Harapan Baru Industri Asuransi
Industri asuransi terus menjadi sorotan publik gara-gara banyaknya persoalan yang merugikan pemegang polis. Dari kasus gagal bayar polis dan megakorupsi asuransi Jiwasraya, gagal bayar polis dan tindak pidana penggelapan asuransi Kresna Life, hingga ramai-ramai keluhan nasabah soal produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link karena tak mendapat manfaat sebagaimana yang dijanjikan para agen. Kehadiran Lembaga Penjamin Polis (LPP) pun membawa harapan baru bagi konsumen ataupun pelaku industri asuransi. Terlebih, RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) atau omnibus law sektor keuangan juga berfokus menciptakan tata kelola industri asuransi yang lebih sehat di semua lini.
Jaminan yang diberikan diharapkan dapat mendorong minat dan kepercayaan masyarakat untuk sukarela menggunakan jasa asuransi serta pilihan produknya, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum. Ketua Umum Asosiasi Broker Asuransi dan Reasuransi Indonesia, Kapler Marpaung, mengungkapkan LPP akan menjaga kelangsungan usaha industri asuransi sekaligus memastikan aspek perlindungan konsumen senantiasa terjaga. "LPP akan menjadi bagian dari pembenahan industri asuransi," kata dia, akhir pekan lalu. Sebagaimana diketahui, industri asuransi senantiasa tumbuh pesat. Pada Agustus 2022, total pendapatan premi asuransi jiwa mencapai Rp 106,77 triliun, sedangkan asuransi umum sebesar Rp 26,52 triliun. Jaminan premi yang diberikan LPP diprediksi mengerek kinerja industri asuransi menjadi lebih berkembang. (Yoga)
Krisis Pupuk dan Iklim Turunkan Produksi Pangan 2023
Kenaikan harga pupuk dan anomali iklim diperkirakan menurunkan produktivitas pangan pada tahun depan. Sekjen Aliansi Petani Indonesia, Muhammad Nuruddin, mengatakan, saat ini petani masih cukup terbantu oleh keberadaan pupuk bersubsidi. Pupuk NPK bersubsidi, misalnya, kini berada di harga Rp 135-140 ribu per sak. Hanya, ia khawatir kuota pupuk bersubsidi tersebut tidak mencukupi kebutuhan petani secara keseluruhan. "Kalau ke depan kuotanya masih 9 juta ton, dengan luas panen 13 juta hektare, itu hanya cukup untuk padi dan jagung. Tidak cukup untuk pangan-pangan lain, terutama perkebunan," ujar dia kepada Tempo, akhir pekan lalu. Nuruddin mengatakan kebutuhan pupuk petani berdasarkan catatan tahun-tahun sebelumnya mencapai 23 juta ton. Lantaran kuota pupuk bersubsidi yang disiapkan pemerintah belum mencukupi kebutuhan, Nuruddin mengatakan pilihan petani hanya dua: membeli pupuk non-subsidi atau mengurangi penggunaan pupuk kimia. Ia menuturkan selisih harga pupuk non-subsidi dengan pupuk bersubsidi cukup jauh. Berdasarkan catatannya, harga pupuk NPK non-subsidi bisa mencapai Rp 600-800 ribu per sak.
