KELANJUTAN PROYEK IKN : INVESTOR TERSANDERA AGENDA POLITIK
Peluang investasi megaproyek Ibu Kota Negara Nusantara memiliki daya tarik bagi pemilik modal. Namun, investor masih khawatir dengan stabilitas politik Tanah Air menjelang pergantian Presiden. Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani mengatakan bahwa program dan insentif yang ditawarkan program IKN cukup menarik bagi investor misalnya jangka waktu konsensi yang lebih panjang. Pemerintah juga akan memberikan fasilitas pemberian perizinan berusaha, kemudahan berusaha dan fasilitas penanaman modal sejalan dengan posisi IKN sebagai proyek yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional. Ajib menegaskan aneka insentif serta kemudahan tersebut membuat sebagian investor akan cenderung mengambil kesempatan tersebut. Akan tetapi, pengusaha tetap mempertimbangkan tahun politik yang sudah dimulai pada 2023. Wakil Ketua Umum III Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa minat berinvestasi di IKN tergantung pada paket yang ditawarkan dan implementasi proyek yang akan disampaikan oleh pemerintah. Sementara itu, meskipun stabilitas politik menjadi tantangan bagi para pengusaha, Badan Otorita IKN menyatakan optimistis proyek itu mampu untuk menggaet investor karena memiliki konsep pembangunan berkelanjutan. Koordinator Tim Informasi dan Komunikasi Tim Transisi IKN Sidik Pramono mengatakan program pembangunan IKN merupakan pembangunan nasional jangka panjang dan sudah ada regulasi dan dasar hukum. “Insyaallah harus berlanjut, jadi besok kita dengarkan masukan dari para investor dan juga nanti ada market sounding,” ungkapnya.
HARGA TEMPE DAN TAHU NAIK
Perajin tahu dan tempe di Jabar batal menggelar aksi mogok massal, yang sedianya akan digelar pada 17-19 Oktober 2022 imbas kenaikan harga kedelai. Para perajin memilih menaikkan harga jual tahu dan tempe sekitar Rp5.000 per papan. Saat ini, tercatat harga kedelai berkisar Rp12.000 per kilogram. INDUSTRI
Rupiah Semakin Lemas, Pebisnis Tambah Waswas
Ketidakpastian ekonomi global turut mengempaskan mata uang rupiah. Kurs tengah
Bloomberg
memperlihatkan, rupiah di level Rp 15.427 per dollar AS pada Jumat (14/10), dan level terendah rupiah sejak pandemi Covid-19 dua tahun lalu. Tekanan terhadap rupiah mempengaruhi dunia usaha di dalam negeri. Para pengusaha berharap, fluktuasi valuta tak terlalu tajam sehingga kalkulasi bisnis dan kondisi perekonomian lebih terkendali.
Bayang-bayang pelemahan rupiah kembali hadir. Berawal dari pandemi Covid-19, ekonomi global gonjang-ganjing, terutama akibat perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir. Ujung-ujungnya, dunia kini diambang resesi.
Koordinator Wakil Ketua Umum III Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta Kamdani menilai, pelemahan rupiah punya efek berbeda-beda di industri manufaktur. Pengusaha diminta waspada menggelar ekspansi.
Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro berpendapat, tren pelemahan rupiah secara umum berdampak negatif bagi kalangan pengusaha, termasuk bagi para eksportir. Apalagi jika rupiah bergerak fluktuatif. Oleh karena itu, eksportir berharap laju rupiah lebih stabil dan tak berubah arah secara drastis dalam tempo singkat. "Ini mengingat naik-turun valuta saling terkait dengan kondisi ekonomi nasional maupun global," kata dia.
KEMANDIRIAN VAKSIN Air Mata Bangga untuk Produk Anak Bangsa
Indonesia memasuki babak baru dalam perang melawan Covid-19. IndoVac, vaksin Covid-19 karya anak bangsa, akhirnya beredar untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. Tati (52) semringah di halaman Kantor Bio Farma, Kota Bandung, Kamis (13/10). Selain bisa melihat Presiden Jokowi dari dekat, Tati juga lega saat tusukan jarum suntik lepas dari lengan kanannya, lengannya pegal, namun, kepalanya sama sekali tidak pusing. ”Ini adalah yang pertama kalinya saya disuntik vaksin Covid-19,” ucapnya. Hari itu, Tati adalah satu dari 25 sukarelawan yang mendapat suntikan perdana IndoVac, vaksin buatan PT Bio Farma. Presiden Jokowi meninjau langsung penyuntikan tersebut. Meski tergolong kalangan rentan dan prioritas, sebelumnya Tati tidak pernah mengambil tawaran vaksinasi hingga akhirnya, ada tawaran dua minggu lalu.
