Kerja Sama Pengelolaan Gas Metana dengan Investor China, Dijajaki Pemkab Sidoarjo
Pemkab Sidoarjo, Jatim, sedang menjajaki kerja sama pengelolaan gas metana dengan investor dari China. Gas yang dihasilkan dari timbulan sampah rumah tangga di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon, itu diharapkan bisa dikelola secara optimal sehingga memiliki nilai ekonomi. Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Sidoarjo, Bahrul Amig mengatakan telah bertemu China Water Industry (CWI) beberapa hari lalu, membahas pemanfaatan gas metana sebagai energi ramah lingkungan. ”Pertemuan dengan investor dari China ini baru tahap awal. Harapannya segera ada tindak lanjut seperti studi kelayakan untuk mengetahui berapa besar potensi gas metana yang dihasilkan TPA Griyo Mulyo ini,” ujar Amig, Jumat (7/3).
Dalam pertemuan itu, CWI mempresentasikan pengelolaan gas metana yang dihasilkan dari pemrosesan sampah berbasis sanitary landfill. Gas yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah dikonversi menjadi listrik. Salah satu keunggulannya ialah mengurangi dampak negatif yang dipicu oleh timbulan sampah. Metodenya, dengan menutup tumpukan sampah menggunakan membran. Selanjutnya memasang pipa berlubang untuk menangkap gas metana. Proses ini dapat membantu menghilangkan polusi bau sampah, mempercepat degradasi limbah, dan mengoptimalkan pemanfaatan ruang di TPA. Di sisi lain, gas yang dikonversi menjadi energi listrik memiliki nilai ekonomi tinggi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023