;

Rumah Sakit di Gaza Dikelilingi Pertempuran Sengit

Rumah Sakit di Gaza Dikelilingi Pertempuran Sengit

Rumah sakit-rumah sakit di Gaza terkepung oleh pertempuran sengit antara pasukan Hamas dan Israel. Tak ada tanda-tanda pertempuran menyurut. Desakan internasional untuk gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih sangat sulit diwujudkan. Salah satu desakan tersebut muncul dari pertemuan puncak gabungan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11). Pertemuan menghasilkan resolusi, antara lain, menyerukan penghentian segera agresi militer Israel ke Gaza. Seruan ini juga dilontarkan Presiden Jokowi dalam pernyataannya pada pertemuan itu. ”Gencatan senjata harus segera dilakukan. Alasan Israel bahwa ini sebuah self-defence tak dapat diterima. Ini adalah collective punishment,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),Minggu (12/11), menerbitkan pernyataan bahwa 36 rumah sakit di Gaza tak berfungsi. ”WHO mengkhawatirkan keselamatan pasien,tenaga kesehatan, dan orang-orang yang mencari perlindungan di rumah sakit,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Direktur RS Al-Shifa Mohammed Abu Sal miya mengatakan, pengepungan membuat tenaga kesehatan tak bisa bekerja. Di rumah sakit itu ada 600 pasien pascaoperasi, 40 bayi baru lahir, dan 17 pasien unit perawatan intensif. RS Al-Shifa, ujar Abu Salmiya, tak memiliki aliran listrik, air bersih, dan makanan. Ada dua bayi meninggal gara-gara inkubator mereka padam akibat tidak ada listrik. Demikian pula satu pasien kehilangan nyawa akibat ventilator mati. Mohammed Obeid, dokter bedah dari Dokter Lintas atas (Medecins Sans Frontiere/ MSF) yang bertugas di RS Al-Shifa, mengungkapkan, penembak runduk menembaki empat pasien di lingkungan rumah sakit. Ada yang tertembak di leher dan ada yang di dada. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :