;

Tantangan Siap Dihadapi Agar Otomotif Bangkit

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily (H)
Penjualan otomotif bangkit pada Februari 2025, setelah turun  tajam pada Januari. Ini didorong oleh gelaran Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2025 dan lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Aksi beli otomotif untuk keperluan mudik Lebaran bakal lebih masif pada Maret 2025, sehingga penjualan diharapkan lebih terkerek lagi. Namun, selepas itu, penjualan otomotif diprediksi kembali mengadapi tantangan, terutama dari pelemahan daya beli masyarakat. Januari 2025, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara bulanan (month to month/mtm) turun 22,5% dan secara tahunan 11,3% menjadi 62.843 unit. Penjualan sepeda motor domestik juga turun 6%, menjadi 557.000 unit pada Januari 2025, dibandingkan bulan yang sama tahun yang lalu, sebanyak 592 ribu unit, Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Gaikindo mematok target penjualan mobil 2025 mencapai 900 ribu unit. Adapun Aisi memproyeksikan penjualan motor tahun ini berkisar 6,4-6,7 juta unit, naik dari 2024 sebanyak 6,3 juta unit. Bob Azam, Wakil Presiden direktur PT Toyota Motor Manufakturing Indonesia (TMMIN), menegaskan, penjualan mobil menguat pada Fabruari 2025, didorong kenaikan permintaan menjelang Lebaran. Penjualan Toyota diperdiksi naik 5% menjadi 23 ribuan unit pada Feruari. (Yetede)

Pemerintah Memberikan Izin Ekspor 6 Bulan Bisa Diperpanjang 3 Bulan

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah memberikan kesempatan ekspor konsentrat tembaga selama 6 bulan dan bisa diperpanjang tiga bulan.  Relaksasi ekspor ini merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Pemurnian Mineral Logam di Dalam Negeri. Beleid ini diteken Bahlil Lahadahlia pada 4 maret 2025 ini hanya memberikan peluang ekspor bagi smelter yang mengalami kendala operasional akibat keadaan kahar. Pengawasan perbaikan smelter  dilakukan setiap dua bulan atau dapat dilakukan sewaktu-waktu. Monitoring itu merujuk pada rencama kerja reparasi smelter yang diajukan perusahaan. Adapun durasi ekspor 6 bulan, terhitung sejak terbitnya surat rekomondasi persetujuan dari Menteri ESDM. Surat rekomondasu itu menjadi dasar menerbitkan surat izin ekspor. Sedangkan volume ekspor yang diprbolehkan mengacu antara lain pada kapasitas input fasilitas pemurnian tersebut. Bahlil mengatakan Permen ESDM 6.2025 berdasarkan hasil rapat terbatas  yang dipimpim oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat tersebut mempertimbangkan berbagai faktor dalam menyikapi kondisi smelter yang dialami keadaan kahar, Adapun pertimbangan itu melihat dari sisi negara, perusahaan hingga dampaknya terhadap masyarakat. (Yetede)

Peningkatan Transaksi Investasi Awal Ramadhan

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily (H)

PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat adanya  peningkatan kecenderungan  Jago mengungkapkan bahwa secara umum terdapat transaksi melalui aplikasi Jago, khususnya yang terkait dengan rekening dana nasabah (RDN) dan investasi. "Ada kenaikan transaksi di investasi, mungkin mereka lagi siap-siap buat nanti pakai hasil investasi pas Lebaran mungkin ya, atau karena spend rightly mereka nger-rem daripada konsumtif," kata Waasi. Dia menambahkan, transaksi investasi yang dilakukan platform Bibit menggunakan bank jago juga menunjukkan tren kenaikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Meski demikian, dia memandang saat ini masih terlalu awal untuk menyimpulkan bahwa investasi menjadi tren transaksi bagi para nasabah selama bulan Ramadan, mengingat saat ini baru memasuki hari keempat bulan Ramadan. Sementara itu, transaksi yang menggunakan wallet atau QRIS melalui aplikasi Jago relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan.  Menyambut Puasa dan Lebaran, Bank Jago juga mengajak semua masyarakat untuk bijak mengelola keuangan pribadi dan usaha untuk melakukan serangkaian kegiatan edukasi keuangan yang melibatkan ribuan pengusaha lokal dari berbagai wilayah Indonesia. Edukasi keuangan dilakukan dalam beberapa sesi tatap muka (offline) dan online melalui platform media sosial. (Yetede)

