2030, Teknologi AI Berpotensi Sumbang US$ 366 Miliar
Grundbreaking Kedua IKN Bukti Tingginya Kepercayaan Investor
Insentif Pajak Tak Manjur Gaet Investor
Sejumlah instrumen yang disediakan pemerintah untuk menarik
penanaman modal di bidang industri manufaktur tak efektif menarik investor.
Saat ini, pemerintah tengah mengevaluasinya. Jubir Kemenperin, Febri Hendri mengatakan,
perlu ada strategi investasi yang lebih jitu untuk mendorong industrialisasi manufaktur
di Indonesia. Pemerintah sebenarnya sudah menyediakan sejumlah insentif pajak,
tetapi belum efektif menarik banyak investasi manufaktur. ”Itu yang sedang kami
evaluasi dan cermati, misalkan untuk beberapa industri ke negara tetangga dibandingkan
Indonesia. Apa kelebihan negara itu. Seperti mobil listrik, kita selalu pakai
pembanding negara lain. Kalau negara lain ngasih keistimewaan sekian, kami
kasih yang lebih bagus lagi,” ujar Febri di Jakarta, Senin (30/10).
Pemerintah melalui PP No 62 Tahun 2008 tentang Fasilitas Pajak
Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah
Tertentu memberikan fasilitas pengurangan PPN atau tax allowance. Skemanya
berupa insentif pengurangan penghasilan neto 30 % dari jumlah penanaman modal,
dibebankan selama 6 tahun, atau masing-masing sebesar 5 % per tahun. Dengan
ini, diharapkan beban Pajak Penghasilan badan yang disetorkan oleh investor
dapat lebih ringan. Juga Peraturan Menkeu (PMK) No 159 Tahun 2015 tentang
Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Fasilitas tax holiday
ini diberikan selama 5-15 tahun, bahkan bisa sampai 20 tahun jika mendapat persetujuan
Menkeu. Berdasarkan data DJP Kemenkeu, hingga 31 Desember 2022, realisasi
investasi yang memperoleh tax holiday untuk industri pionir hanya Rp 153,20
triliun, masih jauh dari target yang tertuang dalam PMK Nomor 35 Tahun 2018 dan
PMK Nomor 130 Tahun 2020 sebesar Rp 1.639,89 triliun. (Yoga)
Peluang Ekonomi Desa Pesisir
Desa-desa pesisir menjadi salah satu kantong kemiskinan di Indonesia.
BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di wilayah pesisir Indonesia pada tahun
2022 mencapai 17,74 juta jiwa. Sebanyak 3,9 juta jiwa di antaranya masuk
kategori miskin ekstrem. Jika penduduk miskin di Indonesia pada 2022 berjumlah
26 juta jiwa (data Maret 2022 adalah 26,16 juta jiwa dan September 2022 adalah
26,16 juta jiwa), kemiskinan wilayah pesisir menyumbang 68 % dari total angka
kemiskinan di Indonesia. Sumber penghidupan penduduk wilayah pesisir adalah
sektor perikanan tangkap. Nelayan, pelaku utama sektor perikanan tangkap, adalah
salah satu kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Data nilai tukar nelayan
(angka yang membandingkan indeks pendapatan nelayan atas indeks pengeluarannya)
per September 2023 adalah 105,64. Di antara lima subsektor pertanian, nilai
tukar nelayan menduduki peringkat terendah kedua setelah nilai tukar petani
peternak.
Meningkatkan pendapatan penduduk desa pesisir tidak hanya
lewat penjualan ikan segar, tetapi juga hasil olahannya. Produk olahan hasil laut
akan memberikan tambahan pendapatan sekaligus membuka kesempatan kerja. Memadukan
tujuan kesejahteraan ekonomi dengan kelestarian lingkungan, beberapa desa
pesisir mengembangkan potensi mereka menjadi desa wisata berbasis hutan bakau
(mangrove). Di antaranya Desa Mundupesisir di Cirebon dan Desa Kebundadap Timur
(Kedatim) di Sumenep. Di desa-desa
pesisir itu, hutan bakau yang menjadi obyek wisata juga berfungsi sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen, serta
pencegah bencana abrasi pantai dan angin. Pohon bakau juga dapat dimanfaatkan
sebagai bahan baku pangan, seperti sirop, keripik, dan dodol. Tanaman bakau
dapat diolah pula menjadi aneka produk kerajinan dan sebagai pewarna alami
untuk tekstil.
