Menjaga Margin dan Kualitas Kredit
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar dua digit di kuartal terakhir ini. Sentimen di akhir tahun menjadi momentum bagi BBNI untuk menyalurkan kredit lebih banyak terutama untuk korporasi swasta. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengatakan, BBNI merupakan salah satu emiten perbankan yang mampu mencetak pertumbuhan kredit tetap positif. Kredit BBNI tumbuh sekitar 7,8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 671,37 triliun pada kuartal ketiga tahun 2023.
Peningkatan tersebut dicapai oleh segmen business banking yan tumbuh 6,2% yoy dan segmen konsumer yang tumbuh 12,7% yoy.
BBNI mampu meraih pertumbuhan laba bersih 15,1% yoy dalam periode sembilan bulan tahun 2023 menjadi Rp 15,75 triliun. Rendahnya biaya provisi menjadi salah satu daya dorong dalam menjaga kinerja.
Nico yakin, BBNI akan mencatatkan kinerja positif pada kuartal terakhir tahun ini, meskipun tekanan cost of fund (CoF) atau biaya dana naik menjadi 2,1% pada kuartal ketiga 2023. Salah satu penyebab kenaikan akibat perubahan tingkat suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga bisa meningkatkan margin, tapi di sisi lain akan menyebabkan penurunan pertumbuhan kredit.
Oleh sebab itu, fokus terhadap kualitas merupakan salah satu strategi BBNI menjaga pertumbuhan. non performing loan (NPL) BBNI sudah turun dari sebelumnya 3% menjadi 2,3% yoy per September 2023. Loan at risk (LAR) juga menjadi 14,3% pada kuartal ketiga 2023.
Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyoroti, pertumbuhan kredit BBNI yang ditopang segmen korporasi swasta sejalan dengan solidnya perekonomian domestik. Kinerja ekspor-impor pun masih cukup bagus yang tercermin dari surplus neraca perdagangan.
Korporasi swasta menjadi incaran BBNI terutama emiten tergolong blue chip. Sektor-sektor yang saat ini banyak dilirik BNI yang berhubungan dengan hilirisasi, tambang, hingga energi.
Analis Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi menyebutkan, terkait net interest margin (NIM), BBNI tetap optimistis mempertahankan pada level 4,6% per kuartal ketiga 2023. Meskipun tekanan biaya dana mungkin akan terus berlanjut di kuartal IV karena kenaikan suku bunga acuan.
BBNI masih memiliki banyak ruang meningkatkan imbal hasil kredit. Sementara biaya kredit BBNI diperkirakan semakin turun di bawah 1,5% dibandingkan 1,9% di tahun lalu, berkat perbaikan kualitas aset.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023