“Petani memilih memperbanyak pupuk dasar dan pupuk kandang untuk kebutuhan unsur makrohara. Pupuk yang lain mungkin tidak terbeli, kecuali kalau ada pupuk produk swasta yang harganya sama dengan pupuk bersubsidi," kata Nuruddin. Padahal, kata dia, penggunaan pupuk cukup berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Pupuk NPK, misalnya, diperlukan untuk pertumbuhan bulir padi dan buah-buahan. Apabila pemupukan tidak optimal, produksi padi dapat anjlok 20-30 %. Persoalan pupuk itu pun bisa makin rumit dengan adanya anomali iklim. Musababnya, pemupukan juga perlu memperhatikan iklim. Nuruddin mengatakan pemberian pupuk harus tepat waktu, tepat dosis, dan berimbang. "Kalau curah hujan tinggi dan kena air, jadi tidak optimal, harus disertai supervisi penyuluh kalau pemerintah mau mengamankan produktivitas," ujarnya. Selain itu, kemarau basah mengganggu produktivitas lantaran kerap memunculkan banjir hingga ledakan jumlah hama dan penyakit di berbagai daerah. Ia berharap pemerintah bisa mengantisipasi hambatan-hambatan ini dengan memastikan kuota dan distribusi pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan. (Yoga)
Waspada Lonjakan Harga Pangan
Harga bahan pangan, dari tepung terigu hingga beras, naik dalam beberapa pekan terakhir. Kendati pasokan pangan di dalam negeri dinilai relatif aman, Indonesia perlu bersiap menghadapi ancaman krisis pangan global. Pagi menjelang siang 16 Oktober 2022, suasana di Pasar Anyar, Kota Bogor, kian ramai dengan hiruk pikuk aktivitas jual-beli bahan pangan. Sejumlah pedagang dan pembeli sama-sama menceritakan satu hal yang sama: harga berbagai bahan pangan naik. Yeyet, pembeli di pasar tersebut, menceritakan bahwa sebagian besar harga bahan pangan melambung. Beberapa komoditas yang sangat terasa kenaikan harganya antara lain minyak goreng dan cabai. “Strateginya, kalau untuk bahan kebutuhan pokok, cari promo di supermarket. Sedangkan untuk bahan sayuran, beli di pasar tradisional,” ujar Yeyet saat ditemui Tempo di Pasar Anyar. Ke depan, dia sangat berharap harga berbagai bahan pangan bisa turun.
Berdasarkan wawancara dengan beberapa pedagang, mereka membenarkan bahwa harga sejumlah bahan pangan naik meski relatif tidak signifikan. Endang, penjual beras, mengatakan harga bahan pangan yang ia jual naik Rp 300-400 per kilogram. Akibat kenaikan harga tersebut, kata dia, jumlah pembeli beras di lapak dagangannya pun terasa berkurang dari biasanya. Bahkan tak jarang ia juga menerima keluhan dari pembeli mengenai kenaikan harga tersebut. Kendati demikian, pendapatannya dari berdagang masih relatif baik. "Tapi saya berharap pemerintah bisa meningkatkan daya beli masyarakat seperti dulu sebelum masa pandemi. Sekarang lemah sekali," tutur dia. Penjual sayuran bernama Rahmat mengatakan harga aneka pangan nabati relatif stabil. Bahkan beberapa harga sayuran mulai ada yang turun. "Harga cabai, kecuali cabai keriting, dan lainnya di sini mulai turun. Memang tidak semua turun, tergantung harga dari kebun.". (Yoga)
Ekspansi Setelah Salim Masuk
Masuknya Grup Salim diperkirakan memuluskan rencana ekspansi PT Bumi Resources Tbk. Di antaranya pengembangan energi terbarukan. Suntikan dana dari investor baru bakal dipakai Bumi Resources untuk melunasi utang. Setelah melunasi kewajiban tersebut, Sekretaris Perusahaan Bumi Resources, Dileep Srivastava, menuturkan BUMI bakal berfokus mengembangkan bisnis yang sudah berjalan sekaligus berekspansi. "Dengan kerja sama ini, BUMI bisa mengejar pelaksanaan proyek-proyek penghiliran batu bara serta diversifikasi bisnis non-batu bara ke depan," ujarnya, kemarin. Salah satu sasaran perusahaan adalah pengembangan energi terbarukan. Grup Salim masuk ke Bumi Resources lewat Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MPEL). Perusahaan tersebut akan menyerap saham yang dilepas emiten berkode BUMI itu lewat penambahan modal tanpa hak memesan efek lebih dulu.
Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa pada Selasa, 11 Oktober lalu, BUMI akan menerbitkan 200 miliar lembar saham yang setara dengan 58,17 persen dari modal disetor perseroan setelah pelaksanaan private placement. Harganya senilai Rp 120 per lembar saham. Sebanyak 170 miliar lembar saham akan diserap oleh Mach Energy (Hong Kong) Limited. Perusahaan ini dimiliki oleh PT Bakrie Capital Indonesia dan MPEL masing-masing 42,5 persen. Sementara itu, sebanyak 30 miliar lembar saham lainnya bakal menjadi milik Treasure Global Investments Limited, yang hampir 84 persen sahamnya dimiliki MPEL Lewat aksi korporasi yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang, BUMI bisa meraup dana segar hingga Rp 24 triliun atau setara dengan US$ 1,6 miliar, dengan nilai tukar rupiah 15 ribu per dolar Amerika Serikat. "Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang Tranche A, Tranche B, Tranche C, dan CVR (contingent value rights)," ujar Dileep. (Yoga)
Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tengah Ancaman Resesi Global
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tegaskan komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman resesi global. Hal tersebut diungkapkan Dirut BRI Sunarso pada acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2022. Sunarso mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dicapai melalui fokus kepada driver pertumbuhan domestik dengan cara mendorong UMKM yang dapat mendorong penciptaan lapangan kerja. “Disinilah BRI yang core business-nya UMKM harus lebih berperan aktif, karena 97% lapangan pekerjaan di Indonesia berasal dari UMKM,” imbuhnya. BRI optimistis apabila kredit tetap tumbuh secara selektif, maka akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan ekonomi nasional. “Dalam konteks ini saya tetap mengatakan tetap tumbuh, artinya apa? Upaya kita menekan inflasi itu penting, tetapi akan lebih baik lagi kalau kita bisa menekan inflasi dan tetap menumbuhkan perekonomian kita sehingga tidak terjadi stagflasi dan tidak terjadi tambahan unemployment,” urai Sunarso. Kendati demikian, menurutnya BRI masih optimistis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan. “Maka, untuk tumbuh syaratnya ada tiga,” ujar Sunarso. Pertama sumber pertumbuhannya jelas dan dipersiapkan untuk saat ini dan jangka panjang.
Sebagai sumber pertumbuhan baru, BRI sudah masuk ke segmen ultra mikro melalui Holding Ultra Mikro yang resmi hadir sejak September 2021 bersama PT Pegadaian PT Permodalan Nasional Madani (PNM) atas inisiasi Kementerian BUMN. Kedua adanya kecukupan modal. Sunarso menyebut Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal yang dimiliki BRI mencapai 25%. “Cukup untuk tumbuh selama 4 tahun ke depan, maka labanya berapa pun, tidak ada alasan untuk menahan laba menjadi modal. Jadi layak dibagikan, karena itu cukup,” kata Sunarso menegaskan. Ketiga adalah likuiditas. Saat ini, papar Sunarso, rasio LDR nasional berada di level 82%, namun masih terdapat tantangan dari sisi likuiditas. Di sisi lain, untuk menghadapi situasi ekonomi yang melambat karena tantangan-tantangan yang akan dihadapi pihaknya pun telah memetakan kondisi melalui empat matriks yang menjadi dasar antisipasi atau mitigasi risiko. Pertama, kondisi ekonomi pulih dengan inflasi naik dan kualitas pinjaman memburuk. Maka strateginya adalah mempercepat proses write-offs agar recovery rate nya dapat lebih tinggi, serta mempertahankan coverage ratio yang besar. “Untuk itu BRI menyediakan coverage ratio terhadap NPL yang mencapai 266%, angka tersebut lebih dari cukup. (Yoga)
Naikkanlah Bunga Untuk Jaga Rupiah
Para pelaku bisnis bisa memahami jika BI akhirnya harus menaikkan suku bunga acuan untuk mencegah capital outflow dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di saat terjadi guncangan di pasar global dan gejolak moneter yang ditandai capital outflow dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang cukup tajam, stabilitas ekonomi jauh lebih penting dibandingkan ekspansi bisnis. Jika The Federal Reserve (The Fed) menaikkan lagi 125 basis poin suku bunga acuan ke level 4,50% di akhir tahun 2023, BI perlu menaikkan lagi suku bunga acuan, BI 7-day reverse repo rate (BI7DRRR) dari 4,25% ke 5,50%. Selisih suku bunga kedua bank sentral sekitar seratus basis poin cukup aman untuk mencegah capital outflow dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Dengan kondisi ekonomi yang stabil, pasar modal akan terus bergairah. Demikian dikemukakan narasumber yang dihubungi terpisah Investor Daily, Sabtu (15/10/2022) dan Minggu (16/10/2022).