Dia dijanjikan vaksin buatan anak negeri, PT Bio Farma, yang sudah mendapat fatwa halal dari MUI dan sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Sejauh ini, produk Bio Farma sudah digunakan di 152 negara dan 52 negara di antaranya negara Islam. ”Saya langsung setuju,” ucapnya. IndoVac adalah vaksin yang dikembangkan PT Bio Farma dengan Baylor College of Medicine, AS, sejak November 2021. Vaksin ini dikembangkan dari platform sub-unit protein rekombinan dengan kandungan zat aktif rekombinan receptor-binding domain (RBD) dari protein S virus SARS-CoV-2. Risetnya dilakukan November 2021 sampai 24 September 2022. Hasilnya, IndoVac disebut memiliki keamanan yang baik dengan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) berintensitas ringan, seperti nyeri di area suntik. IndoVac juga memiliki efektivitas baik dalam meningkatkan titer antibodi. (Yoga)
Pembatalan Pajak Karbon Mendapat Kritikan
Pemerintah sudah memutuskan untuk menunda penerapan pajak karbon hingga tahun 2025 mendatang, dari rencana awal diterapkan tahun 2022 ini.
Ketua Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menyayangkan, penundaan penerapan pajak karbon tersebut.
"Ketika pemerintah konsisten menaikkan tarif PPN yang menjadi beban seluruh masyarakat, justru akan jadi pertanyaan ketika pemerintah tidak segera mengenakan pajak karbon. Karena dua kebijakan ini mempunyai aturan hukum yang sama," katanya ke KONTAN, Minggu (16/10).
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga menyayangkan keputusan pemerintah menunda penerapan pajak karbon.
Perang Minyak Membara Lagi
Babak terbaru perang minyak meletus pada hari terakhir peringatan Yom Kippur, 5 Oktober 2022. Hari itu, Arab Saudi bersama mitranya di Organisasi Negara Produsen Minyak OPEC+ (anggota OPEC + Rusia) mengumumkan pemangkasan produksi dua juta barel per hari. Jumlah pemangkasan itu separuh dari yang diumumkan OPEC dalam perang minyak 1973. Reaksi AS atas keputusan itu sama, marah besar. Sebab, sejak Maret 2022, Washington membujuk Riyadh menaikkan produksi. Faktanya, OPEC+ yang praktis dikendalikan Arab Saudi bersama Rusia malah memangkas produksi. Selepas pengumuman OPEC+, Presiden AS Joe Biden mengancam menimbang ulang hubungan Washington dengan Riyadh. Bahkan, sejumlah politisi Demokrat menggesa pengesahan aturan yang melarang penjualan senjata dan kerja sama pertahanan Washington-Riyadh. Demokrat memandang, dengan 70 % persenjataan Riyadh yang dipasok Washington, larangan itu sebagai balasan setimpal atas keputusan Arab Saudi menolak permintaan AS menaikkan produksi minyak.
Direktur Kajian Timur Tengah CSIS AS Jon Alterman menyebut, Riyadh harus bersiap pada permusuhan terbuka, terutama dari Kongres AS. ”Amat buruk bagi Arab Saudi jika tidak punya teman di Kongres,” katanya. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby menyebut, Riyadh telah berpihak kepada Moskwa. Riyadh disebut sudah paham pemangkasan produksi akan menguntungkan Moskwa. Pemangkasan itu bisa membuat dunia akan semakin kekurangan pasokan. Dampaknya, akan semakin sulit memaksakan sanksi AS dan sekutunya pada industri migas Rusia. Dengan porsi hingga separuh dari keseluruhan ekspornya, migas menjadi sumber pendapatan penting bagi Moskwa. AS dan sekutunya memandang, sanksi pada migas akan mengurangi kemampuan Moskwa melanjutkan perang di Ukraina. Untuk membuat sanksi itu berjalan, pasar energi global harus mendapat pemasok pengganti. Oleh karena itu, AS dan sekutunya terus membujuk Riyadh dan mitranya menaikkan produksi migas. Keputusan OPEC+ pada 5 Oktober 2022 menunjukkan, bujukan AS gagal. (Yoga)
Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah
Selain pertumbuhan ekonomi, dua indikator utama perekonomian kita adalah inflasi dan nilai tukar mata uang. Keduanya berhubungan erat karena berkaitan dengan rupiah dan sama-sama menjadi tugas utama Bank Indonesia (BI) untuk menjaganya. Bedanya, yang satu terkait penurunan nilai rupiah di dalam negeri dan lainnya nilai rupiah di luar negeri.
Paling sedih jika tekanan terhadap rupiah terjadi bersamaan seperti saat ini, yaitu inflasi melesat dari target, saat nilai tukar rupiah merosot. Inflasi Indonesia diperkirakan menuju 7% hingga akhir tahun, sementara kurs rupiah turun 7,9% dari Rp 14.242 per dollar Amerika Serikat (AS) di awal tahun menjadi Rp 15.472 per dollar AS.
Dekatnya hubungan kurs rupiah dan inflasi membuat merosotnya rupiah akan menyebabkan inflasi (imported inflation) melesat seperti tahun 1998. Sementara inflasi yang tinggi terhadap negara-negara lain akan membuat kurs rupiah semakin melemah, sesuai dengan teori paritas daya beli.
