Gas Bumi Tumpuan Energi Masa Depan
Gas bumi menjadi komoditas energi yang tengah naik pamor dan digadang-gadang bakal menggeser keberadaan minyak bumi dan batu bara pada masa depan. Tidak dapat dinafikan bahwa gas memiliki potensi lebih besar dibandingkan dengan dua energi berbasis fosil tersebut. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan hingga 2035, komoditas gas masih digunakan untuk menjembatani transisi energi global. Transisi yang dimaksud adalah peralihan dari penggunaa pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara menuju pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Pemanfaatan gas untuk pembangkit listrik diakui memiliki bermacam keunggulan a.l. capacity factor yang cukup tinggi dan menjadi pembangkit listrik base load, biaya investasi per megawatt pun lebih murah dibandingkan dengan PLTU, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) juga memproyeksikan porsi gas bumi dalam bauran energi primer Indonesia 2050 menjadi sekitar 24%, terbesar kedua setelah EBT. Sepanjang 2012—2021, porsi pemanfaatan gas untuk kepentingan domestik rata-rata meningkat sekitar 1,50% per tahun.
PENJUALAN DARING : Teten Minta Pedagang Asing Perlu Syarat Khusus
Kementerian Koperasi dan UKM berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan membuat persyaratan khusus bagi pedagang dari luar negeri melakukan penjualan di marketplace Indonesia. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan persyaratan khusus itu guna melindungi pelaku UMKM serta meningkatkan konsumsi produk lokal. Dia berharap persyaratan khusus itu masuk dalam revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 50/2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). “Hal yang kami usulkan pertama adalah pembatasan ritel online. Sekarang ini ritel online bisa langsung menjual produknya dari luar negeri sehingga masuk ke sini,” jelasnya dalam Refleksi 2022 dan Outlook 2023 Kemenkop UKM, Senin (26/12). Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk melindungi UMKM, konsumen, dan menjaga agar produk asing tidak menyerbu Indonesia. “Sehingga kami minta di ritel online ditutup. Kalau mau jual di Indonesia, harus buka perusahaan di Indonesia, lalu mereka boleh jual secara online,” imbuh Teten.
PROGRAM EKONOMI BIRU 2023 : TAHUN PERTARUHAN DI PERIKANAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan siap menerapkan skema penangkapan ikan terukur mulai awal tahun depan setelah mendapatkan restu Presiden Joko Widodo melalui penerbitan payung hukum skema baru itu. Periode 2023 merupakan tahun pertaruhan untuk merealisasikan penangkapan ikan terukur di Tanah Air. Alasannya adalah uji coba sistem penangkapan ikan berbasis kuota dan zonasi ditargetkan bisa dimulai 1 Januari 2023. Kebijakan penangkapan ikan terukur merupakan upaya pemerintah mewujudkan arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru. Konsep tersebut mentransformasikan pengelolaan perikanan yang selama ini sepenuhnya berbasis input control ke dalam pengelolaan berbasis output control. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan roh dari kebijakan penangkapan ikan secara terukur adalah supaya sumber daya ikan terjaga dengan baik. Dia mengestimasikan potensi sumber daya perikanan di Indonesia mencapai sekitar 12 juta ton per tahun. Bila mengacu teori bahwa ikan yang bisa ditangkap maksimal 80% atau 9,6 juta ton per tahun, dia menjamin populasi ikan tetap bisa terjaga. Program selanjutnya, budi daya perikanan bisa lebih di kedepankan. Trenggono menyatakan terdapat tiga jenis kuota penangkapan ikan terukur yang diberikan kepada pemangku kepentingan di perikanan. Pertama, kuota kepada industri penangkap ikan. Kedua, kuota kepada masyarakat lokal atau pesisir. Ketiga, kuota untuk hobi serta pendidikan dan pelatihan. CEO IOJI Mas Achmad Santosa menilai justru rencana penerapan penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang digagas KKP lebih berpihak kepada nelayan kecil yang jumlahnya mencapai jutaan orang di Indonesia. Menurutnya, kebijakan penangkapan terukur merupakan satu dari lima program Ekonomi Biru yang digagas KKP untuk menjaga kesehatan ekosistem perikanan Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir. Mas Achmad mendukung penuh lima program Ekonomi Biru.
