Dosen Tidak Dapat Membeli Buku karena Terhimpit Kebutuhan Ekonomi
Gaji rendah membuat para pendidik dicekik kebutuhan ekonomi. Dosen tak bisa beli buku demi popok dan susu anak. Sudah sebulan, motor bebek tua milik Anggun Gunawan (40) lampunya mati, tapi tetap dipakai siang dan malam, karena itu satu-satunya kendaraan yang dipunya dosen Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta tersebut. ”Itu motor keluaran tahun 1997, saya beli waktu masih kuliah di UGM tahun 2006. Masih saya pakai karena belum mampu beli yang lain,” kata Anggun, Senin (17/2). Anggun menjadi dosen politeknik sejak Januari 2021. Juni 2024, ia diangkat menjadi dosen dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Ia memperoleh gaji pokok Rp 4,4 juta dan uang makan Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per bulan. Jumlah penghasilan itu amat mepet untuk memenuhi kebutuhannya sebagai ayah dua anak. Di awal bulan, ia harus membayar Rp 1,7 juta untuk sewa kontrakan di Jagakarsa, Jaksel. Sisanya untuk kebutuhan pokok. Tak ada anggaran sama sekali untuk membeli buku yang amat penting bagi seorang dosen. ”Kalau kita beli buku yang dibutuhkan untuk meng-update materi pembelajaran mahasiswa maka tak ada lagi uang untuk beli susu dan pampers anak,” ujarnya.
Kondisi ini berbanding terbalik saat Anggun memperoleh beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk kuliah S-2 di Oxford Brookes University, Inggris, pada 2019. Saat itu, ia mendapat anggaran Rp 10 juta per tahun khusus untuk membeli buku. ”Sekarang, setiap tanggal 15, gaji sudah habis. Saya harus ngutang ke teman, lalu dibayar waktu gajian bulan depan,” ucapnya. Untuk mencari penghasilan tambahan, Anggun mengajar di sekolah vokasi UI dan Universitas Terbuka (UT). Dari situ ia mendapat tambahan penghasilan Rp 1 juta per bulan. Namun, tak rutin karena tergantung masa kuliah mahasiswa (Yoga)
Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan oleh Dunia Usaha
Fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha dan berpotensi memicu kenaikan harga barang-barang domestik. Para pelaku usaha membutuhkan insentif untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri dalam negeri. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan, para pelaku usaha sangat menyayangkan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat rupiah sempat menyentuh level terendahnya saat pandemi Covid-19. ”Akibatnya, confidence berusaha atau berinvestasi di Indonesia turut melemah meski Indonesia masih memiliki pasar domestik yang relatif stabil. Pelemahan nilai tukar ini sangat tidak kondusif bagi pelaku usaha karena kecenderungannya dalam menciptakan cost-push inflation terhadap beban produksi,” katanya, Jumat (7/3).
Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah menembus Rp 16.575 per USD pada 28 Februari 2025. Sebelumnya, rupiah mendekati Rp 15.000 per USD pada September 2024 tapi melemah selama 2025 dan bertahan di atas Rp 16.000 per USD. Fluktuasi rupiah yang cenderung melemah menekan para pelaku usaha di sektor dengan ketergantungan tinggi terhadap impor, khususnya manufaktur. Alhasil, produktivitas dan daya saing melemah hingga ekspansi usaha di sektor formal makin terbatas mengingat beban usaha yang tidak kompetitif serta menghambat agenda hilirisasi. Pelaku usaha di sektor ekstraktif dan berorientasi ekspor, seperti pertambangan, relatif diuntungkan. Namun, keuntungan tersebut secara keseluruhan akan tetap rendah atau bahkan tidak ada karena pelemahan nilai tukar juga akan memicu kenaikan harga pasar di dalam negeri terhadap berbagai barang dan jasa. (Yoga)
Pembangunan Daerah Dikhawatirkan Terganggu Akibat Pendanaan PSU
Keputusan pendanaan untuk pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan kepala daerah (pilkada) di 24 daerah yang sepenuhnya diambil dari APBD dikhawatirkan bakal mengganggu belanja daerah. Apalagi, sebelumnya, pemda sudah diminta pusat mengefisienkan anggaran. Terganggunya belanja daerah itu bisa berimbas pada pelayanan publik dan pembangunan. Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Herman N Suparman mengatakan, berdasarkan data Kemendagri, kebutuhan anggaran PSU pilkada di 24 daerah bervariasi, mulai dari Rp 1 miliar hingga ratusan miliar rupiah. Kebutuhan anggaran paling besar untuk Provinsi Papua dengan kebutuhan lebih dari Rp 100 miliar.
