;

Musim Kinerja Warnai Laju Bursa Saham

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan (H)
Musim laporan kinerja keuangan emiten saham kuartal III-2023 mewarnai pergerakan pasar saham, terutama dorongan kinerja emiten blue chips yang tergabung dalam indeks LQ45. Seperti diduga para analis, kinerja emiten di kuartal ketiga tahun ini cenderung melandai akibat volatilitas harga komoditas dan depresiasi rupiah. Sektor saham yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global, terutama emiten saham sektor energi, sebagian besar mencetak penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun ini. Misalnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang labanya turun dua digit. Sementara kinerja emiten saham perbankan relatif masih solid, dipimpin oleh Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi. Bank plat merah ini menorehkan kenaikan laba bersih sebesar 27,4% secara tahunan menjadi sebesar Rp 39,1 triliun.Berbeda nasib dengan perbankan, emiten saham teknologi masih boncos. Pada kuartal III-2023, emiten teknologi masih membukukan nilai kerugian yang signifikan kendati mulai tampak perbaikan dari sisi pendapatan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan rupiah menjadi penekan kinerja emiten pada kuartal III-2023. Salah satu sektor saham yang mendapatkan tekanan besar dari pelemahan kurs rupiah adalah sektor kesehatan. Maklum, mayoritas emiten saham kesehatan masih mengandalkan bahan baku impor, sehingga volatilitas kurs berpengaruh terhadap beban keuangannya. Toh, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memberi catatan khusus untuk saham perbankan. Ia menilai, kendati mengalami penurunan harga dan banyak dijual asing, saham perbankan berpeluang berbalik arah alias naik lagi.

Mengeduk Potensi Pajak dari Perusahaan Global

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Pemerintah Indonesia berharap bisa mulai menerapkan Pilar Dua Perpajakan Internasional pada 2025 mendatang. Langkah ini untuk mengatasi tantangan pajak yang timbul dari globalisasi dan ekonomi digital. Untuk diketahui, Pilar Dua Perpajakan Internasonal berkaitan dengan isu terkait Base Erosion and Profil Shifting (BEPS). Pilar Dua memperkenalkan tarif pajak efektif (ETR) minimum global, yaitu kelompok perusahaan multinasional dengan pendapatan konsolidasi di atas € 750 juta akan dikenakan ETR minimum 15% atas pendapatan yang diperoleh di yurisdiksi pajak rendah. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Dwi Astuti mengemukakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan aturan pelaksana untuk menerapkan Pilar Dua tersebut. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal sebelumnya mengatakan, rencana penerapan Pilar Dua di Indonesia juga telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Pemerintah tengah menganalisis dampak kebijakan Pilar Dua. Pasalnya, kebijakan ini akan berdampak terhadap efektivitas insentif perpajakan yang diberikan Indonesia. Oleh sebab itu, lanjut Yon, penerapan Pilar Dua harus memerlukan perencanaan dan konsultasi yang cermat agar integrasi ke sistem perpajakan Indonesia tetap lancar. Pemerintah juga meminta stakeholder untuk memberikan berbagai masukan dalam menerapkan Pilar Dua ini. Pengamat Perpajakan Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan, pengetahuan wajib pajak terkait Pilar Dua Perpajakan Internasional masih sangat minim. Maka diperkukan sosialisasi secara intensif kepada wajib pajak.

Laba Bersih AMMN Melorot 91,57%

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada dalam tekanan hingga akhir kuartal III-2023. Pada periode itu, AMMN meraup penjualan bersih US$ 1,15 miliar, turun 41,62% secara tahunan. Penjualan bersih AMMN berasal dari penjualan tembaga US$ 697,07 juta dan penjualan emas senilai US$ 453,68 juta. Dalam periode yang sama, beban operasional AMMN juga meningkat 20,45% menjadi US$ 90,40 juta. Hasil ini membuat laba operasional AMMN terpangkas 60,67% secara tahunan dari US$ 1,04 miliar menjadi US$ 411,12 juta. Alhasil, laba bersih tercatat sebesar US$ 62,67 juta per September 2023. Angka ini melorot 91,57% secara tahunan.

