;

Premi Dihantui Bunga Tinggi

Ekonomi Hairul Rizal 29 Nov 2023 Kontan
Premi Dihantui Bunga Tinggi

Industri asuransi pada tahun depan masih dibayangi laju inflasi tinggi. Inflasi diperkirakan masih berada di level tinggi, karena suku bunga acuan Bank Indonesia diprediksi masih tinggi. Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Iwan Pasila, memperkirakan, inflasi yang berpotensi naik dalam beberapa periode ke depan, membuka peluang bagi otoritas moneter untuk menaikkan suku bunga lebih lama ( higher for longer ). Presiden Direktur PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), Widodo mengamini, tingginya suku bunga acuan berkepanjangan bisa mengerek bunga surat berharga negara (SBN) yang baru diterbitkan. Ini akan ikut menurunkan harga SBN yang terbit saat suku bunga masih lebih rendah. Selama ini, lanjut Widodo, ASBI masih mampu membukukan investasi dengan hold to maturity method. Namun, strategi ini memiliki konsekuensi SBN tidak dapat terjual bila ada kebutuhan likuiditas. "Masalah ini yang menyebabkan bangkrutnya Silicon Valey Bank (SVB) di Amerika Serikat," imbuh dia. Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengakui, kenaikan suku bunga yang berkepanjangan bisa bedampak negatif terhadap pertumbuhan portofolio investasi asuransi. Ini terutama untuk investasi jangka panjang. Budi belum bisa memproyeksi kinerja industri asuransi di tahun depan, karena masih wait and see. Yang pasti, pihaknya selalu mengingatkan pelaku industri untuk mencari instrumen investasi yang bisa mendorong peningkatan premi.

Tags :
#Keuangan
Download Aplikasi Labirin :