;

BUMN Masih menjadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Ekonomi Yoga 18 Oct 2022 Investor Daily (H)
BUMN Masih menjadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Hingga saat ini, BUMN masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Lewat transformasi yang digulirkan sejak 2019, kinerja perusahaan milik negara meningkat signifikan. Pada 2021, tahun kedua pandemi, laba BUMN melesat 838%, naik dari Rp 13 triliun tahun sebelumnya ke Rp 124,7 triliun. Dengan aset US$ 630 miliar, peran BUMN semakin penting pada masa mendatang. Pengalaman berbagai negara menunjukkan, BUMN yang sehat secara finansial mampu menggerakkan perekonomian dan memberi kontribusi besar kepada bangsa dan negara. Oleh karena itu, transformasi harus dituntaskan agar yang boleh beroperasi hanya BUMN dengan tata kelola yang baik dan berkinerja positif. Demikian pandangan yang mengemuka dalam diskusi bertopik Corporate Governance and Global Cooperation for Sustainable and Inclusive Growth di Nusa Dua, Bali, Senin (17/10). Sesi diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian diskusi bertema State-Owned Enterprises (SOE) International Conference. Pada kesempatan yang sama dilakukan peluncuran Indonesia Fund. SOE International Conference mengangkat topik-topik strategis yang mendukung fokus pemerintah dalam perhelatan G20 2022, yaitu Digitalisasi, Transisi Energi, Inklusi Keuangan, dan Transformasi Kesehatan.

Kementerian BUMN telah menempuh berbagai langkah terobosan untuk menyehatkan perusahaan-perusahaan pelat merah, di antaranya menciutkan jumlah BUMN agar lebih sehat dan efisien, melakukan klasterisasi serta membentuk holding dan subholding. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, Kementerian BUMN terus melakukan transformasi BUMN secara komprehensif sejak 2019. Saat ini, langkah transformasi BUMN telah mencapai 80%. “Prioritas kami untuk satu setengah tahun ke depan adalah mendorong agar transformasi BUMN bisa mencapai 100%,” kata dia. Erick mengungkapkan, kerja keras BUMN dalam melakukan transformasi selama tiga tahun terakhir membuahkan hasil yang signifikan. Pendapatan BUMN meningkat 18,8% pada 2020-2021, menjadi Rp 2.295 triliun atau US$ 160 miliar. Sedangkan laba konsolidasi melonjak 838% dari Rp 13 triliun (US$ 892 juta) pada 2020 menjadi Rp 124,7 triliun (US$ 9 miliar) pada 2021. “Total aset BUMN mencapai Rp 8.978 triliun atau sekitar US$ 630 miliar pada akhir 2021, setara 53% PDB Indonesia,” ujar Erick. Erick Thohir menambahkan, kinerja SDM, baik perempuan maupun kepemimpinan muda di BUMN telah menunjukkan kemajuan yang positif. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :