;

Ikhtiar Tekan Harga Pangan

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Tempo
JAKARTA — Harga beberapa komoditas pangan, seperti cabai dan gula, naik menjelang Natal dan tahun baru. Pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan dan kian melambungnya harga pangan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan harga gula melambung akibat impor yang belum maksimal. "Realisasinya baru sekitar 58 persen," katanya saat mengecek harga sejumlah bahan pokok di Pasar Senen, kemarin.

Realisasi impor gula kristal putih saat ini mencapai 126.941 ton atau 58,82 persen dari target. Sedangkan impor gula kristal mentah baru mencapai 170 ribu ton atau sekitar 22,61 persen. Padahal gula impor diharapkan bisa menambah pasokan di pasar sehingga menurunkan harga. Minimnya impor gula terjadi lantaran beberapa perusahaan yang mempunyai izin untuk impor gula masih belum merealisasinya. Harga gula internasional yang masih tinggi membuat perusahaan menahan impor. Mereka khawatir gula yang dibeli dari luar negeri tidak bisa dijual di dalam negeri sesuai dengan harga acuan penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah. (Yetede)

Jaringan Internet untuk Masyarakat Pelosok Desa

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Tempo
Saneh tersenyum bahagia. Senyumnya itu dia lontarkan kepada Rafka, cucunya yang terlihat di layar ponsel. Sambil memandang cucu kesayangannya, dia pun pelan-pelan mengajarkan Rafka urutan abjad. “Aa… Bb…,” ucap Saneh berharap sang cucu mengikuti ucapannya.   Kebahagiaan Saneh, diakui suaminya, Rusdi, dikarenakan istrinya itu dapat menyapa sang cucu yang tinggal di Desa Pandan Indah, Praya Barat, Lombok Tengah. Sementara mereka, sang kakek dan nenek, tinggal di Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Prabarda, Lombok Tengah. 

Lokasi rumah Rusdi yang tepat di belakang kantor Desa Pandan Tinggang membuatnya dengan leluasa dapat menelpon cucunya dengan jaringan internet secara gratis. Internet itu didapat dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Bakti Akses Internet (Aksi). Berupa penyediaan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optik.

Selain Bakti Aksi, Bakti Kominfo memang memiki sejumlah program untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informasi (WPUTI) di antaranya dengan menyediakan Palapa Ring, Satria-1, Bakti Sinyal (BTS), serta Program Ekosistem Digital.  “Saya menggunakan ponsel untuk telpon anak dan teman, serta baca-baca berita,” kata Rusdi. Kebetulan, lanjut dia, dia bekerja sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa. (Yetede)

Iklim Ekstrem Bebani Warga Miskin Lima Kali Lipat

Yoga 30 Nov 2023 Kompas (H)

Anomali iklim berimbas pada beratnya beban warga miskin memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengeluaran warga miskin di desa atau di kota rata-rata naik 82 % pada tahun 2030 hingga 578 % pada 2045. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas selama sebulan hingga Rabu (29/11) memproyeksikan  peningkatan pengeluaran warga untuk membeli pangan, listrik, dan air bersih jika terjadi anomali iklim, seperti El Nino, La Nina, serta Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) positif dan negative hingga 2045. Hasilnya, semua anomali iklim semakin membebani warga miskin. Tahun ini, BMKG mengumumkan iklim El Nino dan IOD positif terjadi bersamaan sehingga curah hujan berkurang di sejumlah wilayah Indonesia. Sebelumnya, pada 2022, diidentifikasi terjadi La Nina dan IOD negatif sehingga curah hujan bertambah.

Hasil perkiraan Kompas, akibat perubahan iklim dari basah (2022) ke kering (2023), pengeluaran warga miskin kota untuk membeli beras naik 29 % menjadi Rp 135.271 per kapita per bulan. Begitu pun warga miskin desa yang harus membelanjakan uang Rp 137.449 per kapita per bulan, naik 16 % dari tahun 2022. Selama 22 tahun ke depan, Indonesia akan mengalami anomali iklim yang makin ekstrem. Hal itu akan berdampak semakin tingginya pengeluaran beras warga miskin. Jika pada 2045 terjadi El Nino dan IOD positif bersamaan, seperti tahun 2023, pengeluaran bulanan warga miskin kota untuk membeli beras akan naik jadi Rp 174.725 per kapita. Adapun pengeluaran warga miskin desa Rp 177.118 per kapita. Apabila terjadi La Nina, belanja bulanan warga miskin desa untuk membeli beras menjadi Rp 147.844 per kapita. Adapun pengeluaran bulanan warga miskin kota pada 2045 menjadi Rp 179.303 per kapita.

