;

G20 SOE Conference: Profesor Harvard Apresiasi Peran BRI Tingkatkan Inklusif Keuangan di Indonesia

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily (H)

Inklusi Keuangan menjadi salah satu isu prioritas yang dibahas dalam sesi diskusi “Peran BUMN dalam memperluas Keuangan Inklusif” pada Trade Investment & Industry Working Group (TIIWG) Road to G20: SOE International Conference di Bali pada Senin, 17 Oktober 2022. Upaya mewujudkan inklusi keuangan dibahas bersama oleh perwakilan negara-negara G-20, pemerintahan, pimpinan perusahaan BUMN, hingga akademisi maupun peneliti. Professor Jay K. Rosengard, Adjunct Lecturer Harvard Kenedy School mengapresisasi kontribusi besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai BUMN dalam mendorong dan menciptakan inklusi keuangan dan serta dalam penerapan ESG di Indonesia. Kontribusi tersebut tidak semata-mata datang tiba-tiba, namun merupakan buah dari upaya panjang BRI memberdayakan UMKM sebagai backbone utamanya bisnisnya. “Dua dekade lalu, ketika teknologi dalam pertanian mulai merambah, BRI berperan aktif dalam membiayai pembelian beras, pupuk, pestisida serta biaya hidup tunjangan selama masa transisi dan edukasi yang diupayakan bersama pemerintah. Dan ini didorong ke BRI dalam program yang disebut “BIMAS (Bimbingan Massal)”, program bimbingan massal, dan ini adalah awal atau cikal bakal microbanking secara nasional di BRI. Dan apa yang terjadi dari waktu ke waktu adalah petani mengadopsi teknologi baru dan membentuk perspektif revolusi hijau. Ini adalah kesuksesan yang luar biasa, Indonesia berubah dari pengimpor beras terbesar dunia menjadi pengekspor beras bersih dalam waktu sekitar satu generasi, 20 tahun” ungkap Jay.

Jay membeberkan pembiayaan yang disalurkan BRI merupakan pendorong utama produktivitas pelaku UMKM. “Adopsi teknologi ini sangat meningkatkan produktivitas petani yang tentu saja meningkatkan pendapatan dan standar hidup mereka. Tetapi semua hal tersebut tidak mungkin terjadi bila tidak ada pembiayaan dari BRI untuk meningkatkan produktivitas mereka,” terang Jay. Dua puluh tahun lebih berselang, BRI telah tumbuh menjadi bank dengan aset terbesar serta penyalur utama kredit UMKM di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan proporsi kredit UMKM di BRI yang sudah mencapai 83% dari total kredit atau Rp920 triliun pada kuartal II-2022. Komitmen BRI dalam sisi pembiayaan juga ditunjang oleh implementasi ESG yang unggul sehingga BRI dapat terus tumbuh berkelanjutan untuk menumbuhkembangkan UMKM. “BRI merupakan contoh dari suksesnya green revolution. BRI juga dapat saya katakan sebagai World’s biggest & most successful profitable microbanking. It’s a great untold story. BRI dapat menjalankan bisnisnya sebagai commercial bank dengan membukukan laba Rp24,88 triliun dalam 6 bulan pertama di tahun 2022 dan sebagian di antaranya dikontribusikan kepada pemerintah melalui dividen serta pajak. BRI juga mampu menghadirkan social development impact ke masyarakat dengan jangkauannya yang luas,” tegas Jay. (Yoga)


Asia Pasifik Pulih Duluan di Industri Perjalanan

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

Industri perjalanan Asia Pasifik akan menjadi satu-satunya di dunia yang pulih pada 2023. Pulih dari dampak pandemi Covid-19. Menurut laporan tahunan Dampak Ekonomi Pariwisata dan Perjalanan dari Dewan Pariwisata dan Perjalanan Dunia atau WTTC yang berbasis di London, Inggris dan dirilis Senin (17/10) waktu setempat, Asia Pasifik akan mengejar ketertinggalan dari kawasan lain di tahun ini. Ditandai kontribusi pendapatan sektor tersebut terhadap perekonomian diprediksi tumbuh 71%. Kontribusi pendapatan pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) di Asia Pasifik tumbuh 16% pada 2021. Tapi jauh di bawah Eropa di 28% dan Amerika Utara 23%. Tapi tahun ini dan tahun depan lain ceritanya. Laporan WTTC itu menunjukkan kegiatan perjalanan di Asia Pasifik tahun ini naik tajam.

