Pinang Lampung Diekspor ke Arab Saudi
KETEGANGAN TIMUR TENGAH RENTAN MELEMAHKAN EKONOMI ASIA PASIFIK
Konflik bersenjata antara Hamas dan Israel dikhawatirkan
memicu konflik lebih luas yang berisiko meningkatkan kerawanan di Timur Tengah.
Terlibatnya sejumlah negara rentan menimbulkan konflik yang dapat mengganggu
distribusi minyak ke seluruh dunia. Gangguan terutama bisa terjadi jika konflik
tersebut memicu perseteruan antar negara-negara Arab yang pada akhirnya
mendorong ketegangan di Teluk Persia, Teluk Oman, dan di sekitar Laut
Mediterania Timur. Aksi blokade laut dapat saja terjadi ketika sejumlah negara
menggunakan kekuatan geopolitiknya untuk membela kubu yang mereka dukung.Kekhawatiran
ini didasarkan pada hubungan diplomatik sejumlah negara Arab yang dekat dengan
AS. Beberapa negara Arab kini berdamai dengan Israel seperti Uni Emirat Arab,
Bahrain, Sudan, Maroko, Jordania, dan Mesir. Bahkan, Arab Saudi, pemimpin negara-negara
kawasan Teluk, juga semakin dekat dengan upaya pemulihan hubungan diplomatik
dengan Israel.
Ketegangan di Teluk Persia dan Teluk Oman berpotensi mengakibatkan
distribusi energi dari negara Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab,
Oman, Irak, dan Iran terganggu sehingga memicu lonjakan harga energi. Gangguan
di perairan Mediterania Timur juga dapat memicu kenaikan harga distribusi
barang dan jasa dari Eropa ke Timur Tengah. Rute melewati Terusan Suez di Mesir
menjadi lebih mahal. Sikap negara-negara Arab yang tidak solid dapat memunculkan
konflik kepentingan. Hal inilah yang sangat rawan memicu ketegangan lebih luas
dan berimbas pada distribusi minyak bumi beserta produk-produk turunannya
secara global. Apabila hal ini terjadi, gejolak ekonomi muncul karena harga minyak
bumi melambung. Biaya pengiriman barang dan
jasa semakin mahal sehingga rentan menggerus keuangan negara-negara
importir minyak demi menambal subsidi. (Yoga)
Bank Besar Pecahkan Rekor Laba Jumbo Lagi
Biaya Kredit Perbankan Semakin Melandai
Kinerja Emiten Asuransi Naik
UPAYA EKSTRA DULANG LABA
Mata investor saham sedang tertuju pada rapor keuangan emiten-emiten per 9 bulan 2023. Apalagi, korporasi tengah berjibaku mencetak pertumbuhan laba di tengah berbagai tantangan ekonomi seperti kenaikan suku bunga, penurunan harga komoditas, maupun krisis geopolitik. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 79 dan 162 emiten membukukan pertumbuhan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang Januari-September 2023. Adapun, 9 emiten berbalik mendulang laba, 54 emiten mengalami penurunan laba bersih, 9 emiten membukukan penurunan rugi bersih, dan 3 emiten ruginya meningkat secara tahunan per 30 September 2023. Laba bersih yang lebih tebal a.l. dibukukan oleh emiten di sektor perbankan, properti, transportasi, komponen otomotif, pengelola rumah sakit, rokok, dan barang konsumsi. Di sektor perbankan, laba bersih BMRI tumbuh 27,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp39,1 triliun sepanjang 9 bulan 2023. Adapun, GGRM membukukan lompatan laba bersih 197,62% secara tahunan menjadi Rp4,45 triliun pada periode tersebut. Kontras, emiten teknologi GOTO dan BUKA masih bergelut dengan rugi bersih per 30 September 2023 berturut-turut Rp9,54 triliun dan Rp776,22 miliar. Namun, kerugian GOTO menyusut 53% dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp20,32 triliun. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan sinergi ekosistem yang makin kuat menjadi keunggulan perusahaan di tengah kompetisi yang kian ketat.
