Rupiah Semakin Lemas, Pebisnis Tambah Waswas
Ketidakpastian ekonomi global turut mengempaskan mata uang rupiah. Kurs tengah
Bloomberg
memperlihatkan, rupiah di level Rp 15.427 per dollar AS pada Jumat (14/10), dan level terendah rupiah sejak pandemi Covid-19 dua tahun lalu. Tekanan terhadap rupiah mempengaruhi dunia usaha di dalam negeri. Para pengusaha berharap, fluktuasi valuta tak terlalu tajam sehingga kalkulasi bisnis dan kondisi perekonomian lebih terkendali.
Bayang-bayang pelemahan rupiah kembali hadir. Berawal dari pandemi Covid-19, ekonomi global gonjang-ganjing, terutama akibat perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung berakhir. Ujung-ujungnya, dunia kini diambang resesi.
Koordinator Wakil Ketua Umum III Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta Kamdani menilai, pelemahan rupiah punya efek berbeda-beda di industri manufaktur. Pengusaha diminta waspada menggelar ekspansi.
Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro berpendapat, tren pelemahan rupiah secara umum berdampak negatif bagi kalangan pengusaha, termasuk bagi para eksportir. Apalagi jika rupiah bergerak fluktuatif. Oleh karena itu, eksportir berharap laju rupiah lebih stabil dan tak berubah arah secara drastis dalam tempo singkat. "Ini mengingat naik-turun valuta saling terkait dengan kondisi ekonomi nasional maupun global," kata dia.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023