 Sejak India dan Australia memulai pencabutan langkah-langkah pembatasan terkait Covid-19, disusul Malaysia, Thailand dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Dan diikuti Jepang, Korsel, serta Taiwan. “Peningkatan (kontribusi pendapatan) dari industri perjalanan Asia Pasifik akan berlanjut pada 2023. Pertumbuhan positif itu akan terus berlanjut di 2024,” kata WTTC, seperti dilansir CNBC. Pada 2025, pendapatan dari perjalanan akan berkontribusi 32% lebih banyak terhadap PDB Asia Pasifik dibandingkan sebelum pandemi. Dan sepanjang periode itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi global diperkirakan tumbuh rerata 5,8% tiap tahunnya. Dan di Asia Pasifik, prediksi kontribusi pendapatan sepanjang 2022-2032 itu jauh lebih tinggi lagi. Yaitu rerata 8,5% per tahun. (Yoga)


Pemerintah Dukung Modernisasi Alsintan Lewat KUR

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

Pemerintah mendukung modernisasi taksi alat dan mesin pertanian (alsintan) petani melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sektor pangan agar tahan banting. Penguatan sektor pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional sekaligus menghadapi ancaman perubahan iklim dan dinamika geopolitik global yang berdampak pada krisis pangan, krisis energi, dan krisis finansial. Pemerintah juga secara konsisten berupaya meningkatkan ketahanan pangan dengan mendorong produktivitas hasil pertanian melalui mekanisme modernisasi taksi alsintan. “Upaya yang dapat mendorong ke arah tersebut salah satunya melalui peningkatan pembiayaan di sektor pertanian, khususnya taksi alsintan melalui program KUR,” ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (18/10). Berdasarkan data penyaluran KUR pertanian yang telah terealisasi, KUR untuk penyediaan alsintan masih relatif kecil, sehingga perlu untuk terus didorong.

Berdasarkan data lima Penyalur KUR, realisasi KUR taksi Alsintan per September 2022 baru Rp 66,86 miliar yang diberikan kepada 272 debitur. Airlangga mengungkapkan, pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga/margin sebesar 3% khusus untuk penyaluran KUR di sektor pertanian. Dengan demikian, petani dapat menggunakan fasilitas KUR untuk melakukan penyediaan alsintan dengan bunga sebesar 3% per tahun. Tahun 2021, penyaluran KUR naik 42% menjadi Rp 281,9 triliun atau 98,9% dari target sebesar Rp 285 triliun dan diberikan kepada 7,28 juta debitur. Pertumbuhan KUR tersebut jauh di atas pertumbuhan total kredit perbankan sebesar 5,2% dan pertumbuhan kredit UMKM yang hanya sebesar 3,67% pada tahun 2021. “Hasil penyaluran KUR tahun 2022 juga menunjukkan peningkatan. Hingga tanggal 30 September, KUR tercatat telah disalurkan kepada 5,65 juta debitur dengan realisasi sebesar Rp 270,59 triliun atau 72,51% dari target sebesar Rp 373,17 triliun,” kata dia. Total outstanding KUR per 30 September 2022 mencapai sebesar Rp 442 triliun dan telah diberikan kepada 37,82 juta debitur, dengan non-performing loan (NPL) pada Agustus 2022 sebesar 1,27%. (Yoga)


Antisipasi Risiko Global, Pemerintah Dorong Diversifikasi Pasar Ekspor

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

Pemerintah mendorong diversifikasi produk dan pasar ekspor untuk mengantisipasi risiko global. Sejauh ini, langkah itu mulai memperlihatkan hasil. “Ekspansi pasar ekspor, misalnya, ke Filipina dan Malaysia yang sudah menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun berjalan,” ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu, Selasa (18/10). Mengutip data BPS, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 4,99 miliar pada September 2022. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sejak Januari hingga September 2022 mencapai US$ 39,87 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan puncak periode boom komoditas 2011 di US$ 22,2 miliar. “Hasil ini juga menandakan surplus yang telah terjadi selama 29 bulan berturut-turut. Secara kuartalan, kinerja net ekspor juga cukup baik, sehingga menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan PDB kuartal III-2022 dan 2022 secara keseluruhan,” kata Febrio.

Nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 24,8 miliar pada September 2022 atau tumbuh 20,28% dibandingkan  September 2022. Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-September 2022 mencapai US$ 219,35 miliar atau meningkat US$ 55 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya US$ 164,32 miliar. “Penguatan permintaan ekspor, terutama berasal dari beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, seperti India, Jepang dan Korea Selatan,” papar Febrio. Sementara itu, dia menyatakan, peningkatan ekspor Januari-September 2022 didorong oleh ekspor migas yang masih tumbuh sangat tinggi mencapai 38,56% (year to date/ytd). Sementara itu, ekspor nonmigas mencatatkan pertumbuhan 33,21% (ytd). Dari sisi sektoral, sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 91,98% (ytd), disusul sektor manufaktur 22,23% (ytd) yang sejalan dengan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Indonesia yang tumbuh di zona ekspansif pada September, dan sektor pertanian yang tumbuh 15,38%. (Yoga)


BTN Targetkan Pembiayaan 132 Juta Rumah Hingga 2025

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan 1,32 juta rumah sampai tahun 2025. Hal ini bergulir seiring disetujuinya rights issue sebesar Rp 4,13 triliun bank pelat merah itu. “Selama ini BTN bisa menyelesaikan pembiayaan perumahan 800 ribu unit lebih selama lima tahun. Dengan adanya penambahan modal, kami targetkan mampu menyediakan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 1,32 juta unit sampai 2025 nanti,” ungkap Dirut Bank BTN Haru Koesmahargyo dalam konferensi pers RUPS Luar Biasa (RUPSLB) BTN di Jakarta, Selasa (18/10). Dia menjelaskan, dari penerbitan saham baru, BTN menargetkan dana senilai Rp 4,13 triliun. Pasca-rights issue, persentase saham pemerintah tidak mengalami perubahan dan tetap menjadi pemegang saham pengendali.

“Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk penyaluran kredit Perseroan dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah,” tegas Haru. Haru menjelaskan, pihaknya optimis target untuk mendukung program sejuta rumah dan mengurangi backlog perumahan ini bisa tercapai. Apal[1]agi pemerintah pada tahun 2023 akan meningkatkan kapasitas subsidi rumah MBR sebanyak 220 ribu unit rumah. “Kami optimistis, kebutuhan rumah ini masih tinggi, terutama untuk MBR. Pada tahun ini pemerintah sediakan subsidi untuk 200 ribu unit dan tahun 2023 sebanyak 220 ribu unit dan kami mampu untuk menyerapnya,” kata Haru. (Yoga)


Mendag; Sinergi BUMN Dengan Sektor Lain Jadi Kunci Hadapi Tantangan Global

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

Keikutsertaan BUMN sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sinergi bidang perdagangan, investasi, dan industri. BUMN, sebagai salah satu pemangku kepentingan di tiga sektor tersebut, akan memberikan kontribusi penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah berbagai krisis. Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan dalam pidato penutup secara virtual pada Road to G20: State Owned Enterprises (SOEs) International Conference, Senin (17/10). Dia menerangkan, sinergi BUMN dengan sektor perdagangan, investasi, dan industri akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perekonomian dunia seperti ancaman krisis pangan dan krisis energi, serta inflasi yang dapat berimbas pada resesi ekonomi. “Saya melihat bahwa forum G20 tetap menjadi sarana terbaik untuk menemukan solusi bersama dalam menjawab tantangan-tantangan global tersebut,” imbuh Mendag dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/10).

Pada 21–23 September 2022 lalu, Mendag memimpin Pertemuan Tingkat Menteri G20 bidang Perdagangan, Investasi, dan Industri (Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting/TIIMM). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah capaian konkret yang juga sejalan dengan tujuan Road to G20: SOEs International Conference. Dalam TIIMM, para Menteri G20 mendukung seluruh agenda prioritas Indonesia dalam mendorong reformasi WTO, memperkuat sistem perdagangan multilateral untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, serta menjamin akses produk kesehatan yang aman dan terjangkau. Para menteri juga sepakat mendorong kerja sama dalam menjaga ketahanan rantai pasok global, meningkatkan kapasitas UMKM, mendorong investasi berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas sektor industry. (Yoga)


KSB Indonesia Dukung Pengembangan Enengi Terbarukan

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

PT KSB Indonesia mendukung pemberdayaan energi terbarukan dengan menggunakan solar panel untuk kegiatan operasional perusahaan. Pemasangan panel surya dilakukan seiring perluasan pabrik dan workshop servis di Cibitung, Jabar. Direktur Operasi KSB Indonesia Iwan Suprajan mengatakan panel surya yang terpasang di atap pabrik dengan kapasitas 200 kilowatt peak (kWp). Adapun kebutuhan daya pabrik sebesar satu MW). Dia mengungkapkan kapasitas panel surya dapat ditambah di tahun-tahun mendatang. “Pemasangan panel surya juga diterapkan di seluruh KSB Group di dunia. Dari kalkulasi kami ini mampu meningkatkan efisiensi 20 %,” kata Iwan dalam jumpa pers di Bekasi, Selasa (18/10).

