Berlomba Talangi Program Jumbo
JAKARTA – Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024-2029 mengobral berbagai program yang menelan biaya jumbo untuk menggaet pemilih. Strategi penguatan fiskal untuk mendongkrak penerimaan negara dibutuhkan untuk menalangi program tersebut. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah menilai ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki program yang relatif mirip serta membutuhkan biaya besar. Misalnya program pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan memberikan makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren serta bantuan gizi untuk anak usia balita dan ibu hamil.
Program itu menyasar lebih dari 80 juta orang dengan cakupan 100 persen pada 2029. Jika makan gratis senilai Rp 15 ribu per orang, setidaknya butuh Rp 1,2 triliun untuk membiayai program tersebut dalam sekali waktu. Program tersebut diperkirakan menyedot dana ratusan triliun rupiah jika berlangsung secara rutin.
Menurut Piter, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud Md. juga memiliki program-program yang membutuhkan biaya besar serta berpotensi menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Piter menilai realistis-tidaknya program tersebut terletak pada upaya-upaya para calon meningkatkan penerimaan negara untuk membiayainya. “Ketika menganggarkan pengeluaran yang begitu besar, tapi di sisi lain target penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi dibatasi, program-program tersebut menjadi sulit dilaksanakan,” kata Piter saat dihubungi Tempo, kemarin. (Yetede)
Postingan Terkait
Program Pengampunan Diperluas
30 Jun 2025
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023