Manufer Pertama Bank untuk Naik Kelas

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily (H)
OJK mendorong perbankan untuk meningkatkan permodalannya, lantaran saat ini baru ada empat bank yang  masuk dalam kategori kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4. PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) pun memiliki rencana untuk naik kelas menjadi bank papan atas. Direktur Utama Permata Bank Meliza Rusli mengatakan, saat ini perseroan merupakan bank dengan permodalan tertinggi di antara bank KBMI 3 lainnya. Sehingga pihaknya akan fokus untuk implementasikan target jangka panjang. "Supaya ada kelanjutan bisnis berkelanjutan, jadi kami bukan hanya kejar naik kelas saja, tapi meraih sustainability dalam jangka panjang," ucap Meliza. Berdasarkan laporan keuangan publik perseroan di akhir Desember 2024 modal inti (Tier 1) bank bersandi saham BNLI ini mencapai Rp 51 triliun. Modal yang besar tersebut menjadikan Permata Bank sebagai bank yang sangat prospektif untuk naik ke KBMI 4. Adapun, pengelompokan bank berdasarkan KBMI mengacu kepada POJK No.12/POJK.03/2021 tentang Konsolidasi Bank Umum. Perincian aturan KBMI yaitu KBMI 1 untuk bank dengan inti kurang dari Rp 6 triliun. Kemudian kelompok KBMI 3 adalah untuk bank dengan modal inti Rp 14 triliun sampai dengan modal inti lebih dari Rp triliun. (Yetede)

RAJA Segera Menuntaskan Akusisi Dua Perusahaan Sekaligus

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily (H)
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) segera menuntaskan akuisisi dua perusahaan sekaligus pada semester 1-2025. Penambahan portfolio itu dilakukan RAJA untuk memperkuat sektor mindstream dan downstream seiring dengan tingginya permintaan di dua sektor. Direktur Utama Rukun Raharja Djauhar Maulidi menyampaikan, pengembangan bisnis sektor mindstream dan downstream nerupakan prioritas RAJA pada tahun ini untuk memperkuat rantai nilai energi. Karena itu perseroan secara aktif  terus mengeksplorasi peluang akuisisi di sektor terkait. "Perseroan tengah mengkaji akuisis perusahaan distribusi gas dan akuisisi perusahan infrstruktur LNG yang keduanya ditargetkan terealisasi pada semester pertama tahun ini," jelas Djauhar. Langkah strategis ini, sambung Djauhar, diharapkan dapat memperluas cakupan bisnis RAJA, meningkatkan efisiensi distribusi energi, dan memperkuat daya saing perseroan di industri energi yang terus berkembang. Ini sesuai komitmen RAJA dalam mendukung transisi energi nasional dengan berinvestasi pada energi bersih. "Melalui diversifikasi portfolio energi dan penguatan infrastruktur, RAJA tidak hanya mendorong pertumbuhan  bisnis mendukung ketahanan energi nasional menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," papar dia. (Yetede)

Meminimalkan Penurunan Cadangan Devisa di Tengah Gejolak Global

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily
Upaya menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah gejolak perekonomian global menguras cadangan devisa (cadev) sebesar US$ 1,6 miliar menjadi US$ 154,5 miliar pada Februari, dibandingkan bulan sebelumnya US$ 156,1 miliar. Berkaitan itu, langkah strategis kebijakan Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) diharapkan menopang rupiah dan meminimalkan penurun cadev. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan cadangan devisa sebesar US$ 162,4 triliun pada tahun ini. Sedangkan pada 2029, cadangan devisa ditargetkan sebesar US$ 189,47 miliar. Adapun nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (7/3/2025) menguat hingga 45 poin atau 0,28% menjadi Rp16.340 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia justru melemah ke level Rp16.336 per dolar AS. Data Jisdor mencatat,  nilai tukar rupiah pada 28 Februari 2025 sempat melemah hingga Rp16.575 per dolar AS. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan cadev pada Februari lalu tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri  pemerintah dan kebijakan stabilitas nilai tukar rupiah, sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi. (Yetede)

Tenaga Kerja Terampil Dukung Pertumbuhan Investasi

Yuniati Turjandini 08 Mar 2025 Investor Daily
Menteri Investasi dan Hilirisasai/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menekankan pentingnya menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tuntutan industri modern. Dengan semakin meningkatnya investasi terutama di sektor hilirisasi, diperlukan tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Investasi yang masuk ke Indonesia memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Menurut dia, dalam lima tahun yang akan datang, realisasi investasi akan mencipatkan lapangan pekerjaan baru sebanyak 2,9 juta tenaga kerja per tahun. "Untuk tahun lalu saja, dari realisasi investasi sebesar Rp 1.7000 triliun, tenaga kerja yang tercipta adalah 2,45 juta orang. Kami melihat pada tahun ini sampai lima tahun secara rata-rata mencapai 2,8-2,9 juta orang," ujar Rosan. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memperkuat sinergi  untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten guna mendukung investasi dan industri hilirisasi di Indonesia. Rosan menekankan pentingnya kesiapan tenaga kerja untuk menarik investasi. Pasalnya saat memulai investasi di Indonesia investor selalu menanyakan faktor kesiapan ketenagakerjaannya.  (Yetede)

Sinyal Bahaya Hilirisasi Nikel, Apa Tantangannya?