Semakin Dipercaya Investor Dalam dan Luar Negeri, Right Issue BRI Oversubscribed 1,4 Kali
JAKARTA – Aksi korporasi rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali. Hal ini menunjukan bahwa investor baik dari dalam dan luar negeri semakin percaya terhadap kinerja bank bersandi saham BRIS tersebut. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan aksi korporasi ini selain berhasil meningkatkan free float sesuai dengan ketentuan yang berlaku, juga menunjukan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental perseroan. Pada rights issue ini, Bank Mandiri selaku pemilik 50,83% saham perseroan melaksanakan seluruh HMETD. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang memiliki 24,85% saham BRIS telah melaksanakan sebagian HMETD atau 500 juta saham. “Proses rights issue ini menuju tahap akhir, dan harapannya dapat memperkuat struktur permodalan dengan tingkat CAR sekitar 20%- an. Sehingga selain setingkat dengan rata-rata industri perbankan juga dapat menopang pertumbuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah yang semakin tumbuh pesat. (Yetede)
Realisasi Dana Bergulir LPBD KUMKM 2022 Capai 100%
JAKARTA, ID – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB KUMKM) telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 1,8 triliun hingga akhir Desember 2022. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran ke koperasi sektor riil mencapai 24,5% dari target sebesar 15%. "Akhir Desember 2022 sudah terealisasi Rp 1,8 triliun atau 100% tersalurkan. Untuk koperasi sektor riil sudah terealisasi 24,5%. Namun saya belum puas, tahun depan harus lebih tinggi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Refleksi 2022 dan Outlook 2023, Senin (26/12/2022). Pemerintah mendorong agar koperasi menjadi inkubator bisnis bagi UMKM. Oleh karena itu, pemerintah menugaskan LPDB agar menjadi pihak yang memperkuat pendanaan bagi koperasi. Pada saat yang sama, LPDB juga dapat berperan untuk membiayai UMKM. “Karena ini bagian dari arahan Presiden Joko Widodo lewat Menteri Keuangan supaya pembiayaan ini baik KUR (Kredit Usaha Rakyat) maupun LPDB agar memperkuat sektor produksi, supaya kita nggak dikuasai produk impor,” tandas Teten. (Yetede)
Realisasi Investasi Pariwisata Capai Rp 28 T
JAKARTA, ID – Realisasi investasi di sektor pariwisata telah mencapai US$ 1,8 miliar atau setara Rp 28,13 triliun hingga akhir September 2022, sekitar 75% dari target yang ditetapkan pemerintah. Investasi tersebut tersebar di berbagai destinasi wisata dan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Indonesia. "Target investasi pariwisata 2022 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah US$ 2,42 miliar. Dan posisi September sudah US$ 1,8 miliar, jadi hampir mencapai target,” kata Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Oni Yulfian dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (26/12/2022). Pemerintah terus memacu investasi di sektor pariwisata, terutama di lima destinasi super prioritas (DSP) dan delapan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Kelima DSP tersebut adalah Danau Toba, Sumatera Utara; Borobudur, Jawa Tengah; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan Likupang, Sulawesi Utara. (Yetede)
Market Cap Bayan Sentuh Rp 686 Triliun, Tempel BRI
JAKARTA, ID – Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menembus Rp 20 ribu, tepatnya Rp 20.575 pada perdagangan Senin (26/12/2022), naik 10,77% dibandingkan penutupan pekan lalu. Seiring dengan itu, kapitalisasi pasar (market cap) Bayan kini mencapai Rp 686 triliun dan berada di posisi ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bayan menempel ketat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI/ BBRI) di posisi kedua dengan market cap Rp 740 triliun. Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BCA BBCA) masih kokoh di puncak dengan market cap Rp 1.047 triliun. Saham BYAN terus reli setelah perseroan menggelar stock split dengan rasio 1:10 Berdasarkan data RTI, saham BYAN telah naik 685%, ditopang lonjakan kinerja keuangan. Per September 2022, Bayan mencetak kenaikan pendapatan 91,5% menjadi US$ 3,34 miliar. Laba bersih melejit 148,9% menjadi US$ 1,62 miliar. Bayan akan membagikan dividen interim senilai total US$ 1 miliar pada 5 Januari 2023. (Yetede)
