MUSIK, Meretas Asa Menembus Pasar Global
Kirill Kuzmin dengan mata berbinar menyimak penjelasan Ketua Sora, Yadi Mulyadi, soal angklung. Rentetan pertanyaan lantas meluncur deras. ”Asalnya dari budaya apa? Mungkin lagu- lagumu terhubung dengan puisi? Apakah kamu memainkan musik spiritual?” tanyanya, Sabtu (23/9). Koordinator Proyek Musik Bactria Cultural Centre, Tajikistan, itu bahkan meminta buku yang ditulis Yadi dan menanyakan latar belakang pendidikan personel-personel Sora. Kuzmin tengah mengurasi 13 peserta Indonesian Music Expo (Imex) 2023. Di sela kesejukan Ubud, Bali, empat delegasi terlihat antusias bertanya kepada para musisi, satu per satu. Pakar musik, produser, dan perwakilan asosiasi musik dunia tersebut didampingi penerjemah. Setelah 10 menit, setiap delegasi bertukar peserta untuk bertatap muka. Para peserta tersebut bertekad merebut kemungkinan diundang berkonser di mancanegara, menempuh pelatihan, atau digandeng produser untuk rekaman. Mereka juga berkesempatan unjuk kebolehan di hadapan tim delegasi sekaligus meramaikan Imex yang berlangsung pada 21-24 September 2023.
Setelah masing-masing peserta menuntaskan giliran berinteraksi dengan calon buyers atau pengguna karyanya, mereka dievaluasi. Ternyata belum satu pun kemitraan untuk menembus pasar global terealisasi, tetapi bukan tak mungkin kelak tawaran disorongkan. ”Belum terjadi deal (kesepakatan). Sebenarnya, Sora sudah beberapa kali ke luar negeri, tapi kami tetap senang soalnya menambah jaringan,” kata Yadi. Sora yang memainkan jaz progresif etnik sudah melanglang ke Korsel, Belanda, Singapura, Romania, Inggris, dan Selandia Baru. ”Kami mendiskusikan manajemen musik, termasuk finansial. Dukungan dari dalam negeri ikut dibahas,” ucap gitaris Sora, Whayan Christiana. Semua delegasi juga tertarik menelaah musikalitas kawanan asal Bandung, Jabar, itu, tetapi tetap mengacu kepada pertunjukan untuk menilai performanya. (Yoga)
Perdagangan Intra-Asia Perluas Kesempatan Bisnis
Nilai perdagangan dunia
pada 2022 mencapai 32 triliun USD. Nilai perdagangan barang global, tak
termasuk jasa, sebesar 25 triliun USD. Kontribusi Asia sebesar 39,4 % terhadap
total ekspor barang global dan 35,8 % terhadap impor global. Dari sisi tujuan
ekspor dan asal impor, perdagangan Asia mengarah ke sesama Asia. Faktor geopolitik
turut meningkatkan pola perdagangan intra-Asia. Sebanyak 59 % ekspor-impor Asia
tertuju ke Asia dibandingkan dengan total ekspor-impor Asia ke seluruh dunia
berdasarkan data tahun 2021. Fenomena ini melanjutkan prospek abad Asia. Mesin
pertumbuhan global juga berpusat di Asia. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan
global sebesar 67,4 % pada 2023, dengan kontribusi China 34,9 %.
Kenaikan jumlah kelas menengah Asia akan menopang prospek
Asia dari sisi permintaan. Seperti dilansir World Economic Forum, diperkirakan
jumlah warga kelas menengah Asia menjadi 3,5 miliar jiwa pada 2030, naik dari 2
miliar jiwa pada 2020. Pertumbuhan Asia juga didorong reformasi yang dilakukan
pemerintahan, kemajuan teknologi digital, serta kolaborasi ekonomi di kawasan dalam
kerja sama ekonomi. Perdagangan intra-Asia akan melejit dari 6 triliun USD pada
2020 menjadi 13 triliun USD pada 2030, melebihi nilai perdagangan intrakawasan
mana pun di dunia. Para pebisnis hingga perusahaan kaliber raksasa
multinasional semakin menancapkan kuku bisnis di Asia. ”Perusahaan perkapalan
dan logistik melihat perdagangan intra-Asia yang meningkat sebagai kesempatan
besar,” tulis situs TAPA, forum perusahaan manufaktur, penyedia jasa logistik,
jasa angkutan barang global, dan jasa terkait, pada 27 April 2023. (Yoga)
Siasat Terakhir Peladang Dayak Hadapi Gagal Panen
Untuk kesekian kalinya, Ardianto (46), petani di Desa
Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, tidak bisa menikmati panen di sawah
seluas dua hektar yang dikelolanya. Ia lagi-lagi gagal panen. Ardianto adalah
satu dari banyak petani di Pulang Pisau yang mengikuti program lahan perluasan
baru lumbung pangan atau food estate Kalteng. Ia harus belajar cara dan metode
pertanian yang berbeda dengan yang dilakoni selama ini. Sebagai orang Dayak
Ngaju, Ardianto hidup berladang. Ia membersihkan ladang dengan memotong kayu yang
tumbuh di lading, lalu dibakar sampai menjadi abu. Ladang dibiarkan sehari
sebelum ditanami. Keesokan harinya, peladang melubangi tanah yang bercampur abu
dengan kayu atau manugal dalam masyarakat
Dayak Ngaju. Dalam satu petak, peladang bisa menanam berbagai jenis padi lokal.