Kenaikan pengeluaran beras dan air pada tahun ini dialami Kartika (29), warga Kalibaru, Jakut. Tahun lalu, ia bisa membeli beras Rp 7.000 per liter, tetapi tahun ini harga beras melonjak menjadi Rp 11.000-Rp 12.000 per liter. Pengeluaran untuk mengakses air bersih Kartika juga naik dua kali lipat. Pada 2022, Rp 300.000 per bulan. Namun, tahun ini, saat musim kemarau berkepanjangan, uang yang dikeluarkan jadi dua kali lipat, yakni Rp 600.000 per bulan. Pengeluaran warga miskin diambil dari beberapa komoditas yang memberikan andil garis kemiskinan, seperti beras, gula, air, dan listrik. Data ini merujuk pada publikasi ”Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS Periode September 2011-2022”. Data itu dikalikan dengan sumbangan (persentase) komoditas beras, listrik, gula, dan air terhadap garis kemiskinan. (Yoga)

Anomali Iklim Menyedot Dana Negara

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Garis kemiskinan berpotensi terus naik seiring terjadinya anomali iklim yang makin ekstrem. Kondisi ini menuntut tersedianya anggaran perlindungan sosial yang adaptif untuk menekan angka kemiskinan akibat perubahan iklim. Anomali iklim yang dimaksud berupa El Nino, La Nina, dan Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD). Proyeksi Tim Jurnalisme Data Kompas, iklim La Nina atau IOD negatif yang berpotensi meningkatkan curah hujan membuat kebutuhan warga miskin lebih tinggi dibandingkan saat terjadi iklim El Nino ataupun IOD positif yang mengurangi curah hujan. Pada 2030, jika terjadi La Nina, garis kemiskinan menjadi Rp 742.222 per orang per bulan atau naik 39 % dibandingkan garis kemiskinan nasional 2022 dari olahan data BPS senilai Rp 535.547 per kapita per bulan. Garis kemiskinan yang dimaksud adalah pengeluaran minimum seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok per bulan.

Anggaran perlindungan sosial (perlinsos) diperkirakan naik hampir dua kali lipat dari tahun 2022 menjadi Rp 485,8 miliar. Jika pada 2030 terjadi La Nina dan IOD negatif secara bersamaan, garis kemiskinan  berpotensi naik 32 % dari tahun 2022 menjadi Rp 711.059 per kapita per bulan. Peningkatan pengeluaran ini membuat alokasi anggaran perlinsos juga akan naik menjadi Rp 457,4 miliar. Anggaran perlinsos diproyeksikan dari data historis APBN 2005-2022. Proyeksi tersebut merupakan hasil analisis menggunakan metode regresi linier. Adapun data yang dipakai merujuk pada anggaran perlinsos dan garis kemiskinan nasional selama 2005-2022. Laporan Bank Dunia bertajuk ”Poverty and Shared Pros- perity 2020” menyebutkan, secara global, diperkirakan 1,47 miliar orang tinggal di daerah dengan rawan banjir tinggi. Sekitar separuhnya termasuk golongan miskin. (Yoga)

BELANJA ALUTSISTA Penambahan Pinjaman Rp 61,7 Triliun Bisa Picu Kecurigaan Publik

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Alokasi belanja alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang berasal dari pinjaman luar negeri untuk 2024 ditambah hingga mencapai lebih dari 4 miliar USD atau Rp 61,7 triliun. Penambahan dinilai tiba-tiba dan dilakukan saat Menhan Prabowo Subianto maju di Pemilihan Presiden 2024 sehingga bisa menuai kecurigaan publik bahwa uang akan digunakan untuk pemenangan pemilu. Pada Selasa (28/11) sore, Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat tertutup di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam rapat yang dipimpin Presiden Jokowi itu dibahas soal anggaran untuk pembangunan sistem pertahanan.

Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/11), menjelaskan, pertemuan tersebut membahas belanja alutsista yang menggunakan pinjaman luar negeri. Alokasi untuk sektor pertahanan keamanan selama ini terdiri dari dua sumber, yakni APBN dan pinjaman luar negeri. Alokasi belanja sektor pertahanan keamanan dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun anggaran 2024 yang dibagikan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu pagi, senilai Rp 331,9 triliun. Sumber lainnya adalah pinjaman luar negeri. ”Untuk (periode) tahun 2020-2024, waktu itu sudah disetujui Bapak  Presiden (alokasi) 20,75 miliar USD. Nah, kemarin, karena ada beberapa perubahan, maka alokasi untuk 2024 menjadi 25 miliar USD.,” ujarnya kepada wartawan.  Kendati periode rencana strategis 2020-2024 mendapat kenaikan alokasi pinjaman luar negeri, alokasi sampai akhir 2034, menurut Sri, tak berubah, tetap seperti yang diputuskan oleh Presiden, yakni 55 miliar USD. (Yoga)

Realisasi Anggaran Pemda Baru 64 Persen

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Presiden Jokowi kembali mengingatkan agar anggaran negara digunakan secepatnya. Hingga kini, serapan anggaran pemda ataupun pemerintah pusat masih rendah. Realisasi anggaran belanja daerah sampai akhir November baru 64 %. Adapun realisasi belanja pemerintah pusat sebesar 74 %. Presiden Jokowi menyebutkan kedua angka tersebut dalam penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan alokasi dana transfer ke daerah untuk tahun anggaran 2024 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/11). Hadir dalam acara itu secara luring para menteri Kabinet Indonesia Bersatu, kepala lembaga, dan beberapa gubernur. Selain itu, hadir pula sejumlah kepala daerah secara daring.

Dengan serapan anggaran yang masih rendah di pengujung tahun anggaran, belanja akan dilakukan secara besar-besaran di akhir tahun. ”Artinya, ada tiga minggu ini akan keluar uang bertriliun-triliun rupiah dan ini kita ulang-ulang terus setiap tahun,” kata Presiden. Presiden sempat mengeluhkan keinginannya untuk mengubah lambannya realisasi serapan anggaran pemerintah. Namun, hal ini masih saja berulang. Selain itu, dipesankan pula agar anggaran digunakan secara disiplin, teliti, tepat sasaran, serta mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Terkait rendahnya serapan anggaran di pengujung tahun, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, monitoring tetap dilakukan Kemenkeu bersama Kemendagri. ”Mendagri tadi juga lapor bahwa beliau selama minggu ini akan intensif memonitor daerah bottleneck-nya apa (yang menyebabkan serapan anggaran rendah),” ujarnya. (Yoga)

Krisis Produktivitas Tengah Melanda

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Sepertinya tidak ada sebuah generasi yang tertimpa tekanan bertubi-tubi seperti sekarang ini. Mereka mengalami disrupsi digital, pandemi Covid-19, krisis iklim, tekanan ekonomi, dan, khusus di Indonesia, berhadapan dengan dinamika politik yang aneh. Respons mereka mulai terasa di dunia kerja. Persoalan yang muncul adalah tuntutan keluwesan dalam dunia kerja. Silang pendapat soal ini kemudian memunculkan krisis produktivitas. Nike, Apple, Goldman Sachs, dan Zoom adalah contoh sejumlah perusahaan yang mewajibkan karyawannya untuk kembali masuk ke kantor setelah pandemi usai. Raksasa pakaian olahraga Nike baru-baru ini memberi tahu karyawannya bahwa mulai Januari 2024, mereka akan diminta untuk datang ke kantor pusat perusahaan empat hari dalam sepekan. Perusahaan tersebut, dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa ”ada kekuatan dan energi yang muncul dari kerja sama secara langsung”. Sebuah dorongan yang valid. Namun, beberapa karyawan khawatir bahwa kebijakan ini akan mengurangi fleksibilitas.

Krisis kemudian muncul karena tidak sedikit di antara manajemen dan karyawan tidak mencapai titik temu. Manajemen menuduh karyawan ingin tetap kerja santai, sedangkan karyawan melihat bahwa upaya manajemen ke cara-cara lama sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Mereka juga berargumen bahwa lebih penting hasil kerja dibanding sekadar wajib masuk ke kantor. Masalah selanjutnya adalah krisis produktivitas yang menimpa perusahaan. Sejumlah urusan dan target bisnis perusahaan tidak bisa tercapai karena masalah ini. Ekonom Mike Walden dari North Carolina State University mengatakan, salah satu ukuran perekonomian yang kurang dihargai adalah produktivitas pekerja yang mengukur seberapa banyak yang dicapai seorang pekerja. Pekerja yang lebih produktif akan lebih bernilai bagi bisnis dan biasanya, dibayar lebih tinggi, baik dalam bentuk upah maupun tunjangan. Inilah sebabnya mengapa peringatan baru-baru ini dibunyikan ketika angka-angka Pemerintah AS menunjukkan produktivitas pekerja menurun.

