;

Sorgum untuk Kemandirian Pangan Kepri

Yoga 27 Dec 2022 Kompas

Budidaya sorgum di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memasuki musim panen. Pemprov Kepri mendorong konsumsi sorgum sebagai pangan alternatif, sekaligus untuk mencapai kemandirian pangan. ”Sorgum bisa dibuat sebagai bahan bermacam olahan makanan. Kita harus lebih gencar mempromosikan sorgum untuk bahan pangan alternatif pengganti beras,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Senin (26/12). (Yoga)

2023, Industri Karet Diprediksi Masih Tertekan

Yoga 27 Dec 2022 Kompas

Ketua Dewan Karet Indonesia A Aziz Pane, Senin (26/12) menyatakan, resesi ekonomi dunia yang diperkirakan terjadi pada 2023 masih akan menekan industri otomotif. Kondisi itu menurunkan permintaan karet remah. Di tengah ketidakpastian pasar karet di 2023,  pemerintah dan pelaku industri harus menyiapkan mitigasi dengan meningkatkan serapan karet di dalam negeri. (Yoga)

Saham Emiten Konglomerat Masih Prospektif

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Kontan (H)

Daftar orang terkaya di Indonesia berubah. Terbaru, Low Tuck Kwong, taipan sekaligus pendiri perusahaan tambang batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sukses menggusur duo bos Grup Djarum, Hartono bersaudara, sebagai orang paling tajir di Indonesia. Kekayaan Low terus melesat seiring dengan kenaikan harga saham BYAN. Kemarin, harga saham BYAN ditutup di level Rp 20.575 per saham. Tentu saja, bukan cuma Low Tuck Kwong yang menikmati kenaikan harga saham BYAN ini. Investor yang menyimpan saham BYAN sejak awal tahun ini juga ikut mendulang cuan. Saham BYAN juga termasuk saham grup konglomerat yang memberikan cuan besar pada tahun ini. Sebagai gambaran, apabila dihitung sejak awal tahun ini, harga saham BYAN sudah melesat 662,04%. BYAN merupakan saham energi dengan kenaikan harga tertinggi kedua, hanya kalah oleh kenaikan harga PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), perusahaan milik pengusaha Garibaldi Thohir dan Grup Saratoga.Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, aksi pemecahan nilai saham atau stock split yang dilakukan oleh emiten ini ikut menambah daya tarik saham BYAN. Dia melihat, harga saham BYAN sebelum stock split yang menyentuh harga sekitar level Rp 94.000 per saham kurang diminati oleh investor.

Batubara Membikin Kekayaan Taipan Melesat

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Kontan (H)

Peta daftar orang terkaya di Indonesia bergeser. Dato' Low Tuck Kwong menjadi buah bibir lantaran diklaim sebagai orang paling tajir di Indonesia. Versi Forbes, pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) itu menggeser duo taipan pemilik Grup Djarum yakni Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, yang selama ini memuncaki daftar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Real Time Forbes Billionaires List, kekayaan Low Tuck Kwong pada Senin (26/12) mencapai US$ 27,8 miliar. Nilai ini setara Rp 433,68 triliun dengan kurs Rp 15.600 per dollar AS). Harta Low Tuck ini melampaui kekayaan milik Budi Hartono dan Michael Hartono, yang masing-masing mencatatkan kekayaan US$ 22,3 miliar dan US$ 21,5 miliar. Berbeda dengan versi Forbes, data The Bloomberg Billionaires Index memperlihatkan, Hartono bersaudara masih menjadi orang terkaya di Tanah Air. Budi dan Michael Hartono memiliki kekayaan masing-masing US$ 18,8 miliar dan US$ 17,8 miliar. Senior Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai, lonjakan kekayaan Low Tuck tak lepas dari kinerja cemerlang harga saham Bayan Resources sepanjang 2022.


Surplus Kembar Belum Tambah Likuiditas Valas

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Kontan

Surplus kembar yang diperkirakan terjadi tahun ini nampaknya belum akan sepenuhnya membawa keberuntungan bagi Indonesia. Sebab surplus kembar tak juga membuat likuiditas valas Indonesia melimpah. Surplus kembar yang dimaksud, pertama, surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo sebelumnya memperkirakan, NPI tahun ini surplus US$ 2,6 miliar, meski menurun dibanding surplus tahun lalu yang tercatat US$ 3,5 miliar. Kedua, surplus neraca transaksi berjalan yang diperkirakan Perry akan berada pada kisaran 0,4% produk domestik bruto (PDB) hingga 1,2% PDB. Ini sejalan dengan permintaan eksternal dan harga komoditas yang masih tetap tinggi. Lalu, kinerja transaksi berjalan juga turut mendorong surplus NPI. Bahkan, nilai tukar rupiah sempat melemah dan menyentuh level Rp 15.700 per dollar AS beberapa waktu lalu. Cadangan devisa pun tergerus pada akhir September dan Oktober lalu ke posisi US$ 130,2 miliar. Meski bangkit lagi di November ke level US$ 134 miliar. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyebut, surplus neraca perdagangan atau surplus transaksi berjalan selama ini belum sepenuhnya terefleksi terhadap cadangan devisa. Penyebabnya, devisa hasil ekspor (DHE) yang masuk, tak bertahan lama. Sementara, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky optimistis, surplus kembar pada tahun ini akan mendorong kecukupan likuiditas valas di Indonesia. Namun, otoritas tetap perlu menambah likuiditas valas.