Ekspansi Gerai Sokong Kinerja ACES

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) diprediksi terus melaju hingga pengujung 2023. Ekspansi gerai dan tawaran  promosi akhir tahun bakal menjadi pendorongnya. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Ruth Yesika Simak mengatakan, ACES mampu mempertahankan pertumbuhan Same-Store Sales Growth (SSSG) yang kuat pada September 2023, mencapai 10,9% secara year on year (yoy). Angka itu naik signifikan dibandingkan September 2022 yang minus 3,6% yoy. Lebih rinci, SSSG di wilayah luar Jawa tumbuh 16,3% pada September 2023. Di luar Jakarta, SSSG pasar di Jawa tumbuh 8,7%. Sementara Jakarta mengalami pertumbuhan SSSG 7,7% yoy. Yesika menilai, pertumbuhan SSSG tersebut didukung oleh ekspansi ACES ke kota-kota tier-2 dan tier-3, selaras dengan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut. Selain itu, karena tingginya jumlah pengunjung di bulan September yang memiliki libur akhir pekan yang panjang dan liburan sekolah. Yesika memproyeksi di kuartal IV ACES akan menghasilkan pendapatan yang lebih kuat dengan berbagai diskon khusus akhir tahun. Namun, Yesika juga melihat depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berpotensi berdampak pada margin ACES di masa depan. Yesika memproyeksi pendapatan ACES bisa tumbuh 12% menjadi Rp 7,59 triliun dan laba bersih naik 11% ke Rp 737 miliar di 2023. Pertumbuhan kinerja terdorong perbaikan pendapatan dan efisiensi. Juga penambahan toko baru dan peningkatan SSSG. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas Ika Baby Fransiska mengatakan, selama sembilan bulan 2023 ACES membuka sembilan gerai baru dengan tujuh gerai di luar Jawa dan dua gerai di Jawa. "Ini sejalan dengan target perseroan yang akan membuka 10-15 gerai tiap tahun," ujar Ika, Selasa (31/10). Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menambahkan, kuatnya SSSG ACES juga didorong dari ketahanan daya beli masyarakat kelas menengah atas.

Pendapatan Berulang Topang Pengembang

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja sektor properti sejauh ini terbilang masih cukup terjaga. Kondisi ini tercermin dari kinerja keuangan per 30 September 2023 sejumlah emiten properti. Misalnya PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan pendapatan Rp 5,08 triliun hingga kuartal III 2023. Realisasi tersebut naik 20,6% dari periode yang sama lalu, yaitu Rp 4,21 triliun. Sedangkan dari sisi laba, SMRA   mencetak kenaikan laba hingga 110,8% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 653,02 miliar. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga  mencatatkan pendapatan bersih per 30 September 2023 sebesar Rp 4,57 triliun, naik 1,65% dari periode di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,49 triliun. Dari pendapataan tersebut, yang berasal dari pendapatan berulang sebesar Rp 3,42 triliun, naik 22,7% secara tahunan. "Berdasarkan per segmen, pendapatan PWON terbagi retail leasing 51%, hotel dan serviced apartment 19%, office leasing 5%, kondominium 11%, landed houses sales 12%, dan office sales 2%,” papar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PWON Minarto Basuki, Senin (30/10). Untuk menjaga kinerja, sejauh ini PWON sudah menyerap belanja  modal sebesar Rp 1,44 triliun. Belanja modal tersebut digunakan untuk  membiayai pembangunan Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall, renovasi Pakuwon Mall Jogja dan Solo Baru, pembelian hotel Four Points by Sheraton Bali, serta lahan di Semarang dan Batam. Emiten lain yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil memperbaiki kinerja keuangannya. LPKR berbalik meraih laba bersih sebesar Rp 787,79 miliar hingga 30 September 2023. LPKR meraup pendapatan senilai Rp 12,43 triliun dalam sembilan bulan 2023, naik 17,93% secara tahunan. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, kinerja SMRA dan PWON hingga kuartal III 2023 ini didorong dari pendapatan berulang yang kuat, terutama dari mal.