Peresmian perluasan pabrik dihadiri oleh Chief of Technical Officer KSB Group Stephan Bross, Regional Executive Officer KSB South Asia Pacific Andre Richter, Managing Director KSB Indonesia dan KSB Sales Indonesia Philippe Olivier, dan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim. Philippe menuturkan bisnis KSB ke depan tidak hanya pada sektor pertambangan. Namun juga merambah pada energi baru terbarukan. Produk perusahaan berupa pompa maupun valve dapat menunjang pengembangan energi terbarukan di Indonesia. “Energy market sangat penting dan kami mendukung perusahaan pengembang listrik,” tuturnya. (Yoga)


Blibli Akan Pakai Rp 5,5 Triliun Dana IPO untuk Tutup Utang

Yoga 19 Oct 2022 Investor Daily

PT Global Digital Niaga atau Blibli dalam waktu dekat bakal melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan mengincar dana segar Rp 8,17 triliun. Dari total tersebut, Rp 5,5 triliun akan dipakai untuk menutup utang. Chief Financial Of­ cer (CFO) Blibli Hendry menjelaskan, sebagaimana dipublikasikan melalui prospektus, sebesar Rp 5,5 triliun dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk membayar fasilitas perbankan. “Sebenarnya fasilitas ini sudah kami miliki dari tahun sebelumnya. Dan sebagai proses bisnis, ini normal. Jadi untuk proceed Rp 5,5 triliun untuk dilakukan pembayaran,” kata Hendry dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (18/10). Sisa dana IPO, akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan utama perseroan, anak perusahaan, dan Tiket.com yang sudah diakuisisi Blibli sejak 2017. Termasuk kegiatan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang proses akuisisinya sudah dituntaskan Blibli pada kuartal IV-2022. Berbekal ekosistem yang cukup lengkap tersebut, ke depan Blibli bakal fokus mengeksekusi strategi sinergi di dalam ekosistem.

“Jadi, kalau dilihat beberapa tahun ke belakang, masing-masing platform masih beroperasi dan optimalisasinya sendiri-sendiri. Dan aksi korporasi ini tujuannya adalah untuk menyinergikan tiga platform tersebut, sehingga ke depan kami akan fokus mengeksekusi sinergi omnichannel dan sinergi platform,” papar Hendry. Salah satu caranya, dimulai dengan menerapkan single sign on, lalu menyediakan dompet digital dan sebagainya. “Jadi, sebenarnya ini yang patut ditunggu. Kami yakin dengan aksi korporasi ini nantinya bisa jadi lebih baik,” tutur Hendry. Dalam kesempatan itu, CEO Tiket.com George Hendrata juga menambahkan alasan di balik melantainya Blibli di bursa, yakni didorong oleh potensi pasar yang masih cukup besar. “Pasarnya besar. Ada US$ 150 miliar yang dilayani Blibli, US$ 41 miliar di travel dan lifestyle dilayani Tiket.com, serta US$ 124 miliar di kebutuhan sehari-sehari yang dilayani Ranch,” sebut George. Di luar ketiga platform itu, masih terdapat perusahaan proxy di luar negeri yang juga cukup dan berkelanjutan dengan laba yang positif. Atas dasar itu, George melihat banyak hal yang bisa dijalankan, apalagi didukung dengan adanya omnichannel dan sinergi. (Yoga)