GOTO Anjlok, Langkah IHSG Makin Ringan

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Kontan

Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi terdepak dari jajaran saham dengan dengan kapitalisasi pasar terbesar (big caps). Ini karena harga saham GOTO yang terus terjun bebas. Penurunan harga saham GOTO terus terjadi sejak masa lock up period berakhir pada 30 November 2022. Sejak saat itu, saham GOTO selalu mengalami auto reject bawah (ARB). Senin (26/12), saham GOTO ditutup melemah 4,65% di Rp 82 per saham. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menegaskan, penurunan kapitalisasi pasar saham GOTO ini terjadi seiringan dengan aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Lantaran saham GOTO memiliki kapitalisasi pasar yang sangat besar di BEI, alhasil setiap pergerakan saham emiten ini sangat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menyebut, pelemahan GOTO menjadi pemberat kinerja IHSG selama ini. Efeknya dalam IHSG hanya mampu menguat 3,86% sepanjang tahun ini menjadi 6.835,81 hingga Senin (26/12).

Minat Investor Besar, Obligasi Ritel Masih Jadi Pilihan Investasi

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Kontan

Pemerintah akan meningkatkan alokasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada tahun 2023 mendatang menjadi sekitar Rp 130 triliun. Angka ini naik 30% dari target 2022 sebesar Rp 100 triliun. Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Ridwan mengatakan, penambahan alokasi ini dilakukan seiring dengan semakin tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di SBN ritel. Menurut dia, pada tahun 2021 dan 2022, banyak masyarakat yang tidak berhasil investasi di SBN ritel karena kehabisan kuota. Alhasil, Kemenkeu harus menutup masa penawaran lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menilai, target alokasi penerbitan SBN ritel sebesar Rp 130 triliun tergolong realistis. Ia meyakini target tersebut akan tercapai di tahun depan.

Right Issue BSI Kelebihan Permintaan 1,4 Kali, BTN Masih Proses

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Kontan

Aksi rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI kebanjiran permintaan. Hal itu tercermin dari penawaran saham rights issue BRIS yang kelebihan permintaan (oversubscribed) 1,4 kali. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, aksi korporasi ini selain berhasil meningkatkan jumlah saham beredar ( free float ), juga menunjukan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental BSI. “Rights issue diserap oleh investor institusi baik domestik maupun asing serta publik. Terjadi kelebihan permintaan atau atas saham yang diterbitkan sebanyak 1,4 kali pada saat penawaran," terang Hery Gunardi dalam keterangan resminya, Senin (26/12). Pada rights issue ini, Bank Mandiri selaku pemilik 50,83% saham BSI melaksanakan seluruh Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) miliknya. Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang memiliki 24,85% saham BRIS telah melaksanakan sebagian HMETD atau sebanyak 500 juta saham. Sedangkan bank pelat merah lainnya, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), masih dalam proses rights issue dengan target dana Rp 4,13 triliun. Jumlah target dana ini sudah mencakup penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 2,48 triliun.

BISNIS BANK GEMILANG

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)

Menjelang tutup tahun, bisnis perbankan di Tanah Air masih dinaungi cerlang. Pasokan likuiditas yang sempat tersendat kini direspons dengan permintaan kredit yang meningkat. Selain itu, penggalangan dana pihak ketiga tumbuh di atas realisasi tahun lalu. Dengan dua indikator vital yang masih moncer itu, bank cukup percaya diri bahwa target yang dipatok pada awal tahun ini bahkan berpotensi terlampaui. Situasi itu terlihat dari sisi penyaluran kredit yang masih kuat hingga November 2022 karena ditopang oleh permintaan pembiayaan di kelompok korporasi. Berbagai indikator yang dirilis Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertegas sinyalemen terhadap kemampuan bank dalam menjaga kinerjanya sepanjang tahun ini. Indikator penyaluran kredit, misalnya per November 2022 mampu tumbuh 10,8% year-on-year (YoY). Outstanding kredit bank tercatat Rp6.317,7 triliun. Apalagi, laju kredit itu masih ditopang kemampuan bank dalam mendulang dana pihak ketiga (DPK). Hingga November 2022, kinerja DPK tumbuh 9,4% YoY dengan total Rp7.736,3 triliun. Transmisi suku bunga acuan terhadap aliran dana masyarakat ke sistem perbankan terlihat dari tambahan DPK secara bulanan yang tumbuh signifikan sejak Agustus lalu. (Lihat infografik) Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan mengatakan kinerja bisnis dan profitabilitas sampai akhir tahun ini akan terjaga. Menurut Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Aestika Oryza Gunarto, kinerja perseroan masih sesuai dengan rencana bisnis sesuai yang ditetapkan pada awal tahun. “Kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif,” katanya, Senin (26/12).

Rights Issue Oversubscribed 1,4 Kali, BSI kian Dipercaya Investor

Hairul Rizal 27 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI optimistis semakin mendapatkan kepercayaan investor lokal dan luar negeri setelah mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) dalam aksi korporasi melalui pemberian hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pihaknya mencatatkan oversubscribed hingga 1,4 kali pada saat penawaran rights issue. Selain itu, aksi korporasi itu berhasil meningkatkan jumlah saham free float sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurut Hery, tingginya permintaan itu menunjukan bahwa investor baik dari dalam maupun luar negeri semakin percaya pada kinerja fundamental emiten perbankan syariah tersebut.Hery menambahkan rights issue yang tengah berproses menuju tahap akhir itu diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dengan tingkat atau rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) mencapai kisaran 20 persen. Dengan begitu, struktur permodalan BSI akan setingkat dengan rata-rata industri perbankan dan juga dapat menopang pertumbuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah yang semakin bertumbuh pesat.

Pilihan Editor