UTAK-ATIK CUKAI ROKOK

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kendati telah ditetapkan pada tahun lalu, ternyata pemerintah masih berupaya mengutak-atik struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok 2024.Hal itu dilakukan lantaran minimnya efektivitas kebijakan tersebut terhadap prevalensi konsumsi dan penerimaan negara sepanjang tahun berjalan 2023.Padahal, tahun lalu pemerintah telah menetapkan kenaikan CHT rata-rata 10% berlaku pada 2023 dan 2024.Berpijak pada keputusan tersebut, sejatinya arah kebijakan tarif cukai pada tahun depan telah terbaca. Akan tetapi, kondisi industri hasil tembakau (IHT) dan konsumsi yang masih tinggi memaksa otoritas fiskal untuk melakukan improvisasi.Sumber Bisnis yang dekat dengan otoritas fiskal menjelaskan, meski telah ditetapkan kebijakan CHT tetap akan dilakukan pembahasan dengan sejumlah pihak terkait termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagaimana mekanisme yang selama ini dijalankan. Dia menjelaskan, rata-rata kenaikan tarif CHT memang tetap sebesar 10% pada tahun depan. Namun, pemangku kebijakan tengah mengutak-atik kenaikan yang mengacu pada golongan produksi tertentu. Pemicunya adalah penggerusan produksi pada SKM dan SPM golongan I yang memiliki tarif tinggi. Dari sisi penerimaan, setoran CHT per September 2023 turun 5,4% (YoY) menjadi Rp144,8 triliun.Dasar lain utak-atik ini adalah fenomena migrasi konsumsi ke produk golongan tarif lebih murah sehingga berimbas pada tipisnya setoran negara.Inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya rencana untuk menegosiasikan ulang penyesuaian tarif dengan DPR RI. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Edy Sutopo, mengatakan kondisi keyakinan usaha industri rokok terus terkontraksi karena sentimen UU No. 17/2023 tentang Kesehatan yang makin membatasi rokok dan kenaikan tarif sebesar 10%Menurutnya, para pelaku industri rokok kini memilih untuk menaikkan harga jual rokok lantaran margin keuntungan yang makin menipis. Harga yang melonjak memicu penurunan permintaan dan pesanan baru hingga akhir tahun ini.Pemerhati Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar, memandang pemerintah memiliki celah untuk meracik ulang tarif CHT. Namun langkah itu mencederai produk hukum yang telah diterbitkan.

Kinerja Terus Tumbuh, BSI Dorong Peningkatan Market Share Bank Syariah

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Peningkatan pangsa pasar pembiayaan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) hingga kuartal III/2023 mendorong pertumbuhan laba perseroan pada periode tersebut. Emiten dengan kode saham BRIS ini mampu mencatatkan per tumbuhan pangsa pasar pembiayaan sebesar 3,26% pada kuartal III/2023 secara tahunan (year-on-year/YoY). Pencapaian ini merupakan sinyal positif di tengah peningkatan market shareindustri perbankan syariah di Indonesia sebesar 7%.Pada kuartal III/2023, perseroan sukses mencetak laba sebesar Rp4,2 triliun atau naik 31,04% YoY. Salah satu penopang dari pertumbuhan laba yang pesat tersebut adalah meningkatnya volume pembiayaan yang mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 15,74% YoY. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa kinerja yang tangguh ini menunjukkan bahwa BSI resiliencedan mampu membuktikan diri sebagai bank syariah yang memberikan kontribusi economic value yang sangat baik, di samping penciptaan social valueyang terus dilakukan untuk kemaslahatan umat. Dia memandang bahwa sektor keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, memiliki ciri khas dan keunikan produk yang relatif tahan terhadap goncangan ekonomi. Padahal, kondisi makro ekonomi dan situasi global yang tidak menentu saat ini menjadi tantangan tersendiri, termasuk bagi perbankan syariah. Oleh karena itu, BSI telah menyiapkan sejumlah strategi fokus pada pembiayaan yang sehat dan orientasi jangka panjang, akselerasi business process, dan disiplin dalam monitoring kualitas pembiayaan.