Siapa Obral Surat Utang

Yoga 18 Oct 2022 Tempo

Kenaikan tingkat suku bunga global turut mengerek naik suku bunga surat berharga negara (SBN). Kebijakan berbagai bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi dan tingginya volatilitas pasar membuat para investor global cenderung menarik dananya (risk off) dari emerging market atau pasar yang sedang bertumbuh cepat. Selama 2022, arus keluar dari emerging market untuk pasar surat utang (debt market) diperkirakan sebesar US$ 62,2 miliar. Namun, di tengah tekanan global tersebut, selisih (spread) antara imbal hasil (yield) SBN domestik tenor 10 tahun dan obligasi pemerintah AS (US Treasury) justru mengecil, mengindikasikan meski imbal hasil SBN meningkat, peningkatan tersebut lebih rendah dibanding peningkatan obligasi US Treasury. Arus keluar dari pasar surat utang Indonesia hingga Agustus 2022 sebesar US$ 7,2 miliar. Dalam periode yang sama justru terdapat arus masuk ke pasar ekuitas sebesar US$ 4,6 miliar. Hal ini membuat IHSG September 2022 terkerek naik ke level tertinggi sepanjang sejarah sebesar 7.372. Kenaikan IHSG tersebut merupakan indikasi optimisme para investor terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia. Investor beralih ke instrumen ekuitas yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih besar dibanding pendapatan tetap (fixed income) pada saat ekonomi membaik.

Hingga September 2022, jumlah penawaran dari bank pada lelang surat utang negara (SUN) mencapai Rp 556,2 triliun, turun dibanding periode yang sama pada 2021, yang mencapai Rp 696 triliun. Kebijakan BI menaikkan giro wajib minimum (GWM) berdampak pada berkurangnya dana yang dapat diinvestasikan oleh bank pada SBN. Selain itu, seiring dengan pemulihan ekonomi, penyaluran kredit oleh perbankan makin meningkat. Data pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2022 mencapai 10,62 % atau 10 kali pertumbuhan kredit Agustus 2021, yang hanya 1,16 %. Meningkatnya penyaluran kredit menyebabkan permintaan SBN oleh bank menurun. Namun, di sisi lain, hal ini menunjukkan mulai kembalinya bank ke fungsi utamanya, yaitu fungsi intermediari untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dari aspek kebutuhan pembiayaan, semakin membaiknya penerimaan negara, terutama dari pajak, membuat proyeksi kebutuhan pembiayaan melalui penerbitan SBN semakin berkurang. Pada mulanya defisit APBN dalam UU APBN 2022 dirancang 4,85 % PDB, kemudian direvisi melalui Perpres No 98 Tahun 2022 menjadi 4,5 %. (Yoga)


Sinyal Perburukan Neraca Dagang

Yoga 18 Oct 2022 Tempo

Kinerja perdagangan luar negeri mulai menunjukkan pelemahan menjelang pengujung tahun ini. Kinerja ekspor berpotensi terpukul setelah proyeksi resesi perekonomian global pada 2023 yang akan menerpa sepertiga negara di dunia diumumkan oleh IMF. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, berujar bahwa ancaman resesi yang utamanya terjadi pada negara-negara mitra dagang tradisional Indonesia tak hanya berdampak pada penurunan volume ekspor, tapi juga nilainya. “Hal itu menyebabkan surplus perdagangan ke depan akan terus menyempit,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 17 Oktober 2022. Dalam konferensi pers kemarin, BPS mengumumkan, surplus perdagangan Indonesia tercatat sebesar US$ 4,99 miliar, lebih rendah dari Agustus 2022 yang US$ 5,71 miliar. Adapun nilai ekspor maupun impor juga menurun dari bulan sebelumnya, yaitu masing-masing sebesar US$ 24,8 miliar dan US$ 19,81 miliar.

Surplus tersebut ditopang oleh surplus neraca perdagangan non-migas sebesar US$ 7,09 miliar, dengan komoditas utamanya yaitu bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan, serta besi dan baja. Sedangkan komoditas migas mencatat defisit sebesar US$ 2,1 miliar. “Sektor yang terpukul adalah bisnis-bisnis yang mengandalkan pasar ekspor tradisional,” kata dia. Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas), Yusuf Wibisono, mengatakan, sinyal pelemahan itu sejalan dengan melambatnya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, IMF memprediksi perekonomian Indonesia tumbuh di kisaran 5,1-5,3 % pada 2023, tapi dipangkas menjadi 5 %. “Dengan proyeksi buram yang melemahkan kinerja ekspor, neraca dagang ke depan akan memburuk,” ucapnya. Meski demikian, menurut Yusuf, kondisi iklim perdagangan Indonesia masih relatif kondusif jika dibandingkan dengan negara peer group, seperti Vietnam, Filipina, dan Malaysia, yang pertumbuhan ekonominya dipangkas hingga hampir 1 %. (Yoga)


Pilihan Editor