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja mengatakan, bila The Fed terus menaikkan suku bunga acuannya secara agresif untuk mengontrol inflasi domestiknya, BI tidak punya pilihan selain ikut menaikkan BI7DRRR guna menciptakan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap ekonomi nasional. “Ini memang akan menjadi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik. Tetapi, bila tidak dilakukan, kemungkinan situasinya akan lebih buruk, khususnya dalam mempertahankan arus FDI (investasi langsung asing) ke Indonesia, atau untuk memastikan tidak adanya capital outflow dalam skala yang lebih besar,” ungkap Shinta. Jika respons kebijakan BI dan pemerintah tepat, ke depan, rupiah dan IHSG yang kini tertekan sentimen kenaikan suku bunga Bank Sentral AS dan ancaman resesi global akan rebound, didukung fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid. Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, anjloknya rupiah dan IHSG di BEI sepekan terakhir jangan menimbulkan kekhawatiran berlebihan, karena secara fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong kuat,” ucap Arsjad kepada Investor Daily, pekan lalu. (Yoga)
Credit Suisse akan Jual Bisnis untuk Tambah Modal
Credit Suisse dikabarkan siap menjual sebagian bisnisnya di dalam negeri untuk menambah modal sekitar 4,5 miliar franc Swiss atau US$ 4,48 miliar. Financial Times melaporkan pada Sabtu (15/10) bahwa yang akan dijual antara lain kepemilikan saham di SIX Group, operator Bursa Zurich. Lalu 8,6% kepemilikan di perusahaan teknologi asal Madrid, Spanyol, Allfunds. Kemudian dua bank Swiss, Pfandbriefbank dan Bank-Now. Serta usaha patungan dengan American Express, yaitu Swisscard. “Kami akan memperbarui perkembangan kajian strategi komprehensif pada pengumuman laporan keuangan kuartal tiga,” kata Credit Suisse kepada Reuters via surat elektronik. Pengumuman laporan keuangan tersebut dijadwalkan pada 27 Oktober 2022. Pada kesempatan itu, Credit Suisse juga dikabarkan akan menyampaikan strategi bisnis baru. Financial Times bulan lalu melaporkan bahwa Credit Suisse telah menyusun rencana untuk membagi tiga bank investasinya. Upaya-upaya ini ditempuh untuk keluar dari jerat skandal selama tiga tahun terakhir.
Bank asal Swiss ini antara lain merugi lebih dari US$ 5 miliar akibat bangkrutnya perusahaan investasi Archegos tahun lalu. Credit Suisse juga harus mensuspens dana para klien terkait perusahaan dana investasi Greensill Capital yang juga bangkrut. Blog Inside Paradeplatz awal bulan ini juga melaporkan bahwa Credit Suisse akan menjual Savoy Hotel di Paradeplatz di distrik keuangan Zurich. Nilai jual hotel mewah tersebut dikabarkan sebesar 400 juta franc Swiss. Sementara Reuters pada September lalu melaporkan bahwa Credit Suisse akan memangkas biaya-biaya dengan mengurangi sekitar 5.000 lapangan kerja di seluruh kelompok usaha. Skandal demi skandal itu telah membuat harga saham Credit Suisse anjlok. Terakhir berada di level 4,42 franc Swiss dari 5 franc Swiss sebulan lalu. Dan sempat menyentuh 4,14 franc Swiss pada Rabu (12/10). Rencana tersebut menjadi jalan terbaik untuk memulihkan kepercayaan. CEO Ulrich Koerner, yang baru menjabat pada Agustus 2022, yang akan menyampaikan strategi bisnis baru pada 27 Oktober itu. (Yoga)
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor Dua di G20
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi tertinggi kedua di antara negara-negara anggota G20, setelah Arab Saudi. Tren ini terus dipertahankan sepanjang 2022, didukung dengan faktor eksternal yang masih cukup aman. “Alhasil, Indonesia tidak termasuk negara yang rentan terhadap masalah keuangan. Memiliki pasar domestik yang cukup kuat, perekonomian Indonesia juga relatif aman dari sisi internal dan diprediksi tahun depan tumbuh 4,8- 5,2%," kata Airlangga, Sabtu (15/10).