Pada pertengahan 2021 dan pertengahan 2023, produktivitas pekerja turun 2 %,  yang belum pernah terjadi dalam tujuh dekade terakhir. Kondisi seperti ini yang menyebabkan perusahaan mencari cara untuk menaikkan produktivitas pekerja. Salah satu penulis di Fast Company menyebutkan, solusi permasalahan krisis produktivitas bukan pada  meminta karyawan untuk datang ke kantor semata, melainkan pada apa yang bisa memotivasi karyawan bisa kerja produktif dan datang ke kantor apabila masalahnya adalah soal karyawan yang tidak datang ke kantor. Keluwesan di dunia kerja sepertinya dibutuhkan. Insentif yang cukup mungkin perlu dipertimbangkan. Meski demikian, perlu upaya lebih. Berbagai cara perlu dicoba. (Yoga)

PGN Bukukan Pendapatan Rp 41,38 Triliun

Yoga 30 Nov 2023 Kompas
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk membukukan pendapatan di triwulan III-2023 sebesar 2,69 miliar dollar  AS atau setara Rp 41,38 triliun. Volume niaga gas bumi tumbuh 5 persen secara tahunan menjadi 935 miliar british thermal unit per hari (BBTUD). ”Kebijakan strategis kami juga berhasil menambah pelanggan baru,” ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko, Rabu (29/11/2023). (Yoga)

Pengembangan Kecerdasan Buatan Terhalang Dana dan Data

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Upaya industri asuransi jiwa mengembangkan kecerdasan buatan tertahan biaya dan kapasitas data. Pengembangan ini mempertimbangkan perubahan perilaku masyarakat akibat perkembangan teknologi yang tampak pada penurunan produk bancassurance. Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk meningkatkan kesadaran asuransi kepada generasi muda melalui platform digital. Sebab, generasi muda saat ini cenderung lebih menggandrungi teknologi berbasis digital.

”Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memiliki peluang yang sangat besar. Tapi, belum banyak perusahaan asuransi jiwa yang menerapkan itu karena tentunya butuh biaya yang besar. Apalagi, saat ini terdapat wacana dari regulator untuk meningkatkan kapasitas modal minimum perusahaan asuransi,” katanya saat ditemui di Rumah AAJI, di Jakarta, Rabu (29/11). Selain itu, pengembangan kecerdasan buatan dalam produk-produk asuransi juga membutuhkan ketersediaan sumber daya yang mendukung dan basis data yang kuat. Saat ini pendataan dalam industri asuransi jiwa belum terintegrasi dan masih terbatas. (Yoga)

Laba Naik, Pupuk Kaltim Kian Ekspansif

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) memanfaatkan momentum peningkatan laba dengan menggencarkan ekspansi dan diversifikasi produk. Selain akan segera meresmikan pabrik amonium nitrat di Bontang, Kaltim, perusahaan juga telah memulai peletakan batu pertama pembangunan pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat. Kompas mencatat, pada tahun 2021, PKT mencatatkan laba Rp 6,17 triliun, dan pada 2022, laba PKT melonjak  menjadi Rp 14,5 triliun. Kondisi ini tak lepas dari lonjakan harga komoditas dunia, selain juga buah pengelolaan keuangan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kalimantan Timur Teguh Ismartono mengatakan, pada akhir tahun ini PKT bersama anak perusahaan PT Kaltim Amonium Nitrat akan meresmikan pembangunan pabrik  amonium nitrat berkapasitas 75.000 ton per tahun di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE), Bontang, Kaltim. PKT juga sedang membangun pabrik soda ash di Bontang dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, yang ditargetkan rampung pada 2026. Soda ash merupakan bahan baku yang dibutuhkan sejumlah industri untuk membuat produk, seperti kaca, keramik, tekstil, kertas, dan aki. ”Pupuk Kaltim juga siap mewujudkan hilirisasi industri dengan pabrik soda ash dan amonium nitrat serta kemandirian pangan dengan pabrik pupuk di Fakfak,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/11). (Yoga)

Pilihan Editor