Di sela-sela padi, mereka menanam beragam sayuran. Sistem tanam itu terbukti
menghasilkan panen yang baik. Ardianto, misalnya, bisa memanen 2-3 ton per sekali
tanam selama 6 bulan. Situasi itu berubah ketika program food estate diterapkan
pada 2021. Ardianto dan peladang lainnya diminta berganti cara tanam. Dia terpaksa
menerima program itu. Peladang menilai program itu sebagai jalan keluar dari kebijakan
larangan membakar lahan untuk membuka ladang, tahun 2015. Dengan mengikuti food
estate, Ardianto dan keluarga dapat kembali beraktivitas di ladang. ”Namanya
juga masih coba-coba. Orang bilang, sawah ini bisa berhasil setelah 7-10 kali masa
tanam,” ujarnya.
Pengolahan lahan dalam food estate menggunakan alat berat
untuk meratakan tanah dan mengubah ladang menjadi sawah. Sawah juga harus
dibajak untuk menggemburkan tanah. Benih padi juga tidak langsung dimasukkan ke
lubang, tetapi disemaikan dulu di rumah sebelum ditanam di sawah. Hal lain yang
harus dipelajari ialah pengelolaan air. Karena tidak ada saluran irigasi, sawah
mereka menggunakan air dari Sungai Kahayan. Untuk memastikan air mencukupi,
peladang harus memperhatikan pasang surut sungai. Aksesibilitas menuju sawah juga
menjadi persoalan. Untuk bisa ke sawah, Ardianto harus menggunakan kelotok atau
perahu kayu bermesin, 20-25 menit dari rumah ke sawah. Segala hal baru ini
menjadi tantangan bagi peladang. Tidak heran, mereka berkali-kali gagal panen. Gagal
panen berkali-kali ini tidak pernah dialami ketika ia berladang. ”Tapi nanti
dimarahi kalau kami membakar (berladang tradisional),” kata Mariana (41), istri
Ardianto. Ironisnya, saat panen tidak kunjung memberi bahagia, justru tradisi
lama yang menyelamatkan. Ardianto dan Mariana menanam singkong, cabai rawit,
hingga tomat di pematang sawah. Ada juga sayur khas Dayak, seperti kelakai
(Stenochlaena palustris) dan rimbang (Solanum torvum). Selain padi, mereka
menanam sayur, buah, hingga membuat kolam ikan, di lahannya. Ada pula cabai
rawit, singkong, dan tomat, pisang, dan semangka untuk dijual. (Yoga)
Dunia Usaha Pacu Pembangunan IKN
Presiden Jokowi mengajak kalangan dunia usaha, terutama para
investor Tanah Air, turut membangun Nusantara. Keterlibatan para pengusaha itu
diyakini dapat menjadi motor yang memacu pembangunan di ibu kota negara baru
tersebut. ”Kita hanya ingin menyampaikan kepada dunia usaha bahwa pembangunan
di Ibu Kota Nusantara ini tidak hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi dunia
usaha juga sudah masuk,” kata Presiden Jokowi saat melakukan peletakan batu
pertama atau groundbreaking Hotel Vasanta di kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser
Utara, Kaltim, Sabtu (23/9). (Yoga)
JAMINAN KESEHATAN, Kepatuhan Membayar Iuran Perlu Ditingkatkan
Kepatuhan peserta membayar iuran menjadi tantangan program
Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Kesadaran warga akan
risiko penyakit berdampak pada tingkat kepatuhan. Selain itu, selisih antara kemampuan
dan kemauan peserta membayar iuran turut berpengaruh. BPJS kesehatan mencatat,
per 31 Agustus 2023, tingkat kepatuhan pembayaran iuran peserta JKN-KIS 95,01
persen dari total peserta. Dengan total peserta 260 juta jiwa, berarti ada 12,9
juta peserta tak patuh membayar iuran JKN-KIS. Angka itu turun dibandingkan
tahun sebelumnya. Pada 2022, angka kepatuhan pembayaran iuran JKN-KIS 99,47 %
dan pada 2021 ke-patuhan mencapai 97,37 %.
Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan HuMAS BPJS Kesehatan
Agustian Fardianto menuturkan, tantangan terbesar meningkatkan kepatuhan peserta
membayar iuran yakni ada peserta dengan pendapatan tak tentu. Tantangan lain yakni
warga lupa membayar dan tak mau antre bayar. Berbagai inovasi dilakukan untuk
mendorong kepatuhan peserta membayar iuran, termasuk memudahkan pembayaran.
”Kami bermitra dengan bank agar peserta bisa membayar autodebet. BPJS Kesehatan
juga melakukan telekolekting pada peserta, tiap bulan ada 4 juta-5 juta peserta
dihubungi langsung,” tutur Agustian, Jumat (22/9), di Jakarta. BPJS Kesehatan
juga menggandeng kader JKN untuk menagih iuran peserta. Ada 1.400 kader JKN
tersebar di seluruh Indonesia. Ada juga mekanisme pembayaran bertahap bagi peserta yang menunggak iuran minimal tiga
bulan. (Yoga)
Pemerintah Upayakan Tambahan Impor Beras
Pemerintah akan mengupayakan tambahan impor beras, untuk
mengamankan cadangan beras pemerintah atau CBP. Berbarengan dengan itu, pemanfaatan
CBP untuk menstabilkan harga beras melalui operasi pasar dan program bantuan
pangan terus dioptimalkan. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan,
NFA melalui Perum Bulog akan mengupayakan menambah beras impor dari sejumlah
negara, termasuk China. Namun, saat ini, prioritasnya adalah menyelesaikan kuota
impor beras tahun ini yang sebanyak 2 juta ton terlebih dahulu.
”Semua sedang diupayakan. Akan sangat mudah jika sudah siap
semua dengan semua negara, termasuk China,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat
(22/9). Arief menjelaskan, pemerintah membutuhkan tambahan beras karena CBP pemerintah di Bulog akan
terus berkurang. Bulog akan mengeluarkan 640.000 ton beras untuk bantuan pangan
bagi 21,35 juta keluarga berpenghasilan rendah pada September, Oktober, dan
November 2023. Dari target tersebut, Bulog sudah menyalurkan sekitar 50.000 ton.
Bulog juga Menyiapkan 300.000 ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga
Pangan (SPHP). Sebagian beras tersebut
telah digelontorkan ke ritel modern, pasar tradisional di sejumlah daerah, dan
Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC), Jakarta. (Yoga)
Pengembangan Industri Kelapa Berkelanjutan Butuh Peta Jalan
Pengembangan industri pengolahan kelapa berkelanjutan di daerah terkendala kualitas SDM dan akses pasar. Perumusan peta jalan mengenai pengolahan kelapa berkelanjutan diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan komoditas kelapa. Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, ada dua tantangan yang dihadapi pemda dalam mengembangkan industri pengolahan kelapa, yakni SDM dan penyerapan produk oleh pasar. Padahal, kelapa menjadi salah satu produk unggulan daerah.
”Teknologi kita mungkin sudah punya, tinggal bagaimana SDM dan akses ke pasarnya untuk menyerap produksi kami. Lalu, seperti halnya komoditas kelapa sawit, kelapa juga butuh badan otoritas khusus yang mengatur harga sehingga dapat menjamin kesejahteraan petani,” tuturnya dalam konferensi pers seusai Forum Group Discussion tentang Business and Partnership Matching sebagai bagian dari rangkaian acara World Coconut Day 2023 di Gorontalo, Jumat (22/9). Forum diskusi tersebut bertujuan untuk merumuskan usulan peta jalan mengenai industri pengolahan kelapa berkelanjutan. (Yoga)
Urun Dana Jadi Alternatif bagi Pelaku Usaha
Waspadai Risiko Pinjaman Tanpa Agunan
Publik patut mewaspadai pinjaman uang yang tidak
mensyaratkan agunan seperti yang dipraktikkan platform pinjaman daring. Risiko
dari pinjaman semacam ini adalah tingginya bunga pinjaman yang melampaui bunga
pinjaman tanpa agunan di perbankan. Di satu sisi, platform pinjaman daring di
Indonesia tumbuh pesat pascapandemi Covid-19. Peneliti ekonomi digital pada Institute
for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras mengatakan, nilai
bunga yang berimplikasi pada besarnya kewajiban pembayaran oleh nasabah tidak
lepas dari tingginya risiko peminjaman daring tersebut. Situasi ini, menurut
dia, kerap membuat pinjaman daring bermasalah, seperti pembayaran cicilan yang
macet.