Dia menambahkan, untuk terus melanjutkan kinerja impresif perekonomian nasional dan mengantisipasi berbagai tantangan ke depan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja berbagai program prioritas dengan menyelenggarakan kegiatan Leaders’ Offsite Meeting (LOM) kuartal III-2022 di Semarang, Jawa Tengah, 13-14 Oktober 2022. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Menko Airlangga tersebut diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan kebijakan atau program yang telah diambil Kemenko Perekonomian. Dengan evaluasi kinerja menyeluruh, berbagai pembenahan secara komprehensif juga akan dapat dilakukan untuk mendapatkan solusi terbaik dari berbagai tantangan yang ada. (Yoga)
Iklim Investasi Hilir Belum Kompetitif
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, program hilirisasi masih terkendala banyak hal. Pasalnya, iklim usaha di sektor ini hampir sepenuhnya belum kompetitif, sehingga perlu dibenahi secara struktural. Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, dengan dilakukan upaya pembenahan, iklim usaha menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi investor untuk berinvestasi di sektor/industri yang ditargetkan. Adapun jenis reformasi struktural yang dilakukan harus bersifat lebih sektoral dan targeted, tetapi pada saat yang sama juga butuh reformasi yang koheren untuk pertumbuhan industri hilir. “Jadi tidak bisa hanya dengan UU Cipta Kerja atau UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang jenis reformasi strukturalnya lebih umum atau lintas sektoral,” kata Shinta saat dihubungi Investor Daily belum lama ini.
Guna menjalankan hilirisasi secara optimal, pemerintah disarankan memperhatikan karakter investasi hilirisasi yang belum sukses, yaitu sektor padat modal, padat teknologi, tenaga kerja berkompetensi tinggi, serta upfront investment berskala besar dengan masa return yang tidak pendek. Shinta mengatakan, perlu efisiensi tinggi atau kombinasi dari dua sampai tiga faktor tersebut. Sebab iklim usaha sangat mempengaruhi kesuksesan hilirisasi. Beberapa permasalahan yang terjadi, kata dia, dipicu perusahaan tidak kompetitif, karena tidak mau atau tidak mampu melakukan adopsi teknologi. Kemudian, ada yang tidak kompetitif karena tidak didukung rantai pasok, badan usaha tidak efisien, hingga biaya overhead. (Yoga)
Hunian Vertikal Berkonsep TOD Kian Diminati
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ACP) mencatat penjualan hunian di kawasan terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD) pada kuartal III tahun 2022 melonjak sebesar 56,4% secara year on year (YoY). Direktur Utama ACP, Rizkan Firman menjelaskan, seiring dengan peningkatan penjualan juga mendongkrak pendapatan usaha perseroan secara YoY sebesar 44 % dari Rp 292,5 miliar menjadi Rp 421,5 miliar. TOD merupakan sebuah hunian yang dibuat terintegrasi dengan transportasi massal, seperti LRT atau commuter line. “Pencapaian tersebut menggambarkan bahwa hunian vertikal/ apartemen dengan konsep TOD kian diminati oleh masyarakat,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (16/10). Masyarakat mulai memahami bahwa memiliki hunian yang dekat dengan transportasi massal dalam hal ini LRT membuat kualitas hidup meningkat, hemat biaya dengan pemanfaatan transportasi massal yang memberikan kemudahan mobilitas masyarakat dengan produktivitas tinggi. Minat masyarakat terhadap hunian berbasis transportasi masal, menurut Rizkan, tercermin dengan terjualnya 1.390 unit sepanjang Januari hingga September 2022.
Tiga proyek penopang tertinggi dalam peralihan kontrak marketing sales ACP meliputi Adhi City Sentul (rumah tapak), LRT City Tebet (apartemen), dan LRT City Bekasi (apartemen). Selain itu, didukung oleh peningkatan pendapatan dari salah satu sumber recurring income ACP yaitu Hotel Gran Dhika Indonesia dengan peningkatan signifikan sebesar 66,8% secara YoY. Perolehan kinerja yang baik di kuartal III ini menjadikan perseroan semakin optimistis dalam mengembangkan konsep bisnis hunian TOD. “Di tengah-tengah bisnis di sektor properti yang penuh tantangan, ADCP optimistis hunian TOD diminati masyarakat. Terbukti dari performa marketing sales dan capaian yang baik di kuartal III ini,” katanya. Dia mengatakan, ke depan perusahaan tetap berfokus pada percepatan penyelesaian pembangunan proyek di Bekasi, Sentul, dan Tangerang untuk mengejar target serah terima yang telah ditentukan. (Yoga)









