;

Pemulihan Ekonomi Dongkrak Pertumbuhan Premi

Hairul Rizal 29 Nov 2023 Kompas

Roda perekonomian yang mulai bergerak menjadi motor pertumbuhan premi asuransi umum pada triwulan III-2023. Di sisi lain, ”hardening market” masih menghantui industri tersebut hingga akhir tahun 2024.Seiring menggeliatnya perekonomian nasional, industri asuransi umum membukukan pertumbuhan premi senilai Rp 73,5 triliun atau naik 10,1 persen secara tahunan pada triwulan III-2023. Laju pertumbuhan pada akhir tahun 2023 ini diharapkan mampu menyentuh angka yang sama dengan tahun lalu dengan potensi pertumbuhan di sektor properti pada tahun selanjutnya. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dalam paparan kinerja industri triwulan III-2023, di Jakarta, Selasa (28/11/2023). Pertumbuhan premi tersebut utamanya ditopang oleh sejumlah lini usaha, seperti asuransi reakyasa (engineering), surety ship, dan asuransi kecelakaan diri (personal accident). Namun, pertumbuhan premi tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan III-2022 yang mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 19,9 persen secara tahunan. Wakil Ketua Bidang Statistik Riset dan Analisis AAUI Trinita Situmeang menjelaskan, pertumbuhan premi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan III-2023 tercatat tumbuh positif sebesar 4,94 persen secara tahunan. Meski lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, gelaran acara nasional dan internasional, serta dimulainya aktivitas politik menjelang Pemilu 2024. Di sisi lain, pangsa pasar premi asuransi umum masih didominasi oleh lini bisnis properti, kendaraan bermotor, dan asuransi kredit yang menguasai 63,9 persen dari total pangsa pasar asuransi umum. Selain itu, ketiganya juga mendominasi pangsa pasar klaim asuransi umum mencapai 64,7 persen. Trinita menambahkan, hasil underwritting atau total pendapatan premi dikurangi dengan beban-beban yang ada pada asuransi umum dan reasuransi, masing-masing mencapai Rp 13,96 triliun dan Rp 1,22 triliun. Capaian ini turut didukung dengan hasil investasi asuransi umum sebesar Rp 3,81 triliun atau tumbuh 21,05 persen secara tahunan dan investasi reasuransi Rp 0,77 triliun atau tumbuh 8,48 persen secara tahunan. Di tengah kinerja positif tersebut, industri asuransi umum menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya ialah hardening market. Sebagaimana diketahui, hardening market merupakan kondisi saat industri asuransi dan reasuransi secara global mencatatkan kenaikan klaim secara signifikan sehingga berpengaruh pada perolehan keuntungan atau profabilitas perusahaan. Ketua Umum AAUI Budi Herawan menjelaskan, kondisi tersebut terjadi bukan hanya dalam ranah domestik, melainkan juga skala global. Lebih lanjut, hardening market pada industri asuransi ini diproyeksikan terjadi hingga akhir tahun 2024.

Penanganan Tengkes di Depok Bergulir Lagi

Yoga 29 Nov 2023 Kompas
Setelah dihentikan selama tiga hari, program pemberian makanan tambahan untuk anak tengkes di Kota Depok, Jabar, kembali dijalankan. Bantuan sempat dihentikan lantaran menunya dinilai tidak memenuhi standar gizi karena hanya berupa otak-otak, tahu rebus, nugget tempe, hingga nasi kuah sop. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Depok, Zakiah, Selasa (28/11/2023), menyatakan telah melakukan perbaikan menu dan mengevaluasi kandungan gizi pada makanan yang dibagikan. Depok menganggarkan Rp 4,9 miliar untuk program itu. (Yoga)

Delapan Sektor Menggeliat di Masa Kampanye

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Masa Kampanye Pemilu 2024 resmi dimulai Selasa (28/12/2023) hingga 10 februari 2024. Selama periode ini, perputaran uang diprediksi sekitar Rp 140 triliun atau setara 0,8% produk domestik bruto (PDB). Sejalan dengan itu, sebanyak delapan sektor usaha, yakni perdagangan besar dan kecil, informasi dan komunikasi, akomodasi dan makanan minuman (mamin), keuangan, transportasi, dan pergudangan, administrasi pemerintahan dan, jaminan sosial, usaha mikro seperti percetakan dan konveksi, serta jasa hiburan bakal menggeliat, lantaran terimbas aliran dana kampanya pemilu 2024. Perputaran uang selama kampanye  juga bakal memacu konsumsi masyarakat. Hal ini bakal mendorong ekonomi kembali tumbuh diatas 5% kuartal IV tahun ini. (Yetede)