Segera Benahi Karut Marut Pupuk

Yuniati Turjandini 31 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Masalah pupuk di Indonesia, khususnya pupuk bersubsidi dinilai sangat rumit, mulai hulu hingga hilir, yakni pasokan serta harga gas untuk pabrik pupuk, ketersedian yang belum memadai untuk petani, hingga masalah distribusi. Pemerintah masih melakukan  terobosan untuk membenahi karut marut pupuk  ini, yang dinilai dengan audit khusus dalam rangka mengevaluasi secara menyeluruh, selain audit yang dilakukan secara rutin yang dilakukan oleh inspektorat dan BPK. Anggaran yang terbatas dari pemerintah sangat memengaruhi jumlah pupuk yang bisa disubsidi bagi 50% kebutuhan pupuk petani. Untuk tahun ini, besaran alokasi subsidi yang  dianggarkan pemerintah pada 2023 mencapai Rp 24 triliun, padahal kebutuhannya mencapai  Rp24 triliun, padahal kebutuhannya mencapai Rp 70 triliun. "Petani memang selalu bermasalah dengan pupuk. Ketika petani butuh, pupuknya belum ada, sedang tidak butuh malah ada. Bagi petani, kondisi ini akhirnya dianggap sebagai hal yang wajar (masalah pupuk)," kata Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa, yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan teknologi Tani Indonesia, kepada Investor Daily. (Yetede)

OJK 'Pede' Target Kredit 2023 Tercapai

Yuniati Turjandini 31 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan Indonesia tetap solid dan resilen ditengah tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS) yang tinggi dan diyakini akan berlangsung lebih lama  dari perkiraan semula (higher for longer). Hingga Kuartal III-2023, perbankan telah menyalurkan kredit Rp6.837,3 triliun, tumbuh 8,96% secara year on year (yoy) yang ditopang oleh kelompok bank umum swasta domestik.  Kepala Eksekutif  Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, kinerja intermediasi cenderung melambat dibandingkan posisi Agustus 2023 yang tumbuh 9,06% (yoy) karena pembanding kinerja sebelumnya adalah masa pandemi Covid-19. "Kalau dilihat saat ini, jangan dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu itu proses pertumbuhan yang sangat berat karena sedang Covid-19, ada recovery Covid, jadi low based effect, dasar perhitungan rendah. Jadi kelihatan pertumbuhan spike. Karena pertumbuhan ekonomi setelah Covid berakhir kalau dibandingkan dengan itu turun, tapi situasi saat ini tidak begitu," ungkap Dian 

Bisnis Sinetron Dongkrak Pendapatan Multivision Plus

Yuniati Turjandini 31 Oct 2023 Investor Daily (H)
PT Triper Multivision Plus Tbk (RAAM) atau MTV berhasil membukukan kinerja positif  sepanjang Januari-September 2023 dengan total pendapatan Rp231 miliar, naik dari Rp 227 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut disumbang dari beberapa lini bisnis perseroan, terutama segmen sinetron yang mengontribusi hampir setengah dari total pendapatan perusahaan. "Kontributor pendapatan tertinggi adalah sinetron yang menghasilkan Rp 109  miliar pada sembilan bulan 2023, naik 25%, dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti oleh film sebesar Rp 50 miliar, dan digital sebanyak Rp35 miliar," kata Presiden Direktur  dan CEO RAAM Whora Anita Raghunath dalam keterangan resminya, Senin. Anita menyebutkan, pendapatan lainnya disumbang dari tiket serta makanan dan minuman (F&B) yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar Rp 28 miliar dan Rp 9 miliar. (Yetede)

Pilihan Editor