”Dana lebih dari Rp 100 miliar itu adalah nilai yang cukup fantastis di tengah efisiensi anggaran,” ujarnya. Sebelum diharuskan mencukupi kebutuhan anggaran untuk PSU, daerah-daerah sudah diminta pusat untuk mengefisienkan anggaran sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo. Kini, dengan beban baru menggelar PSU, daerah-daerah, terutama 24 pemda yang di daerahnya digelar PSU, bakal kian terbebani APBD-nya. Herman pun khawatir, imbas dari beban-beban tersebut, belanja daerah akan terganggu, terutama anggaran untuk pelayanan publik dan belanja pembangunan. (Yoga)
Aliran dana Rp 193,7 Triliun Kasus Impor BBM
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memerintahkan Jampidsusu segera menyelesaikan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak di Pertamina tahun 2018-2023. Dalam jumpa pers, Kamis (6/3) Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyatakan, hingga saat ini tidak ada hal baru dalam penyidikan kasus tersebut ataupun tersangka baru. Sebaliknya, Burhanuddin telah memerintahkan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah untuk segera merampungkan penyidikan perkara itu. ”Sehingga masyarakat lebih tenang lagi. Apalagi, menghadapi hari-hari raya, begitu,” kata Burhanuddin. Untuk itu, ia juga memerintahkan Jampidsus untuk segera menyelesaikan penghitungan kerugian keuangan negara, dibantu BPK. Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan, jumlah kerugian keuangan negara Rp 193,7 triliun yang sudah pernah dirilis sebelumnya merupakan penghitungan sementara penyidik.
Saat ini hal itu masih diperiksa oleh auditor dari BPK dan akan diumumkan secara resmi nanti. Febrie tidak membenarkan kemungkinan adanya tersangka baru dalam perkara tersebut. Saat ini total terdapat sembilan tersangka, yakni enam orang dari anak perusahaan Pertamina dan tiga orang dari swasta. Padahal, proses hukum kasus belum sepenuhnya jelas. Di antaranya mengenai sosok sesungguhnya di balik pemufakatan jahat yang melibatkan jajaran direksi anak perusahaan Pertamina dan pihak swasta serta kemana aliran uang Rp 193,7 triliun yang disebut sebagai kerugian keuangan negara. Kerugian negara diperkirakan Rp 193,7 triliun yang terdiri dari kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri sekitar Rp 35 triliun, kerugian impor minyak mentah melalui broker Rp 2,7 triliun, kerugian pemberian kompensasi pada 2023 sebesar Rp 126 triliun, dan kerugian pemberian subsidi pada 2023 sebesar Rp 21 triliun. (Yoga)
Di Luar Bulan Ulang Tahun, Masyarakat tetap Bisa Cek Kesehatan Gratis
Hampir satu bulan program Cek Kesehatan Gratis berlangsung, cakupan pemeriksaan di masyarakat masih rendah. Sejumlah skema disiapkan untuk mempercepat perluasan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis. Salah satunya dengan membuka akses pelayanan pemeriksaan di luar hari ulang tahun. Data Kemenkes per 6 Maret 2025 menunjukkan, jumlah pendaftar program Cek Kesehatan Gratis 415.211 orang, dimana 80 % pendaftar hadir untuk melakukan pemeriksaan. Rata-rata harian jumlah peserta yang mendaftar sekitar 20.000 orang. Jumlah pendaftar terus meningkat. Pada minggu pertama program Cek Kesehatan Gratis berlangsung, jumlah pendaftar sekitar 5.000 orang per hari, kemudian meningkat menjadi 10.000 pendaftar pada minggu kedua dan 20.000 pendaftar pada minggu keempat.
”Masih jauh dari harapan. Dengan kuota berkisar 30-50 orang di setiap puskesmas, seharusnya kita bisa mendapatkan 300.000 (orang) per hari Jika sekarang baru 20.000 orang, itu berarti belum ada 10 %, peningkatannya kurang cepat,” ujar Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi dalam sosialisasi ”Peningkatan Capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Kesiapsiagaan Mudik Lebaran 2025” di Jakarta, Jumat (7/3). Ia menjelaskan, inisiatif dan inovasi harus terus dilakukan untuk memastikan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis bisa semakin luas. Sosialisasi perlu lebih masif dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mengakses layanan program Cek Kesehatan Gratis. Pada akhir 2025 ditargetkan ada 100 juta penduduk yang telah mengakses pemeriksaan gratis. (Yoga)
Kantongi Sertifikat TKDN, 20 Produk Apple siap Dipasarkan
Kemenperin telah menerbitkan sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bagi 20 produk Apple. Dengan demikian, Apple sudah bisa mengurus sertifikat pos dan telekomunikasi (postel) ke Kemenkomdigi dan surat tanda pendaftaran produk impor dari Kemenperin. Jubir Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, dalam siaran pers, Jumat (7/3) di Jakarta, mengatakan, Kemenperin telah menerbitkan sertifikat TKDN untuk 20 produk Apple. Sertifikat TKDN itu ditandatangani Kepala Pusat Pengembangan Produk Dalam Negeri Kemenperin. Penerbitan sertifikat tersebut dilakukan setelah Apple bersedia mematuhi regulasi terkait kebijakan TKDN yang tertuang dalam Permenperin No 29 Tahun 2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.