Penanganan Stunting Hadapi Tiga Tantangan

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Stunting menjadi masalah kesehatan amat penting dan mendesak untuk ditangani oleh pemerintah, karena memiliki aspek ganda yakni gangguan kecerdasan anak bangsa, karena itu memang perlu amat dapat perhatian. Target yang sudah dicanangkan harus diupayakan maksimal agar setidaknya mendekati dicapai, walau terdapat tiga tantangan besar. Menurut pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama, ketiga tantangan tersebut  adalah target persentase  yang cukup berat, yakni menjadi 14% pada tahun 2024. "Dari pengalaman panjang bertahun-tahun selama ini maka angka stunting tidak bisa terkendali. Lessen Learned negara lain dalam 1 dekade ini, penurunan stunting kurang dari 1% per tahun. Jadi target semula stunting turun dari 28% ke 19% sudah berat. (Yetede)

PTBA Kaji Diversifikasi Hilirisasi Baru Bara

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melakukan kajian diversifikasi hilirisasi batu bara. tak lagi fokus pada proyek dimetileter (DME) yang merupakan bahan baku LPG, BUMN tambang batu bara itu kini melakukan kajian hilirisasi seperti mono ethyleneglycol (MEG), coal bed methane (CBM), maupun anoda grafit. MEG merupakan bahan baku cat, resin, solven, dan bahan baku polister di industri tekstil.  CBM seperti hal nya gas konvensional  yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Sedangkan anoda grafit  merupakan bentuk hilirisasi  batu bara menjadi anoda baterai kendaraaan listrik. "Hilirisasi inikan semua dalam proses. Hilirisasinya enggak hanya ke DME, kita ada gasifikasi. Kita ada mau ke MEG, kemudian juga ada anoda grafit. nah, ini semua lagi berproses, dilakukan dikajian. Jadi hilirisasi tetap kita jalani  supaya bisa memberikan nilai tambah," kata Arsal ditemui usai rapat dengan pendapat dengan Komisi VII DPR di jakarta Senin (28/11/2023). (Yetede)

Segmen Konsumsi Dorong Pertumbuhan Kredit Perbankan

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Dalam kurun waktu 10 bulan  ini, industri  perbankan telah mengucurkan kredit  sebesar Rp 6.863 triliun, tumbuh 8,7% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan disumbang dari segmen konsumsi yang  mengikat lebih tinggi dibandingkan segmen kredit lainnya. Bank Indonesia (BI) mencatatkan dari data uang Beredar, perkembangan kredit nasional sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit debitur perorangan sebesar 9,4% (yoy) per Oktober 2023 menjadi Rp 3,289,7 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya  yang tumbuh 9,1% (yoy). Sedangkan, kredit pada debitur korporasi melambat  dari 8,3% (yoy) per September  2023 menjadi tumbuh 9,1% (yoy). Sedangkan, kredit  pada debitur korporasi melambat  dari 8,3% (yoy) per September menjadi tumbuh 8% (yoy) per Oktober 2023 senilai Rp 3.518,5 triliun. (Yetede)

Nexa Wahadi Pelaku Bisnis Manfaatkan AI

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-PT Internet Mulia Untuk Negeri (Nexa) baru saja menggelar acara bertema Next Level AI Conference: Unlocking Business Opportunies and Efficiency with Artificial Intelegence dengan mengundang para pelaku bisnis. Acara ini merupakan hasil kerja sama Nexa dengan InfoKomputer dan Kitatama yang di gelar di PO Hotel Semarang Jawa Tengah, baru-baru ini. Tren pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) di dunia bisnis sekarang semakin menunjukkan peningkatan dan manfaat yang signifikan. Hal ini pun membawa dampak positif dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam segi bisnis. Pada acara tersebut, fokus pembahasan dipusatkan pada potensi pemanfataan taknologi AI di lingkungan bisnis, mulai dari meningkatkan efisiensi, menciptakan peluang bisnis baru, sampai meningkatkan ketahanan/keamanan siber (cyber security) organisasi. (Yetede)