Meningkatnya kesejahteraan ekonomi karena adanya konservasi
hutan bakau juga diperoleh lewat meningkatnya produktivitas ikan dan biota laut
lainnya oleh penduduk di area tersebut. Hutan bakau adalah tempat tinggal,
berlindung, dan berkembang biak biota laut, seperti ikan, kepiting, dan udang. Penelitian
di Desa Grinting di Kabupaten Brebes membuktikan bahwa pelestarian hutan bakau
berkorelasi positif pada produksi ikan di desa tersebut. Berbagai upaya dapatdilakukan
untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa-desa pesisir Indonesia, mulai
dari meningkatkan pendapatan nelayan sampai membuka peluang usaha di luar sektor
perikanan tangkap. (Yoga)
Perdagangan Indonesia-Lituania Naik
Strategi Tekan Angka Kemiskinan Belum Realistis
Ketiga kandidat calon presiden dan wakil presiden memasang
target yang ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan secara drastis.
Cita-cita yang tinggi itu perlu dibuktikan lewat strategi yang realistis dan
menyentuh akar masalah, yang sejauh ini belum terlihat dari tawaran program
para kandidat. Ditilik dari dokumen visi dan misi bakal calon presiden dan wakil
presiden, ketiga kandidat memasang target angka kemiskinan yang ambisius.
Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, misalnya, ingin menekan tingkat
kemiskinan dari 9,36 % (Maret 2023) menjadi 4-5 % pada 2029, serta menghapus
kemiskinan ekstrem pada dua tahun pertama menjabat. Target yang lebih ambisius dipatok
oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yakni menekan kemiskinan menjadi 2,5 %
pada 2029 dan kemiskinan ekstrem 0 %. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran
Rakabuming Raka memasang target yang lebih moderat, yaitu kemiskinan di bawah 6
% pada 2029 dan kemiskinan ekstrem 0 % pada 2026.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia
Mohammad Faisal, Senin (30/10) mengatakan,
semakin ambisius target kemiskinan yang dipasang, tawaran program yang
diberikan juga harus sepadan. Sebab, ikhtiar
menurunkan angka kemiskinan tidak semudah membalik telapak tangan. Secara
historis, menurut dia, upaya menurunkan angka kemiskinan sebesar 1 % dalam satu
tahun nyaris tidak pernah terjadi. ”Target yang tinggi membutuhkan terobosan
dan strategi yang tidak business as usual. Melihat ke belakang, mau menurunkan
kemiskinan 1 % saja biasanya butuh extra effort yang pasti akan membebani
APBN,” katanya. Berdasarkan dokumen visi-misi para kandidat, sudah tampak
beberapa gagasan baru untuk menekan kemiskinan. Direktur Center of Economic and
Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengatakan, berbagai terobosan program
baru yang dimunculkan para kandidat itu perlu realistis. Sebab, target ambisius
itu tidak akan bisa dieksekusi dengan baik jika tidak ada terobosan kebijakan
dari sisi penerimaan negara. (Yoga)
Darurat Pengawasan dan Edukasi Perdagangan Komoditas
Ombudsman RI menerima laporan-laporan masyarakat terhadap Badan
Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti mengenai kecurangan di perusahaan
pialang. Bappebti menilai, ini terjadi karena minimnya literasi investasi masyarakat
pada produk tersebut. Untuk memitigasi hal ini, pengawasan dan edukasi perlu ditingkatkan.
Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, saat ini ada 28 laporan
individu yang diterima sejak 2022 hingga tahun berjalan 2023. Laporan tersebut
di antaranya melibatkan perusahaan PT MAF, PT BF, PT RFB, PT GKIB, PT EF, PT
MIF, PT SAM, dan Bappebti. Total nilai kerugian lebih dari Rp 60 miliar. Adapun
Ombudsman tengah intens memeriksa Bappebti terhadap enam laporan kerugian di
investasi sistem perdagangan alternatif (SPA) yang melibatkan PT MAF dan PT BF
selaku perusahaan pialang berjangka.