”Ada risiko yang harus ditanggung karena pinjaman enggak
banyak syarat. Ini dikompensasi dengan tingginya bunga. Ini memudahkan peminjam
yang menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
sekitar 70 % lulusan SMA dan sederajat dan berpenghasilan Rp 1 juta sampai Rp 5
juta,” kata Farras saat dihubungi lewat telepon, Jumat (22/9) di Jakarta. Lantaran
ada masalah pelunasan utang, imbuh Farras, teror penagih utang (debt collector)
dari perusahaan peminjaman daring tetap tidak dibenarkan. Apabila terbukti ada pelanggaran,
penegakan hukum harus dijalankan. OJK
wajib memeriksa direksi perusahaan pinjaman daring tersebut untuk memberikan
efek jera maupun memperbaiki panduan penagihan utang. Platform pinjaman daring
yang tengah mendapat sorotan OJK adalah AdaKami, sempat viral di media sosial, salah
satu peminjam uang dari AdaKami disebut-sebut bunuh diri lantaran tak kuat
mendapat teror dari penagih utang yang mengaku dari platform AdaKami. Nasabah
itu meminjam dana Rp 9,4 juta, tetapi yang harus dikembalikan senilai Rp 19
juta. (Yoga)
Kisruh Tambang Picu Amuk Massa
Setidaknya 11 polisi terluka akibat kerusuhan yang mengakibatkan kebakaran di Kantor Bupati Pohuwato, Gorontalo, Kamis (21/9). Ini adalah buntut konflik antara masyarakat dan konsorsium perusahaan tambang yang berdiri di atas lahan berlandaskan kontrak karya. Saat dihubungi dari Manado, Jumat (22/9), Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Desmont Harjendro mengatakan, delapan polisi mengalami luka ringan, sementara tiga lainnya dirujuk ke RS Bhayangkara Gorontalo. Tak ada korban dari pengunjuk rasa ataupun pegawai Kantor Bupati Pohuwato. Bentrokan terjadi saat unjuk rasa 2.500 orang yang berasal dari Forum Persatuan dan Ahli Waris IUP OP (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi) 316. Mereka mempertanyakan kepastian pembagian sebagian lahan di wilayah konsesi tambang emas bernama Pani Gold Project yang mereka klaim sebagai warisan keluarga dan telah turun-temurun. Pemerintah Kabupaten Pohuwato bertindak sebagai koordinator. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Pohuwato Arman Mohamad mengatakan, awalnya protes berlangsung damai. Namun, sekitar pukul 12.00, massa mengamuk dan menerobos masuk ke kantor bupati, lalu memorakporandakan isinya.
”Demonstran lepas kendali dan mengarah ke tindak anarkistis.Mereka membakar kantor bupati, lalu merusak fasilitas pemerintah, seperti kantor DPRD dan rumah jabatan Bupati Pohuwato,” kata Arman. Pemkab Pohuwato masih harus merampungkan pembagian lahan konsesi Pani Gold Project yang diklaim warga. Arman menyatakan tak tahu pasti luas lahan yang akan dibagikan, tetapi penerimanya sekitar 2.000 orang. ”Masyarakat minta ada semacam kompensasi karena mereka akan kehilangan pekerjaan (sebagai petambang),” kata Arman. Pani Gold Project berada di Gunung Pani, DesaHulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato. Cadangan mineral di wilayah itu diperkirakan punya potensi kandungan emas 6,63 juta ons. Lahan konsesi pertambangan itu ada di dua lokasi yang tumpang tindih, yaitu wilayah IUP seluas 100 hektar milik PT Puncak Emas Tani Sejahtera serta lahan kontrak karya Generasi V seluas 14.570 hektar milik PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM). Arman mengatakan, pertambangan emas sesungguhnya telah ada di Gunung Pani sejak masa kolonial. Kegiatan ini dilanjutkan masyarakat di masa kemerdekaan. Tanah mereka pun diturun-temurunkan sekalipun tanpa sertifikat. Pertambangan emas tanpa izin pun berlangsung berdampingan dengan kehadiran perusahaan. (Yoga)









