Dukungan Pekerjaan Modal Kerja untuk Hilirisasi UMKM
Ancang-ancang Impor Beras Tambahan 1 Juta Ton
Kinerja Retail Modern Tetap Kuat
Banjir Tawaran Dana Transisi Energi
Beban Berat APBN Tanggung Utang Proyek
Jadi Investor Agresif Ketika Muda
MENEPIS TANTANGAN MIGAS
Daya pikat investasi hulu minyak dan gas bumi Tanah Air kian memukau yang tecermin dari komitmen sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk terus berinvestasi melakukan kegiatan eksplorasi.Sejumlah raksasa migas global juga bersepakat mencapai target besar produksi minyak bumi 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (Bscfd) pada 2030.Melalui penandatanganan Bali Commitment yang dilakukan dalam CEO Forum pada acara International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2023 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (21/9), para CEO KKKS juga berjanji untuk menyiapkan program kerja dan anggaran 2024 secara masif, agresif, dan efisien. Di mata para CEO perusahaan migas internasional dan nasional, Indonesia masih menjadi salah satu portofolio penting. Mulai dari perusahaan migas asal Italia, ENI, ExxonMobil (Amerika Serikat), Petroliam Nasional Berhad atau Petronas (Malaysia), Repsol SA (Spanyol), British Petroleum (Inggris), hingga PT Medco Energi Internasional Tbk., dan PT Pertamina (Persero) bakal jor-joran berinvestasi di sektor migas. Direktur ENI Muara Bakau BV, Roberto Daniele mengatakan keseriusan untuk berinvestasi lebih intensif pada sisi eksplorasi lapangan migas. Saat ini ENI bersama dengan PT Pertamina (Persero) telah menjalin kerja sama strategis untuk melakukan eksplorasi bersama di Blok Mahakam. Kerja sama itu diharapkan dapat menambah cadangan migas. Terlebih, Indonesia masih memiliki cadangan migas besar. Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, cadangan terbukti gas bumi Indonesia bahkan mencapai 41,62 triliun kaki kubik (TCF). Selain itu, Indonesia juga masih memiliki 68 cekungan potensial yang belum tereksplorasi.
“Indonesia memiliki semua segmen yang ExxonMobil mesti tawarkan. Kami punya upstream dan downstream seperti fuel, lubricant, chemicals, dan transisi energi. Dari seluruh affi liate Exxon di dunia, jarang ada semua segmen ada di satu tempat bersama, tapi Indonesia punya itu,” kata Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall.
Sementara itu, Dwi Soetjipto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menegaskan Indonesia terus menawarkan peluang investasi di sektor migas dan siap untuk meningkatkan kebijakan fiskal dan memberikan berbagai insentif.
Meredam Risiko Inflasi Pangan
Risiko kenaikan inflasi yang dipicu oleh merambatnya harga pangan mulai mengemuka seiring dengan berkurangnya pasokan di sejumlah daerah akibat musim kemarau berkepanjangan sebagai dampak dari El Nino. Kenaikan harga ini tampak dari gejolak harga sejumlah komoditas pangan, terutama beras yang menurut perhitungan Bank Indonesia sudah naik 4,4% pada September 2023. Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar kenaikan harga pangan tidak berdampak terhadap inflasi. Adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur pekan ini menjelaskan kenaikan harga beras dipengaruhi musim dan fenomena iklim El Nino yang akan berlangsung lebih lama dari prakiraan awal. Akan tetapi, risiko kenaikan harga pangan ini diyakini masih dalam kendali agregat sasaran 3 +/- 1 persen pada tahun ini sejalan dengan upaya bank sentral untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna memastikan inflasi tetap terkendali. Bahkan bank sentral meyakini inflasi bisa ditekan pada kisaran 2,8 persen pada tahun 2024.Harian ini menilai tingkat inflasi rendah yang terjadi hingga kini belum menjadi jaminan kondisi itu akan terus bertahan karena masih banyak tantangan yang bakal dihadapi pemerintah. Selain itu, faktor lain yang tak kalah penting untuk dicermati berasal dari risiko kenaikan harga energi yang berisiko naik setelah Arab Saudi dan Rusia sepakat memangkas produksi hingga akhir tahun. Ditambah lagi cadangan minyak di Amerika Serikat yang merupakan negara penghasil shale oil teratas mulai memperlihatkan tanda-tanda penurunan. Impitan terhadap harga energi akan makin terasa karena dua raksasa ekonomi terbesar dunia yakni AS dan China mulai bangkit yang imbasnya dapat menaikkan harga karena permintaan meningkat, sementara pasokan turun. Bahkan beberapa lembaga keuangan meyakini harga komoditas energi itu bakal kembali ke kisaran US$100 per barel dalam waktu yang tak terlalu lama. Dari dalam negeri, munculnya fenomena pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir juga perlu mendapat atensi. Situasi ini yang mendorong kalangan pengusaha seperti Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia mendesak pemerintah melipat-gandakan pasokan beras di ritel modern guna membantu menjinakkan gejolak harga beras di pasaran.
LOGISTIK & TRANSPORTASI : Anak ABMM Incar Industri Nikel
Semua Merana akibat Polusi Udara
Genia (30), warga Slipi, Jakbar, tidak mengira jika batuk pileknya pada awal Agustus 2023 berakhir dengan infeksi paru. Ia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lima hari dengan biaya puluhan juta rupiah. Diawali bersin-bersin, pilek, dan batuk berdahak, hingga sesak napas yang membuat ibu hamil tujuh bulan tersebut sekarang harus membatasi aktivitasnya di luar rumah. ”Mulai dari bersin-bersin parah dan besoknya jadi batuk pilek. Dokter bilang, ini batuk alergi,” kata Genia, Selasa (15/8). Sepekan sebelumnya, setelah ia menghadiri acara di sebuah hotel di Senayan, Jakarta, kondisinya semakin parah, tutur karyawan perusahaan asuransi tersebut. Diagnosis dokter dari hasil rontgen paru mengejutkannya. ”Dokter bilang, infeksi paru kanan. Paru kanan terlihat ada bercak-bercak putih dan mengalami penurunan fungsi,” ujarnya. Penyebab infeksi paru yang menurut dokter dari virus, udara, dan musim pancaroba semakin mengejutkan Genia. Iadirawat di RS untuk mendapatkan perawatan intensif selama enam hari.
Soni (45), warga Kota Tangerang, sudah sebulan ini empat kali berobat ke dokter karena batuk parah. Pengobatan dengan antibiotik tak juga mengurangi intensitas batuknya. Dari tiga kali berobat, diagnosis dokter adalah bronchitis akut. Dokter masih memantau perkembangan penyakitnya hingga akhir minggu ini. Jika batuk belum mereda, dokter meminta Soni untuk rontgen paru. Dia menduga ini karena faktor polusi udara. Selama ini ia menggunakan sepeda motor untuk perjalanan dari rumahnya ke stasiun kereta yang membuatnya rentan terpapar polusi udara. Salah satu faktor risiko penyebab bronkitis adalah polusi udara, seperti asap kendaraan, debu, serta asap tembakau. Kualitas udara yang buruk juga terjadi di kawasan Padalarang, Bandung Barat. Sumber polutannya diduga berasal dari industri pengolahan batu gamping. Dari pengukuran kualitas udara menggunakan sensor pemantau udara kategori low-cost yang dilakukan Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, Kamis (10/8) di Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, diketahui, kadar polutan PM 2,5 mencapai 200 µg/m3. Bahkan saat truk lewat, angka melonjak menjadi 400 µg/m3. (Yoga)









