EMITEN BATU BARA : Produksi SMMT Menyusut
Emiten tambang batu bara, PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) mencetak produksi batu bara sebesar 1,95 juta ton hingga 9 bulan 2023.Direktur Utama Golden Eagle Energy Budi Susanto mengatakan SMMT mencetak volume produksi hingga 1,95 juta ton, atau turun 20% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,44 juta ton.SMMT mencetak volume penjualan yang turun menjadi sebesar 1,96 juta ton sampai kuartal III/2023. Volume penjualan ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,25 juta ton.Sementara itu, untuk proyeksi harga batu bara, Direktur SMMT Denny Kusmayadi menuturkan SMMT melihat memang terjadi penurunan harga batu bara pada 2023 dibanding 2022 dan 2021. Meski demikian, SMMT memperkirakan di akhir tahun ini akan terjadi peningkatan harga batu bara.
Dia memerinci, harga batu bara pada sisa 2023 masih akan berada di atas US$60 per ton. Sementara itu, pada 2024, SMMT memperkirakan harga batu bara melandai dengan menyentuh level US$59,2 per ton, dan turun kembali ke level US$40 per ton sampai kuartal III/2024.
Pada perkembangan lain, SMMT merombak susunan direksi dan komisaris setelah diakuisisi oleh PT Geo Energy Investama. Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), pemegang saham SMMT menyetujui pengangkatan Ng See Young sebagai Komisaris Utama, Yanto Melati sebagai Komisaris, dan Komisaris Independen Richard Ong.Selain itu, Budi Susanto menjabat sebagai Direktur Utama SMMT menggantikan Roza Permana Putra. SMMT juga mengangkat dua direksi lainnya, yakni Yuliana, dan Denny Kusmayadi.
Overkapasitas, PLN Bayar Listrik Tak Terpakai Rp 21 Triliun
Perbankan Didorong Percepat Penyaluran KUR
Polmatrix Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Pengaruhi Dinamika Pilpres
Kuartal III, Utang Luar Negeri Turun Jadi US$ 393,7 Miliar
Trans Power Marine Beli kapal Rp 1,2 Triliun
Tak Semata Perkara Roda Aus
Timang-timang Perpanjangan Izin Freeport
Gusar Peretail Terkena Dampak Aksi Boikot
Momentum dari Pawone Kuliner
Rasa syukur terucap dari sejumlah pelaku usaha kuliner di
Magelang, Jateng, yang mengikuti program Pawone Kuliner Borobudur Marathon.
Selain mendapat pembinaan, mereka juga diajak berkeliling ke sejumlah kota
untuk menjajakan produk. Peluang untuk lepas landas mengembangkan bisnis pun
terbuka lebar. ”Ternyata jualan nasi goreng bisa membuat saya naik pesawat,”
kata Siti Nuryati Puji Prihatin (40), pemilik
usaha Nasi Goreng Magelangan Handayani, saat ditemui di Desa Deyangan, Kecamatan
Mertoyudan, Magelang, Jateng, Selasa
(24/10). Puji bersama suaminya, Rokhman (45), sehari-hari berjualan nasi goreng
di rest area Desa Deyangan sejak 2016. Keduanya berjualan pukul 17.00-24.00.
Dalam sehari, mereka bisa menjual 30 porsi nasi goreng dengan harga Rp 15.000-Rp
17.000 per porsi. Sejak 2019, Puji dan Rokhman ikut serta dalam program Pawone
Kuliner Borobudur Marathon. Program itu bagian dari lomba lari Borobudur Marathon
yang digelar atas kerja sama Pemprov Jateng, Bank Jateng, harian Kompas, dan
Yayasan Borobudur Marathon.
Setelah bergabung dengan program Pawone Kuliner, usaha Puji
dan Rokhman mengalami lompatan. Sebab, selain mendapat pembinaan dari chef profesional,
peserta program itu juga diajak berkeliling ke sejumlah kota untuk memeriahkan
acara Bank Jateng Friendship Run, kegiatan lari bersama untuk menyambut Borobudur
Marathon 2023. Pada 2022, Puji dan Rokhman diajak ke Semarang, Jakarta, dan
Makassar untuk berjualan di sela-sela acara Bank Jateng Friendship Run. Pada
tahun ini, mereka diajak ke Surabaya, Makassar, Banjarmasin, dan Palembang. ”Di
Surabaya, dagangan kami laku 500 porsi, di Makassar 375 porsi, serta di
Banjarmasin dan Palembang masing-masing 500 porsi,” ucap Puji. Puji bersyukur
karena hasil berjualan nasi goreng itu bisa menyekolahkan
kedua putranya di pondok pesantren.
Vice GM Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi mengatakan,
program Pawone Kuliner Borobudur Marathon diinisiasi mulai 2018. Sejak itu,
total ada 35 pelaku UMKM kuliner yang dibina. ”Dari awal, kami mendampingi
tidak hanya dari produk, tetapi juga dari pelayanan dan pengelolaan sehingga
mereka merasakan manfaat,” katanya.Sejumlah pelaku UMKM kuliner akan berjualan
dalam rangkaian acara Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng, yakni
saat pengambilan perlengkapan lomba (race pack collection) pada 17-18 November
dan saat lomba, 19 November 2023. ”Di rangkaian acara itu, mereka diarahkan
sebagai entrepreneur murni. Kami sediakan tempat dan promosinya, mereka
menyiapkan lain-lainnya sendiri. Ini ajang mereka untuk tumbuh,” kata Budhi. Peluang
terbuka, siap dimanfaatkan dan lepas landas menjadi pelaku UMKM yang sukses. (Yoga)









