Demokrasi dan Kepercayaan Pasar
Kontestasi perpolitikan Indonesia membahana di tengah ketidakpastian ekonomi yang terindikasi dari sikap wait and see investor hingga perlambatan pasar modal. Masyarakat berharap presiden selanjutnya akan membawa perbaikan. Kemenkeu memproyeksikan, rangkaian aktivitas pemilu dapat memberikan kontribusi masing-masing 0,2 % dan 0,25 % terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 dan 2024. Adapun anggaran pemilu yang telah digelontorkan mencapai Rp 11,5 triliun untuk tahun 2023 dan Rp 15,9 triliun untuk 2024. Sementara itu, di tengah ketidakpastian global dan kemelut geopolitik, ekonomi ikut bergejolak. Situasi tersebut terindikasi dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Pasar Modal Indonesia yang fluktuatif lebih dari dua bulan terakhir. IHSG sempat merosot meninggalkan level 7.000 sejak pertengahan September 2023. Hal tersebut diikuti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar. Setelah sempat menyentuh puncak terlemah di sekitar Rp 16.000 pada awal November, kurs rupiah saat ini terus menguat di posisi terakhir sekitar Rp 15.500, Jumat (24/11).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI) Teguh Dartanto menjelaskan, pemilu sendiri bisa berdampak negatif pada kinerja perekonomian dari indikator IHSG. Berdasarkan studi yang ia lakukan dengan rekannya di 2014, IHSG akan alami penurunan sejak sebulan sebelum hari pemilu hingga momen perhitungan cepat. Bersamaan dengan itu, ada juga pola konsumsi, uang beredar, dan investasi yang berubah karena aktivitas kampanye, mobilisasi masa, pencetakan dan distribusi surat suara, serta kegiatan pencoblosan. Konsumsi dan uang beredar akan naik di triwulan sebelum dan pada periode terjadinya Pemilu. Sementara itu, seperti investasi di pasar modal, investasi secara makro juga akan mengalami penurunan di triwulan terjadinya pemilu karena investor menunggu hasil dari pemilu. Namun, pemulihan investasi akan berjalan lebih lambat karena baru mengalami kenaikan setahun setelah pemilu. ”Proyeksi saya terkait dampak Pemilu 2024 akan mengikuti pola yang mirip-mirip dengan studi tersebut. Namun, dampaknya akan lebih panjang karena di 2024 berlangsung pemilu serentak, baik legislatif maupun presiden dalam dua putaran, serta pilkada,” tuturnya, Minggu (26/11). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023