Dalam nota kesepahaman komitmen investasi periode 2023-2029 yang ditandatangani Apple dan Kemenperin, Apple memilih skema ketiga untuk menunaikan kewajiban TKDN. Salah satu komitmen Apple periode 2025-2028 ialah membangun fasilitas riset dan inovasi di Indonesia senilai 160 juta USD. ”Pusat riset dan inovasi di Indonesia merupakan fasilitas riset dan inovasi Apple kedua di luar AS dan pertama di Asia,” ujar Febri. Sebanyak 20 produk Apple yang telah mengantongi sertifikat TKDN dari Kemenperin terdiri dari 11 produk ponsel dan 9 komputer sabak (tablet). Kategori ponsel termasuk iPhone 16e, iPhone 16 Pro Max, iPhone 16 Plus, dan iPhone 16. Setelah mendapat sertifikat TKDN, 20 produk Apple itu harus mendapatkan sertifikat postel dari Kemenkomdigi, sebagai syarat Apple memperoleh tanda pendaftaran produk impor dari Kemenperin. (Yoga)
Perekrutan Mantan Karyawan Lion untuk Tenaga Ahli Picu Kontroversi
Informasi yang beredar mengenai perekrutan belasan mantan karyawan Lion Group untuk posisi tenaga ahli di kantor CEO Garuda Indonesia memantik kontroversi. Perseroan mengonfirmasi, perekrutan merupakan proses internal sesuai standar tata kelola perusahaan. Namun, serikat karyawan menilai keputusan ini sebagai pemborosan. Unggahan foto di platform media sosial X memuat daftar 14 nama yang diduga mantan karyawan Lion Group yang direkrut sebagai tenaga ahli pendukung kerja Dirut Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan. Total gaji per bulan bagi ke-14 nama itu Rp 975 juta. Wamildan sebelumnya menjabat Acting CEO Lion Air sejak 2022. Beberapa nama yang tertera dalam daftar tertulis bekerja dengan jabatan CEO office specialist, lead professional, serta staf protokol untuk Dirut dan pasangan.
Melalui keterangan resmi, Jumat (7/3) Direktur Human Capital and Corporate Service Garuda Indonesia, Enny Kristiani memahami timbulnya atensi publik menyusul berkembangnya informasi ini. Namun, informasi yang beredar di media sosial mengenai tugas, fungsi, dan remunerasi dari 14 mantan karyawan Lion Air tidak sepenuhnya valid. Enny memastikan maskapai BUMN ini selalu mengedepankan prinsip tata kelola yang baik dalam pengelolaan organisasi dan SDM. ”Keseluruhan pegawai tersebut berstatus sebagai pegawai pro-hire dengan kontrak kerja waktu tertentu. Komponen remunerasi yang diterima dilaksanakan sesuai ketentuan remunerasi kepegawaian Garuda Indonesia yang turut mengacu pada market benchmark industri yang berlaku saat ini,” tulisnya. (Yoga)
Kerja Sama Pengelolaan Gas Metana dengan Investor China, Dijajaki Pemkab Sidoarjo
Pemkab Sidoarjo, Jatim, sedang menjajaki kerja sama pengelolaan gas metana dengan investor dari China. Gas yang dihasilkan dari timbulan sampah rumah tangga di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon, itu diharapkan bisa dikelola secara optimal sehingga memiliki nilai ekonomi. Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Sidoarjo, Bahrul Amig mengatakan telah bertemu China Water Industry (CWI) beberapa hari lalu, membahas pemanfaatan gas metana sebagai energi ramah lingkungan. ”Pertemuan dengan investor dari China ini baru tahap awal. Harapannya segera ada tindak lanjut seperti studi kelayakan untuk mengetahui berapa besar potensi gas metana yang dihasilkan TPA Griyo Mulyo ini,” ujar Amig, Jumat (7/3).