Antisipasi Dini Cuaca Ekstrim di Sektor Penerbangan
JAKARTA-Para pelaku industri jasa penerbangan turut mangantisipasi cuaca ekstrem yang ditandai hujan serta angin kencang pada masa liburan akhir tahun. Sekretaris Lembaga Penyelenggara Navigasi Penerbangan (AirNav Indonesia), Rosedi mengatakan lambaganya akan memperkuat distribusi informasi cuaca di 52 cabang perusahaan. AirNav, kata Rosedi, mengikuti perkiraan Badan Meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) mengenai cuaca buruk yang akan berlangsung hingga 1 Januari 2023. "Kami menyediakan informasi cuaca kepada maskapai penerbangan sejak perencanaan perjalanan," ucap dia kepada Tempo, Senin, 16 Desember 2022. (Yetede)
Kejar Tayang Pesenan Mobil Listrik
JAKARTA-Rencana pemerintah memberikan insentif berupa subsidi bagi pembelian kendaraan listrik diyakini berdampak pada peningkatan minat dan permintaan pesenan sepeda motor dan mobil listrik. Para produsen dan agen tunggal pemegang merek (ATPM) kendaraan listrik pun mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas produksi dan ketersediaan stok. PT Hyundai Motors Indonesia, misalnya, mendorong percepatan ketersediaan stok tipe mobil listrik andalannya, yaitu Hyundai IONIQ 5. CEO Hyundai Motors Indonesia, Makmur Tahir, menuturkan Hyundai IONIQ 5 merupakan salah satu produk unggulan yang paling banyak diminati konsumen sepanjang tahun ini. "Namun memang pelanggan yang baru memesan harus menunggu (inden) karena jumlah permintaan yang sangat tinggi tersebut. Kami harus berkoordinasi dengan prinsipal agar bisa memangkas waktu inden para pelanggan," ujarnya kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
GELIAT EKONOMI AKHIR TAHUN
Perayaan Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) yang dilakukan tanpa pembatasan diyakini dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian seiring dengan bertambahnya aktivitas masyarakat. Intensitas aktivitas yang meningkat tersebut tampak dari kian bergeraknya kegiatan ekonomi yang dipicu oleh pergerakan arus perjalanan di seluruh moda transportasi saat libur Nataru. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama libur Nataru bisa mencapai Rp23,85 triliun, dengan asumsi jumlah penduduk yang mudik sekitar 44,7 juta atau setara dengan 11,92 juta keluarga. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan perkiraan angka Rp23,85 triliun tersebut berdasarkan asumsi setiap keluarga membawa uang rata-rata Rp2 juta.
Dia menjelaskan uang tersebut berputar sejak bepergian dari rumah, seperti pembelian tiket bagi yang naik angkutan umum atau bahan bakar minyak (BBM) yang memakai kendaraan pribadi. “Perputaran uang tersebut akan didominasi di daerah Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta dan sebagian lagi di luar Jawa, seperti Sumut, Sulut, Maluku, dan Papua, sebagian Kalimantan dan Bali,” ungkap Sarman. Perputaran uang tersebut mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga di berbagai daerah yang akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV/2022. Pada akhirnya, laju kuartalan itu akan membawa pertumbuhan ekonomi nasional 2022 mencapai kisaran 5%–5,3% sesuai perkiraan.
Kemenhub mencatat sebanyak 3,94 juta orang telah bepergian ke kampung halaman menggunakan angkutan umum selama sepekan lalu, 19-24 Desember 2022, atau meningkat 32,98% dari periode yang sama tahun lalu.Selama periode yang sama, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 1,15 juta unit kendaraan meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) atau naik 5,29% daripada 19-24 Desember 2021.