Apa Itu COP dan Mengapa Pertemuan Itu Penting

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Tempo
COP atau Conference of The Parties adalah pertemuan tahunan global untuk membahas ancaman krisis iklim. Namun konferensi antarpemerintah ini juga menjadi biang kontroversi, terutama akibat minimnya kemajuan dalam penanggulangan bencana iklim. Sejak pertama kali berlangsung pada 1995, setiap COP menghasilkan pengurangan emisi secara bertahap. Sementara itu, transformasi besar-besaran dan sistemik untuk mencapai tujuan yang ditetapkan Perjanjian Paris masih jauh panggang dari api.

Meski demikian, kita juga perlu memahami besarnya tantangan untuk mencapai konsensus bagi 198 negara peserta. Di tengah kondisi itu, COP telah meraih sejumlah tonggak penting, terutama Perjanjian Paris. Maka, meski progresnya sangat lambat, COP tetap menjadi mekanisme paling potensial untuk memberi tekanan kepada semua pemerintah untuk menjalankan perubahan besar agar pemanasan global tak melebihi 1,5 derajat Celsius, atau setidaknya, tetap berada di ambang batas 2 derajat Celsius.

Secara resmi, COP adalah badan pengambil keputusan tertinggi pada Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dan perjanjian-perjanjian di bawahnya. UNFCCC, yang aktif sejak Maret 1994, berupaya mencegah segala aktivitas manusia yang mengganggu sistem iklim. Badan ini menekankan pentingnya pencapaian tujuan itu dalam batas-batas waktu tertentu supaya ekosistem dapat beradaptasi secara alami terhadap perubahan iklim, menjaga produksi pangan, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Yetede)

Berlomba Talangi Program Jumbo

Yuniati Turjandini 29 Nov 2023 Tempo
 JAKARTA – Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029 mengobral berbagai program yang menelan biaya jumbo untuk menggaet pemilih. Strategi penguatan fiskal untuk mendongkrak penerimaan negara dibutuhkan untuk menalangi program tersebut. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki program yang relatif mirip serta membutuhkan biaya besar. Misalnya program pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan memberikan makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren serta bantuan gizi untuk anak usia balita dan ibu hamil.

Program itu menyasar lebih dari 80 juta orang dengan cakupan 100 persen pada 2029. Jika makan gratis senilai Rp 15 ribu per orang, setidaknya butuh Rp 1,2 triliun untuk membiayai program tersebut dalam sekali waktu. Program tersebut diperkirakan menyedot dana ratusan triliun rupiah jika berlangsung secara rutin.

Menurut Piter, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud Md. juga memiliki program-program yang membutuhkan biaya besar serta berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Piter menilai realistis-tidaknya program tersebut terletak pada upaya-upaya para calon meningkatkan penerimaan negara untuk membiayainya.  “Ketika menganggarkan pengeluaran yang begitu besar, tapi di sisi lain target penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi dibatasi, program-program tersebut menjadi sulit dilaksanakan,” kata Piter saat dihubungi Tempo, kemarin. (Yetede)

Asa Besar Ekonomi Nataru

Yuniati Turjandini 28 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Libur Natal 2023 dan tahun Baru 2024 (Nataru) diperkirakan bakal memberi dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan setahun lalu. Selain karena sejak tahun ini kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  sepenuh tidak lagi diterapkan, masyarakatpun mulai sibuk dengan aktivitas menyongsong  perhelatan akbar politik berupa pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung pada 14 Februari mendatang. Harapan dampak besar Nataru terhadap perekonomian menguat menyusul rilis hasil survei oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan. Disebutkan bahwa potensi  pergerakan masyarakat pada  masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mencapai 107,63 juta orang. Ini setara dengan 39,6% total populasi nasional  dan melonjak 143,67% bila dibandingkan setahun sebelumnya yang diprediksi hanya 44,17 juta orang. (Yetede)

Pilihan Editor