Dalam pertemuan itu, CWI mempresentasikan pengelolaan gas metana yang dihasilkan dari pemrosesan sampah berbasis sanitary landfill. Gas yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah dikonversi menjadi listrik. Salah satu keunggulannya ialah mengurangi dampak negatif yang dipicu oleh timbulan sampah. Metodenya, dengan menutup tumpukan sampah menggunakan membran. Selanjutnya memasang pipa berlubang untuk menangkap gas metana. Proses ini dapat membantu menghilangkan polusi bau sampah, mempercepat degradasi limbah, dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang di TPA. Di sisi lain, gas yang dikonversi menjadi energi listrik memiliki nilai ekonomi tinggi. (Yoga)
Dengan Properti Hijau, Sinar Mas Land Menggaet Pasar
Tahun ini menjadi pembuktian bagi pengembang untuk menawarkan produk terbaik demi menjaga pasar. Inisiasi produk property hijau, baik komersial maupun residensial, mulai digencarkan. Sejumlah subsektor property diprediksi belum akan pulih di tahun ini, seperti perkantoran dan apartemen. Tekanan juga melanda subsektor perhotelan sebagai dampak efisiensi anggaran pemerintah karena selama ini banyak diisi konvensi, kegiatan, dan promosi (MICE) dari pemerintah. Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengemukakan, Colliers memprediksi industri properti menghadapi tantangan di tengah perlambatan ekonomi.
Karena itu, pengembang harus jeli menerapkan strategi pasar dengan menghadirkan produk-produk yang lebih inovatif dan focus pada segmen pasar yang strategis. Di Jabodetabek, minat segmen pasar perumahan bergeser ke produk di kisaran harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar, karena ditunjang faktor lokasi dan fasilitas. Sementara itu, harga rumah di bawah Rp 1 miliar tetap paling banyak terjual karena kebutuhan pasar, tetapi umumnya semakin jauh dari pusat kota dan aksesibilitas publik. ”Produk favorit residensial saat ini di kisaran harga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar. (Harga rumah) di bawah itu tetap paling banyak terjual, tetapi lebih karena konsumen di segmen itu tidak punya banyak pilihan,” ujar Ferry, Jumat (7/3).
Salah satu strategi mendorong pasar adalah menghadirkan produk properti yang lebih inovatif dan diminati pasar. Generasi Z dan milenial yang mendominasi pasar properti kini semakin peduli terhadap isu keberlanjutan dan ramah lingkungan. Karena itu, produk yang mengedepankan nilai tambah dan ramah lingkungan dinilai akan lebih bertahan di tengah tekanan ekonomi dan pasar. Inisiasi properti hijau semakin banyak diterapkan pada gedung-gedung perkantoran, seiring tuntutan perusahaan multinasional dan lokal untuk menyewa gedung perkantoran yang lebih ramah lingkungan. Meskipun gedung perkantoran bersertifikasi hijau memiliki tarif sewa lebih tinggi dibanding gedung konvensional,tingkat keterisian (okupansi) cenderung lebih tinggi.
”Di perumahan, belum banyak (pengembang) menerapkan produk bersertifikasi green property. Tetapi, arahnya semakin ke sini (properti hijau), seiring permintaan pasar,” ujar Ferry. Strategi menggarap property hijau, antara lain, dilakukan Sinar Mas Land. Grup pengembang dengan kode emiten BSDE yang masuk dalam emiten Kompas 100 itu menyatakan komitmen mengembangkan properti hijau sebagai salah satu pasar yang potensial. Peluncuran kluster hunian mewah The Armont, di BSD City, Tangerang, Februari 2025, menjadi salah satu inisiasi Sinar Mas Land dalam pengembangan kawasan hunian bersertifikasi hijau di Indonesia. (Yoga)
Syahrul Yasin Limpo Wajib Bayar Uang Pengganti Rp 44,7 Miliar akibat Kasasi Ditolak
Permohonan kasasi terdakwa kasus korupsi di lingkungan Kementan, Syahrul Yasin Limpo, kandas lantaran ditolak Mahkamah Agung. Selain harus menjalani hukuman 12 tahun penjara, bekas Mentan itu juga wajib membayar uang pengganti senilai Rp 44,2697 miliar dan 30.000 USD atau jika ditotal menjadi Rp 44,7 miliar. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, Minggu (2/3) mengatakan, KPK mengapresiasi atas amar putusan majelis hakim kasasi terhadap terdakwa perkara pemerasan di lingkungan Kementan oleh Syahrul Yasin Limpo. Dengan putusan kasasi ini, hukuman untuk Syahrul telah berkekuatan hukum tetap. Dengan demikian, jaksa eksekutor KPK akan segera melaksanakan putusan tersebut.
”Dengan putusan MA ini, perkara telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap, sehingga yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani hukuman badan dan pembayaran uang pengganti sebagai pidana tambahannya sesuai putusan majelis hakim tersebut. Kecuali ada upaya hukum luar biasa (peninjauan kembali/PK),” tutur Tessa. Pada Jumat (28/2) MA menolak permohonan kasasi terdakwa Syahrul Yasin Limpo. Putusan tersebut dijatuhkan majelis hakim kasasi dengan Yohanes Priyana selaku ketua majelis serta Arizona Mega Jaya dan Noor Edi Yono sebagai hakim anggota. Putusan tingkat kasasi itu bernomor 1081 K/PID.SUS/-2025. (Yoga)