Hairul Rizal 08 Mar 2025 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintah Indonesia untuk melakukan penghiliran nikel menghadapi sejumlah tantangan yang cukup besar. Salah satu masalah yang muncul adalah kesulitan yang dihadapi oleh Jiangsu Delong Nickel Industry Co., induk perusahaan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), yang terjerat utang dan menghadapi masalah hukum, mengingat sebagian besar smelter di Indonesia beroperasi melalui kerja sama dengan perusahaan China. GNI, yang mengolah 20 juta ton bijih nikel per tahun, adalah salah satu smelter terbesar di Indonesia, namun masalah cadangan dan pasokan bijih nikel menjadi kendala. Impor bijih nikel, khususnya dari Filipina, juga mengalami peningkatan yang signifikan pada 2024, karena adanya perbedaan spesifikasi bijih nikel.

Selain itu, kebijakan pemerintah mengenai pembatasan produksi nikel dan pengelolaan cadangan mineral turut menambah ketidakpastian di kalangan pelaku industri smelter, yang khawatir akan mempengaruhi pasokan dan operasional mereka. Bisman Bachtiar, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan, mengkritik kurangnya perencanaan yang matang dalam industri smelter nikel nasional, yang mengakibatkan tumbuhnya banyak smelter tanpa persiapan yang memadai, sehingga menyebabkan ketidaksehatan industri.

Untuk menghadapi masalah ini, beberapa tokoh, seperti Bisman Bachtiar dan Bhima Yudhistira, menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan moratorium pembangunan smelter untuk mengevaluasi kesiapan pasokan mineral dan mengelola potensi pasokan dan harga secara lebih selektif. Meskipun demikian, pemerintah melalui Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa moratorium pembangunan smelter nikel berbasis teknologi rotary kiln-electric furnace (RKEF) belum direncanakan. Pemerintah akan tetap mendorong penghiliran nikel dan memaksimalkan pemanfaatan produk turunan, sambil mengevaluasi kapasitas smelter yang berlebih.


Dorong Transisi Energi Hijau, Strategi Kian Matang

Hairul Rizal 08 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memiliki visi besar untuk mengantarkan Indonesia mencapai net zero emission sebelum 2050, yang disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Brasil pada November 2024. Visi ini mencakup transisi energi hijau melalui berbagai program, termasuk peningkatan penggunaan biodiesel dan konversi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia berencana untuk pensiun sejumlah PLTU fosil dalam 15 tahun mendatang dan menggantinya dengan pembangkit listrik berbasis energi hijau dengan kapasitas lebih dari 75 gigawatt.

Namun, upaya untuk mencapai transisi energi ramah lingkungan ini menghadapi tantangan besar. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa produksi batu bara Indonesia pada 2024 mencapai angka yang melampaui target, dengan sebagian besar batu bara diekspor. Fakta ini menunjukkan bahwa banyak negara, termasuk di Eropa, lebih memprioritaskan keamanan pasokan energi dibandingkan dengan upaya mengatasi perubahan iklim, bahkan mengaktifkan kembali PLTU batu bara akibat lonjakan harga energi.

Untuk memuluskan transisi energi, pemerintah Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada batu bara dengan menjadikannya cadangan energi strategis. Langkah ini dianggap tepat, dengan tujuan memastikan ketahanan energi nasional sambil tetap berfokus pada pengembangan energi hijau. Ke depan, keseimbangan antara menjaga kesehatan bumi dan menjamin kebutuhan energi nasional harus menjadi prioritas utama, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk seluruh dunia.


Ekonomi Bergerak, Daya Beli Melesat Jelang Lebaran

Hairul Rizal 08 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Negara dengan populasi Muslim terbesar kedua di dunia, memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri halal dan menjadi pusat ekonomi syariah global. Meskipun konsumsi produk halal dunia diperkirakan akan terus berkembang pesat, Indonesia masih tertinggal dalam kontribusinya terhadap industri halal global, dengan ekspor produk halal yang hanya mencapai 3% dari total pasar global.

Salah satu faktor penghambatnya adalah rendahnya jumlah pelaku usaha yang memiliki sertifikasi halal. Saat ini, hanya sekitar 3,1% dari 66 juta UMKM Indonesia yang sudah memiliki sertifikasi halal. Oleh karena itu, pemerintah melalui BPJPH telah mengeluarkan regulasi kewajiban sertifikasi halal untuk memperkuat ekosistem industri halal nasional, yang juga memberikan nilai tambah bagi produk Indonesia di pasar internasional.

Selain itu, pasar halal kini berkembang pesat di sektor makanan, minuman, kosmetik, fesyen, dan farmasi, dengan semakin banyaknya konsumen yang peduli terhadap manfaat fungsional dan emosional produk halal, bukan hanya spiritual. Perubahan perilaku konsumen Muslim ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar, khususnya dengan strategi yang mengutamakan kualitas, harga kompetitif, serta inovasi produk. Ke depan, Indonesia perlu lebih fokus pada pengembangan produk halal berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan lebih kritis.


Pilihan Editor