Terpisah, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Darmawan Junaidi mengatakan perseroan terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menambahkan kinerja laba bersih bank juga terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 10,8% yoy menjadi Rp24,55 triliun pada kuartal III/2023. Adapun, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Syarif Faisal Alkadrie melaporkan produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan Antam dengan proporsi 62% atau Rp19,29 triliun. Faktanya, dalam sebulan terakhir, IHSG tercatat merosot 3,24% dan parkir di level 6.735,89 pada akhir perdagangan kemarin, Senin (30/10). Hal itu sejalan dengan arus modal keluar asing yang mencatat net sell Rp11,97 triliun secara year-to-date. Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas Indonesia Changkun Shin menilai kinerja emiten per kuartal III/2023 bervariasi, tetapi rapor emiten blue chips mayoritas tumbuh positif. Meski demikian, daya dorong sentimen positif itu disebut tidak begitu kuat terhadap IHSG mengingat pasar cenderung wait and see menanti keputusan suku bunga The Fed dalam FOMC 31 Oktober-1 November 2023.
Fenomenal ! Bank Mandiri Cetak Rekor Bank Pertama dengan Aset Tembus Rp2.007 Triliun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja keuangan impresif pada kuartal III/2023. Emiten berkode BMRI ini berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi menembus Rp2.007 triliun per September 2023 atau tumbuh 9,11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa kenaikan total aset turut didorong oleh laju pertumbuhan kredit serta dana pihak ketiga (DPK). Bank Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi senilai Rp1.315,92 triliun per September 2023 dari posisi setahun sebelumnya senilai Rp1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% secara YoY.
Selaras dengan pertumbuhan kedua segmen tersebut, kredit Bank Mandiri di segmen mikro turut mencatatkan realisasi positif dengan pertumbuhan 10,09% YoY dari Rp146,6 triliun pada September 2022 menjadi Rp161,4 triliun pada akhir September 2023. Di samping itu, daya beli masyarakat yang masih solid turut mendukung pertumbuhan kredit konsumer Bank Mandiri sebesar 12,04% YoY menjadi Rp109,3 triliun di kuartal III/2023.
Kredit korporasi Bank Mandiri tetap menjadi penyumbang portofolio kredit terbesar perseroan dengan realisasi mencapai Rp449 triliun atau tumbuh 9,55% secara YoY. Pertumbuhan kredit ini beriringan dengan kinerja keuangan perseroan yang makin solid, tecermin dari laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang melesat 27,4% YoY menjadi Rp39,1 triliun hingga September 2023.
TATA KELOLA PERTAMBANGAN : ARAL MENGGANJAL DIVESTASI INCO
Pemerintah belum juga bisa memberikan kepastian mengenai keputusan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebagai salah satu syarat perpanjangan kontrak, meski Presiden Joko Widodo telah berpesan untuk diselesaikan secepatnya dengan jalan keluar yang menguntungkan semua pihak. Hingga kini, proses pembahasan divestasi saham INCO masih berjalan di internal pemerintah dengan melibatkan perseroan dan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID yang bakal melaksanakan proses tersebut. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, negosiasi sisa kewajiban divestasi saham INCO masih berlangsung alot, meski Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui rencana pengembangan seluruh wilayah atau RPSW perusahaan. “Sedang diskusi terus. alot,” katanya saat ditemui, Senin (30/10). Pada kesempatan berbeda, Erick juga mengaku bahwa pihaknya masih terus mempelajari untung-rugi dari rencana divestasi saham INCO. Dirinya tidak ingin Indonesia mendapatkan manfaat yang kurang optimal dari proses yang menjadi salah satu syarat perpanjangan kontrak tersebut.Hal tersebut menjadi salah satu landasan bagi pemerintah agar proses divestasi INCO dilakukan dengan setengah hati. Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, proses pelepasan saham INCO kepada pihak Indonesia sebagai syarat peralihan status izin tambang kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sudah masuk tahap finalisasi di Kementerian BUMN. Hal-hal terkait dengan perpanjangan izin konsesi tambang INCO yang menjadi kewenangan Kementerian ESDM pun diklaim telah diselesaikan. Arifin menyebut, perpanjangan kontrak INCO bakal diberikan setelah proses divestasi sahamnya rampung. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia juga memastikan pemerintah bakal memperpanjang kontrak tambang INCO dengan menyetujui konversi kontrak lama menjadi IUPK. Beberapa persyaratan yang dimaksud oleh Bahlil di antaranya adalah kewajiban sisa divestasi kepada MIND ID, serta penciutan lahan atau relinquishment sebagian blok konsesi yang dianggap tidak dikembangkan oleh INCO selama masa konsesi.