”Laporan tersebut berkaitan dengan produk perdagangan berjangka
komoditi emas. Total klaim kerugian dari 6 laporan tersebut mencapai lebih dari
Rp 3,6 miliar,” ujar Yeka dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/10). Sebelumnya,
lembaga itu menyelesaikan satu laporan serupa dengan kerugian Rp 34 miliar yang
dialami warga bernama Sugiarto Hadi pada 2014. Laporan yang berulang itu
terkait dugaan kecurangan SPA perdagangan valuta asing atau trading foreign exchange
(forex), melalui platform Metatrader. Bentuk kecurangan tersebut adalah sistem
menolak order transaksi (reject), sistem terlambat mengeksekusi order (delay),
dan sistem menggandakan order dari yang diperintahkan dua menjadi empat order
transaksi (split). Ketiga hal itu dialami oleh Sugiarto yang terdaftar sebagai
pelaku pasar di PT MIF dan PT SAM. Dari kasus itu, Ombudsman menemukan tiga
potensi malaadministrasi oleh Bappebti, yaItu pengabaian kewajiban hukum,
penyimpangan prosedur, dan penundaan berlarut. (Yoga)
Pendapatan Indosat Rp 37,4 Triliun
Ongkos Piknik Terdampak Dollar AS
Pelemahan nilai rupiah mulai berimbas pada industri
pariwisata, terutama tarif tiket pesawat dan paket wisata perjalanan internasional.
Di sektor domestik, meskipun harga tiket pesawat terpengaruh, biaya langsung dan
akomodasi dalam negeri masih terjaga. Mengacu pada data Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (Jisdor), Senin (30/10) nilai tukar rupiah terpantau Rp 15.916 per
dollar AS atau sedikit menguat dari Jumat (27/10) yang senilai Rp 15.941 per
dollar AS. Budi Kusumaningsih (50), pemilik Shakuntala Wisata, di Yogyakarta,
mengatakan, unit usaha wisatanya cukup terpengaruh. Harga kebutuhan pokok yang
makin mahal menurunkan minat rekreasi masyarakat sehingga beberapa program yang
sudah terencana jadi tertunda. Kondisi global turut berpengaruh pada usahanya.
”Untuk periode tahun depan, Holyland (wisata rohani ke Tanah
Suci) ditunda karena ketegangan Israel dengan Palestina yang saya piker masih
akan berlangsung,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin. Pelaku usaha dari Ascenta Tour, Timoti Tirta
(32), mengatakan, wisatawan yang akan bepergian ke luar negeri biasanya telah
membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan. Alhasil, akomodasi dan pesawat
sudah terbayar lunas, tak terimbas kenaikan dollar AS. ”Tetapi, efeknya ketika
di negara tujuan kalau belum menukar uang saat ini. Jadi, ketika mereka sedang
jalan-jalan, nah, mungkin akan terasa saat di lapangan,” ujarnya. (Yoga)
Maluku Utara Perlu Genjot Sektor Nontambang
Ekonomi Maluku Utara tahun 2023 terus tumbuh di atas
rata-rata nasional yang didukung sektor pertambangan dan pengolahan mineral.
Namun, pertumbuhan yang terpusat di dua sektor tersebut membuat ketimpangan semakin
tajam. Penyetaraan di sektor nontambang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dirasakan
oleh warga lokal. Dalam keterangannya di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/10)
Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Wilayah Maluku Utara,
Tunas Agung Jiwa Brata menjelaskan, pertumbuhan produk domestik regional bruto
(PDRB) provinsi itu hingga kuartal II-2023 di angka 23,89 %, atau 3-4 kali
lipat pertumbuhan ekonomi nasional, didorong sektor pengolahan yang tumbuh
48,12 % secara tahunan (year on year/yoy) dan sektor pertambangan sebesar 64 %
yoy.
Pertumbuhan sektor pertanian, yang menjadi mata pencarian
warga asli, hanya berkontribusi 12,76 % dan tumbuh 5 % yoy. ”Penerimaan pajak
mineral masih yang terbesar. Khusus sektor pengolahan angkanya 39 % dan
diprediksi terus meningkat seiring adanya fasilitas pengolahan nikel atau
smelter,” ujarnya. Pertumbuhan sektor pertambangan dan pengolahan yang pesat
membuat ketimpangan ekonomi, salah satunya terkait dengan pemerataan pendapatan
menjadi semakin besar di Maluku Utara. Tingkat ketimpangan tertinggi terjadi di
salah satu pusat industri nikel, Halmahera Tengah. Agung menambahkan, pemda
perlu mendorong sektor nontambang untuk berkembang agar perekonomian menjadi
lebih merata. Pada 2023 pemerintah tengah mendorong berdirinya pembangkit
listrik tenaga panas bumi di Desa Idamdehe, Jailolo, Halmahera Barat, Maluku
Utara, dengan cadangan panas bumi sebesar 20-50 MWE (megawatt electric). Kehadiran
pasokan listrik yang andal ini diharapkan memancing industri dan investasi di
Maluku Utara masuk, khususnya sektor pengolahan. (Yoga)









