tidak, jawaban saya tidak,” ungkap Chatib dalam sesi diskusi Global Economic Outlook pada hari pertama BNI Investor Daily Summit 2022, kemarin. Dia mengatakan, guncangan ketidakpastian global akan lebih berdampak negatif terhadap negara yang memiliki pangsa ekspor terhadap PDB-nya besar, contohnya Singapura. (Yoga)









