Pemerintah Upayakan Tambahan Impor Beras
Pemerintah akan mengupayakan tambahan impor beras, untuk
mengamankan cadangan beras pemerintah atau CBP. Berbarengan dengan itu, pemanfaatan
CBP untuk menstabilkan harga beras melalui operasi pasar dan program bantuan
pangan terus dioptimalkan. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan,
NFA melalui Perum Bulog akan mengupayakan menambah beras impor dari sejumlah
negara, termasuk China. Namun, saat ini, prioritasnya adalah menyelesaikan kuota
impor beras tahun ini yang sebanyak 2 juta ton terlebih dahulu.
”Semua sedang diupayakan. Akan sangat mudah jika sudah siap
semua dengan semua negara, termasuk China,” ujarnya ketika dihubungi, Jumat
(22/9). Arief menjelaskan, pemerintah membutuhkan tambahan beras karena CBP pemerintah di Bulog akan
terus berkurang. Bulog akan mengeluarkan 640.000 ton beras untuk bantuan pangan
bagi 21,35 juta keluarga berpenghasilan rendah pada September, Oktober, dan
November 2023. Dari target tersebut, Bulog sudah menyalurkan sekitar 50.000 ton.
Bulog juga Menyiapkan 300.000 ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga
Pangan (SPHP). Sebagian beras tersebut
telah digelontorkan ke ritel modern, pasar tradisional di sejumlah daerah, dan
Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC), Jakarta. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023