Bappebti Perkuat Peraturan Perdagangan Aset Kripto
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus meningkatkan pengawasan perdagangan aset kripto di Tanah Air. Ini dilakukan Bappebti seiring terus berkembangnya jumlah pelaku bisnis, investor, dan transaksi aset kripto.
Didid Noordiatmoko, Plt. Kepala Bappebti, mengatakan, instansinya akan terus mengawal perdagangan aset kripto melalui sejumlah peraturan, termasuk perizinan. "Ini sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen," ujar Didid dalam keterangan resminya, Minggu (16/10).
Bappebti berupaya melakukan penilaian perizinan secara transparan, efektif, dan efisien pada setiap calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK). Ini termasuk soal mekanisme perdagangan. Salah satunya dengan mekanisme BIDR.
Strategi Raup Cuan dari Saham Bank
Saham-saham perbankan masih terus terkoreksi di tengah tren bearish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun sejumlah analis tetap merekomendasikan investor memanfaatkan koreksi harga ini untuk mulai mengakumulasi alias mencicil beli saham bank-bank besar.
Para analis memproyeksikan, fundamental bank-bank besar akan semakin membaik. Bahkan, perolehan laba bersih emiten bank sepanjang tahun 2022 ini diprediksi bakal mencatatkan capaian tertinggi sepanjang masa atau all time high.
Namun jangan agresif, beli secara mencicil dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Ingat, masih ada potensi kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi memberikan penurunan pada harga saham.
Suria Darma, Direktur Samuel Sekuritas, memperkirakan, laba bersih empat bank besar kemungkinan akan mencetak kenaikan tertinggi sepanjang masa tahun ini. Keempat saham bank itu terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Founder & Chief Executive Officer Emtrade Ellen May merekomendasikan investor mulai mencicil beli saham-saham bank besar. Menurutnya, prospek ke depan akan bagus terutama bank dengan likuiditas besar. Apalagi laba bersih empat bank besar tersebut juga masih baik meski pertumbuhan ekonomi Indonesia tengah melambat.
Bersama Memperkuat Investor Ritel
Dalam beberapa tahun terakhir terjadi pertumbuhan jumlah investor ritel yang luar biasa di Indonesia. Berbagai faktor seperti pandemi Covid-19 memang membuat kebiasaan masyarakat berubah. Di sisi lain, perkembangan teknologi semakin melaju. Perubahan itu terlihat pada perpindahan cara pandang masyarakat dari kecenderungan menabung menjadi berinvestasi. Hal ini pun didukung kemudahan teknologi. Transaksi investor ritel yang semakin banyak menjadi pendukung pasar modal Indonesia. Akan tetapi, meskipun investor di pasar saham sudah mencapai 10 juta orang, pemahaman tentang investasi ternyata masih belum merata. Belajar bersama dengan komunitas dapat membantu meningkatkan literasi para investor ritel. ”Di Mandiri Sekuritas, para investor didominasi usia generasi milenial dan gen Z yang menempati 81 %. Kami selalu menekankan agar investor mengedepankan perencanaan keuangan. Maka, diperlukan juga literasi dan waktu yang tidak sebentar. Semakin mereka lebih dini berinvestasi, semakin dapat memberikan return yang lebih besar,” kata Direktur Mandiri Sekuritas Theodora Manik pada webinar Capital Market Summit and Expo 2022, Sabtu (15/10).
Melonjaknya investor ritel dicermati CEO Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tae Yong Shim. Ia mengatakan, ”Ada tiga kategori alasan yang besar, yaitu situasi makro, sosial, dan perubahan struktural. Selama pandemi orang terkurung, memiliki uang lebih banyak sehingga mulai melirik ke pasar saham. Mereka merasa suku bunga yang semakin turun ini adalah kombinasi tepat untuk masuk ke pasar saham,” ujar Shim. Ia menambahkan, ”Orang juga lebih banyak menghabiskan waktu melihat ke media sosial seperti Instagram dan Youtube dan menemukan banyak orang kaya baru yang memperlihatkan hasil dari bitcoin atau dari saham sehingga banyak orang yang ikut.” ”Selain itu, sudah ada kesadaran meningkat untuk masuk ke pasar saham agar dapat melawan inflasi juga mempersiapkan pensiun,” ujarnya. Perubahan tersebut ditangkap oleh perusahaan sekuritas yang juga ikut berbenah. Pembukaan rekening saham hanya memerlukan dana Rp 100.000. Selain itu, aplikasi sekuritas juga semakin mudah diakses. Adapun pendiri Komunitas Saham Pemula, Frisca Devi, menuturkan, komunitasnya sering mengingatkan para anggota bahwa investasi saham bukanlah cara pintas untuk menjadi kaya raya. Investasi merupakan sebuah proses panjang yang memerlukan proses belajar, bukan sekadar mendapatkan cuan. (Yoga)









